Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 125 - Yun Yunyue - Raja Serigala.


__ADS_3

Angin di sekitarnya berhembus kencang, bersamaan dengan menghilangnya Raja Serigala.


"Whuss..." Raja Serigala muncul di belakang Yun Yunyue. Dengan mengumpulkan energi merah pekat di telapak tangan, Raja Serigala menyerang dengan kekuatan penuh ke arah Yun Yunyue.


"Boom..."


Serangan tersebut berhasil di hindari hingga mengenai kekosongan, membuat tempat di sekitarnya langsung hancur.


Yun Yunyue yang tiba-tiba bergerak dengan gerakan cepat, berhasil menghindari serangan itu, lalu langsung melesat berpindah tempat berada di dekat Raja Serigala melepaskan serangan tendangan ke arah kepala.


Raja Serigala menahan serangan Yun Yunyue, dengan menggerakkan kedua tangan ke atas melindungi bagian kepala.


"Dhuarr..."


Raja Serigala terpukul mundur dengan tangan bergetar, dia tidak menyangka hanya dengan menggunakan tendangan tanpa teknik mampu membuatnya terpukul mundur beberapa langkah.


Bahkan, saat ini kedua tangannya terus bergetar setelah menahan serangan tersebut.


"Sangat kuat! Ketahanan tubuh serta kecepatannya menyamai Kaisar Iblis di Neraka Kuno." Batin Raja Serigala menyipitkan matanya menatap ke arah Yun Yunyue.


Yun Yunyue tersenyum, lalu kembali menghilang dari tempatnya.


"Whuss..."


Yun Yunyue kembali menyerang Raja Serigala menggunakan kombinasi tendangan serta pukulan secara bertubi-tubi.


Raja Serigala terus bergerak menghindar, dengan sesekali menahan serangan Yun Yunyue yang sangat cepat dan kuat.


Yun Yunyue sendiri sengaja menyerang dengan kecepatan tinggi agar mampu membuat Raja Serigala kehilangan kesabaran, lalu segera menggunakan kartu truf miliknya.


Belajar dari pertarungan sebelumnya, di mana Raja Serigala yang menjadi lawan Yun Yunyue dapat hidup kembali setelah tubuhnya hancur.


Yun Yunyue juga menyadari, jika kekuatan musuh kali ini sudah melebihi batas kultivasi dunia Alam Rendah.


"Dhuarr..." Raja Serigala terlempar menabrak dinding formasi dengan keras, membuat retakan selebar rambut.


Raja Serigala yang terlempar segera bangkit berdiri, lalu menatap ke arah Yun Yunyue dengan niat membunuh yang sangat kuat.


"Kau benar-benar telah melebihi batas kesabaran ku. Saat ini tidak ada lagi yang mampu menolong mu dari kematian!" Teriak Raja Serigala yang kemudian menutup kedua matanya.


Yun Yunyue tersenyum menatap ke arah Raja Serigala, lalu segera ikut menutup kedua mata, hingga seperkian detik kemudian kembali membuka mata.


Terlihat perubahan wujud Yun Yunyue yang kini telah memasuki perubahan transformasi Dewi Keabadian.


"Whuss..." Udara di sekitarnya tiba-tiba meningkat dengan tajam, membuat dinding formasi mulai retak lebih besar dan perlahan hancur.


"Whuss..." Sekali lagi aura merah pekat dengan tambahan warna hitam yang keluar dari tubuh Raja Serigala. Bersamaan dengan itu, perubahan wujudnya yang kini memiliki tinggi sekitar sepuluh meter dengan tubuh di penuhi bulu hitam, mata merah dan tanduk yang berada di atas kepala.


Wujudnya terlihat seperti manusia serigala, dengan bagian gigi tajam.


Raja Serigala membuka mata menatap Yun Yunyue penuh kemarahan.


"Akan aku jadikan dirimu salah satu senjataku!" Ucap Raja Serigala yang kemudian muncul Iima bola merah mengambang di belakang punggung dari kehampaan.

__ADS_1


Terlihat di dalam bola merah, terlihat beberapa sosok yang memiliki tubuh serigala merah.


"Whuss..." Yun Yunyue yang tidak ingin membuang banyak waktu lagi, dengan cepat melesat ke arah Raja Serigala.


"Tapak Dewi Keabadian!" Tapak sisik berwarna keemasan muncul di kehampaan yang langsung menyerang dengan tajam.


"Dhuarr..."


"Boom..."


Kelima bola hancur berkeping-keping, setelah mencoba menghentikan serangan tapak itu, hingga secara perlahan kembali muncul seperti semula.


"Hahaha... Bodoh!" Raja Serigala segera menggerakkan tangan.


"Krak.. Krak..."


Kelima bola hancur, dan keempat sosok yang ada di dalam bola itu muncul bergerak seperti boneka ke arah Yun Yunyue.


Menatap keempat boneka dan kelima bola itu, membuat Yun Yunyue mengerutkan kening. Hingga seperkian detik kemudian dia mulai menyadari sesuatu.


"Apa kelima bola itu berhubungan dengan dia yang kembali hidup? Karena dari apa yang terlihat, salah satu bola itu kosong." Batin Yun Yunyue.


Dengan cepat menggerakkan tangan untuk memanggil Pedang Keabadian. "Kita lihat, senjata siapa yang lebih kuat!"


"Whuss..." Pedang Keabadian mengeluarkan aura penindasan bersamaan keluar cahaya redup yang muncul selama beberapa detik.


Yun Yunyue kemudian melukai ujung jari, lalu membuat pola rumit di atas bilah pedang. Hingga beberapa saat kemudian, muncul cahaya keemasan di sekitar Pedang Keabadian.


"Shuittt..." Udara di sekitarnya langsung turun dratis, seakan waktu berhenti selama beberapa saat.


Keempat sosok yang di gunakan sebagai senjata mematikan Raja Serigala, bahkan terlihat tidak lebih buruk dari barang rongsokan.


Yun Yunyue langsung muncul di hadapan, lalu menebaskan Pedang Keabadian.


"Dhuarr..." Raja Serigala terlempar hingga ratusan meter dengan pakaian hancur.


"Whuss..." Yun Yunyue terus melesat mengejar Raja Serigala dengan kecepatan tinggi.


Raja Serigala merasa tubuhnya benar-benar hancur, dia terus mencoba menahan rasa sakit itu dan berusaha untuk pergi meninggalkan pertarungan.


"Aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk tetap hidup."


"Whuss..." Dengan segala kekuatan yang masih di miliki olehnya, Raja Serigala melesat dengan kecepatan tinggi ke atas langit.


Yun Yunyue tersenyum tipis dengan tatapan tajam. "Ingat pergi? Kau terlalu naif!" Ucapnya.


"Langkah Dewi Keabadian!" Yun Yunyue bergerak seperti cahaya.


Raja Serigala yang sedang melesat ke atas langit menghentikan gerakan, dia kemudian menatap ke atas.


"Bagaimana mungkin!" Ucapnya dengan wajah pucat penuh ketakutan.


Terlihat Yun Yunyue yang sedang berdiri di atas langit, bersama Pedang Keabadian di genggaman.

__ADS_1


Yun Yunyue segera membuat pola rumit, terlihat ribuan bintang emas di selimuti aura kuno muncul dengan sajak emas.


"Segel!"


"Whuss..." Cahaya keemasan membentuk sangkar yang melesat ke arah Raja Serigala.


Melihat segel yang di lepaskan Yun Yunyue, membuat wajah Raja Serigala semakin putus asa, dia dapat merasakan seakan tubuhnya terkunci di tempat dan bahkan tidak dapat menggerakkan ujung jari.


"Kau saat ini berada di dalam formasi yang aku buat. Sebelumnya aku telah melepaskan formasi di hutan ini untuk berjaga-jaga. Hanya saja aku tidak menyangka formasi ini berguna juga." Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum.


Sangkar Keabadian terus melesat ke arah Raja Serigala yang terlihat telah pasrah dengan keadaan.


Hingga secara perlahan, Sangkar Keabadian mulai mengurung Raja Serigala, lalu menyegelnya dengan rantai emas yang melilit di tubuhnya.


Terlihat juga berbagai kekuatan yang melingkari rantai-rantai tersebut.


"Argh..." Raja Serigala terus berteriak menahan rasa sakit yang sangat luar biasa.


Yun Yunyue kemudian dengan cepat memasukkan Raja Serigala ke dalam kalung dimensi.


"Aku masih membutuhkanmu untuk beberapa informasi." Ucap Yun Yunyue.


"Whuss..." Sangkar Keabadian dan Raja Serigala lenyap dari kehampaan.


Setelah memasukkan Raja Serigala ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue memperhatikan tempat di sekitarnya.


Terlihat tempat itu sudah hancur bersamaan dengan gerbang teleportasi dan pria paruh baya bawahan Raja Serigala.


Yun Yunyue menghela nafas lega, dia tidak menyangka jika ini semua tidak sesederhana yang terlihat. Setelah memastikan tempat itu tidak ada lagi yang membahayakan, Yun Yunyue langsung melesat untuk kembali ke kota Wanyan.


"Whuss..."


Di Tempat Lain.


Kota Wanyan, Jenderal dan yang lainnya serta semua orang-orang di bawah kendali Yun Yunyue sudah berada di dalam kota.


"Jenderal Zhiang, apa kita akan pergi mencari Nona Muda?" Tanya Xi Qiameng dengan cemas.


Jenderal Zhiang mendengus pelan. "Apa kau meremehkan kemampuan Nona Muda?"


Xi Qiameng menghela napas berat, dia hanya sedikit khawatir saja.


"Tidak perlu. Aku yakin Nona Muda akan segera kembali." Ucap Yuan Shou dengan santai.


Mereka semua akhirnya hanya dapat diam menunggu sang Nona kembali.


Di sisi lain, Walikota So Zhang dan para petinggi kota Wanyan mulai memberikan perintah untuk membereskan kekacauan, membuat suasana di pusat kota mulai ramai.


"Whuss..." Kilatan cahaya melesat di atas langit kota Wanyan.


**


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2