
.
.
.
Para penonton mulai bersorak saat Hoshan ditambah satu anak lainnya masuk ke area tengah stadion, Hoshan menangkup kedua tanganya sambil menunduk menghadap anak lelaki di depanya, hal yang serupa juga dilakukan anak tersebut.
Setelah itu mulai lah lawan Hoshan mengeluarkan sebuah pedang yang terbuat dari air liurnya, ia menarik pedang keluar, Hoshan dibuat ternganga melihat kemapuan unik tersebut.
''Heeh benar-benar menarik." Hoshan memandang pedang air liur yang ada pada tangan lawanya tersebut.
Si anak berlari menuju Hoshan sambil memposisikan pedangnya secara vertikal.
''Tebasan: air liur kadal." Ucapkan anak dengan tekad berkobar.
Hoshan berlari sambil mencari pada lawannya, tebasan pun dilayangkan saat itu, Hoshan menggelindingkan agar tak terkena tebasan yang terlihat fatal. Lawan Hoshan tak tinggal diam, segera ia memberikan kembali tebasan yang sama menuju Hoshan namun kali ini sedikit lebih kuat.
Hoshan bangkit dari tempat ia berguling, tak ada waktu bagi dirinya membersihkan pakaian yang tertutupi debu, 2 langkah besar dari Hoshan, lawan meludah ke arah Hoshan, air ludah yang terjatuh mulai berubah menjadi beberapa gambaran anak tersebut, bisa disebut klon.
__ADS_1
Hoshan di kepung dari segala arah oleh lawanya, Hoshan tak memiliki pilihan lain, terpaksa mengeluarkan teknik baru yang ia buat dua hari lalu bersama Gung Min, teknik satu ini sangat menguras energi, bisa saja Hoshan langsung tumbang menggunakan teknik ini, tapi lebih baik dari pada harus tumbang dari lawanya.
"Serpihan Padi." Tak lama kemudian keluarlah serpihan padi nan tajam dari dalam tanah.
Menghujani tubuh lawanya, seketika klon lawan Hoshan hilang, menyisakan satu orang saja yang berdiri dengan perisai liur di sekujur keberadaanya, Hoshan berlari mengitari pelindung sambil sesekali meninjunya berharap pelindung hilang, Hoshan mau tak mau harus tabah, meninju sekian banyak nya air liur.
SRASHHHH
Pelindung pecah dan sebagian partikelnya mengenai wajah Hoshan, tersenyum masam merupakan gambaran Hoshan saat ini, anak itu kembali mencoba menebas Hoshan, kali ini di tangan lawan yang lainya tercipta sebuah senjata baru dengan bahan yang sama yaitu air liur.
"Cakar: Cakar Kadal." Lawan Hoshan mencoba memberikan dua serangan secara beruntun kepada Hoshan.
Lawan menghindari serangan Hoshan dengan santai, tahu arah serangan datang dari tanah, segera memberikan serangan kepada Hoshan yang berdiam diri saja di depanya, membuat lawan berharap bahwa ia akan segera menang dalam pertandingan kali ini.
Tanpa sepengetahuan lawan, Hoshan telah memikirkan sebuah rencana di kepalanya, Hoshan menangkis dan menahan kedua tangan lawanya lalu membenturkan kepalanya sekuat tenaga sampai lawan dibuat terpental mengenai dinding pembatas.
"Aduh." Kepala Hoshan berputar.
Pembawa acara yang ada di pinggiran stadiun melihat ke arah lawan Hoshan yang tak berdaya, lalu memutuskan bahwa Hoshan lah yang menang.
__ADS_1
"Pemenangnya adalah Pao Hoshan." Pembawa acara mengangkat tangan Hoshan ke udara.
Sorak kembali menggema di stadiun, memeriahkan kemenangan Hoshan, ia pun kembali masuk ke dalam lorong dengan di ikuti beberapa ahli alkimia di belakang nya.
Acara pertandingan berlangsung sengit namun lancar, banyak peserta yang menarik minta Ketua Shuyi, wanita itu selalu mencatat setiap nama anak anak yang menarik perhatianya dalam buku tebal bewarna coklat muda yang ada di tanganya.
"Kemarilah sebentar." Panggil Ketua Shuyi pada seorang pria di sebelahnya.
Lantas pria mendekat, Ketua Shuyi berbisik pada pria itu, pria mengangguk paham apa yang di inginkan ketua Shuyi.
"Baiklah saya akan menyampaikanya kepada anak itu." Pria berjalan pergi meninggalkan Ketua Shuyi.
.
.
.
Thanks for read
__ADS_1