Dewa Langit : Dari Dunia Lain

Dewa Langit : Dari Dunia Lain
Panti Asuhan


__ADS_3

.


.


.


Setelah sampai di panti asuhan, prajurit yang membawa Youn masuk ke dalam panti, ia juga menarik tangan Youn dengan lembut agar tidak menyakiti tubuh kecilnya, sesampainya di dalam banyak anak anal terlihat bermain bersama dengan bahagia.


Youn sedikit mengukir senyum di wajahnya melihat kebersamaan anak anak yang tengah bermain bersama, sampai dia dan penjaga sampai di sebuah ruangan yang tertutup dengan tirai, prajurit masuk ke dalam di ikuti Youn, sesampainya di dalam ruangan, terlihat seorang wanita usia 45 tahunan sedang membaca beberapa lembar kertas.


“Permisi kami ingin menaruh anak ini di panti, kami mendengarkan kisahnya bahwa ia ditinggalkan kedua orang tuanya dan harus hidup sendirian.” prajurit mengusap rambut Youn dengan lembut.


Pemilik panti meletakan kertasnya di meja dan menengok ke arah Youn yang sedang tersenyum kepadanya, wanita tua tersebut membalas kembali senyum hangat pada Youn sambil berkata.


“Tentu saja, panti tidak memiliki masalah apapun apalagi jika pihak panti kedatangan anak semanis ini, siapa namamu nak?” Tanya pemilik panti kepada Youn.

__ADS_1


Youn mulai membuka suara dengan memberi tahukan namanya kepada pemilik panti.


“Saya Dang Youn bibi, salam kenal” Youn menundukan setengah kepalanya mengarah pemilik panti.


Pemilik panti membalas pernyataan Youn dengan hangat sambil mengenalkan kembali namanya agar Youn lebih mudah memanggilnya.


“Perkenalkan kembali aku adalah, Lu Liao, salam kenal Youn, apakah kamu sudah makan ?” Tanya Bibi Liao memastikan.


Saat kata kata tersebut keluar dari mulut Bibi Liao, perut Youn mulai berbunyi tertanda perut perlu di isi sesuatu, Bibi Liao dan para penjaga tertawa saat mendengar suara perut Youn, Bibi Liao mengajak mereka semua untuk makan bersama, kebetulan Bibi Liao memasak lebih hari ini.


“Haha kau lapar ternyata, mari kita makan bersama, kalian juga bisa ikut makan, kebetulan aku memasak lebih hari ini.” Tawar Bibi Liao kepada semua orang.


Selama dalam perjalanan menuju dapur, Youn mendapatkan beberapa tatapan dari anak anak panti, ada yang merasa senang dengan kehadiran Youn maupun ada yang tidak suka dengan kehadiranya.


Youn mengabaikan pandangan mereka karena dirinya sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini sewaktu kehidupanya dahulu, sesampainya di meja makan, Bibi Liao mengambil piring di lemari penyimpanan dan meletakanya satu persatu di meja makan yang berdiameter cukup besar dan panjang, mampu menampung 15 orang.

__ADS_1


Satu persatu anak panti duduk di kursi kosong, termasuk Youn, Bibi Liao dan para prajurit, setelah itu mereka memanjatkan syukur sebelum makan, selama makan mereka semua tidak ada yang membuka mulutnya karena akan sangat tidak sopan berbicara saat makan.


Setelah selesai makan, prajurit yang membawa Youn sebelumnya mulai mengutarakan rasa terima kasih kepada Bibi Liao atas jamuan makan siang yang enak ini.


“Terima kasih untuk jamuanya, masakan anda memang luar biasa” ucap prajurit tersebut kepada Bibi Liao.


Bibi Liao mulai tersenyum malu malu lalu berkata.


“Aiya jangan berlebihan, aku senang bisa makan bersama kalian.” Balas Bibi Liao dengan Senyuman.


Setelah membereskan peralatan makan yang terpampang di meja makan, para prajurit mengundurkan diri sambil tak hentinya mengucapkan terima kasih kepada Bibi Liao.


.


.

__ADS_1


.


Thanks for read


__ADS_2