Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Penyerangan Sekte Kambing Hitam I


__ADS_3

.


.


.


Se-sudah mentari menenggelamkan sinarnya Ketua Shuyi dan rombongan bersiap siap menuju Sekte Kambing Hitam demi terbalas-nya kematian Guru Daisho.


Dengan semangat dan jiwa membara dalam diri mereka, mulai lah rombongan tersebut melangkahkan kaki mereka keluar dari penginapan.


Ketika sudah keluar dari penginapan Ketua Shuyi serta rombongan langsung mengambil arah barat daya Kota Menhua.


Ucapan selamat atas kemenangan tim Fondasi Dunia yang di berikan separuh warga Kota Menhua mereka abaikan, tak ada waktu bagi mereka untuk merespon ucapan para warga.


Sekitar 5 menit menempuh perjalanan hingga tibalah mereka di sebuah bangunan yang di kelilingi tembok hitam besar di lengkapi penjaga depan pintu tembok, terukir juga kepala kambing bewarna hitam pada bagian tembok pada sisi kiri.


''Mau apa kalian kemari ?! '' pertanyaan dengan nada tinggi dari penjaga sontak membuat Youn melingkarkan cincin api kuning di leher penjaga.


BWUSHHHHH


''B-bahaya, ARGHHHH !! '' belum sempat penjaga berlari untuk mengingatkan ada ancaman yang telah datang, tiba tiba serpihan padi datang lalu menusuk tubuh penjaga dari belakang.


...****************...


Sebuah Kamar.


''Tahan aku hampir ******* '' ujar pria gendut sambil menepuk peach di bawah-nya.


''Tepat disitu tuan !! ''Balas wanita gembira.


Tak lama kemudian pria gendut berhasil membuat jus dalam peach wanita, sigap pria gendut mencabut pisang dari peach lalu memasukanya kembali ke dalam gua.


''Rasa tak pernah berubah, selalu kencang dan terawat '' puji pria gendut dengan senyum mesum nenghiasi wajah-nya.

__ADS_1


''Senang mendengar pujian anda mengenai diri saya Patriark Hongtau, lakukan sepuas hati anda'' tutur wanita pelan hingga membuat Patriark Hongtau semakin mempercepat gerakan maju-mundur pisang.


DORRR…DORRRR…DORRRR


''APA YANG KAU MAU BANGSAT !! '' ketus Patriark Hongtau saat permainan sedap sedap milik-nya terganggu.


''Sekelompok orang tak di kenal berhasil masuk dan melenyapkan setengah anggota Sekte, mereka juga membunuh Tuan Shagian '' jelas pria di balik pintu.


''A-APA ?! '' Patriark Hongtau terbebelak.


Tak percaya dengan ucapan pria di balik pintu sontak Patriark Hongtau mengenakan pakaian, tak lupa juga ia mengeluarkan Tongkat Tanah Jingga warisan leluhur-nya.


''Dimana mereka sekarang ?! ''Tanya Patriark Hongtau dengan emosi mulai terselubung di pikiran-nya.


...****************...


Kota Menhua.


Warga kota dibuat terkejut melihat array besar raksasa bewarna kuning, lebih tak percaya lagi mereka melihat array tersebut berada pada barat daya kota di mana terdapat wilayah Sekte Kambing Hitam.


''Sial mereka sampai lebih dulu dari kita !! ''Geram Kepala Prajurit Istana kota Menhua.


Ia mencoba menembus array kuning tersebut menggunakan teknik spiritual ke-pemilikanya namun berulang kali ia mencoba hasil yang di dapat selalu sama yaitu gagal.


...****************...


Area Dalam Sekte.


''Walaupun kami baru mengenalnya sesaat namun perhatianya kepada kami sangat lah hangat, tak akan ku biarkan kalian hidup setelah apa yang kalian perbuat. '' Han Long dengan emosi meluap menghabisi anggota Sekte Kambing Hitam di depan.


Banyak tubuh tak utuh lagi semenjak rombongan Ketua Shuyi melangkahkan kaki di area Sekte Kambing Hitam.


''SERPIHAN PADI '' Hoshan dengan kebencian yang tertanam dalam hati menyerang anggota Sekte Kambing Hitam tanpa belas kasih.

__ADS_1


''Angin : Hembus Ketenangan '' salah satu anggota Sekte Kambing Hitam tingkat Sabit awal mulai meniup angin dari dalam mulut.


''GELOMBANG PANAS '' Youn tahu bahwa Hoshan dalam bahaya lantas mengarahkan teknik gelombang panas miliknya menuju teknik angin kepunyaan pria ranah sabit awal.


BRURRRR


Suhu panas tercipta membuat mereka yang bertarung berkeringat di sekujur tubuh, pria angin menengok Youn lalu bergerak secepat mungkin meraih Youn.


Sesampainya di dekat Youn pria ranah sabit awal meninju Youn dengan satu tangan kanan terbungkus aura hijau keputihan, Youn menangkis cepat tangan pria lalu menendang pria hingga terjungkal ke lantai.


Youn dengan ranah sabit awal miliknya menatap kejam pria di depan, tangan kanan mulai terbungkus aura merah nan panas.


Senyuman keji tak luput Youn keluarkan khusus untuk sang pria ranah awal sabit.


Youn menginjak dada pria dengan kaki kanan seraya berkata.


''Sampai jumpa di alam lain, itu pun kalo kau masih mengingat wajah ku, TINJU API MERAH !! ''Pekik Youn sekuat tenaga.


BUMMMMMMM


tinju mendarat di wajah pria, seketika tubuh pria memanas saat Youn melandaskan tinju pada wajah pria, sebelum akhirnya menjadi abu dan bertebangan kesana kemari.


BRAKKKKKK


Pintu depan terbuka keras sambil memperlihatkan seseorang di balik pintu, berbadan gendut dengan kumis hampir menutup bagian mulut orang itu.


Mata pria gendut itu pun teralihkan ke sudut belakang, dimana orang terkasih nya mati dengan mengenaskan.


''ANAKU SHAGIAN, TAK AKAN KU MAAFKAN KALIAN SEMUA !! '' murka pria gendut yang tak lain Patriark Hongtau.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2