Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Lelah Terbayarkan


__ADS_3

.


.


.


Serentak Youn dan kawan kawan menyerang, mengambil mangsa masing masing, tentu saja Hoshan mengambil kambing yang menyeruduk dirinya.


Youn menatap kambing dengan rasa ingin merampas esensi yang ada dalam tubuh si kambing, Youn berlari sambil memposisikan pisau yang ada di tangan kananya dengan benar lalu menargetkan mata kambing sebelum melibas yang lain nya.


MBEKKKKKK.


Raungan kambing sedikit membuat telinga Youn berdenging, namun itu tidak menghentikan langkah Youn mendekati kambing, hewan berkaki empat menganyunkan kaki kananya di tanah layaknya banteng yang bersiap menerjang kain merah di hadapanya.


Segera kambing menyundulkan kepalanya kepada Youn, tapi serangan kambing berhasil di patahkan Youn dengan menahan kedua tanduk kambing yang panjang dan melingkar.


"Cantik seperti dirimu." Youn mendorong kakinya kuat menuju kepala kambing.

__ADS_1


Kambing dibuat mundur, mulai marah dan tak terkendali, bisa dirasakan Youn pada kambing yang ia beri dorongan kaki sebelumnya, kambing itu mulai mengeluarkan ukiran yang tak bisa Youn pahami, kambing kembali berlari menuju Youn, namun kecepatan kambing kali ini lebih cepat, bahkan satu kali kedipan mata saja kambing langsung tiba di hadapan Youn.


MBEKKKKK\~


Kambing menyundul kuat perut Youn, sebelum menendang punggung nya dan terakhir menyeruduk kedua lipatan lutut kakinya, membuat Youn langsung terjatuh ke tanah.


GEDEBUG


"Sialan kenapa mahluk ini bisa lebih agresif dan kuat seperti ini." Youn menguatkan dirinya, menahan sakit yang ada pada tubuhnya.


Youn berdiri dari tempatnya, ia meraih pisau yang tergeletak berdebu di tanah, ia membulatkan penuh bola matanya, menatap kambing lekat lekat, kambing mengambil langkah langkah sebelum menyerang Youn kembali.


Youn menusuk pantat kambing terlebih dahulu, membuat kambing meringis kesakitan, menyanyat kaki kaki kambing, memotong ekornya dengan keji dan terakhir melingkarkan mata pisau di leher kambing.


Perlu beberapa kali percobaan menyayat kaki kambing yang penuh dengan otot otot besar nan ber urat itu, sampai kaki putihnya benar benar tertutup dengan cairan merah amis yang menyengat, darah.


Kambing tergeletak di tanah dengan banyak darah bercucuran dari tubuhnya, Youn menghela nafas tenang mengetahui musuh di depanya sudah tergeletak tak berdaya, Guru Daisho mulai mendekati Youn perlahan agar para kambing lainya tidak memperhatikan pergerakanya.

__ADS_1


"Bagus sekarang kau serap lah, jangan pikirkan hal yang tidak perlu, seperti hal nya kau menarik sebuah tali, tarik lah energi yang ada dalam tubuh kambing ini dengan energi mu." Guru Daisho memberi arahan kepada Youn.


Youn mengikuti saran Guru Daisho, ia pun mulai menenangkan pikiranya sambil membuang hal yang tidak ia perlukan, duduk dekat dengan binatang tersebut sambil mengarahkan telapak tanganya diatas tubuh kambing.


Youn menarik energi kambing, sebelumnya belum terasa apa apa, namun setelah 10 detik berlalu kini mulai terasa energi hangat memasuki tubuh Youn, mengalir dengan bebasnya di arus energi yang disebut Dantian.


"Aku pikir ini akan sangat menyakitkan namun ini benar benar berbeda seperti yang ku harap kan." Youn mulai menikmati esensi kambing yang masuk ke dalam tubuhnya.


Sampai angka 2 keluar dengan indahnya dari belakang tubuh Youn, Guru Daisho tersenyum bahagia mengetahui muridnya berhasil menyerap esensi roh untuk pertama kalinya dan mendapatkan ranah bulan baru bewarna putih yang melayang bebas.


"Wah penatnya." Hoshan mengusap jidatnya yang banjir keringat dengan telapak tanganya.


Guru Daisho meninggalkan Youn yang puas, menghampiri dan memberitahukan hal yang serupa seperti sebelumnya pada Hoshan, tak lama Renny pun selesai, terakhir disusul Qiena.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2