
Di Tempat Lain.
Pasukan dengan jumlah lima puluh ribu yang di pimpin langsung oleh Xian Feng, di temani oleh Xiao Mei, Lu Zhan, Han Rou, dan Zhe Lan, terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju hutan Kegelapan.
Mereka semua bergerak menuju bagian selatan Benua Timur, Letak di mana gunung Neian berada. Di gunung tersebut, terdapat sebuah markas Sekte besar.
Pasukan besar itu terus bergerak melalui rute hutan, menghindari kota-kota sekitar.
Meski begitu, dengan jumlah pasukan besar dengan pendekar Kaisar hingga Dewa Langit tingkat puncak masih dapat di rasakan oleh beberapa orang.
Para pejalan kaki yang merasakan ledakan aura di atas langit menjadi gempar, mereka semua bertanya-tanya tentang tujuan pasukan besar tersebut.
Pasukan Penginapan Lotus yang berada di Benua Tengah, memberikan peluang kepada pasukan Penginapan Lotus di Benua Timur untuk bersenang-senang.
"Saudara, apa kalian merasakannya?"
"Aku merasakan, tetapi apa yang terjadi?"
"Sepertinya ini pergerakan pasukan dengan jumlah besar. Meski tidak terlalu jelas, aku masih dapat merasakan sedikit ledakan aura yang sangat kuat." Ucap salah satu pria paruh baya.
"Semoga saja bukan sesuatu yang membahayakan keselamatan kita semua."
"Kamu benar, semoga saja."
Berita tentang pergerakan Penginapan Lotus, membuat pihak-pihak yang mengetahui tentang pergerakan mereka menjadi sangat cemas.
Apa lagi saat beberapa orang penting mengetahui tujuan mereka kali ini adalah Sekte Kegelapan, salah satu sekte besar aliran hitam yang terkenal sangat kuat dan kejam.
"Sepertinya orang-orang dari Penginapan Lotus akan benar-benar akan merubah Benua Timur." Ucap salah satu Patrick Sekte aliran putih menatap jauh ke atas langit.
"Semoga saja mereka mampu menghancurkan Sekte Kegelapan, jika tidak maka situasi di Benua Timur akan benar-benar sangat kacau." Salah satu tetua di sampingnya menimpali, lalu meminta murid Sekte mereka untuk membantu pihak prajurit kota untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.
Istana Kekaisaran.
Pergerakan yang di lakukan oleh Penginapan Lotus, menggemparkan pasukan Kekaisaran.
Begitu juga dengan Kaisar Lou Qing Rou, yang tidak menyangka jika mereka akan benar-benar menyerang Sekte Kegelapan.
"Kaisar, apa kita akan pergi menuju gunung Neian?" Tanya salah satu Jenderal.
Kaisar Lou Qing Rou terdiam selama beberapa saat, lalu menatap semua orang di tempat itu.
"Tidak perlu. Aku percaya pada mereka. Untuk saat ini, kita fokus untuk meningkatkan keamanan di setiap kota, terutama di Ibu Kota Kekaisaran."
"Baik!"
Setelah memberikan perintah pada para Jenderal dan komandan Kekaisaran, Kaisar Lou Qing Rou kemudian keluar dari ruangan pertemuan untuk menemui sang istri.
Di Tempat Lain.
"Whuss..." Kilatan cahaya melesat dengan kecepatan rata-rata.
"Nona Muda, kita akan melewati beberapa kota sebelum tiba di kawasan hutan kegelapan." Jelas Jia Li, pemimpin pasukan Phoenix Emas.
Yun Yunyue menganggukkan kepala. "berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk tiba di hutan kegelapan? Dan apakah mereka telah memberikan kabar?"
"Mungkin dua jam kita akan tiba di sana, Nona Muda." Ucap Jia Li dengan cepat.
"Untuk pasukan Penginapan Lotus yang di pimpin oleh Xian Feng sudah berada di hutan kegelapan, dan menunggu perintah selanjutnya." Lanjut Jia Li.
"Jika begitu, kita akan bergerak dengan cepat!"
"Baik, Nona Muda."
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan menambahkan kecepatan.
Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, mereka akhirnya dapat melihat sebuah kota berdekatan dengan hutan kegelapan.
"Nona Muda, kota Wadan adalah kota kekuasaan mereka, apa kita akan menghancurkan kota itu terlebih dahulu?" Tanya Jia Li dengan serius, saat melihat kota Wadan yang berjarak sekitar lima kilometer dari depan.
__ADS_1
Yun Yunyue melihat ke belakang, memastikan keadaan semua orang.
"Bagaimana dengan para penduduk kota Wadan? Apa mereka orang-orang Sekte Kegelapan?"
"Dari informasi yang kami terima, sebagian penduduk kota Wadan adalah penduduk asli yang di paksa tunduk pada mereka. Bahkan, orang-orang Sekte Kegelapan selalu menindas dan meminta uang pajak dengan jumlah yang besar."
Yun Yunyue kemudian menghentikan gerakan, begitu juga dengan yang lain.
Yun Yunyue menatap ke arah Jenderal Zhiang dan lainnya. "Kita akan membersihkan kota ini. Bunuh mereka yang pantas untuk di bunuh!" Ucapnya dengan tegas.
"Baik, Nona Muda." Jawab Jenderal Zhiang dan yang lainnya.
Mereka semua kemudian mendekati kota Wadan, setelah jaraknya hanya sekitar lima puluh meter dari gerbang kota, Jenderal Zhiang langsung mengangkat tangan melepaskan serangan.
"Dhuarr..." Ledakan keras terjadi menghancurkan gerbang kota membuat kepanikan.
"Whuss..." Yun Yunyue dan rombongannya terus melesat masuk ke dalam kota.
"Ingat apa yang aku katakan! Jangan sampai membunuh warga yang tidak bersalah!"
"Baik, Nona Muda."
Jenderal Zhiang, Xi Qiameng, Yuan Shou, Ling Ling, Jia Li bersama sembilan anggota pasukan Phoenix Emas langsung bergerak melepaskan serangan ke berbagai tempat.
Yun Yunyue menatap Yun Jung.
"Kakak, kita akan menuju Istana kota."
"Baik Yue'er."
Mereka berdua langsung pergi menuju pusat kota, di mana Istana kota Wadan berada.
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Ledakan keras terus terjadi di dalam kota Wadan, membuat para penduduk segera melihat ke arah langit.
"Bajingan! Dari mana mereka semua ini!" Teriak salah satu pemuda dengan wajah bengis.
"Dasar bodoh! Apa mereka tidak mengetahui jika kota ini kekuasaan Sekte Kegelapan?" Ucap salah satu pria paruh baya.
"Cih! Sebaiknya kita cegah mereka, jangan sampai kota ini hancur!" Yang lain menimpali.
Pasukan prajurit kota yang tidak lain anggota Sekte Kegelapan, segera mempersiapkan diri untuk menghadapi Jenderal Zhiang dan rombongan.
Di Istana kota.
Terlihat enam orang yang sedang duduk bersama, hingga sebuah suara ledakan terdengar membuat mereka mengerutkan kening.
"Tetua, siapa yang berani membuat keributan di dalam kota?"
"Aku juga tidak mengetahuinya."
Tidak lama kemudian, datang dua murid Sekte Kegelapan.
"Bajingan! Bodoh mana yang telah membuat kekacauan!" Tanya tetua Sekte Kegelapan yang menjabat sebagai Tuan Walikota
"Tetua, aku tidak mengetahui dengan pasti siapa mereka." Murid itu menjelaskan dengan nafas tidak beraturan.
"Karena mereka telah datang, jadi kita tidak boleh mengecewakan mereka." Ucap Tuan Walikota dengan senyum menyeramkan.
Mereka semua benar-benar meremehkan orang yang sedang menyerang kota Wadan. Beberapa saat kemudian, terdengar ledakan yang sangat keras di luar Istana kota.
"Dasar Bodoh! Mereka benar-benar mencari kematian!" Teriak salah satu tetua yang segara bangkit berdiri.
"Boom..." Pintu ruangan yang di tempati mereka hancur berkeping-keping.
Hingga tidak lama kemudian, sepasang pria dan wanita muda memiliki wajah tampan dan cantik muncul di hadapan mereka.
__ADS_1
"Siapa kalian!" Teriak Tuan Walikota dengan marah
Yun Yunyue hanya diam berjalan mendekat ke arah mereka. Di sampingnya, Yun Jung mengikuti dengan ekspresi dingin, membuat suhu di sekitarnya berubah dratis.
"Kedatanganku ke sini, ingin mengambil kepala kalian untuk di gantung di depan gerbang kota." Yun Yunyue menghentikan langkah saat berada lima meter dari enam tetua itu.
Enam tetua Sekte Kegelapan mendengar ucapan Yun Yunyue langsung marah.
Terlihat wajah mereka yang memerah dengan ledakan aura Dewa Langit tingkat awal memancar keluar dari tubuh masing-masing tetua itu.
"Kalian benar-benar mencari kematian!" Teriak salah satu tetua Sekte Kegelapan dengan kemarahan yang berapi-api.
"Dan untukmu, aku akan menikmati tubuhmu dan memberikan kehangatan di atas ranjang!" Lanjutnya dengan menjilati bibir bawahnya.
Mendengar hal itu, membuat Yun Jung sangat marah, namun Yun Yunyue dengan cepat menggenggam tangan sang kakak.
"Kenapa harus repot-repot mendengar ucapan sampah mereka! Bunuh!"
Enam tetua yang mendengar itu hanya tertawa, hingga beberapa saat kemudian salah satu dari mereka langsung bergerak.
"Karena kalian yang meminta, aku tidak akan segan untuk membunuh seorang wanita!"
"Whuss..." Tetua Sekte Kegelapan itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Yun Yunyue.
Yun Yunyue hanya diam berdiri di tempat, dengan ekspresi dingin menatap tetua tersebut.
"Mati!" Teriak tetua itu melepaskan pukulan ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue mengibaskan tangan, hingga tercipta perisai transparan.
"Dhuarr..." Tetua Sekte kegelapan itu terlempar hingga menghancurkan dinding ruangan setelah pukulannya beradu dengan perisai transparan milik Yun Yunyue.
Yun Yunyue mengangkat tangan, hingga siluet keemasan muncul dari kehampaan. Dengan gerakan anggun, Yun Yunyue mengarahkan Siluet keemasan itu ke arah tetua tersebut.
"Apa!?" Teriak lima tetua dengan terkejut.
"Booms..."
"Argh..."
"Tetua ketujuh!" Teriak tetua lain saat melihat lubang yang sangat dalam tepat di jantung tetua tersebut.
Namun saat tetua itu ingin membantu, tiba-tiba tubuhnya tidak dapat di gerakan.
"Ini! Bagaimana bisa?" Ucap lima tetua dengan wajah pucat menatap ke bawah.
"Kalian terlalu bodoh dan menganggap remeh lawan." Ucap Yun Yunyue dengan santai.
Tetua itu menatap dengan urat-urat yang muncul di wajahnya. "Siapa kalian? Kenapa kalian menyerang kami?"
"Kalian tidak layak untuk mengetahui siapa kami!" Ucap Yun Yunyue, lalu menganggukkan kepala.
Yun Jung langsung mengangkat kedua tangan ke depan.
"Whuss..." Lima tombak dari es tercipta.
"Bunuh!" Yun Jung dengan gerakan lentur mengarahkan kelima tombak.
Kelima tombak itu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah mereka, hingga beberapa saat kemudian tombak itu menancap tepat di bagian jantung tetua Sekte kegelapan.
"Argh..." Lima tetua berteriak kesakitan, darah menyembur keluar.
Yun Jung kemudian mengepalkan tangan. "Ledakan!"
"Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr... Dhuarr..." Kelima tombak meledakan tubuh semua tetua Sekte Kegelapan menjadi kabut darah.
"Whuss..." Tempat itu menjadi hening bersamaan dengan kekuatan es milik Yun Jung lenyap.
****
__ADS_1
Bersambung.....