
Keesokan Pagi.
Di dalam kalung dimensi, Yun Yunyue yang sedang tertidur perlahan-lahan membuka kedua matanya.
Ia segera bangkit lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setengah jam kemudian, Yun Yunyue telah selesai dengan menggunakan pakaian berwarna biru langit bercorak putih, tidak lupa juga dengan si topeng kulit.
"Aku akan menemui mereka terlebih dahulu, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan." Ucapnya pelan, lalu berjalan keluar dari dalam kamar.
"Whuss..."
Yun Yunyue muncul di penjara bagian selatan Istana Bintang.
Kelima bawahannya yang melihat kedatangan Tuan mereka, segera memberikan hormat.
"Tuan." Ucap mereka berlima dengan hormat.
"Apa sejak kemarin kalian terus berada di tempat ini?"
"Benar Tuan." Jawab Yun Jinling dengan hormat.
Yun Yunyue menggelengkan kepala dengan pelan. " Di dalam kalung dimensi ini kalian bebas untuk melakukan apapun itu. Terutama berlatih, menggunakan sumber daya serta teknik, dan menempati salah satu Istana dari keempat Istana yang ada di dunia kecil ini. Jika kalian memanen buah-buahan Abadi di kebun, Long Jiang dan Hu Bai akan menemani kalian untuk memperhatikan rune-rune di tempat itu.
"Jika rune warna merah, kalian tidak di perbolehkan untuk memasuki kebun itu, karena di sana sedang terjadi badai ruang dan waktu." Jelas Yun Yunyue, agar mereka berlima tidak lagi sungkan berada di dalam kalung dimensi.
Long Qian, Yun Jinling dan Yun Xia Lin, masih wajar jika mereka masih sungkan. Tapi apalah dengan kedua bawahannya Long Jiang dan Hu Bai, mereka ikut-ikutan menjadi sungkan.
Yun Yunyue menggelengkan kepala tidak berdaya.
Kelimanya menganggukkan kepala mengerti.
"Kalian pergilah beristirahat memulihkan diri. Untuk mereka biar menjadi urusanku." Lanjut Yun Yunyue.
"Baik Tuan." Ucap mereka, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian kelima bawahannya, Yun Yunyue lalu masuk ke dalam penjara untuk menemui Jenderal Zhiang dan kedua tetua dari sekte racun Neraka.
Kedatangan Yun Yunyue di dalam penjara, mendapatkan tatapan penuh hormat dari mereka bertiga.
"Aku bisa saja mengampuni kalian, tapi dengan satu syarat, bagaimana?" Ucap Yun Yunyue dengan berdiri di depan mereka.
"Nona, kami akan menerima apapun persyaratan yang akan Nona berikan, asal kami masih dapat terus hidup." Ucap Jenderal Zhiang dengan serius.
"Hidup?" Yun Yunyue tertawa kecil menatap tajam mereka.
Melihat tatapan Yun Yunyue yang berubah menjadi dingin, membuat mereka bertiga menundukkan kepala tidak berani menatap wajahnya.
"Kalian berbicara mengenai hidup, Sedangkan kalian telah merencanakan sesuatu yang dapat menghilangkan puluhan ribu bahkan ratusan ribu nyawa? Apa kalian masih pantas untuk berbicara hal itu padaku!"
Jenderal Zhiang dan kedua tetua Sekte racun Neraka langsung bersujud di hadapan Yun Yunyue.
"Nona."
Yun Yunyue menundukkan tubuhnya, lalu menatap mereka dengan serius.
"Aku memang bukan orang yang suci, tangan kecilku ini sudah bermandikan darah. Namun aku hanya membunuh mereka yang pantas untuk di bunuh, aku menghancurkan mereka yang pantas untuk di hancurkan.
"Ketenangan dan kedamaian di dunia yang kejam ini memang sulit untuk di mewujudkan. Mereka yang hitam bisa berubah menjadi putih, begitu juga sebaliknya.
"Namun satu hal yang harus kalian ketahui, dimana kita harus saling menghargai kehidupan satu sama lain-..." Yun Yunyue menghentikan ucapannya, saat merasakan cincin penyimpanannya bergetar.
__ADS_1
Yun Yunyue dengan tenang memeriksa pesan yang baru saja masuk.
"Hmm..." Yun Yunyue bergumam setelah mendengar pesan yang di kirimkan oleh Long Zhou Yang.
Jenderal Zhiang dan kedua tetua Sekte racun Neraka, terus memperhatikan Yun Yunyue.
"Baiklah, aku masih memiliki beberapa urusan yang harus segera di selesaikan. Aku akan memikirkan lagi apa kalian pantas menerima pengampunan atau tidak!" Yun Yunyue kemudian berjalan meninggalkan penjara.
"Terima kasih Nona.." Ucap mereka, menatap kepergian Yun Yunyue dengan raut wajah sedih.
"Yue'er, kakak sudah memasak makanan kesukaanmu, ayo makan.." Yun Jung yang melihat sang adik keluar dari penjara cepat-cepat menghampiri sang adik.
"Kak-..."
"Ayo, kakak tahu kamu sudah sangat lapar."
Yun Yunyue yang di tarik seperti itu hanya bisa pasrah mengikuti sang kakak.
"Makanlah yang banyak baru bisa keluar dari sini!" Yun Jung berkata dengan nada tegas, karena melihat adiknya dari hari ke hari badannya seakan menurun.
"Baik kakak."
Setengah jam kemudian, mereka akhirnya melahap habis semua makanan yang ada di atas meja.
"Kakak aku harus pergi, terima kasih atas makanannya sangat enak."
"Cup..." Yun Yunyue lalu cepat-cepat keluar dari kalung dimensi setelah memberikan kecupan hangat di pipi sang kakak.
Yun Jung hanya melongo di tempat melihat adiknya yang terlihat begitu terburu-buru.
Di Dalam Kamar Dunia Luar.
Saat berjalan selama beberapa saat, Yun Yunyue akhirnya tiba di lantai dasar.
"Nona." Sapa pelayan yang sebelumnya menerima kedatangan Yun Yunyue di penginapan itu.
"Pelayan aku ingin memesan makanan terbaik." Yun Yunyue memesan makanan lagi karena merasa tidak kenyang akibat terburu-buru.
"Apa Nona akan memesan kembali ruang khusus?"
"Tidak perlu, aku akan makan di tempat ini."
"Baik Nona, mari.." Pelayan mengajak Yun Yunyue menuju salah satu meja yang ada di tempat itu.
Yun Yunyue dengan tenang mengitari pandangannya ke setiap sudut, memperhatikan beberapa pengunjung.
"Nona, mohon menunggu sebentar, saya akan menyiapkan pesanan Nona." Ucap pelayan, lalu segera pergi untuk mempersiapkan pesanan.
Di meja yang tidak jauh dari Yun Yunyue, terlihat tiga pemuda dan satu pria paruh baya yang sedang asyik mengobrol.
"Tetua, sepertinya gadis itu baru tiba di kota ini." Ucap salah satu pemuda.
"Kau benar, mungkin dia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi di Ibu Kota." Jawab pria paruh baya, yang di panggil tetua oleh pemuda yang berada di sampingnya.
"Apa kita akan melaporkannya? Mungkin saja dia salah satu Tuan Putri kaya raya." Pemuda yang lainnya menimpali.
"Tidak perlu, dia hanya seorang diri."
"Tetua benar, jika hanya dirinya saja, aku pun mampu menghadapinya." Ucap pemuda yang terlihat begitu sombong menimpali.
"Nu Fuzi, jangan bertindak gegabah, tugas kita bukan untuk melakukan hal seperti itu." pemuda yang lainnya mengingatkan.
__ADS_1
"Cih... Diam lah pengecut! Aku tidak berbicara denganmu!"
"Hentikan! Kalian berdua selalu saja seperti ini." Tetua itu memisahkan keduanya yang mulai memanas.
Yun Yunyue sendiri masih dapat mendengar percakapan mereka, ia hanya diam berpura-pura tidak mendengarkan obrolan mereka.
"Apa yang sebenarnya terjadi di Ibu Kota? Apa Sekte aliran hitam sudah mulai bergerak?" Ucap Yun Yunyue dengan pelan.
Setelah menunggu beberapa saat, tidak lama kemudian dua orang pelayan datang.
"Maaf Nona, karena telah membuat Nona menunggu lama." Ucap pelayan, yang kemudian segera menyiapkan hidangan di atas meja.
Yun Yunyue tersenyum, " Tidak masalah, makanan terbaik sudah tentu membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya."
"Kedua pelayan tersenyum. "Nona benar, hanya saja akhir-akhir ini pengunjung di penginapan kami bersikap sangat kasar."
"Pelayan, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Yun Yunyue dengan penasaran.
Mungkin ia lupa bahwa orang-orangnya sudah mengumpulkan semua informasi tersebut.
Pelayan itu pun melihat tempat di sekitarnya, lalu mulai menjelaskan.
"Nona, saat ini Ibu Kota sedang tidak baik-baik saja. Bukan hanya para pendatang yang terus berdatangan, aku juga mendengar jika beberapa tuan muda di Ibu kota mendadak menghilang secara misterius." Ucap pelayan dengan pelan.
"Apa pihak Kekaisaran sudah mengetahui hal ini?"
"Sangat sulit untuk bertemu dengan Kaisar, setelah Istana mendapatkan penjagaan ketat, mereka juga tidak ingin menerima tamu secara sembarangan."
Yun Yunyue mengerutkan keningnya, dia merasa keadaan di Ibu Kota sudah benar-benar kacau.
"Terima kasih.' Ucap Yun Yunyue memberikan kantong yang berisi koin emas di dalamnya.
Tangan sang pelayan bergetar, menerima kantong berisi koin emas itu.
"Nona, ini terlalu banyak."
"Anggap saja sebagai bayaran karena telah memberikan aku informasi." Ucap Yun Yunyue dengan tenang, menatap pemuda dan tetua yang sebelumnya membicarakan dirinya.
Pelayan menganggukkan kepala, lalu segera berpamitan pergi.
"Selamat menikmati Nona, dan terima kasih.." Ucap pelayan itu dengan tulus.
Yun Yunyue tersenyum, lalu menikmati makanannya.
Di meja lain, tetua dan ketiga pemuda itu saling menatap satu sama lain.
"Tetua.."
"Tenanglah, setelah ini kita akan mengambil semua harta miliknya."
"Baik." Ucap mereka dengan semangat.
Yun Yunyue yang mendengar hal itu hanya diam, dan terus melanjutkan kegiatannya untuk menyantap hidangan yang ada.
"Kita lihat saja, kalian atau aku yang akan tersenyum di akhir pertunjukan." Yun Yunyue kemudian mengirimkan pesan pada Long Zhou Yang untuk menemui dia di wilayah Istana Kekaisaran.
*
*
Bersambung......
__ADS_1