Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 122 - Menghadapi Lima Serigala


__ADS_3

Sambil menunggu kabar dari Jenderal Zhiang, Xi Qiameng, Yuan Shou, dan Ling Ling, Yun Yunyue terus berkultivasi hingga malam.


Hingga setengah jam kemudian, Yun Yunyue perlahan membuka mata.


"Mereka telah tiba." Ucap pelan Yun Yunyue saat merasakan aura samar-samar mulai menyelimuti kota Wanyan.


Di Tempat Lain.


Jenderal Zhiang, Xi Qiameng, Yuan Shou dan Ling Ling juga dapat merasakan keanehan tersebut. Mereka segera mengungsikan para penduduk yang berada di pinggiran kota untuk bergerak ke pusat kota.


Para penduduk terlihat bingung. Mereka merasa ketakutan, karena sudah selama sebulan ini mereka di larang untuk keluar meninggalkan kediaman masing-masing.


Saat melihat bagaimana Jenderal Zhiang dan rombongan yang berada di tempat berbeda, memaksa dengan menjelaskan situasi dengan detail, mereka mulai meninggalkan pinggir kota masuk lebih ke dalam kota Wanyan.


Menjelang malam, semua penduduk yang berada di pinggiran kota sudah berhasil di bawa ke dalam kota.


Baru saja Jenderal Zhiang dan yang lain ingin memberikan kabar pada Yun Yunyue, tiba-tiba terdengar suara Auman serigala dengan tanah bergetar.


Di Selatan.


Yuan Shou dan Jia Li saling menatap, lalu menganggukkan kepala.


"Xia Ni, tetap di sini. Aku dan Jia Li akan pergi menghadapi mereka." Ucap Yuan Shou dengan serius.


Xia Ni menganggukkan kepala dengan patuh, dia juga langsung mengirimkan pesan untuk menanyakan situasi di tempat lain.


Hal yang sama juga terjadi di bagia utara, timur, dan barat.


Di Dalam Kota.


Yun Yunyue bangkit dari posisi lotus, lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan untuk menemui Walikota So Zhang.


Walikota So Zhang dan para petinggi yang sedang duduk dengan gelisah, langsung bangkit berdiri saat melihat kedatangan Yun Yunyue.


"Nona Muda." Ucap So Zhang dengan hormat.


"Walikota So Zhang, orang-orangku telah melihat kawanan serigala. Mereka mulai bergerak memasuki kota "


"Apa! Bagaimana bisa, bukankah ini belum waktunya?" Ucap So Zhang dan para petinggi dengan wajah panik.


"Tenanglah. Kerahkan semua prajurit untuk menyebarkan ke pusat kota. Bagi mereka menjadi beberapa kelompok untuk menenangkan para penduduk, dan sebagian lagi pergi menuju pinggiran kota. Di sana kalian dapat menemui orang-orangku."


Semua orang segera mematuhi perintah Yun Yunyue. Bagaimana juga mereka telah mempercayakan semuanya pada gadis kecil itu. Bahkan mereka juga telah melihat bagaimana pertarungan Yun Yunyue dan rombongannya saat menghadapi pasukan sekte Kelabang beracun.


Setelah kepergian semua orang, Yun Yunyue juga ikut pergi meninggalkan Istana kota.


"Whuss..." Yun Yunyue melesat ke atas langit dengan senyum kecil.


"Kalian pikir aku bodoh dan tidak mengetahui rencana kalian." Batin Yun Yunyue.


Yun Yunyue telah mendengar semua informasi dari Jenderal Zhiang dan yang lain. Bagaimana mereka menjelaskan jika kedatangan kawanan serigala di pinggiran kota tidak pernah meninggalkan korban besar.


Setelah memahami situasi, Yun Yunyue akhirnya menyadari satu hal. Jika apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah pengalihan agar pihak keamanan kota Wanyan lebih memfokuskan penjagaan di setiap pinggiran kota, sedangkan bencana sesungguhnya ada di dalam kota.


Di Halaman Istana.

__ADS_1


Terlihat beberapa sosok yang sebelumnya terkena racun mulai memperlihatkan gerak-gerik yang mencurigakan.


Yun Yunyue yang berada di atas langit hanya tersenyum menatap mereka.


"Meski kalian telah menyembunyikan aura itu, tapi aku sudah terlebih dulu merasakan. Kalian pikir dengan berpura-pura terkena racun dan memanfaatkan kesempatan ini untuk menguasai kota Wanyan. Kalian telah salah besar."


"Menjauh dari Istana kota." Suara halus Yun Yunyue menggema, di dalam pikiran para petinggi dan Walikota So Zhang yang berada di halaman.


Meski mereka tidak mengerti dengan Yun Yunyue, tapi mereka segera mematuhi.


Kepergian mereka membuat beberapa sosok sangat terkejut.


"Apa mereka telah menyadari kehadiran kita?" Ucap salah satu dari mereka.


"Sepertinya tidak. Mungkin mereka akan membantu prajurit di pinggiran kota, ini kesempatan kita untuk masuk ke dalam Istana dan menghancurkan mereka semua." Sosok lain menimpali.


Di Atas Langit.


Setelah melihat kepergian mereka, Yun Yunyue kemudian menggerakkan tangan untuk membuat formasi Sangkar Keabadian.


"Whuss..." Energi transparan mulai menyelimuti Istana kota.


"Whuss..." Yun Yunyue melesat masuk ke dalam perisai.


Lima sosok yang saling berdekatan, langsung menatap kehadiran Yun Yunyue dengan waspada.


"Hmm..." Yun Yunyue bergumam pelan, menatap beberapa penduduk yang masih ada di tempat itu.


"Dhuarr..." Tiba-tiba salah satu dari kelima pemuda menyerang salah satu penduduk kota Wanyan hingga terlempar belasan meter.


"Bergerak menjauh, mereka adalah musuh." Perintah Yun Yunyue.


Mendengar ucapan itu, membuat wajah kelima sosok semakin marah.


"Gadis kecil! Aku telah meremehkan bajingan kecil sepertimu!" Teriak salah satu dari mereka, lalu melepaskan kekuatan Pendekar Dewa Langit tingkat puncak.


Merasakan tekanan luar biasa itu, membuat wajah ratusan orang lainnya sangat ketakutan.


"Whuss..." Yun Yunyue langsung melesat melepaskan serangan dengan balutan Petir hitam keemasan.


"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan keras bergema saat serangan Yun Yunyue di sambut dengan serangan tapak hitam.


Puluhan penduduk langsung terlempar setelah terkena dampak dari efek kedua kekuatan tersebut.


Yun Yunyue kemudian menggerakkan tangan, hingga kemudian muncul ribuan bintang emas yang melesat ke arah para penduduk kota.


Setelah mengamankan mereka, Yun Yunyue kembali bergerak dengan kecepatan tinggi.


"Whuss..." Pedang Keabadian muncul.


Pertarungan besar mulai terjadi, saat kelima sosok itu terus bertukar serangan saling bekerja sama untuk melumpuhkan Yun Yunyue.


"Whung.." Pedang Keabadian mendengung, lalu melayang dan melesat menyerang mereka seperti memiliki akal sendiri.


"Dhuarr..." Pedang Keabadian dengan telak mengenai salah satu sosok tersebut.

__ADS_1


"Argh... Bajingan!" Teriak sosok itu dengan marah, lalu mengubah wujud menjadi seekor serigala dengan dua tanduk di atas kepala. Terlihat mata mereka semakin merah menyala.


Keempat sosok lain mengikuti, mereka juga mulai mengubah wujud mereka menjadi siluman serigala.


"Langkah Dewi Keabadian!"


"Whuss..." Yun Yunyue bergerak dengan dua kali lipat lebih cepat.


"Dhuarr..." Pukulan tapak Dewi Keabadian menghantam bagian kepala, membuat tanduk serigala itu hancur dan mengirimnya terbang hingga belasan meter.


Belum sempat serigala itu bangkit, Yun Yunyue kembali melepaskan pukulan susulan dengan balutan Petir hitam keemasan.


"Dhuarr..." Ledakan keras bergema menghancurkan tubuh serigala.


Melihat salah satu dari rekannya tewas, membuat keempat serigala yang tersisa menjadi semakin ganas.


Awalnya mereka percaya diri mampu mengalahkan Yun Yunyue, sehingga salah satu dari mereka bergerak menghancurkan formasi untuk membunuh penduduk kota.


Namun tiba-tiba Yun Yunyue menunjukkan kekuatan yang sangat besar, hingga mampu membunuh salah satu dari mereka dalam waktu singkat.


"Kemarilah, aku juga akan menghancurkan kalian semua!" Ucap Yun Yunyue dengan nada memprovokasi.


"Bajingan! Aku akan membalas kematian saudaraku!"


"Whuss... Whuss..." Dua sosok serigala itu menciptakan bola merah besar dari dalam mulut yang terbuka lebar, sedangkan kedua sosok lain langsung bergerak ke arah Yun Yunyue.


"Whuss..." Saat kedua bola merah itu sudah bersiap untuk di lepaskan, tiba-tiba Pedang Keabadian muncul dan langsung menghancurkannya.


"Dhuarr... Dhuarr..." Kedua serigala itu terlempar keras menghantam dinding formasi.


"Ini!" Mereka kembali di kejutkan dengan adanya formasi yang menyelimuti Istana kota.


Perasaan putus asa mulai tumbuh di lubuk hati mereka.


Yun Yunyue sama sekali tidak memperdulikan raut wajah mereka, dia langsung bergerak untuk melepaskan serangan ke arah dua serigala yang sedang bergerak ke arahnya.


"Whuss... Dhuarr..." Salah satu serigala kembali terlempar dengan keras.


Yun Yunyue kembali melepaskan serangan ke arah serigala satunya, hingga kedua serigala itu pun sama-sama terlempar.


"Whuss..." Pedang Keabadian muncul di tangan Yun Yunyue.


Dengan gerakan secepat kilat, Yun Yunyue melepaskan Pedang Keabadian ke arah tanduk dari keempat serigala.


"Argh..." Saat tanduk mereka terpotong, tiba-tiba keempat serigala kembali pada wujud manusia.


Yun Yunyue sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu, dan langsung menebas tubuh mereka menjadi dua bagian."


"Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr..." Yun Yunyue mengubah tubuh keempat serigala menjadi kabut darah.


Hingga beberapa saat kemudian, pertarungan itu sudah selesai. Suasana di halaman Istana kota kembali tenang, namun tidak dengan keadaan para penduduk kota yang menatap Yun Yunyue dengan tubuh bergetar.


"Sangat kuat!" Batin mereka semua, menatap ke arah Yun Yunyue.


****

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2