
.
.
.
Ke esokan paginya anak anak sudah berkumpul di kelas, sesuai janji guru Daisho, pada hari ini mereka akan mengadakan kunjungan istana Smahua.
Youn, Hoshan, Renny dan Qiena tengah berbaur dengan anak anak lain sambil menunggu kedatangan guru Daisho.
Sampai tak lama kemudian guru Daisho datang, langsung guru Daisho bertanya kepada murid muridnya, apakah sudah siap mengadakan kunjungan ke istana Smahua.
"Pagi anak anak, apakah kalian sudah siap ?" Guru Daisho memberi sapaan dan juga pertanyaan.
"Pagi guru Daisho, kami semua siap pergi ke istana Smahua." Jawab anak anak serentak.
"Mari kita berangkat." Guru Daisho memutar badanya lalu kembali berjalan keluar kelas.
Anak anak mengikuti langkah guru Daisho, mereka melewati kelas lain dimana tengah belajar, sebagian tenang namun sebagian ribut, mereka juga menjumpai ketua Shuyi sedang melamun, langsung guru Daisho menyapanya.
__ADS_1
"Selamat pagi ketua Shuyi." Ucap guru Daisho kepada Ketua Shuyi yang sedang melamun.
"Ah, pagi untuk mu guru Daisho, kalian akan berkunjung ke istana Smahua?" Tanya Ketua Shuyi pada guru Daisho.
"Benar, saat ini jadwal kunjungan kelas saya, kalo begitu saya undur diri dulu." Guru Daisho membungkukan setengah kepalanya.
"Baiklah, semoga perjalanan kalian berlangsung lancar." Ketua Shuyi mengalihkan sorot pandangnya pada Youn.
Youn mendapati Ketua Shuyi tengah tersenyum kepadanya lantas melempar senyum balik kepada Ketua Shuyi, guru Daisho beserta murid muridnya keluar dari gedung akademi, terlihat ketua Shuyi sedikit tertarik dengan Youn.
"Mungkin aku akan menawarkan diriku sebagai master anak itu saat usianya menginjak 10 tahun." gumam ketua Shuyi sambil memandang punggung Youn yang semakin menjauh.
Guru Daisho memiliki niat yang sama seperti ketua Shuyi yaitu menjadikan Hoshan murid pada saat umurnya menginjak 10 tahun, saat ini anak anak hanya di fokuskan pada pengetahuan dasar, pada saat 10 tahun barulah mereka mulai mengajarkan hal hal spiritual kepada murid murid.
"Apakah kalian senang bisa mendapat kesempatanh berkunjung ke istana Smahua." Guru Daisho mencoba berbaur dengan murid muridnya
"Kami sangat senang guru Daisho, apalagi bisa melihat langsung wajah Raja, ibu saya sangat ingin melihat wajah Raja secara langsung namun tak pernah kesampaian." Ucap salah satu anak.
"Kalau begitu setelah kunjungan selesai kau harus menceritakan nya kepada ibu mu, bahwa beliau sangat mengesankan." Guru Daisho memberikan saran.
__ADS_1
"Tentu saja guru Daisho, pasti ibu akan sangat senang." Balas anak dengan sangat semangat.
Akhirnya mereka sampai di sebuah istana besar lengkap dengan prajurit yang berlalu lalang menjaga istana, guru Daisho menghampiri salah satu prajurit.
Mereka pun mulai berbincang ringan, sepertinya prajurit terlihat sangat akrab dengan guru Daisho.
"Jadi ini anak anak didik mu ?" Tanya prajurit kepada guru Daisho.
"Benar mereka murid murid ku, hari ini giliran kelas kami yang berkunjung ke istana, apakah kami bisa menemui Raja ?" Tanya guru Daisho dengan penuh harapan."
"Aku akan bertanya kepada yang Raja terlebih dahulu, aku akan kembali secepat mungkin." Prajurit berbalik, melangkahkan kakinya masuk ke dalam istana.
Guru Daisho mempertahankan posisinya, menunggu kabar dari prajurit, apakah Raja bersedia di temui atau tidak.
.
.
.
__ADS_1
Thanks for read