Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 124 - Raja Serigala.


__ADS_3

Yun Yunyue yang sedang mengawasi gerbang teleportasi, tiba-tiba merasakan aura kuat muncul.


"Whuss... Whuss... Whuss..." Tiga sosok keluar dari dalam gerbang teleportasi itu.


Yun Yunyue tersenyum menatap kemunculan mereka. Dengan menggerakkan tangan, dia melepaskan formasi Sangkar Keabadian untuk menyegel seluruh kawasan tersebut.


"Dhuarr..." Baru saja ketiga sosok ingin bergerak meninggalkan tempat itu, mereka langsung terlempar setelah menabrak dinding penghalang.


"Ini!" Mereka bertiga sangat terkejut, menyaksikan apa yang telah terjadi.


"Bagaimana mungkin ada formasi tingkat tinggi di kawasan kekuasaan kita?" Ucap salah satu dari mereka.


Kedua sosok itu menggelengkan kepala, lalu mencoba mencari tahu apa tempat mereka telah di ketahui oleh seseorang.


"Trak... Trak..." Dari atas langit ledakan gelombang Petir hitam keemasan muncul. Semakin lama, gelombang Petir itu semakin besar lalu membentuk seekor Phoenix.


"Whuss..." Phoenix itu melesat ke arah gerbang teleportasi.


"Bajingan! Siapa yang telah lancang ingin menghancurkan gerbang teleportasi!" Teriak salah satu sosok tersebut, lalu melesat mencoba menahan serangan Phoenix Petir.


"Dhuarr..." Ledakan keras terjadi, saat Phoenix Petir menghantam telak tubuh sosok itu, dan melemparkannya hingga menabrak gerbang teleportasi membuat getaran hebat.


"Whuss... Whuss..." Tiba-tiba dari dalam gerbang teleportasi, getaran hebat terjadi mengguncang tempat itu, bersamaan dengan kemunculan ratusan hingga ribuan serigala merah dengan kekuatan hewan tingkat Kaisar sampai Dewa Langit awal.


Menatap kehadiran mereka semua, sama sekali tidak membuat Yun Yunyue ketakutan.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di hadapan ribuan serigala dan ketiga sosok pria paruh baya.


"Manusia keparat! Kau masih terlihat sangat muda, tapi memiliki kepribadian ceroboh!" Teriak salah satu pria paruh baya menggertakan gigi dengan marah.


"Benarkah? Aku rasa kalian yang ceroboh.." Yun Yunyue menanggapi dengan santai.


Mendengar ucapan Yun Yunyue, membuat wajah ketiga pria paruh baya menjadi gelap. Terlihat kemarahan dan keinginan membunuh yang kuat mereka lepaskan ke arah Yun Yunyue.


"Habisi keparat itu!" Perintah pria paruh baya pada pasukan serigala.


Serigala tersebut kemudian melesat menerjang ke arah Yun Yunyue dengan mengayunkan cakar mereka. Beberapa dari serigala langsung membuka mulutnya lebar-lebar, lalu mengeluarkan bola merah yang melesat dengan tajam.


"Whuss..." Pedang Keabadian muncul.


Yun Yunyue kemudian menggerakkan tangan dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian muncul lima Phoenix Petir.


"Pergi!"


Pedang Keabadian dan lima Phoenix Petir bergerak menghalau serangan serigala-serigala tersebut.


"Dhuarr..." Puluhan serigala langsung berubah menjadi kabut darah saat bertabrakan dengan Phoenix Petir.

__ADS_1


Pedang Keabadian melesat dengan ganas ke berbagai arah menghancurkan tubuh satu persatu dari mereka.


Melihat kemampuan serta kekuatan yang di miliki Yun Yunyue. Membuat wajah ketiga pria paruh baya menjadi pucat.


"Ini! Bagaimana bisa dia membunuh pasukan serigala dengan begitu mudah.." Batin ketiga pria paruh baya, saat menyaksikan kini sudah lebih dari dua ratus serigala yang tewas.


Yun Yunyue terlihat sangat bersemangat, setelah melihat wajah penuh keputusasaan dari wajah ketiga pria paruh baya itu.


Phoenix Petir terus muncul dari kehampaan. Di sisi lain, para serigala itu berusaha keras untuk menghancurkan Phoenix Petir, yang malah membuat mereka langsung di ledakan saat petir-petir di sekitarnya menyentuh tubuh mereka.


Di Dalam Ruangan.


Sosok misterius tiba-tiba mengerutkan kening saat merasakan kekuatan yang sangat kuat. Wajahnya memerah membuat aura kematian terpancar dari dalam tubuh menggetarkan dinding di sekitarnya.


"Ini! Bagaimana bisa di dunia ini ada seseorang yang melampaui batas kultivasi?" Ucapnya dengan tubuh bergetar.


Setelah yakin dengan apa yang di rasakan, sosok misterius itu kemudian segera bangkit berdiri keluar dari ruangan gelap tersebut.


"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan keras dan dahsyat terus bergema, dengan hancurnya tubuh ratusan serigala, sehingga mengubah tempat di sekitarnya menjadi berwarna merah.


Melihat sudah hampir seribu pasukan serigala yang terbunuh dengan sia-sia, membuat ketiga pria paruh baya langsung melesat bergerak ke arah Yun Yunyue.


"Whuss..." Salah satu pria paruh baya langsung melepaskan serangan, dengan tangan berbulu dan cakar hitam panjang.


Pria paruh baya itu mengayunkan tangan ke arah Yun Yunyue, namun tiba-tiba cahaya keemasan melesat dan langsung memotong tangan tersebut.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di atasnya, lalu melepaskan Tapak Dewinya.


"Whuss..." Pedang Keabadian muncul di tangan kanan Yun Yunyue.


Yun Yunyue kemudian menatap ribuan serigala yang berniat bergerak ke arahnya.


"Pedang Petir Keabadian!" Pedang Keabadian mulai di selimuti petir hitam keemasan.


"Pergi!" Yun Yunyue beberapa kali mengayunkan pedang ke arah serigala.


"Whuss... Whuss..." Lima gelombang Petir muncul membentuk bulan sabit bergerak dengan kecepatan tinggi, membuat angin di sekitarnya berhembus kencang.


"Dhuarr... Dhuarr... Booms... Booms..." Ledak keras terus terjadi menghancurkan tempat itu.


Dinding formasi Sangkar Keabadian bergetar dengan hebat.


"Whuss..." Tiba-tiba ledakan aura kematian yang sangat kuat muncul dari balik gerbang teleportasi.


Matanya yang tajam, menatap tempat di sekitarnya dengan memerah. Hingga beberapa saat kemudian, pandangan sosok itu terkunci pada sosok mungil yang sedang berdiri di atas langit dengan pedang di tangan kanan.


"Manusia, kamu bahkan telah membunuh salah satu orang kepercayaanku. Dan sekarang kamu membunuh semua pasukanku. Apa kamu yakin dapat pergi meninggalkan tempat ini?" Ucap sosok itu dengan marah.

__ADS_1


Yun Yunyue mengerutkan kening, lalu tersenyum menatap sosok itu.


"Apa kau buta? Atau memang kau bodoh! Kedatanganku ke tempat ini ingin menghancurkan kalian, lalu bagaimana bisa aku berniat pergi sebelum membunuh kalian semua?" Ucap Yun Yunyue dengan nada sengit.


Kedua sosok pria paruh baya dan sosok misterius itu terdiam menahan kemarahan.


"Raja, dia sangat kuat. Aku khawatir jika kita terlalu lama membiarkan dia hidup, akan membuat posisi kita-..."


"Diam! Apa kamu tidak dapat melihat situasi saat ini. Kalian saja hanya menjadi boneka latihannya, bagaimana bisa kita membunuh dia dengan mudah!" Ucap sosok misterius itu dengan kesal.


"Baik, kalian terlalu lama membuang waktuku!"


"Whuss..." Tiba-tiba Yun Yunyue menghilang, lalu muncul di samping salah satu pria paruh baya.


"Dhuarr..." Ledakan keras bergema saat Pedang Keabadian di hadang oleh sosok misterius.


Tubuh sosok misterius itu bergetar, sesaat setelah menahan serangan Yun Yunyue.


"Oh, kamu ingin menjadi orang pertama yang aku kirim menyusul pasukanmu? Baiklah..." Yun Yunyue langsung bergerak dengan cepat ke arah sosok misterius.


Ucapan Yun Yunyue benar-benar membuat mereka bertiga sangat marah, namun mereka juga menyadari batas kemampuan yang di miliki.


"Nona Muda, ampuni kami." Ucap sosok misterius tiba-tiba berlutut, di ikuti kedua pria paruh baya.


Yun Yunyue menghentikan gerakan, lalu menatap mereka dengan terkekeh geli.


"Apa kalian berpikir aku akan melepaskan kalian? Dasar bodoh!" Yun Yunyue tanpa belas kasihan langsung bergerak melepaskan berbagai serangan untuk membunuh ketiganya.


"Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr..." Satu persatu dari mereka terlempar, membuat tubuhnya terluka sangat parah.


Pria misterius yang menjadi Raja serigala mencoba menyembuhkan lukanya, namun tetap saja gagal.


"Tapak Dewi Keabadian!" Yun Yunyue langsung melepaskan serangan untuk mengakhiri hidup Raja serigala.


"Tidak!" Teriak kedua pria paruh baya dengan keras, menatap tubuh Raja mereka yang berubah menjadi kabut darah.


Yun Yunyue kemudian membalikkan badan menatap kedua pria paruh baya itu.


"Whuss..." Angin di sekitarnya tiba-tiba berhembus dengan kencang.


Darah di tanah perlahan menyatu, lalu membentuk siluet seseorang.


Yun Yunyue tersenyum kecil merasakan kehadiran itu. "Aku tidak akan percaya jika kau terbunuh dengan sangat mudah. Jadi, tunjukkan kekuatanmu sesungguhnya, atau kau akan benar-benar tidak akan hidup lagi!"


"Hahaha... Aku tidak menyangka akan bertemu dengan seorang gadis yang sangat kuat sepertimu. Bahkan tingkat kultivasi sudah melebihi batasan dunia ini!" Suara dari Raja Serigala.


"Jadi! Bersiaplah untuk menerima kematian selanjutnya!" Lanjutnya.

__ADS_1


***


Bersambung....


__ADS_2