Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Sebuah Perintah Dalam Mimpi


__ADS_3

.


.


.


Malam hari setelah Youn dan teman teman berhasil mengalahkan Angsa Keberuntungan.


Youn terlelap dalam hangat-nya selimut penginapan yang ia tempati, walau sedikit luka masih dalam proses penyembuhan, tidak mengganggu Youn untuk tidur nyenyak.


...****************...


Saat ini Youn berada di langit, ia pandangi buram besar istana di depan yang berdiri kokoh, Youn tergerak menyentuh pintu istana tersebut.


Alhasil ia terlempar ke bawah, gagang pintu mengeluarkan energi kejut saat di pegang, Youn memandang bingung pintu istana tersebut.


Kabut hitam yang menghalangi pandangan Youn mulai berkurang hingga hilang sepenuh-nya, bangunan besar tersebut makin terlihat jelas.


''Kita bertemu lagi anak kecil, sekarang kau tumbuh pesat sudah, mungkin ini saat-nya kau menerima misi yang berat dari ku. '' Suara tersebut bergema di sekeliling Youn.


Suara yang pernah terdengar 12 tahun dulu, di mana Youn tiba dalam dunia antah berantah ini.


Youn membalas perkataan pria dengan pertanyaan.


''Sebenar-nya apa tujuan mu orang asing, kenapa kau membawa ku dalam dunia ini ? '' tanya Youn memastikan.


Suara tersebut diam beberapa detik sebelum membalas pertanyaan Youn.

__ADS_1


''Akan ku beritahu setelah kau berhasil menjalankan misi yang ku berikan.'' Ungkap suara tersebut.


''Sekarang aku ingin kau mencari dan melenyapkan 5 orang yang tergabung dalam Aula Hitam yang berada jauh di Benua Pesisir, salah satu dari mereka akan menjadi penentu dirimu hidup atau tidak-nya di dunia.'' Papar suara membuat Youn tertegun.


Youn mencoba mencerna perkataan suara tersebut, ia paham pada paragraf pertama namun tidak untuk yang kedua.


''Lakukan-lah apa yang ku katakan jika kau ingin tahu alasan aku membawa mu kesini.'' Suara mengulang kembali pernyataan sebelum memudar dan hilang sepenuh-nya.


...****************...


Youn terbangun saat suara tersebut menghilang, bertepatan sinar matahari sudah mengintip sebalik jendela.


Youn beranjak dari ranjang untuk melakukan pelatihan fisik berupa mengitari Kota Behua yang merupakan kota dari Benua Atas.


Youn putuskan berlatih sendiri dan tak mengajak Hoshan yang pasti-nya sedang tertidur lelap.


Setelah 30 menit berlari akhir-nya Youn memutuskan kembali menuju penginapan.


Youn juga berkata kepada teman teman-nya dan Ketua Shuyi bahwa ia bakal tinggal sementara di Benua Atas.


''Apakah kau benar-benar tidak ingin ikut kami pulang ? '' Ulang Ketua Shuyi sekali lagi saat mereka ingin kembali menuju Benua Bawah.


Youn menyakinkan Ketua Shuyi bahwa ia bersungguh sungguh, Ketua Shuyi memaklumi lalu mengucapkan salam perpisahan kepada Youn begitu juga Gung Min, Lulu Bae, Hoshan, Qiena dan Renny.


''Kembali dengan cepat Youn.'' Imbuh Renny setelah mengucapkan salam perpisahan kepada Youn.


Mereka pun memasuki kereta kuda yang sudah siap, Youn melambaikan tangan seiring pergi-nya kereta kuda.

__ADS_1


''Tiba waktu ku agar pergi mencari 5 orang yang tergabung dalam Aula Hitam.'' Ujar Youn seraya masuk untuk berkemas.


Selesai berkemas Youn pergi dari penginapan, untuk masalah bayar, semua sudah di selesaikan Ketua Shuyi.


Youn tak lupa bertanya kepada warga mengenai jalan menuju Benua Pesisir, ia dapatkan informasi bahwa jalan menuju Benua tersebut berada timur Kota Behua.


Youn lanjutkan perjalan setelah itu, memasuki hutan yang lebat dan minim akan cahaya namun bukan suatu masalah.


''Apakah orang yang di maksud suara aneh tersebut sangat kuat, apakah ku mesti meningkatkan ranah hingga mencapai tahap sempurna ? '' Youn bertanya tanya dalam hati.


''Yang terpenting mesti aku cari salah satu dari mereka dulu. '' imbuh Youn dalam hati.


Hutan kian dalam Youn masuki, tak lupa juga Youn berhenti pada sebuah batu besar berlumut.


Tepat puncak batu Youn melakukan meditasi, karena sebelum-nya ia hanya melakukan latihan fisik.


Youn merasa tenang setelah melakukan meditasi dan memperoleh satu angka dari 55 menjadi 56.


Kembali melanjutkan perjalanan menyusuri hutan gelap demi sampai di Benua Pesisir.


''Rusa itu nampak kesusahan.'' Kata Youn setelah ia di pertemukan dengan rusa yang sedang terjebak di ranting pohon.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2