Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 99 - Sadar.


__ADS_3

Istana Utama.


Di depan pintu ruangan yang di tempati Yun Yunyue dan enam bawahannya, semua orang terlihat sangat muram. Mereka menghawatirkan keadaan Yun Yunyue yang sudah tiga bula ini belum juga keluar, bahkan enam Binatang Suci juga tidak ada kabarnya.


Pikiran mereka mulai di selimuti dengan hal yang tidak dapat mereka bayangkan. Mereka semua tidak dapat membayangkan jika terjadi sesuatu pada Yun Yunyue, maka hukuman yang akan mereka terima adalah kehancuran untuk dunia Spirit.


"Leluhur, apa yang harus kita lakukan? Sudah satu jam kita berada di tempat ini setelah merasakan aura yang sangat kuat dari dalam ruangan." Ucap Patrick Lou Hanzi Rei semakin khawatir.


"Apakah tidak ada yang mampu menghancurkan formasi ini? Aku takut jika keadaan keenam bawahan juga sama dengan keadaan Nona Muda saat pertama kali tiba di tempat ini." Ucap Leluhur Zhang Juan dengan serius.


"Mengapa kita tidak menyerang secara bersamaan?" Ucap tetua Zhang Luxe.


"Itu tidak mungkin, yang ada Istana ini akan hancur." Ucap Leluhur Zhang Chie dengan sedikit kesal.


Tetua Zhang Luxe menggaruk kepala belakangnya dengan tatapan sulit di artikan.


Di Dalam Ruangan.


Yun Yunyue secara perlahan membuka kedua mata. Dia menatap langit-langit ruangan dengan bingung. Hingga beberapa saat kemudian, dia bangkit duduk.


Hal pertama yang di lihatnya adalah keenam bawahannya, yang sedang terbaring tidak sadarkan diri di lantai.


Yun Yunyue terdiam memperlihatkan keadaan enam bawahannya, dia juga mencoba mengingat semua yang di alami.


Lima menit kemudian, Yun Yunyue sudah dapat mengingat semua rangkaian ingatan yang terus berputar di dalam pikirannya.


"Hmm..." Yun Yunyue bergumam melihat keenam bawahannya dengan perasaan hangat.


Meski Yun Yunyue tidak sadarkan diri, dia masih mampu mengetahui apa saja yang terjadi dari yang terlihat oleh Siluet Phoenix. Bagaimana juga siluet Phoenix itu menyatu dengan tubuhnya, yang artinya pikiran dan segala sesuatu yang di lihat juga dapat di ketahui Yun Yunyue.


"Kalian sudah melakukan yang terbaik. Kini giliranku untuk membalaskan itu semua." Ucap Yun Yunyue, lalu bangkit berdiri.


Dengan tenang, dia memindahkan tubuh enam bawahannya ke atas tempat tidur.


Bola mata Yun Yunyue menunjukkan sesuatu yang sangat bernilai. Dia menatap enam bawahannya lebih dari sekedar bawahan dan tuan. Dia sudah menganggap beberapa orang adalah keluarga yang harus dia lindungi, dan salah satunya enam bawahannya.


Kesetiaan dan pengorbanan yang di lakukan enam bawahannya telah menempatkan mereka berada di salah satu ruangan Kehidupan Yun Yunyue.


Dia melakukan ini semua untuk melindungi orang yang berharga. Dia akan menuju puncak bersama mereka yang dia sayangi. Dia telah memutuskan untuk menjaga dan melindungi semua orang yang menurutnya sudah menjadi bagian penting di kehidupan dia saat ini.

__ADS_1


Lalu bagaimana bisa Yun Yunyue membiarkan enam bawahannya pergi begitu saja? Jika itu terjadi, Yun Yunyue akan mengutus enam bawahannya tersambar kemarahan petir Surgawi karena pergi tanpa persetujuan darinya.


"Kalian akan selalu berada di sampingku. Jadi kembalilah..." Yun Yunyue menggerakkan tangan dengan kecepatan tinggi.


"Whuss..." Ribuan bintang emas muncul mengambang di udara, secara perlahan bintang emas itu menjadi butiran cahaya yang menyelimuti seluruh tubuh enam bawahannya.


Yun Yunyue kembali dengan membuat segel tangan, hingga kini dua buah bola berwarna emas mengambang di udara.


"Crash..." Yun Yunyue mengigit ujung jarinya, lalu membuat pola di kedua bola tersebut.


"Teknik Jiwa - Darah Suci Keabadian!"


"Teknik Kehidupan - Kebangkitan Abadi!"


"Whung..." kedua bola itu bergetar dengan hebat, dengan membagi menjadi enam bagian melesat menuju kening dan dada enam bawahannya.


"Whuss..." Bola itu lenyap masuk ke dalam tubuh enam Binatang Suci tersebut.


Yun Yunyue kemudian kembali melepaskan kekuatan Darah Suci Keabadian, darah tertinggi di seluruh Alam Semesta.


Dengan cepat dia melepaskan ke arah enam bawahannya, bersamaan dengan itu, Yun Yunyue mengalirkan energi kehidupan ke dalam tubuhnya.


"Setelah kedua jiwa hitam dan putih menyatu, dan segel Keabadian terbuka. Semua ingatan Dewi Keabadian di masa lalu telah kembali, hal seperti ini bukan hal sulit untuk aku lakukan." Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum, lalu mengibaskan tangan memasukkan enam bawahannya ke dalam kalung dimensi.


Yun Yunyue juga sudah mengirimkan pesan, meminta Tetua Agung Xi Qiameng dan Jendral Zhiang untuk merawat dan menjaga Yun Yunyue.


Setelah memasukkan mereka ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue menatap ruangan di sekitarnya.


Beberapa saat kemudian, dia seperti mendengar suara keributan dari luar. Dengan langkah tenang, dia melangkahkan kaki keluar dari ruangan itu.


Di Depan Pintu.


Patrick Lou Hanzi Rei dan keempat Leluhur, tetua Zhang Luxe, tetua Zhang Hu, dan tetua Zhang Loeng, menatap Yun Yunyue tanpa berkedip.


Yun Yunyue menatap mereka dengan mengerutkan kening. "Apa yang sedang kalian lakukan?"


Mereka semua masih terdiam, hingga suara Yun Yunyue menyadarkan mereka semua.


"Nona Muda, apa anda baik-baik saja?" Tanya Patrick Lou Hanzi Rei dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


Yun Yunyue menganggukkan kepala, menatap balik mereka dengan bingung.


"Nona Muda, apa yang sebetulnya terjadi selama tiga bulan ini?" Kali ini Leluhur Zhang Juan yang bertanya.


Yun Yunyue sendiri sangat terkejut mendengar ucapan itu.


"Tiga bulan? Apa aku tidak sadarkan diri selama tiga bulan?" Batin Yun Yunyue.


Menurut Yun Yunyue, dia hanya berada di dalam kesadaran selama beberapa jam saja. Bahkan dari ingatan Siluet Phoenix, dia hanya melihat kejadian saat enam bawahannya melakukan sesuatu untuk membantunya.


Melihat kebingungan Yun Yunyue, Patrick Lou Hanzi Rei lalu menceritakan tentang awal mula Yun Yunyue dan enam bawahannya datang ke dunia Spirit.


Dimana Yun Yunyue yang sedang terluka parah dan tidak sadarkan di bawa oleh Long Zhou Yang, lalu meminta ruangan khusus, dan setelah itu tidak ada lagi yang mereka ketahui. Mereka semua hanya dapat menunggu, namun hingga hari ini sudah terhitung tiga bulan Yun Yunyue berada di dalam ruangan.


Yun Yunyue masih terdiam. "Untuk mengetahui dan mencerna semua pengetahuan di masa lalu Dewi Keabadian, akan sangat mengherankan jika hanya membutuhkan waktu selama beberapa jam. Namun aku tidak menyangka, jika ini semua membutuhkan waktu yang sangat lama." Batin Yun Yunyue.


Yun Yunyue kemudian menatap mereka semua. "Baiklah, sepertinya tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dan untuk bagaimana keadaanku, kalian dapat melihat dan menilainya sendiri."


Mereka semua menganggukkan kepala, karena mereka melihat keadaan Yun Yunyue baik-baik saja. Bahkan aura yang di keluarkan jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.


Yun Yunyue terkekeh pelan menatap mereka semua. "Apa kalian tidak ingin memberikanku sedikit makanan dan minuman? Bukankah kalian mengatakan jika aku sudah tiga bulan berada di dalam ruangan ini." Tanya Yun Yunyue dengan nada yang di buat-buat.


Tubuh mereka semua membeku, dengan cepat Patrick Lou Hanzi Rei menatap ke arah tetua Zhang Loeng.


"Nona Muda, hamba akan segera menyiapkan hidangan istimewa untuk Nona Muda..." Tetua Zhang Loeng dengan cepat bergegas meninggalkan tempat itu.


Sedangkan semua orang terlihat sangat canggung.


"Baiklah, aku hanya bercanda." Ucap Yun Yunyue dengan santai, lalu pergi meninggalkan mereka yang memiliki wajah masam.


"Bercanda? Apa Nona Muda memiliki sisi humor?" Batin mereka semua dengan menggelengkan kepala.


Yun Yunyue sendiri terus berjalan, tanpa memperdulikan apa yang sedang mereka semua pikirkan.


"Aku telah memiliki ingatan teknik rahasia Dewi Keabadian. Dengan menguasai semua teknik rahasia itu, aku dapat membuka gerbang sembilan warna dimana saja aku mau..." Batin Yun Yunyue dengan terus berjalan.


Gerbang sembilan warna sendiri adalah pintu masuk untuk menuju Istana Dewi Keabadian yang berada di Alam Surga atau Alam Ilahi. Dimana artinya Yun Yunyue dapat pergi menuju Alam itu dengan sesuka hati. Namun Yun Yunyue harus mempelajari teknik rahasia itu terlebih dulu.


**

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2