Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 36 - Akhir Pertempuran.


__ADS_3

Sabetan pedang yang di lepaskan Yun Yunyue berhasil melemparkan satu persatu.


Boom$!


Dhuarr!


Ledakan keras terus terdengar, bahkan dinding penjara mulai hancur berantakan dengan terlemparnya para pendekar Raja Langit hingga Kaisar.


Sedangkan di tempat kelima puluh tahanan wanita, masih terlihat baik-baik saja setelah Yun Yunyue memasangkan formasi sangkar Abadi.


"Pedang yang sangat mengerikan. Seberapa kuat gadis kecil itu, bahkan saat ini aku merasa jika dia belum mengeluarkan kemampuan yang sebenarnya." Batin pendekar yang bertindak sebagai ketua dari tiga puluh pendekar lainnya.


Melihat rekannya yang terlempar, mereka semua semakin gencar meningkatkan serangan ke arah Yun Yunyue.


Hingga suara ledakan terus menggema bersamaan dengan teknik yang mereka lepaskan membuat tempat itu kini hancur berantakan.


Whuss!


Whuss!


Beberapa tetua dari Keluarga Zhou tiba-tiba mendatangi tempat tersebut, pandangan mereka semua terfokus pada gadis yang bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan serangan.


"Gadis yang sangat mengerikan." Batin semua tetua Keluarga Zhuo bergidik ngeri.


"Bukankah dia gadis yang begitu di hormati oleh Leluhur dan Patrick?" Tanya salah satu tetua Keluarga Zhuo.


"Tetua Zhou Men benar, dia gadis yang datang bersama Patrick beserta lainnya." Tetua yang lainnya menimpali.


"Apa kita akan membantunya?" Tanya salah satu tetua dengan menatap tetua lainnya.


"Sepertinya tidak perlu, kalian bisa melihatnya sendiri bagaimana gadis itu mampu mengalahkan mereka dengan mudah." Ucap tetua Zhuo Men dengan tersenyum.


Mereka semua kembali menatap ke arah Yun Yunyue yang kini telah berhasil melumpuhkan ketiga puluh pendekar itu.


Yun Yunyue yang mengetahui kedatangan mereka semua, segera bergerak menuju tempat para tetua Keluarga Zhuo.


Melihat Yun Yunyue bergerak ke arah mereka, membuat mereka semua merasa salah tingkah.


"Nona Muda." Ucap mereka semua menyambut Yun Yunyue dengan hormat.


"Aku serahkan mereka kepada kalian. Untuk kelima puluh tahanan wanita, perlakuan mereka dengan baik." Ucap Yun Yunyue yang kemudian segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.


"Baik Nona Muda." jawab mereka secara bersamaan, lalu segera bergerak ke arah tiga puluh pendekar yang sudah terluka dengan sangat parah.


Yun Yunyue terus bergerak, kini dia akan kembali ke tempat pertempuran Leluhur Zhou, Patrick Zhou Gang dan Lu Dan.

__ADS_1


"Whuss..." Yun Yunyue akhirnya tiba, pandangan matanya menatap ke arah pendekar sewaan yang masih fokus memulihkan diri.


"Tuan."


"Nona" Ucap semua Bawahan Yun Yunyue dengan hormat.


Yun Yunyue mengangguk kecil sambil melihat Patrick Zhou Ming, Tetua Agung, dan satu pria berpakaian hitam yang masih tersisa mulai kelelahan.


Hal itu di manfaatkan dengan cepat oleh Patrick Zhou Gang, Leluhur Zhou, dan Lu Dan untuk melepaskan serangan terkuat milik mereka.


"Dhuarr..."


"Dhuarr..."


"Dhuarr..."


Ledakan keras menghantam dengan telak melemparkan Patrick Zhou Ming. Patrick Zhou Gang kembali melesat dengan melepaskan Tapak ke arah bagian dada.


"Booms..." Serangan Tapak mengenai tubuh Patrick Zhou Ming yang sedang berusaha untuk bangkit.


"Argh.... Zhou Gang aku akan membunuhmu!" Teriak Patrick Zhou Ming dengan marah.


"Lakukan jika kau mampu." Ucap Patrick Zhou Gang yang tiba-tiba berada di dekatnya.


Dengan gerakan cepat, ia mengayunkan pedang ke arah leher Patrick Zhou Ming.


"Crashh..." Darah segar mengucur deras bersamaan dengan Kepala yang terlepas dari tubuhnya terjatuh ke bawah tanah.


Tanpa ampun Patrick Zhou Gang membelah tubuh tanpa kepala itu menjadi dua.


"Whuss..." Patrick Zhou Gang membakar tubuh Patrick Zhou Ming.


Di Tempat Lain.


Leluhur Zhou terus bergerak dengan cepat melepaskan serangan. Keduanya sama-sama terlihat cukup kelelahan, namun Leluhur Zhou masih terlihat cukup mendominasi pertarungan di antara keduanya.


Leluhur Zhou menggenggam dengan erat pusaka Keluarga Zhou. Dengan gerakan cepat ia mulai menyelimuti pedang tersebut dengan energi spiritual.


"Whuss..." Lesatan energi pedang yang di lepaskan Leluhur Zhou bergerak dengan cepat ke arah pria berjubah hitam.


Melihat serangan yang datang ke arahnya, pria berjubah hitam kemudian membentuk perisai pertahanan.


"Dhuarr..." Energi pedang menabrak perisai lalu menghancurkannya.


"Sangat kuat." Batin pria berjubah hitam dengan terkejut, bahkan tangannya saat ini bergetar.

__ADS_1


"Whuss..." Leluhur Zhou muncul di sampingnya, melepaskan pukulan keras ke bagian wajah.


"Booms.." Pria berjubah hitam terlempar hingga belasan meter, Leluhur Zhou bersiap mengakhiri pertarungan dengan pedang yang ada di genggamannya saat ini.


Namun baru saja Leluhur Zhou ingin mengayunkan pedang untuk membunuhnya, tiba-tiba Yun Yunyue datang menghentikannya.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di dekat mereka berdua. Dengan menggunakan teknik perubahan Dewi, Yun Yunyue menyerap pengetahuan milik pria berjubah hitam untuk mencari informasi.


Leluhur Zhou yang berada di sampingnya menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Teknik yang benar-benar mengerikan. Bukan hanya untuk merubah wujud menjadi tampilan dan aura seseorang, bahkan teknik ini juga mampu menyerap pengetahuan orang lain." Batin Leluhur Zhou dengan lutut bergetar.


Hingga beberapa saat kemudian, Yun Yunyue telah selesai menyerap pengetahuan dan informasi dari pria itu.


Yun Yunyue menatap ke arah Leluhur Zhou, lalu memintanya untuk segera membunuhnya.


"Baik Nona."


Yun Yunyue dan kelima bawahannya sendiri akan pergi ke suatu tempat, sedangkan Fraksi Naga Langit dan Fraksi Bunga tetap di kota Dalian. Setelah mendapatkan informasi dari pria berjubah hitam, Yun Yunyue akan segera pergi meninggalkan Keluarga Zhou ke esokkan harinya.


"Whuss...." Yun Yunyue tiba di tempat para pendekar sewaan yang kini telah selesai memulihkan diri.


"Nona Muda." Ucap mereka dengan hormat saat melihat kedatangan Yun Yunyue.


Yun Yunyue menganggukkan kepalanya, lalu meminta mereka untuk segera membantu yang lain membereskan kekacauan yang terjadi.


Di tempat Lu Dan, kini dia telah berhasil membunuh Tetua Agung. Setelah membunuhnya, Lu Dan segera menuju tempat Yun Yunyue.


"Cucuku, kau tidak apa-apa Nak?"


Yun Yunyue hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis, lalu meminta Lu Dan untuk ikut dengannya.


"Whuss..." Yun Yunyue dan Lu Dan tiba di tempat Leluhur dan Patrick Zhou Gang yang sedang berbincang-bincang.


"Nona."


"Sepertinya masalah di tempat ini telah selesai, besok pagi aku dan orangku akan segera pergi dari kota ini untuk melanjutkan perjalanan." Ucap Yun Yunyue yang berniat segera pergi melanjutkan perjalanan.


Karena tadi dia menerima laporan dari Fraksi Bunga yang ada di tempat lain, bahwa akan ada gerbang dunia kuno akan terbuka satu minggu lagi dari sekarang di Benua Tengah. Yun Yunyue sangat penasaran akan hal itu jadi dia berniat untuk memasuki dunia kuno tersebut.


"Tap-...."


"Kedatanganku ke tempat kota Dalian ini hanya untuk beristirahat." Potong Yun Yunyue dengan cepat.


Mereka bertiga terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing. Sebenarnya mereka sangat ingin Yun Yunyue berada di kota Dalian selama beberapa hari lagi, namun mereka juga tidak bisa memaksakan Yun Yunyue untuk keinginan mereka.

__ADS_1


************


Bersambung.....


__ADS_2