
Di tempat persembunyian enam orang berpakaian hitam yang sedang mengawasi pertempuran saling menatap satu sama lain.
"Bagaimana dia bisa mengetahui keberadaan kita?" Ucap salah satu dari mereka dengan bingung.
"Mampu mengetahui keberadaan kita, artinya dia memiliki pengetahuan tentang teknik formasi yang tinggi."
"Saudara benar. Karena dia sudah mengetahui keberadaan kita, sebaiknya kita segera keluar untuk menghabisinya." Perintah salah satu dari mereka.
Whuss..!
Whuss..!
Keenam pria berpakaian hitam keluar dari formasi persembunyian, lalu dengan cepat bergerak ke arah kelima pria bertopeng.
Kelima pria bertopeng menggelengkan kepala menatap Yun Yunyue. " Bodoh! Melawan kami saja kau belum tentu mampu. Kini kau dengan bodohnya meminta orang-orangku untuk keluar dengan ancaman yang tidak masuk akal itu!" Ucap salah satu dari kelima pria bertopeng itu.
"Benarkah? Sepertinya kau salah mengira pak tua, karena bukan hanya aku sendiri yang melawan pria buruk rupa seperti kalian!" Ucap Yun Yunyue dengan terus mencoba memprovokasi lawan.
Kelima pria bertopeng dan keenam pria yang menggunakan pakaian hitam begitu kaget mendengar ucapan Yun Yunyue. Mereka tidak menyangka, gadis yang masih berumur belasan tahun itu dengan berani menghina mereka.
"Bagaimana? Apa benar jika kalian memiliki wajah yang buruk rupa, hingga kalian menggunakan topeng untuk menutupi wajah kalian itu. Jika membedakan aku dan semua orangku itu beda lagi bodoh." Ucap Yun Yunyue dengan senyum dingin serta tawa kecilnya di balik topeng indahnya.
"Bajingan kecil! Akan aku bunuh kau!" Teriak salah satu pria bertopeng dengan marah, lalu melesat ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue masih diam di tempatnya, tanpa berniat menyambut serangan pria bertopeng itu.
Whuss...!
"Mati.."
Dhuarr...!
Ledakan keras terjadi, membuat tempat di sekitarnya tertutup oleh debu.
Yun Yunyue yang masih terdiam di tempatnya, kemudian melesat dengan cepat ke arah lima pria bertopeng.
Whuss...!
"Pedang Seribu Bintang."
Kelima pria bertopeng yang sedang fokus memperhatikan serangan sebelumnya, tiba-tiba merasakan bahaya mendekat.
"Mengh-...."
Dhuarr...!
Dhuarr...!
Dhuarr...!
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, kelima pria bertopeng tiba-tiba terdorong mundur terkena serangan Pedang Seribu Bintang yang di keluarkan Yun Yunyue.
"Apa!" Batin mereka dengan terkejut, mereka semua tidak percaya jika Yun Yunyue lah yang melakukan serangan kepada mereka.
__ADS_1
Sedangkan pria bertopeng yang menyerang Yun Yunyue tadi terlempar dengan keras menghantam tanah.
"Ugh.." Pria bertopeng itu memuntahkan setuguk darah segar dari mulutnya.
Semua Bawahannya yang melihat Tuan/Nona mereka telah memulai dengan permainannya, mereka juga tidak ketinggalan.
Whuss...!
Whuss...!
Whuss...!
Mereka semua berpencar menuju lawan masing-masing.
"Whuss..." Leluhur Zhou muncul di samping Yun Yunyue
"Lancang!" Teriak Leluhur Zhou menatap semua orang yang berada di tempat itu, dengan menggenggam erat pedang yang menjadi pusaka Keluarga Zhou.
Patrick Zhou Ming dan Tetua Agung yang sedang bertarung, tiba-tiba kehilangan fokus saat mendengar ucapan Leluhur Zhou.
Di tambah lagi dengan munculnya pusaka Keluarga Zhou di tangannya.
"Arghhhh....." Patrick Zhou Ming dan Tetua Agung terlempar cukup keras terkena serangan.
"Bagaimana bisa bajingan tua itu memiliki pusaka Keluarga." Batin keduanya dengan menahan rasa sakit.
Leluhur Zhou segera menatap kearah murid dan anggota Keluarga Zhou yang sedang bertarung.
"Aku Leluhur Zhou Liang, Leluhur ketiga Keluarga Zhou yang masih hidup hingga saat ini, meminta kalian untuk menghentikan pertempuran. Atau aku sendiri yang akan turun tangan untuk membunuh kalian semua di sini!" Ucapnya dengan suara yang mendominasi.
Dengan ini, mereka semua semakin yakin untuk tetap berada di pihak Patrick Zhou Gang, yang memang masih mereka anggap sebagai Patrick sesungguhnya di Keluarga Zhuo.
Yun Yunyue dan semua bawahannya tersenyum senang di balik topeng mereka. Lalu Yun Yunyue menatap kelima pria bertopeng, Patrick Zhou Ming, Tetua Agung dan keenam pria berpakaian hitam.
"Whuss..." Yun Yunyue kembali melesat dengan mengeluarkan Pedang Keabadian yang sudah menyatu dengan tubuhnya.
Kelima pria bertopeng melakukan hal yang sama saat melihat Yun Yunyue kembali bergerak.
Dhuarr...!
Dhuarr...!
Dhuarr...!
Pertempuran itu semakin kacau, dimana kali ini hanya para pendekar tingkat tinggi yang saling bertarung.
Mereka saling melepaskan serangan, membuat tempat di sekitarnya kini hancur dengan ledakan keras yang di hasilkan dari kedua serangan saling bertabrakan.
Yun Yunyue terus mengayunkan Pedang Keabadiannya dengan teknik tingkat tinggi yang dia pelajari.
"Pedang Kesunyian!"
Whuss!
__ADS_1
Whuss!
Energi pedang yang cukup besar menyelimuti Pedang Keabadian, terlihat sepuluh Siluet sinar keemasan yang berputar-putar di Pedang Keabadian.
"Hancurkan!" Yun Yunyue bergerak ke arah kelima pria bertopeng.
Dengan gerakan zig-zag, Yun Yunyue bergerak ke arah mereka satu persatu dengan mengayunkan Pedang Keabadiannya.
"Arghhhh..."
"Arghhhh..."
Sepuluh Siluet sinar keemasan itu mengalihkan pandangan mereka, hingga sebuah sentuhan kecil dari ujung pedang berhasil memberikan goresan di bagian leher.
Kelima pria bertopeng tertawa setelah mengetahui jika mereka tidak merasakan sesuatu yang membahayakan, bahkan mereka semua mengira teknik itu hanyalah teknik sampah yang di gunakan Yun Yunyue.
Whuss...!
Whuss...!
Namun tidak lama kemudian, tiba-tiba mereka tidak dapat merasakan apapun. Hingga terlihat lima kepala berada di tanah dengan tubuh terpisah.
Yun Yunyue tanpa belas kasihan melemparkan Api Keabadiannya yang segera melahap kepala tanpa badan, dan badan tanpa kepala itu.
Mereka tidak menyadari, jika tingkat kultivasi mereka sama-sama berada di ranah Kaisar.
Hal itu membuat Yun Yunyue sangat mudah untuk mengalahkan mereka berlima.
Anggota Keluarga Zhou yang melihat hal itu terdiam dengan tubuh bergetar, melihat bagaimana kehebatan teknik serta kemampuan yang dimiliki oleh Yun Yunyue.
Begitu juga dengan pasukan yang di sewa oleh Lu Dan, mereka semua akhirnya memahami bagaimana Lu Dan sama sekali tidak takut dalam penyerangan kali ini.
Keenam pria berpakaian hitam, Patrick Zhou Ming dan Tetua Agung menatap tidak percaya. Bagaimana bisa lima pendekar yang memiliki basis kultivasi di ranah Kaisar tingkat puncak, hanya menjadi seekor semut di hadapan gadis yang masih berumur belasan tahun.
Patrick Zhou Gang terkekeh pelan menatap reaksi kedelapan orang tersebut.
"Kalian semua tidak perlu kaget, wajar saja mereka hanya menjadi semut di hadapan Sang Phoenix." Ucapnya dengan penuh senyum.
Kedelapan orang itu mengerutkan kening, mendengar ucapan Patrick Zhou Gang.
"Katakan kepada kami, apa maksud dari ucapanmu itu?" Tanya salah satu pria berpakaian hitam, yang saat ini mereka sudah berkumpul dengan dua penghianat Keluarga Zhou.
Yun Yunyue menggelengkan kepala tidak berdaya meminta mereka untuk tidak menanggapi pertanyaan tersebut. Lalu memberi perintah kepada Patrick Zhou Gang, Leluhur Zhou, Lu Dan dan lainnya untuk tidak membuang-buang waktu lagi, apalagi orang-orangnya yang hanya bermain-main dengan musuh.
"Baik Tuan."
"Baik Cucuku."
"Baik Nona." Ucap mereka dengan hormat.
Dengan penuh semangat, mereka semua segera melepaskan teknik tingkat tinggi.
***********
__ADS_1
Bersambung......
Hy Guys Selamat membaca ya....🤗😇🤍😘