Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Kong Bai Bapak Penginapan


__ADS_3

.


.


.


Renny merasa sedikit bersalah saat melihat Youn membawa makan untuk mereka bertiga, sedangkan Qiena terlihat lahap menikmati pisang yang dibawa Youn.


Setelah mereka berempat selesai makan mereka mulai beristirahat, diantara mereka yang tertidur hanya Youn saja yang berjaga, ia menatapi ketiga sahabatnya yang menemaninya sejak 2 tahun terakhir.


“Aku sangat bahagia mempunyai teman seperti kalian, walaupun salah satu dari kalian itu menyebalkan namun entah kenapa hal tersebut membuat ruang persahabatan yang sepi di dalam tubuhku mulai bersinar kembali” Youn merasa beruntung bertemu dengan Hoshan, Qiena dan Renny.


Youn bersandar di dinding sambil memandangi wajah teman temanya yang terlelap sebelum ia memejamkan matanya.


Zzzzz\~


Youn terlelap sampai matahari tenggelam di barat, Hoshan, Qiena dan Renny bangun terlebih dahulu dari Youn, mereka memandangi Youn yang tengah tertidur pulas.


“Kita makan pisang sisa ini, tapi kita harus sisihkan untuk Youn” Renny mengutarakan pikiranya kepada Hoshan dan Qiena.

__ADS_1


Hoshan dan Qiena mengangguk, Renny memisahkan pisang untuk Youn santap, mereka bertiga mulai makan pisang yang tersisa lalu kembali tidur untuk mengisi tenaga karena besok akan menjadi hari yang sangat melelahkan.


“Hoah laparnya” Youn terbangun saat teman temanya kembali tidur.


Youn melihat 4 buah pisang tersisa lantas meraih dan memakanya, setelah habis menyantap pisang barulah Youn kembali tidur.


Ke esokan harinya mereka berempat bangun, Youn, Hoshan, Renny dan Qiena keluar dari rumah tak berpenghuni untuk mencari sumber mata air.


“Permisi pak maaf menggangu waktu anda sebentar, apakah di sekitaran sini ada mata air atau semacamnya ?” Tanya Youn kepada salah satu warga yang dia temui di jalan.


Lantas pria yang terlihat seperti umur 35 tahunan melihat Youn dan kawan kawan dari atas sampai bawah lalu menawar.


Youn memandangi teman temanya, pandangan mereka mengisyaratkan sesuatu, Youn kembali membuka mulutnya setelah berhasil bertukar pandangan dengan teman temanya.


“Pak kalo boleh bisakah kami menumpang mandi namun tidak menyewa kamar, karena kami tidak mempunyai koin sepeser pun” Youn berkata dengan jujur.


“Hahaha” si pria tertawa mendengar pengakuan Youn.


“Hmm aku akan membebaskan kalian tinggal di penginapan secara percuma, kalian tidak perlu cemas.” pria melanjutkan perkataanya dengan senyum terukir di wajahnya.

__ADS_1


Youn dan teman teman dibuat terkejut, Renny yang sedari tadi diam mulai membuka mulut untuk memastikan keseriusan pria itu.


“Benarkah, pak ?” Tanya Renny dengan nada penuh harapan.


“Tentu saja, penginapan akan sangat menyenangkan jika kalian bergabung dan menjadi teman untuk ku dan istriku, mari ikuti aku, oh ya perkenalkan aku adalah Kong Bai, kalian bisa memangilku Pak Kong, salam kenal” pria yang bernama pak Kong melambaikan tanganya sebelum berbalik dan berjalan menuju penginapan.


Youn dan yang lainya mengikuti langkah Pak Bai, setelah menempuh jarak yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di sebuah penginapan yang tidak terlalu besar maupun tidak terlalu kecil.


“Sayang aku kembali” pak Kong masuk ke dalam penginapan.


“Eh kamu kembali, apakah kau sudah membeli Lobak seperti yang aku minta tadi sayang ?” kehadiran pak Bai langsung disambut sebuah pertanyaan dari wanita yang ada di dalam penginapan.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2