Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Rune Bulan


__ADS_3

.


.


.


Youn teringat akan benda yang keluar dari Zhao Za dan teman-teman. Apalagi setelah ia ketahui bahwa 4 serpihan itu merupakan sebuah rune bulan yang di dalam-nya tersegel sosok burung legenda yang konon mampu menerbangkan satu gunung hanya dengan satu kepakan sayap saja.


Youn mengambil serpihan lalu satukan, ia lihat bolak-balik benda yang sudah tersatu sepenuh-nya itu hingga melihat beberapa kata di balik rune bulan.


“Bulan purnama indah sinarnya, bahagia memandangi nya, sinar bulan, tentram dan sejahterakan lah penghuni dunia ini, hal jahat nan mengancam pasti akan sirna, jika bulan melindungi kita semua bersama sinar suci nya, melindungi hingga kami menutup mata dengan bahagia” ungkap isi sebalik rune bulan itu.


Saat itu kondisi tengah malam, Youn yang membaca dengan bantuan terpaan sinar bulan tiba-tiba masuk menuju sebuah dimensi gelap.


BUFFFFF


Di hadapan Youn sebuah burung raksasa dengan rantai terjerat di kaki kiri tengah tertidur pulas, Youn meneguk liur berat melihat burung legenda itu nyata di depan mata-nya.


''Sedikit saja aku bergerak maka tamat-lah riwayat ku.'' Was-was Youn.


Merasa ada seseorang kelopak mata burung pun terbuka, betapa tinggi-nya burung itu berdiri bahkan hampir menyentuh langit-langit ruangan.


Geh tidak terbayangkan jika mahluk besar ini turun ke dunia.


''Tuan saya senang anda bisa terselamatkan dan bertemu dengan saya disini.'' Burung itu berbicara kepada Youn.


''E-eh kau bisa bicara ?! '' Youn bergetar mengetahui burung itu bisa berbicara.


Burung pun tertawa hingga membuat tempat seolah-olah terjadi gempa, Youn terduduk saking kuat-nya kekekan burung legenda itu.


''Iya tuan ini merupakan berkah untuk saya yang bisa berinteraksi dengan manusia menggunakan bahasa mereka, tak perlu tuan takut dengan saya. Saya tidak akan melukai tuan.'' Ucap burung tersebut meyakinkan Youn.


''Perkenalkan saya Ruda, saya generasi satu-satu-nya burung garuda.'' Ruda memperkenalkan diri kepada Youn ''karena tuan berhasil mengumpulkan beberapa bagian saya yang terpotong kemarin rantai demi rantai saya lepas dan seketika Qi saya pulih, saya melihat gambaran anda yang terbelah dua ketika melawan Dewi Langit.'' Ruda menghela nafas.


''Melihat tuan sudah tak berdaya saya ambil alih tubuh tuan, dengan separuh saya alirkan energi Qi saya hingga tuan menjadi burung.'' Imbur Ruda.


Youn mengembalikan posisi diri-nya, ia katakan tidak apa kepada Ruda setelah mendengar Ruda mengendalikan diri-nya.

__ADS_1


''Tidak apa, jujur aku sudah putus asa pada awal-nya. Jadi apa yang mesti ku lakukan agar kau terbebas ? '' kata Youn kepada Ruda.


Ruda menunjuk rantai dengan paruh seolah-olah ingin Youn segera meleburkan rantai yang membuat ia terkurung selama puluhan tahun lama-nya.


''Tinju Api Merah.'' Youn berlari menuju rantai lalu ia tinju hingga lebur.


Ruda berputar mendekati Youn yang sudah membebaskan-nya, sebelum berubah menjadi rangkaian array kuning emas yang masuk ke dalam tubuh Youn.


Youn melayang di udara, setelan hitam yang ia kenakan kini teralihkan bewarna kuning dengan corak emas sementara untuk rambut kuncir-nya ? Ia bewarna putih susu.


Youn terkejut dengan tindak tiba-tiba Ruda, ia yang menutup mata pun membuka dan ingin bertanya namun tak terlihat batang wujud Ruda di hadapan diri-nya.


''Saya ada di dalam sini tuan, wah ruang jiwa anda bahkan lebih indah dari istana Langit dan apa ini !! Ikan Louhan yang berlimpah, aku sangat menyukai-nya, senang memiliki tuan seperti mu.'' Sayup-sayup terdengar pujian dari Ruda yang bergumam di kepala Youn.


Youn terkekek pelan mendengar antusias Ruda. Seperti anak kecil ketika pindah rumah baru dengan fasilitas permainan lengkap.


''Oh ya tuan siapa nama mu jika saya boleh tau ? '' tanya Ruda kepada Youn.


''Dang Youn '' Youn memberikan nama-nya pada Ruda.


...****************...


''Apakah itu Dewi Langit ? Tumben sekali ia memanggil ku keluar.'' Ruda muda keluar dari dalam ruang jiwa Dewi Langit karena terpanggil.


Setelah-nya Ruda bertatapan dengan Dewi Langit setelah ia keluar, tatapan Dewi Langit yang datar tidak mengalahkan semangat muda Ruda ingin bertemu tuan-nya tersebut.


''Dewi Langit ada apa gerangan anda memanggil saya keluar ? Sudah sangat lama kita tidak bertemu Dewi Langit. Apakah kita akan melihat rasi bintang bersama seperti dulu lagi ? Wah saya tidak sabar.'' Ruda menerka-nerka keinginan Dewi Langit bertemu dengan diri-nya.


SLAPPPP


Batu menangkup Ruda sepenuh-nya, Dewi Langit melempar array hitam kepada batu yang menutupi Ruda seraya berkata ''segel aktif ''


Ruda terlelap ketika batu menutup diri-nya. setelah beberapa lama tertidur ia pun terbangun dalam sebuah tempat besar.


Kedua kaki, sayap dan leher sudah terkunci dengan rantai hitam panjang tanpa ujung.


''Maaf Ruda, aku mesti menyegel dan membagi esensi mu menjadi 4.'' Suara itu menggema di ruangan Ruda tersegel.

__ADS_1


Ruda tak percaya dengan apa yang ia dengar, Dewi Langit tega menyegel Ruda dan mengambil esensi milik nya yang terpacu pada kedua kaki, sayap dan leher.


Ruda muda tak memiliki banyak momen dalam ruang nan hampa tersebut, ia menghabiskan waktu-nya dengan tidur panjang, tanpa makan maupun bergerak kemanapun.


Kondisi itu membuat Ruda muda tumbuh menjadi garuda berhati dingin, tak ada lagi tujuan diri-nya selain menghabisi Dewi Langit yang ia anggap sudah menjadi ancaman.


Hari demi hari Ruda menunggu waktu itu tiba hingga.


''Lepas ? '' Ruda melihat rantai pada leher-nya lepas.


Satu persatu rantai lepas hingga tersisa satu sahaja lagi rantai yaitu pada kaki kiri.


Ruda juga mendapat gambaran seseorang yang berhasil membuat rantai pada diri-nya lepas, syarat Ruda bisa melihat gambaran orang tersebut yaitu terpacu pada rantai leher dan sayap yang membuat diri-nya dapat melihat gambaran sang pemuda.


''Ah dia terbelah, mestikah aku menolong-nya ?'' Ruda bertanya-tanya apakah ia ingin menolong pemuda tersebut.


Ruda mencoba mengaliri energi Qi pada pemuda yang menyimpan esensi Ruda yang terpecah menjadi beberapa bagian benda yang di sebut Rune Bulan, dengan kemampuan luar biasa dari Ruda dan berkat Rune di saku pemuda alhasil Ruda berhasil menolong sang pemuda dan mengendalikan pikiran-nya dari jauh.


Ruda tak segan mengeluarkan dua kemampuan besar milik-nya.


Pagar Surga yang merupakan teknik menyegel musuh dan menyerap habis seluruh Qi lalu menghantarkan-nya kepada Ruda sehingga memenuhi syarat melakukan teknik fatal kedua.


Paku Surga yang mana sangat besar Qi di perlukan, satu paku yang berhasil menghabisi Dewi Langit dan raksasa-nya. Teknik ini mesti melalui syarat pertama yaitu mengenakan teknik pagar surga, karena kemurnian dan Qi tambahan berasal dari teknik tersebut.


Sehinga langit akan merestui paku besar itu turun dan menumpas ancaman yang bisa membuat dunia hancur tak tersisa.


...****************...


''Saya percaya jika anda bakal menjadi tuan yang lebih baik dari Dewi Langit. '' batin Ruda berkata seraya memandang ruang jiwa Youn.


.


.


.


Thanks for read

__ADS_1


__ADS_2