
Walikota dan semua orang yang ikut bersamanya menatap kejadian itu dengan tubuh bergedik ngeri.
Pertarungan itu semakin intens, di tambah dengan pergerakan pasukan Sekte Kelabang beracun, yang mulai menggunakan teknik-teknik rahasia Sekte mereka membuat setuasi semakin genting.
Yun Jung dan lainnya yang melihat hal itu pun tidak tinggal diam, dengan cepat mereka berlima bergerak menghalau pasukan Sekte Kelabang beracun.
Xia Ni yang melihat itu pun begitu cemas.
"Pemimpin Jia Li, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Xia Ni dengan nada khawatir melihat situasi saat ini.
"Tetap tenang, dan menjaga formasi ini!" Jawab Jia Li dengan cepat.
Jia Li berharap pasukan Phoenix Emas mampu menahannya, karena mereka juga harus menahan nafas selama mungkin sebelum Yun Yunyue memberikan perintah.
Untuk saat ini formasi di jaga oleh pasukan Phoenix Emas, dengan terus menyalurkan kekuatan mereka.
Zhu Lon yang mengetahui keadaan pasukan Phoenix Emas tersenyum dengan licik, kemudian segera meminta pasukan Sekte Kelabang beracun, untuk fokus menyerang ke arah pasukan Phoenix Emas terlebih dulu untuk mengganggu konsentrasi Yun Yunyue.
"Hancurkan mereka terlebih dahulu! Setelah itu kita ratakan kota ini!" Teriak Zhu Lon dengan arogan, lalu segera melesat ke arah pasukan Phoenix Emas.
"Whuss... Whuss..." Satu persatu anggota Sekte Kelabang beracun melesat ke arah pasukan Phoenix Emas, yang kini mulai tidak dapat bersikap dengan tenang.
Jia Li yang melihat hal itu terus memberikan instruksi untuk tetap tenang, dan jangan bertindak gegabah.
"Tetap tenang, yakinlah pada diri kalian jika kalian semua mampu menghadapi mereka semua!" Jia Li memberikan motivasi kepada rakan-rakannya.
Mendengar ucapan Jia Li, membuat pasukan Phoenix Emas kembali mencoba untuk tenang, bahkan pancaran mata mereka kini ada keberanian yang begitu kuat.
"Hahaha... Bukankah ini menyenangkan!" Suara tawa Lie Yue tanpa rasa takut sedikitpun.
"Saatnya berpesta! Siapa yang dapat memisahkan kepala dari badan paling banyak, akan mendapatkan sumber daya tingkat tinggi milikku!" Xia Ni menampilkan senyum manisnya, mencoba membantu Jia Li menenangkan yang lain.
Pasukan Phoenix Emas yang mendengar bagaimana santainya pemimpin pasukan, kini semakin terlihat santai.
"Bagus! Tunjukkan kepada mereka bahwa kita bukan pasukan yang lemah. Ingat, ada Nona Muda bersama kita saat ini, jika dia melihat kinerja kita yang seperti ini, pasti dia akan merasa kecewa karena mengeluarkan begitu banyak sumber daya tingkat tinggi dengan cuma-cuma.
"Bantu Nona Muda menghancurkan semua musuh yang menghalangi jalan kita!" Ucap Jia Li yang terus memancarkan aura kuat. Kemudian dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan.
Pasukan Phoenix Emas segera mengikuti apa yang di lakukan Jia Li.
Yun Yunyue yang melihat apa yang terjadi pun tersenyum senang. "Tidak sia-sia aku mengulurkan waktu untuk membangkitkan daya bertarung mereka agar lebih baik lagi, dengan adanya pemimpin di setiap pasukan yang mampu membangkitkan semangat mereka, dengan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk dapat menjalankan rencana selanjutnya." Batin Yun Yunyue dengan terus bergerak melepaskan serangan ke arah tetua Mong.
__ADS_1
Yun Yunyue memang sengaja melakukan hal itu, dua ingin melihat sejauh mana perkembangan pasukan Phoenix Emas. Setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya, Yun Yunyue kini sudah cukup puas dengan apa yang di lakukan oleh mereka.
Sedangkan Jia Li yang melihat reaksi Yun Yunyue, semakin bersemangat untuk membunuh semua musuh yang sedang bergerak ke arah mereka.
"Ternyata memang benar dugaanku, Nona Muda selalu memiliki rencana."
Sedangkan pasukan Sekte Kelabang beracun yang melihat perubahan yang terjadi pada pasukan Phoenix Emas kini mulai gelisah.
Zhu Lon terus mencoba memberikan arahan pada pasukannya untuk tidak menahan diri.
"Jangan takut! Mereka hanya sedang mencoba menghibur diri sebelum kematian menghampiri!" Ucap Zhu Lon dengan percaya diri, kemudian segera melepaskan Kelabang beracun yang sudah di persiapkan.
Pasukan Sekte Kelabang beracun mengikuti apa yang di lakukan oleh Zhu Lon.
Yun Yunyue sendiri hanya tersenyum tipis, kemudian menatap ke arah sang kakak. Yun Jung menganggukkan kepala, Kemudian menggerakkan tangan membentuk pola rumit, dan menutup kedua matanya.
Tetua Mong yang sedang bertarung dengan Yun Yunyue tersenyum puas melihat hal itu.
"Nak! Bagaimana?" Ucapnya tersenyum tipis menatap ke arah Yun Yunyue, hingga beberapa saat kemudian senyumnya tiba-tiba menghilang.
Terlihat dari kehampaan muncul bola es yang terus membungkus kelabang-kelabang beracun. Jika di lihat, es tersebut seperti hujan yang tiba-tiba turun dari atas langit.
Sesaat kemudian, tetua Mong menatap seorang pemuda yang sedang menggerakkan tangan dengan menutup kedua mata.
"Sepertinya pertarungan yang sesungguhnya baru saja di mulai!" Ucap Yun Yunyue dengan menutup kedua matanya.
"Aura Dewi Keabadian!"
"Aura yang begitu besar keluar dari dalam tubuh Yun Yunyue, kemudian menyebar ke seluruh sudut formasi cincin Phoenix yang di buat oleh pasukan Phoenix Emas dan Yun Yunyue sebelumnya.
Aura Dewi Keabadian terus membesar dengan aliran energi berwarna emas yang kini mulai menyatu pada dinding formasi.
Dengan gerakan cepat, Yun Yunyue melesat ke berbagai arah tanpa dapat di ikuti oleh pandangan semua orang.
Setiap tempat yang di lewati olehnya, Yun Yunyue akan menyentuhkan tapak tangannya menuju badan pasukan Phoenix Emas.
Pasukan Phoenix Emas yang sedang fokus menjaga formasi, dapat merasakan energi yang mengalir menyelimuti tubuh.
"Energi yang begitu menenangkan." Batin anggota pasukan Phoenix Emas, setelah mendapatkan sentuhan tapak tangan halus dari Yun Yunyue.
Hingga hanya memerlukan waktu setengah menit saja, Yun Yunyue telah menyelesaikan semuanya.
__ADS_1
"Bersiaplah! Gunakan teknik pengendalian api kalian!" Ucap Yun Yunyue memberikan perintah kepada pasukannya.
"Hahaha.... Nak, apa kau mulai putus asa?" Tetua Mong tertawa, Kemudian di ikuti oleh pasukan sekte Kelabang beracun.
"Kita lihat saja, sejauh mana kehebatan kalian dalam teknik racun!" Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum tipis, kemudian segera mengeluarkan Api Keabadian berwarna emas dari telapak tangannya.
"Api Keabadian!"
"Whuss..." Satu persatu api dari pasukan Phoenix Emas mulai menyelimuti formasi.
Tetua Mong yang melihat hal itu begitu terkejut, karena apa yang di lakukan oleh Yun Yunyue dan pasukan Phoenix Emas sama saja dengan memperkuat racun milik pasukannya.
Hal itu sama saja dengan bunuh diri bersama-sama.
"Bagaimana? Bukankah ini lebih menarik bagi kalian?" Ucap Yun Yunyue dengan santai, memainkan Api Keabadian yang berputar di sekelilingnya.
"Kakak, sekarang!" Ucap Yun Yunyue melalui telepati.
Yun Jung yang sedang menutup mata menganggukkan kepala, lalu secara perlahan mengepalkan kedua tangannya.
Tetua Mong yang mendengar ucapan Yun Yunyue menggertakan gigi, dengan menatap tajam.
"Jika begitu-..." Tetua Mong menatap ke arah pasukannya.
"Gunakan racun terkuat milik kalian semua! Jika kita harus mati, bawa mereka mati bersama kita!" Ucap tetua Mong dengan suara lantang.
Pasukan Sekte Kelabang beracun yang mendengar hal itu pun sedikit ragu, namun setelah melihat semua yang terjadi, mau tidak mau mereka harus melakukan apa yang di perintahkan oleh tetua Mong.
"Tunggu apa lagi, hah!" Zhu Lon menatap tajam ke arah pasukan Sekte.
"Baik!" Mereka semua segera mempersiapkan racun terkuat milik mereka.
"Whuss... Whuss..." Kelabang dengan warna hijau, merah dan kuning muncul, kemudian berubah menjadi asap yang cukup pekat.
Yun Yunyue yang melihat hal itu tersenyum dan menganggukkan kepala dengan puas.
"Akhirnya mereka masuk ke dalam jebakan. Kalian telah meracuni penduduk kota Wanyan, maka aku akan membalas menggunakan racun juga. Dan itu, adalah racun kalian sendiri!"
Yun Jung mengepalkan tangannya, hingga beberapa saat kemudian gumpalan es itu meledakkan Kelabang beracun yang ada di dalamnya.
"Booms... Booms..." Ledakan terus menggema, saat es itu meledak, terlihat cairan beracun yang di hasilkan seperti rintik hujan.
__ADS_1
***
Bersambung.....