Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Bandit Ceroboh


__ADS_3

.


.


.


“Wah aku sangat takut, ini aku berikan benda berharga milik ku.” Ketua Shuyi mulai berlagak ketakukan


Bukanya menyerahkan barang berharga ketua Shuyi malah mengeluarkan mahluk hidup yang terbuat dari es, sontak para bandit langsung bergidik ngeri saat kodok besar itu berdiri dengan santainya di hadapan mereka, ketua Shuyi pun menghilang dari pandangan murid.


Kodok pun mulai menghujani bandit dengan lidah miliknya, lidah yang menjulur dengan cepat dan sulit di tangkap mata berhasil menumbangkan sebagian bandit dan berhasil membuat sebagian bandit lainya merasa takut.


“Ayo ambilah, bukan kah kau ingin sesuatu yang berharga bukan?” Suara ketua Shuyi terdengar namun mereka tidak bisa melihat kehadiran ketua Shuyi.


“B-bangsat kalian lemah sekali, ARGHHHH” histeris si pria gendut.


SLASHHHHH


pria gendut mencemooh anak buahnya sebelum sebuah lidah katak menusuk tepat di paru parunya, bandit tersisa dua, terlihat mereka ingin kabur dari area tersebut namun salah satu petinggi tidak ingin membiarkan mereka lolos.

__ADS_1


“OY KALIAN LUPA HADIAH KALIAN !!” petinggi berlari denga cepat dan berhasil mengimbangi kedua bandit yang berusaha menyelamatkan diri mereka.


“Selamat tinggal, TINJU EMBUN PAGI !”beberapa titik embun terkumpul dan menjadi runcing saat berada tepat di kedua tangan petinggi tersebut.


BUGHHHHHH...GEDEBUG


Petinggi akademi berhasil melayangkan tinju bahkan sebelum kedua bandit itu memberikan tebasan ke arahnya, ketua Shuyi menampilkan lagi wujudnya kepada semua orang, anak anak akademi yang awalnya takut kita mulai termotivasi untuk belajar kemampuan spiritual seperti yang dilakukan ketua Shuyi dan petinggi akademi.


“Aku bisa merasakan tatapan kalian yang ingin menguasai kemampuan seperti milik ku itu barusan bukan, akademi akan memberikan penjelasan dasar mengenai kemampuan spiritual pada saat kalian sudah selesai melalukan perjalan alam yang saat ini kita lakukan, tunggu saja.” Ketua Shuyi berjalan di ikuti petinggi yang lain.


Hoshan sedikit kagum dengan kemampuan ketua Shuyi.


“Padi perunggu itu masih bagus Hoshan, semua jiwa bela diri yang sudah tertanam di dalam diri kita akan menjadi kuat dan mematikan jika kita bisa mengembangkanya dan menggunakanya dengan bijak.” Youn memberikan semangat kepada Hoshan.


Hoshan kembali dibuat bertekad, mereka kembali menikmati perjalan yang damai, mereka tidak perlu khawatir dengan keselamatan diri mereka karena mereka yakin bahwa ketua Shuyi dan petinggi akademi lainya pasti akan melindungi mereka semua.


banyak hewan hewan aneh dengan wujud yang berbeda beda namun kehadiran mereka tidak menjadi ancaman untuk rombongan akademi pohon Suci.


“Kenapa hewan hewan disini sangat aneh sekali ?” Tanya Qiena kepada teman temanya.

__ADS_1


“Tidak perlu cemas Qiena, mereka tidak akan menggangu kita selagi kita tidak bertindak sembarangan” ucap Hoshan santai.


Saat Qiena dan Hoshan sedang berbicara, terlihat Renny berusaha mengait kaki Youn, setelah kaki Youn sedikit terbuka, segera Renny mengaitkan kaki kananya, Youn yang tak siap terjatuh ke tanah.


GEDEBUG


“Ahahaha kau jatuh” Renny mengejek Youn yang terjatuh.


Sebagian murid akademi menyempatkan diri mereka memandangi kelakuan Renny yang berlebihan, namun tak sedikit dari mereka menertawakan Youn.


“Anak satu ini benar benar menyebalkan” Youn segera bangkit dari tempat ia terjatuh.


Youn merapikan bajunya yang kusut lalu kembali berjalan, ia mengacuhkan kejadian yang barusan terjadi kepada dirinya, Renny sedikit kesal mengetahui Youn tidak melawan dirinya.


.


.


.

__ADS_1


Thanks for read


__ADS_2