
.
.
.
Ke esokan harinya Youn bangun dengan perasaan lega, segera ia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju ruang makan.
"Selamat pagi Hoshan, Qiena, Gadis aneh." Sapa Youn saat secara bersamaan teman temanya keluar.
Renny yang awalnya menguap langsung membulatkan matanya mendengar sapaan Youn yang kurang ramah untuk dirinya.
"Apa maksud mu berkata seperti itu ?!" Renny mulai menaikan nada suaranya.
Youn beranjak pergi di ikuti Hoshan, Qiena langsung memenangkan Renny.
"Hehe awas saja kau." gumam Renny sambil memikirkan hal licik di kepalanya.
Mereka berempat langsung membersihkan diri mereka, tentu di tempat yang berbeda, selesainya membersihkan diri Youn dan teman temanya langsung menghampiri ruang makan dimana pak Kong sedang menikmati teh buatan bibi Chan.
"Pagi kalian" pak Kong mengucapkan salam selamat pagi pada anak anak.
"Pagi juga untuk anda pak Kong, bibi Chan." Youn dan teman temanya serentak memberi sapaan selamat pagi untuk pak Kong dan bibi Chan.
Bibi Chan menoleh ke arah Youn dan teman teman lalu melempar senyuman sebelum kembali memasak, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny pun duduk di kursi yang kosong.
Pak Kong mulai bertanya, bagaimana hari pertama mereka, apakah menyenangkan atau tidak.
"Jadi bagaimana hari pertama kalian ?" Tanya pak Kong penasaran.
__ADS_1
Renny menjawab dengan antusias sambil sesekali mengejek Youn.
"Menyenangkan pak Kong, kami belajar dasar kultivasi, walaupun tidak selalu menyenangkan karena adanya gangguan anak anak dari kalangan bangsawan, belum lagi anak jelek satu ini berkelahi dengan salah satu mereka
kemaren." Renny menekan kalimatnya pada saat "anak jelek"
"Aduh''Renny mengusap jidatnya.
Youn tersenyum lega saat menjentikan jarinya, semua orang yang ada di ruang makan tertawa saat melihat Youn menjentikan jarinya ke dahi Renny, pak Kong pun membalas.
"Hhh anak bangsawan di kota memang seperti itu, mereka selalu memandang rendah orang lain, namun alangkah baiknya jika kita menghindari pertikaian dengan mereka, bukan kita takut namun itu hanya akan membuang buang waktu kita." Pak Kong menyeruput teh di tanganya.
"Benar sekali, lebih baik kalian fokus belajar, supaya kalian bisa menjadi orang yang kuat dan pandai." bibi Chan setuju dengan pernyataan pak Kong sambil meletakan tumisan sayur sayuran di meja makan.
Mereka mulai melahap makanan yang tersaji, setelah selesai memakan masakan dengan senang hati, Youn dan teman teman nya pamit pergi ke akademi, bibi Chan dan pak Kong mengangguk, Youn, Hoshan, Qiena dan Renny melangkahkan kakinya pergi menuju akademi.
Sesampainya di akademi langsung Youn dan teman temanya menuju kelas, saat sudah sampai di kelas tak berselang lama datanglah guru Daisho.
"Senjata merupakan sebuah alat yang membantu kita untuk melindungi diri kita dari ancaman orang orang asing yang ingin melukai kita, tingkatan senjata terbagi beberapa macam." Jelas guru Daisho.
......................
Berikut merupakan tingkatan senjata.
Senjata :
1. Umum ( ranah bulan baru)
2. Menegah ( ranah bulan sabit)
__ADS_1
Langka (ranah bulan paruh )
Semi punah ( ranah bulan cembung)
Punah ( ranah bulan sempurna)
Setiap senjata memiliki kemampuan masing masing, jika ingin menggunakan senjata maka orang itu harus berada di tingkatan yang sama seperti senjata, jika kurang dari tingkat senjata yang ingin digunakan maka secara sendirinya senjata akan melukai orang tersebut.
......................
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read