Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Pembalasan Renny


__ADS_3

.


.


.


Setelah mendapat penjelasan tingkat senjata, langsung guru Daisho memberitahukan murid muridnya bahwa besok kelas mereka mengadakan kunjungan ke Sekte Bambu, guru Daisho sendiri lah yang memutuskan mengunjungi sekte tersebut, diantara kelas lain yang memilih berkunjung ke sekte terpandang seperti Sekte Telaga Hijau, Sekte Melati Emas maupun Sekte Tirai Ungu.


Setelah jam pelajaran usai langsung Youn dan teman temanya pergi ke rumah nenek, seperti janji nenek kemaren ia ingin memberikan Youn dan teman temanya sebuah hadiah, tentu saja hal tersebut membuat Youn dan teman temanya penasaran dengan hadiah yang dijanjikan nenek.


Renny benar benar berpikir keras, ingin menjahili Youn dengan cara apa, ia terus memandang punggung Youn yang saat ini berada di depanya, tak lama kemudian mereka akhirnya sampai di rumah nenek.


TOK-TOK-TOK


Hoshan mengetuk pintu, tak lama kemudian keluarlah nenek yang dibantu Youn dan teman


"Eh kalian, ayo masuk masuk, kebetulan nenek baru saja menyelesaikan hadiah terakhir." Nenek mengajak Youn dan teman temanya masuk ke dalam rumah.


Hoshan masuk terlebih dahulu di ikuti Youn, Renny dan Qiena, sesampainya di dalam terlihat 4 pasang baju sedang digantung, baju untuk anak umur 7 tahun.


"Nah itu hadiah kalian, maaf jika nenek hanya bisa memberikan kalian baju baju ini." Nenek mengambil baju yang tergantung lalu menyerahkan nya pada Youn dan teman teman.

__ADS_1


Youn mendapat baju warna hitam, Renny bewarna ungu, Hoshan bewarna kuning, Dan Qiena bewarna merah muda, ke empat anak itu mengambil baju dengan lembut, lalu mengucapkan terima kasih kepada nenek.


"Terima kasih nek, ini lebih dari cukup untuk kami, baju buatan nenek benar benar mengesankan." Balas Youn kepada nenek sambil memandang baju baru yang ia dapat dari satu sisi menuju sisi lainya.


"Benar nek, ini lebih dari cukup untuk kami, bahkan jika kami memiliki koin harusnya membayar baju yang bagus seperti ini bukan menerimanya secara percuma hehe." ujar Qiena sambil menggaruk bagian belakang kepalanya yang tak gatal.


Nenek tertawa ringan saat Qiena memberi pernyataan.


"Haha, nenek senang kalian menyukai baju yang nenek buatkan, ayo kita minum teh dulu." Tawar nenek kepada Youn dan teman teman.


Youn, Hoshan, Renny dan Qiena menerima dengan senang hati lalu berjalan di belakang nenek, Renny akhirnya terpikirkan sebuah cara untuk menjahili Youn.


"Aku akhirnya mendapatkan sebuah pemikiran yang bagus, tunggu saja kau hehe." Renny memikirkan rencana matang matang.


Setelah selesai minum teh, Youn, Hoshan, Renny dan Qiena ijin undur diri kepada nenek, wanita tua itu melambaikan tanganya kepada Youn dan teman teman.


Renny mulai melancarkan rencananya, ia mencari tanah yang basah, ia berencana melempar tanah basah itu ke baju Youn, sampai pada akhirnya ia mendapatkan tanah basah, segera Renny meraup sebanyak mungkin dan melemparkanya ke Youn.


PLASHHHHH


"Hehe." Renny tertawa lega.

__ADS_1


Sontak Qiena dan Hoshan terkejut melihat kejahilan Renny kepada Youn yang saat ini terdiam di depan Renny, Youn berbalik menghadap Renny lalu mulai menggelitiki tubuh wanita itu sampai Renny dibuat terduduk ke tanah.


"Ahahahah, a-aduduh l-lepaskan ahahaha." Renny meronta minta dilepaskan.


"Minta maaf dulu baru ku lepaskan, atau aku akan menambah kecepat gerakan gelitikan ku ini." Youn memberikan penawaran langsung kepada Renny.


"Baiklah baiklah, a-aku minta maaf Youn." Renny berkata dengan nafas tersengal.


Youn melepaskan tanganya dari tubuh Renny, lalu menjulurkan lidahnya ke Renny sebelum berlari kencang meninggalkan Hoshan, Renny dan Qiena.


"Hey kemari kau, awas saja !!" Renny melesat mengejar Youn.


"Mari bermain Qiena." Tawar Hoshan.


"Mari." Qiena dan Hoshan berlari mengejar Renny dan Youn yang terlebih dahulu meninggalkan mereka.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2