
.
.
.
Lawan manyun seketika, perasaan nya acak acak.
Lawan menyerang Hoshan kemudian setelah berdiam diri selama 12 detik, bersenjata pedang longsword panjang berlekuk ombak. Lawan sangat yakin ia akan menang dan duduk di atas Hoshan, merayakan kemenangan.
Hoshan merentangkan tangan kanan ke depan, telapak yang terbuka ia tutup perlahan sambil berkata.
''Serpihan padi.''Telapak tangan menutup sempurna.
SWUSHHHH
Serpihan padi melintasi Hoshan menuju lawan, menebas serpihan tajam satu persatu, pergerakan lawan pun melamban tidak seperti sebelumnya, disaat itulah dua dinding dengan perangkap tiba tiba muncul dan menghimpit lawan.
GAPPPPP
Lawan melepas pedang hingga terjatuh di tanah, menahan dinding yang semakin berkurang ruang nya.
“Ughhh.” Lawan berusaha keras.
“Tak ada pilihan lain, Pedang : putaran kebebasan.” Lawan menghentakan kaki sekali ke tanah tepat di belakang pedang.
Pedang mulai berputar sendiri tanpa ada seseorang yang menggerakanya. Berputar putar mengitari tubuh lawan hingga tembok tersayat satu persatu dan hilang dari pandangan lawan.
SRAKKKK
''Kemana kau pergi remaja menawan ?!'' Geram gadis mencari keberadaan Hoshan.
''Tebak aku ada dimana ?'' Suara Hoshan di belakang lawan spontan membuat lawan diam tak bergerak.
''Serpihan padi.'' Hoshan kembali memberikan serangan terakhir saat dirasa sasaran sudah terkunci.
SRASHHHHHH
Serpihan padi tajam menghujani tubuh lawan, bisa di tebak apa yang selanjutnya dilakukan lawan, yaitu mencium tanah.
''Ada ada saja.'' Hoshan mengedarkan arah pandangnya menuju teman teman.
...****************...
__ADS_1
Renny.
Renny bertatap tatapan dengan anak kembar tak identik, lawan nya kali ini seorang gadis, status nya adik, kembaranya atau kaka saat ini tengah beradu bersama Youn. ehm cukup penjelasan tentang kembar.
''Hei senang melihat mu, jangan kecewakan aku ya.'' Lawan mengeratkan genggaman dua pedang miliknya.
''Aku harap kau melakukan hal serupa.'' Balas Renny.
Renny berlari kencang menuju lawan, jarak 2 langkah kecil dari lawan, Renny memberikan serangan fisik kepada lawan, refleks lawan menangkis serangan fisik berupa pukulan, lalu membalasnya dengan menapak dada Renny.
Dada Renny terbuka, dalam artian tidak terjaga, bukan terbuka yang itu, hehe maaf mari kembali ke pembahasan.
Renny terhuyung 3 langkah besar, mengusap dada sebentar.
''Cakar Merpati Putih.'' Renny memanggil cakar merpati putih dengan campuran ungu .
Lawan mulai menerjang, memposisikan mata pedang tertuju pada Renny, dengan cakar merpati tersilang sejajar di dada, Renny ikut menerjang musuh.
''Pedang Ganda: Sinar Bintang Kecil'' lawan memutar kedua pedang dengan gerakan acak.
''Cakar Merpati Putih.'' Selepasnya di silang, Renny secara cepat memposisikan cakar mengarah pedang.
Pedang dan cakar pun bertemu, tebasan pedang yang terukir sebuah bintang kuning kecil berjumpa dengan cakar putih keunguan, seketika area tengah stadiun tertutup pasir, saat kondisi kembali sedia kala terlihay kedua peserta sudah dikirim menuju dinding stadiun yang ada di belakang masing masing.
...****************...
Youn
SRETTTTT
Youn terseret 3 meter ke belakang setelah menghindari tebasan lawan, nafas mulai tersenggal, matahari semakin naik di atas kepala, suara pertarungan yang semula ribut kini hanya menyisakan helaan nafas 4 orang saja.
''Maaf kami terlambat.'' Qiena dan Hoshan datang membantu Youn.
''Ya lebih banyak lebih baik, tak mengubah keadan juga jika kalian bertambah hingga seratus sekalipun.'' Sombong lawan pada Fondasi Dunia.
''Dih sombongnya minta ampun.'' Hoshan jijik dengan sifat sombong lawan.
SRETTTTT
Akar menjalar di tanah, dengan cepat menuju lawan yang lengah, saat berapa kilan dari hadapan nya lawan segera melompat lalu menebas akar dengan mudah, akar pun terpotong rapi.
SRURRRRRR
__ADS_1
Dinding jerami keluar, membuat lawan dibuat tak berkutik, baru saja ia menghela nafas dari akar persik.
''Pedang Ganda: putaran bulan.'' Lawan berputar seraya membentangkan kedua tanganya hingga ujung mata pedang bersinar putih.
Semakin dekat dinding jerami maka akan tergores serta menipis hingga hilang wujudnya.
POFFFFFF
Serbuk merah muda tiba tiba muncul, menutupi keberadaan lawan.
''Ughh pasti teknik ilusi.'' Lawan menahan nafas selama beberapa menit.
Peluang ini dimanfaatkan Youn untuk menyerang lawan, akan fokus pada saluran pernafasan serta menebas apapun di sekitar nya, itulah pikir Youn saat ini.
Mendengarkan jeli suara di balik serbuk merah muda, sampai mendengar ada pergerakan diarah jam 9.
''Gelombang Panas.'' Youn memfokuskan serangan diarah jam 9.
''Eh apa ini, WAHHHH PANAS !!'' Lawan berteriak nyaring di sebalik serbuk yang masing menggubung sedang.
Dengan pemanfaatan serbuk merah muda milik Qiena yang memiliki partikel penunjang api, dampak gelombang panas Youn bisa lebih besar dan menyiksa.
POFFFFF
''Heehhh aku jadi gosong.'' Lawan terhuyung dengan senyum konyol.
Lawan pun terjatuh dengan badan menghitam karena gelombang panas kombinasi dengan serbuk muda Qiena, para alkiam sigap.
Menghampiri dan menggotong tubuh lawan menuju ruang perawatan.
''Pemenangnya adalah Fondasi Dunia.'' Pembawa acara berlari kecil menghampiri Youn, Hoshan dan Qiena.
''HOREEEEE.'' Sekitar 20 orang saja yang berteriak.
Bisa di hitung dengan jari orang orang bersorak kepada Fondasi Dunia sisanya gigit jari. Alasan mengapa mereka gigit jari, karena geram tim andalan mereka bisa dengan mudah mencium pijakan Youn dan teman teman.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1