
.
.
.
Kura kura duduk bersila di hadapan Youn, ia mengucap mantra dalam satu kali tarikan nafas.
''Dewi Langit yang agung, berikan saya berkah dalam penyembuhan remaja satu ini yang telah menyelamatkan hidup saya, sisa detik terakhir ia mesti mendapat serangan dari ular merah yang sudah pergi ke alam sana, selamat dan abadi.'' Telapak tangan kura kura bersinar cerah.
Menyembuhkan Youn yang dalam hitungan menit kian memanas tubuh-nya, kura kura berjatuhan air keringat saat berusaha menyelamatkan hidup Youn setelah apa yang dia perbuat untuk diri-nya.
Selang 14 menit akhir-nya Youn berhasil terselamat-kan berkat kura kura.
''Apa yang membuat mu kemari anak muda hingga membantu ku mengalahkan ular merah ?'' Tanya kura kura.
Youn lantas menjawab dengan jujur tujuan ia datang kemari.
''Jangan tersinggung, pada awal-nya aku ingin memburu mu dan menghabisi mu saat pertama kali ku melihat cangkang ini namun setelah mendegar pertikaian dari dalam cangkang ku putuskan masuk, hingga melihat kau dengan ular merah bertarung.'' Tutur Youn sambil menghela nafas sebelum kembali melanjutkan.
''Aku pun membantu mu setelah itu, kenapa kau tidak menghabisi ular merah sedari awal dengan menggunakan 2 tebasan tadi ?’' Tanya Youn pada kura kura.
Kura kura tersenyum tipis lalu menjawab.
__ADS_1
''Besar resiko jika tidak menyalurkan energi spiritual dengan benar dalam tiga dantian ku, jika salah sedikit maka tamat lah riwayat ku, waktu yang di perlukan pun sangat lama. Untung nya kau datang menolong ku walau pernyataan mu barusan membuat ku ingin menghabisi mu.'' Ujar kura kura.
''Namun biarlah berlalu, anggap saja hadiah pertemuan kita. Aku punya dua hadiah, satu sudah ku gunakan yaitu menyelamat-kan mu, yang kedua bisa kau ambil.'' Kura kura memenjamkan mata dalam posisi duduk bersila.
Tepat setelah itu keluarlah setangkai bunga lily yang belum mekar dari dalam dantian kedua kura kura. Ia serahkan bunga tersebut kepada Youn kemudian.
''Dari pernyataan sebelumnya kau ingin menghabisi ku bukan ? Ku terka pasti kau ingin menambah ranah kultivasi, sekarang kau buat bunga lily ini mekar, ketika mekar maka dengan sendiri-nya esensi bunga ini akan menambah pada diri-mu, lakukan dengan cepat sebelum tengah hari.'' Terang kura kura sembari merebahkan diri pada cangkang.
Youn menatap serius bunga lily bewarna biru tersebut, dengan energi spiritual yang memulih sedikit demi sedikit. Ia ubah energi tersebut menjadi sebuah sinar layak-nya sinar matahari lalu ia tujukan pada bunga tersebut.
Namun bunga tak berhasil membuka kelopak walau hanya satu saja, membuat Youn semakin berpikir keras. Bagaimana cara-nya membuat bunga ini mekar.
Youn pun sadar seketika bahwa cahaya yang ia keluarkan tak mengandung zat panas, hanya memberi sinar belaka.
Youn mengubah zat cahaya yang awal-nya tidak terkandung cahaya panas. Kini cahaya di sertai zat panas.
''Bukan-kah tumbuhan perlu sinar matahari yang berlimpah ? Arghh betapa bodoh-nya aku dulu sering bolos kelas biologi !! '' gerutu Youn dalam hati.
Kembali di buat berpikir Youn, ia tidak merasa pintar namun kelopak lily bewarna kuning tidak menyankinkan kondisi bunga tersebut baik baik saja.
Youn kurangi sedikit zat panas dalam cahaya hingga hangat, Youn mempertahankan suhu hangat tersebut hingga matahari hampir berada di atas kepala.
''Gagal sudah.'' Tutur Youn yang menyerah.
__ADS_1
Saat itulah satu kelopak bunga lily biru yang berjumlah tiga terbuka satu persatu hingga terbuka ketiga kelopak.
Kelopak bunga lily biru terbang di udara sesaat sebelum berubah menjadi aura biru dan masuk dalam tubuh Youn.
Angka 35 keluar saat bunga masuk ke dalam tubuh Youn, 4 tingkat dari esensi bunga lily biru berhasil di tambahkan.
''Hebat hebat, aku terkesan dengan detik detik terakhir saat kau membuat bunga lily biru mekar, ya habis sudah waktu mu di sini. Jika boleh kau bisa pergi dari cangkang ku karena aku ingin tidur siang.''
Youn merasa meridian dalam tubuh membara semangat, ia tersenyum sembari meningkatkan energi spiritual api kuning hingga sampai pada puncak.
''PHOENIX API KUNING.'' Youn merentangkan kedua tangan mengarah bangkai ular merah.
KIKKKKKKKK
Siluet burung phoenix bewarna kuning keluar dari dalam diri Youn dan dengan cepat membakar hangus tubuh ular hingga tak tersisa, panas suhu ruang tempurung melebihi gelombang panas Youn sebelum-nya.
''Hmm ya ya ya pergi-lah.'' Ulang kura kura
Youn pun pergi dari tempurung kura kura dan berjalan kembali ke istana.
.
.
__ADS_1
.
Thanks for read