Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Manisan


__ADS_3

.


.


.


Youn pergi meninggalkan kediaman Ketua Shuyi, sepanjang jalan Youn melirik pasar, beraneka macam dagangan dari murah hingga mahal di tawarkan pedagang, tak sedikit dari para bangsawan singgah kepada pedagang yang menjual barang barang mewah.


GEDEBUG


"Ah maafkan aku." Ucap anak gadis, kiranya seumuran Youn.


Youn berbalik lalu menatap anak gadis itu, jiwa bela diri awan, anak gadis itu memundurkan langkah nya sekitar dua langkah besar dari Youn, wajah anak gadis tertunduk sesaat setelah menatap sekilas wajah Youn yang terlihat sepenuhnya, memutar jari telunjuknya sambil berkata tanpa memandang wajah Youn.


"K-kamu anak energi panas itu bukan, maaf aku menabrak mu tadi, aku sedang terburu buru." Anak gadis itu meminta maaf pada Youn sekali lagi.


"Tak masalah." Youn mempersilahkan anak gadis itu pergi melaluinya.


Setelah kepergian anak gadis awan itu. Youn kembali melanjutkan perjalananya menuju penginapan pak Kong, 20 langkah kaki Youn lakukan sampai langkahnya terhenti pada sebuah gerobak yang menjual aneka macam manisan.


"Silahkan dipilih nak, apa yang kau suka, ayam jago, seruling, bangau, kepiting, ikan, kelinci." Tawar pria pedagang.


Youn memilih manisan yang akan ia beli, pilihanya jatuh pada ayam jago, ikan dan kelinci.


"Saya ingin ayam jagonya 3, kepiting nya 2, kelinci 2." Youn menunjuk pilihanya.


"Baiklah tunggu sebentar ya bapak akan menyiapkan sebaik mungkin." Bapak menunduk pada gerobak.

__ADS_1


Butuh waktu 5 menit membuat manisan sampai pada akhirnya jadilah manisan pesanan Youn, bapak penjual manisan tak lupa membungkus manisan agar tak kotor.


"Berapa pak?" Youn menanyakan harga pada bapak penjual manisan.


"10 koin perunggu." Ucap pak pedagang sambil meletakan pesanan Youn di rak khusus yang ada di sisi lain gerobak.


Youn meraih dompet serut yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, mencari koin perunggu namun tidak menemukanya.


"Ini pak, kembalianya ambil saja buat bapak." Youn meletakan 1 koin perak di gerobak.


Mengambil manisan yang sudah terbungkus lalu pergi meninggalkan bapak penjual manisan, bapak mengenggam erat koin perak di tanganya sambil meneteskan air mata tanpa ia sadari.


"Bertahanlah anak ku, ayah sudah mendapatkan cukup biaya untuk membawa mu berobat." Haru bapak saat mengenggam koin dengan erat di telapak tanganya.


Tanpa Youn sadari ia berhasil membuat orang lain bahagia, walau dengan hal kecil sekalipun.


...****************...


Youn masuk ke dalam penginapan sambil menenteng manisan di tanganya, ia berjalan ke belakang, menyerahkan manisan yang ia beli di pasar.


Tirai terurai saat Youn memasuki area belakang, Guru Daisho, pak Kong dan bibi Chan menoleh ke arah tirai.


"Kamu sudah kembali." bibi Chan berkata.


Youn tersenyum seraya membagikan manisan yang ia beli, Guru Daisho, bibi Chan dan pak Kong tersenyum tipis melihat Youn membagikan manisan itu.


"Ah sudah lama ku tidak makan manisan, wah ini kepiting." Bahagia pak Kong saat membuka dan mendapatkan bentuk kepiting.

__ADS_1


"Terima kasih Youn, kapan kapan aku akan membalasnya, wah aku mendapatkan ayam jago." Ujar Guru Daisho senang.


"Terima kasih nak Youn, jadi teringat waktu kecil dulu, bibi sering di belikan manisan ini oleh ayah bibi." bibi Chan sedikit bercerita tentang masa lalunya.


Youn tersenyum, semua orang bahagia menerima hadiah pemberianya walau tak begitu besar.


"Sama sama, kalo begitu saya pergi pada yang lain dulu untuk membagikan manisan ini." Youn menghabiskan ucapanya sebelum melangkahkan pergi kakinya menuju kamar teman temanya.


Youn mengetuk kamar temanya satu persatu, mulai dari Hoshan, Qiena. Kedua anak itu berekasi saat mendapat manisan dari Youn.


Dan terakhir, gadis merpati, Renny, Youn mengumpulkan keberanian sebelum mengetuk pintu anak gadis tersebut.


TOK-TOK-TOK


Pintu terbuka, menampilkan sosok Renny sedang membaca buku, ia mengalihkan pandanganya pada Youn.


"Untuk mu." Youn menyerahkan manisan lalu pergi begitu saja.


BRAKKKKK


Renny menutup pintu dengan indahnya, ia membuka bungkus, terlihat manisan kelinci bewarna hijau, rasa apel.


"Terlihat meyakinkan" Renny memasukan manisan ke dalam mulutnya.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2