
Untuk membuka gerbang sembilan Warna, Yun Yunyue harus menguasai lima teknik rahasia semua Ras Binatang Suci.
Dengan menguasai semua teknik rahasia itu, kekuatan Yun Yunyue akan semakin meningkat. Inilah mengapa Dewi Keabadian sangat di takuti dan menjadi Dewi terkuat di seluruh Alam Semesta.
Kelima teknik itu sendiri mempelajari tentang kelima kekuatan sejati yaitu Api, Petir, Angin, Es, dan Air. Jika Yun Yunyue telah menguasai semua kekuatan sejati inti dari semua Ras Binatang Suci, maka ia akan memiliki segel Penguasa Abadi sebagai lambang kebesaran Dewi Keabadian, sehingga Keberadaan dia akan sangat di hormati.
Untuk menyempurnakan teknik itu, Yun Yunyue harus mencari inti kekuatan sejati dengan kemurnian yang sesuai, sehingga dalam proses penggabungan pembentukan segel akan berjalan sempurna.
Dengan bantuan darah Keabadiannya, itu bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Hanya saja, Yun Yunyue harus menunggu Lima Putri generasi dari masing-masing Ras yang sedang melakukan proses pemurnian darah di dalam kalung dimensi.
Kelima Putri itu sendiri adalah Hou Yin, dari Ras Elang Api. Xia Lou, dari Ras Gagak Emas Petir. Cang Shui, dari Ras Kura-kura Elemen Air. Feng Lin, dari Ras Phoenix Es. dan Bing Xing, dari Ras Rubah Emas Angin.
Yun Yunyue terus berjalan memikirkan masalah ini. "Untuk mempercepat Permurnian darah mereka, aku harus menciptakan formasi darah Keabadian milikku. Namun ini sangat beresiko karena tingkat kultivasiku masih belum stabil sebelum naik tingkat." Batin Yun Yunyue.
Hingga tidak lama kemudian, Yun Yunyue akhirnya tiba memasuki Aula Istana.
Para tetua yang berada di dalam Aula Istana Utama, menatap kehadiran Yun Yunyue dengan bahagia.
"Nona Muda, silahkan..." Ucap salah satu tetua dengan hormat, mempersilahkan Yun Yunyue duduk di bangku kehormatan.
Yun Yunyue kemudian mendudukkan tubuhnya, diikuti Patrick Lou Hanzi Rei, keempat Leluhur, dan yang lain.
"Tetua Zhang Hu, kumpulkan semua orang, kita akan mengadakan perjamuan besar." Perintah Leluhur Zhang Chie.
"Baik, Leluhur.." Tetua Zhang Hu segera pergi.
Yun Yunyue di tempatnya menatap semua orang dengan tatapan hangat. Dia tersenyum senang melihat suasana yang berbeda dari sebelumnya.
"Lou Hanzi Rei, dan semuanya, aku ingin meminta maaf telah membuat kalian semua cemas. Aku juga berterima kasih karena kalian sudah mau direpotkan, dengan kehadiranku dengan enam bawahanku." Ucap Yun Yunyue dengan tulus.
"Nona Muda, kami semua sama sekali tidak merasa direpotkan oleh Nona Muda. Bagaimana juga, Nona Muda adalah pengusaha di dunia Spirit, jadi sudah seharusnya kami melakukan ini semua." Ucap Lou Hanzi Rei yang mendapatkan anggukkan kepala dari semua orang.
Yun Yunyue menggelengkan kepala mendengar ucapan Lou Hanzi Rei.
"Hanzi Rei, kalian adalah pemilik dunia Spirit ini, dan kamu sendiri adalah Patrick."
"Nona Muda-..."
"Aku mengetahui apa yang ingin kamu bicarakan. Yang harus kalian ketahui, seorang pemimpin hanya menjadi pemimpin saat dia berada di tempat kekuasaan dia. Seperti seorang Kaisar, dia akan menjadi Kaisar di Kekaisarannya, tapi tidak di tempat lain, seperti Keluarga besar yang berada di Kekaisaran itu sendiri. Aku memang Nona Muda kalian, tapi kehadiranku disini hanya sebagai tamu. Kalian hanya perlu menunjukkan sikap yang baik saat menyambutku, dan kalian akan selalu menjadi tuan rumah di dunia Spirit ini." Ucap Yun Yunyue dengan tegas.
__ADS_1
Mereka semua terdiam menatap Yun Yunyue dengan haru. Mereka sangat mengagumi sosok Yun Yunyue, yang tidak haus akan kekuasaan serta jabatan atas identitas yang dia miliki.
"Kami mengerti, Nona Muda.." Ucap mereka semua.
Yun Yunyue menghela nafas panjang, dia merasa tidak nyaman dengan hal-hal seperti ini.
Mereka semua lalu melanjutkan obrolan ringan, sambil menunggu waktu diadakannya pesta.
Di Dalam Dunia Spirit.
Menjelang malam, semua orang terlihat sangat senang mendengar kabar akan diadakan pesta. Mereka mulai berdatangan menuju halaman Istana utama.
Hingga tidak lama kemudian, halaman Istana telah di penuhi oleh ratusan ribu penghuni dunia Spirit.
Tidak lama kemudian, Leluhur Zhang Chie, Leluhur Mo, Leluhur Juan dan Leluhur Meng, bersama para tetua tingkat tinggi muncul, diikuti oleh Yun Yunyue yang berjalan bersama Patrick Lou Hanzi Rei menuju tempat diadakannya perjamuan.
Tiba-tiba halaman Istana yang riuh itu menjadi senyap. Mereka semua terkejut ketika melihat Yun Yunyue yang datang bersama Patrick Lou Hanzi Rei.
Sebelumnya memang mereka telah mengetahui akan identitas Yun Yunyue, namun mereka tidak menyangka jika Nona Muda mereka yang ternyata Dewi Keabadian berada di dalam Istana.
Kehadiran Yun Yunyue sebelumnya memang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja, terutama para petinggi. Dan kini di halaman Istana telah berkumpul hampir seratus lima puluh ribu penghuni dunia Spirit Keluarga Zhang.
Semua orang terlihat sangat serius menatap ke arah bangku-bangku kehormatan, hingga beberapa saat kemudian Patrick Lou Hanzi Rei berdiri.
"Saudara sekalian, suatu kehormatan dan kebanggaan untuk kita semua. Hari ini, seperti yang kalian saksikan. Aku akan memperkenalkan seseorang yang kalian sendiri juga telah mengetahui siapa sosok terhormat kita. Karena sebelumnya kita belum mengadakan pesta, maka hari ini aku Patrick Lou Hanzi Rei ingin mengadakan pesta penyambutan Yang Mulia Dewi Keabadian Yang Agung."
"Mari kita berikan penghormatan pada Yang Mulia.." Lanjut Hanzi Rei dengan suara yang menggema.
"Hormat pada Yang Mulia Dewi Keabadian Yang Agung!" Ucap mereka semua sambil berlutut.
Yun Yunyue tersenyum kecut menyaksikan itu semua. Dia benar-benar semakin tidak nyaman di perlakukan seperti ini.
Setelah menarik napasnya dalam-dalam, Yun Yunyue kemudian mulai membuka suara.
"Baiklah, hormat kalian semua aku terima. Bangunlah..." Ucap Yun Yunyue yang kini terlihat berbeda.
Aura Dewi Keabadian terlihat merembas memancarkan hawa ketenangan untuk semua orang.
Mereka yang menatap Yun Yunyue akan merasa berada di hadapan seorang penguasa.
__ADS_1
Semua orang bangkit, lalu menempati tempat duduk yang sudah di sediakan.
"Baik! Silahkan kalian nikmati pesta malam ini!" Ucap Hanzi Rei, lalu ribuan pelayan mulai berdatangan membawa berbagai hidangan mewah.
Perjamuan itu berjalan sangat luar biasa, dengan diiringi candaan dan obrolan dari semua orang. Mereka yang hadir merasakan kebahagiaan dan rasa syukur karena dengan kedatangan Yun Yunyue, telah menunjukkan tanda-tanda akan kebangkitan dunia Spirit.
Pesta berlanjut hingga waktu hampir memasuki pagi. Patrick Lou Hanzi Rei lalu meminta seorang tetua untuk mengantarkan Yun Yunyue beristirahat, sedangkan di halaman masih di penuhi semua orang yang kini terlihat semakin ramai.
"Nona Muda, terima kasih..." Ucap Patrick Lou Hanzi Rei, Leluhur Zhang Chie, Leluhur Mo, Leluhur Juan dan Leluhur Meng, serta para tetua saat melihat Yun Yunyue mulai meninggalkan tempat perjamuan.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian segera mengikuti tetua menuju ruangan untuk beristirahat.
Setelah berjalan selama beberapa saat, Yun Yunyue akhirnya tiba di dalam kamar. Dengan tenang dia berjalan menuju kamar mandi.
Hingga setengah jam kemudian, Yun Yunyue segera masuk ke dalam kalung dimensi untuk melihat keadaan enam bawahannya bersama kelima Putri Ras Binatang Suci. Jangan lupa juga dengan sang Kakak tersayang.
Di Dalam Kalung Dimensi.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di halaman Istana Bintang, yang langsung di sambut oleh Yun Jung, Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng.
"Yue'er, akhirnya kamu mengunjungi kakakmu juga.." Yun Jung langsung memeluk sang adik dengan eratnya.
"Nona.." Ucap keduanya dengan hormat.
Yun Yunyue menganggukkan kepala sambil menikmati pelukan hangat dari sang kakak, lalu mulai menanyakan tentang keadaan enam bawahannya dan kelima Putri. Dia juga menanyakan tentang perkembangan semua orang yang ada di dalam kalung dimensi.
Jenderal Zhiang dengan cepat menjelaskan semua secara detail.
"Terima kasih..." Ucap Yun Yunyue setelah Jenderal Zhiang selesai menjelaskan.
**
**
Bersambung....
~Akhirnya sampai 💯 juga~
{Jangan lupa sang Ibu jari, tinggalkan jejak Guys!}
__ADS_1