Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Dang Youn


__ADS_3

.


.


.


Pemuda itu mengalihkan pandangannya ke belakang tubuhnya dan melihat portal hitam legam dengan beberapa benda hitam yang tampak seperti tentakel yang menjulur di kakinya.


“Oy lepaskan, aku ingin pergi!!” kata pemuda itu sambil mencoba melepaskan kakinya dari gulungan kuat tentakel yang bersarang di kakinya.


Alih-alih mengendurkan gulungan, tentakel tumbuh semakin memegang kaki pemuda itu, membawanya ke dimensi yang tidak berwarna.


Pemuda itu hanya bisa pasrah mengikuti kehendak tentakel hitam yang membawanya, melalui lubang dimensi tak berwarna, hingga pemuda itu akhirnya tiba di sebuah tempat antah berantah.


POFTTTTT

__ADS_1


“Aduh kurang ajar !!” ucap pemuda sambil membuka matanya yang terpejam karena dibawa tentakel tentakel tak bertanggung jawab tadi.


Pemuda mengedarkan pandanganya, mendapati sebuah gubuk lusuh penuh lubang dan bagian dindingnya bisa rubuh dengan satu kali tendangan, pemuda bertanya tanya dimana dia sekarang.


Sampai pandanganya teralihkan ke anggota tubuh bagian bawah yaitu kaki, ia sedikit menyipitkan mata saat melihat anggota tubuhnya menjadi kecil seperti halnya anggota tubuh anak umur 5 tahunan.


“Hhhh Dang Youn, sangat kasihan sekali dirimu ini” gumam pemuda tersebut di dalam hatinya.


Saat tengah merenungi nasib, tiba tiba sebuah suara berputar di kepala anak yang bernama Dang Youn, suara tanpa wujud dan berat tersebut sangat jelas terdengar, memberitahukan Youn agar tidak terbawa suasana karena nasib yang dia alami sebelumnya.


“Hei kau anak aneh, tidak perlu kau mengasihani dirimu sendiri, sekarang kau ada di kehidupan kedua dimana yang kuat akan dipuja sementara yang lemah akan dihina, perkuat kemampuan mu dan jangan lupa untuk berlatih agar kau tidak bisa dikalahkan siapapun, satu hal yang harus kau bayar kepadaku saat ini berhubung aku telah membawakan kehidupan lagi untuk mu, yaitu jaga dunia ini dari kejamnya Dewi Iblis” suara berat mulai memudar seiring berjalanya waktu.


“Eh aku tidak paham, tapi aku akan mencoba menjadi kuat seperti yang kau inginkan” ucap Youn dengan nada santai sambil berdiri dan berjalan mengarah pintu gubuk.


Setelah meraih gagang pintu gubuk Youn tanpa ragu membuka pintu dan mendapati pemandangan rawa yang gelap mengelilingi kawasan gubuk dimana dia tinggal.

__ADS_1


Youn memandang tubuh kecil miliknya, ia merasa tubuh ini adalah tubuh miliknya di kehidupan sebelumnya namun setelah beberapa saat, suara yang berat tersebut kembali terdengar.


“Kau suka tubuh baru mu, haha sangat nyaman bukan, rupanya selera ku tidak terlalu buruk, jaga dan rawat tubuh pemberian ku ini, aku juga menanamkan pemahaman bahasa ke dalam pikiran mu agar mudah beradaptasi di dunia ini, baiklah sampai jumpa lagi.” suara kembali memudar.


Youn memandang kedua tangan dimana tangan tersebut tertutup debu nan tebal serta banyak goresan goresan kecil.


“Hhh terserah kau saja” Youn mencoba menghiraukan suara di kepalanya.


Youn membuka baju dan menyisakan celananya saja lalu bergegas mandi di rawa, ia tidak memperdulikan lagi apakah rawa tersebut bau atau tidak, yang penting tubuhnya enak di pandang mata.


“Aku tidak peduli mau bau atau tidak yang penting tubuh ini terlihat bagus, setelah ini mungkin aku akan mencari makan, lihatlah tubuh ini sangat memprihatinkan.”


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2