Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 141 - Kekaisaran Qin ²


__ADS_3

Saat mereka sedang berbincang-bincang, pintu ruangan aula Keluarga terbuka memperlihatkan sosok Kaisar Qin Shan dan Qin Zhuyao.


Melihat kedatangan Kaisar Qin Shan dan Qin Zhuyao, Yun Yunyue,Yun Jung dan Yun Yin langsung berdiri memberikan hormat.


"Hormat pada Ayah Kaisar!" Ucap Yun Yunyue dan Yun Jung.


"Hormat pada Kakek, dan Paman Qin Zhuyao!" Ucap Yun Yunyue sambil melakukan gerakan yang sama saat memberikan hormat pada Permaisuri Yin Yiaran, dan bersujud sebanyak tiga kali.


Kaisar Qin Shan dan Qin Zhuyao, terpaku berdiri di tempat, rahangnya seperti kaku untuk di gerakkan.


Setelah mencoba menenangkan diri selama beberapa saat, Kaisar Qin Shan dan Qin Zhuyao berjalan menghampiri Yun Yin, lalu membantunya untuk bangkit berdiri.


"Nak."


"Yin'er adalah cucu kita, anak angkat Yue'er." Permaisuri Yin Yiaran menjelaskan dengan cepat.


Kaisar Qin Shan menganggukkan kepala, lalu membawa tubuh gadis kecil itu ke dalam pelukan.


Kebahagiaan terpancar dari wajah semua orang, mereka saling menatap dalam kehangatan, lalu Kaisar Qin Shan tertawa lepas merasakan kehangatan sebuah keluarga.


"Aku tidak menyangka, sekarang telah menjadi seorang kakek." Ucap Kaisar Qin Shan dengan wajah bersinar memancarkan kebahagiaan.


"Baiklah, segaralah duduk." Ucap Permaisuri Yin Yiaran.


Kaisar Qin Shan lalu mengendong Yun Yin berjalan ke arah mereka.


"Apa rencana kalian selanjutnya Yue'er, Jung'er." Tanya Kaisar Qin Shan sesaat setelah mendudukkan tubuhnya.


"Kami akan pergi menuju Benua Barat." Jawab Yun Yunyue.


Kaisar Qin Shan menganggukkan kepala. Ia sebenarnya telah mengetahui rencana anaknya, jadi dia hanya mencoba memastikan.


"Malam ini, menginaplah di Istana."


Yun Yunyue dan Yun Jung menganggukkan kepala. Mereka lalu mulai berbincang mengenai beberapa hal sembari menikmati teh.


Saat waktu memasuki sore hari, Kaisar Qin Shan meninggalkan mereka untuk kembali melanjutkan pekerjaan. Akhir-akhir ini pihak Kekaisaran memang sedang sangat sibuk, apa lagi setelah menerima tawaran kerja sama dari Kekaisaran Xe, Benua Utara.


"Ibu, kami akan membawa Yun Yin Berjalan di Ibu Kota. Apa Ibu dan Ying'er akan ikut bersama kami?" Tanya Yun Yunyue.


"Aku mau kakak." Qin Zhui Ying dengan cepat.


Permaisuri Yin Yiaran tersenyum. "Kalian pergilah. Bawah cucu Ibu untuk bersenang-senang. Ibu akan membantu ayah kalian." Jawabnya menatap Yun Yin penuh kasih sayang.


"Nenek, aku pergi dulu. Nanti kita bermain lagi, oke?" Ucap Yun Yin dengan ceria.


Permaisuri Yin Yiaran menganggukkan kepala tersenyum, melihat tingkah sang cucu.


Yun Yunyue, Yun Jung, Xiao Mei dan Qin Zhui Ying lalu membawa Yun Yin untuk pergi ke Ibu Kota.

__ADS_1


Di Tempat Lain.


Setelah meninggalkan Istana, keluarga kecil itu berjalan menuju pusat kota.


Raut wajah Yun Yin terlihat sangat bahagia, dia berjalan di tengah-tengah antara Yun Yunyue dan Yun Jung dengan saling berpegang tangan, sementara Qin Zhui Ying dan Xiao Mei di kiri kanan Yun Yunyue dan Yun Jung.


Aura kebahagiaan dari keluarga kecil itu menarik perhatian semua orang, hingga membuatnya menjadi pusat perhatian para pejalan kaki.


Yun Yin juga mencoba berbagai jajanan yang berada di pinggiran jalan, maupun toko kecil yang menjual aneka makanan ringan.


"Ibu, apa Yin'er boleh makan di restoran itu?" Tanya Yun Yin menunjukan ke arah bangunan mewah bertingkat tiga, yang berada tidak jauh dari tempat mereka saat ini.


"Tentu saja, apapun keinginan Tuan Putri, Ibu akan menurutinya." Yun Yunyue menjawab dengan tersenyum, mengelus puncak kepala Yun Yin penuh kasih sayang dan kelembutan.


Yun Jung sendiri hanya tersenyum lembut, melihat bagaimana interaksi kedua orang tersayangnya. Begitu juga dengan Xiao Mei dan Qin Zhui Ying.


"Meski Yun Yin bukan darah dagingku, namun aku akan selalu menjaga dan menyayanginya seperti anakku sendiri." Batin Yun Yunyue.


Mereka berlima lalu melangkahkan kaki mendekati bangunan mewah berlantai tiga tersebut.


Hingga tidak lama kemudian, mereka berlima akhirnya tiba di depan restoran.


"Selamat datang di restoran kami Nona Muda, Nona kecil dan Tuan Muda." Seorang pelayan wanita menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


"Pelayan, aku membutuhkan ruangan khusus, apa ada?"


"Tentu saja ada, Nona Muda. Mari..." Pelayan kemudian memimpin mereka berlima untuk naik ke lantai teratas..


Yun Yunyue, Yun Jung, Yun Yin dan lainnya lalu berjalan mengikuti pelayan.


Setelah tiba di lantai teratas, pelayan kemudian membawa mereka menuju ruang khusus yang hampir mirip seperti sebuah kamar.


"Pelayan, aku ingin memesan makanan dan minuman terbaik di tempat ini!" Ucap Yun Yunyue setelah duduk.


"Baik, Nona Muda. Apa Tuan Muda di sebelah juga ingin memesan arak terbaik restoran kami?"


Yun Jung menganggukkan kepala dengan cepat. "Bawa juga arak terbaik di tempat ini."


Yun Yunyue menggelengkan kepala melihat tingkah sang kakak.


Pelayan tersenyum senang, lalu pamit undur diri untuk menyiapkan pesanan.


Setelah kepergian pelayan, Yun Yunyue menatap kakaknya dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Yun Yin saat ini, berada di pinggiran jendela untuk melihat pemandangan Ibu Kota.


Setelah menunggu selama beberapa saat, dua orang pelayan kemudian masuk ke dalam membawakan berbagai hidangan lezat.


Pelayan lalu menata makanan di atas meja, setelah itu kembali pamit undur diri meninggalkan mereka.


"Yin'er..." Panggil Yun Yunyue dengan lembut.

__ADS_1


Yun Yin yang sedang asyik menikmati keindahan Ibu Kota, segera berlari ke arah sang Ibu.


"Asyik...Ini semua terlihat sangat lezat.." Ucap Yun Yin dengan wajah berbinar.


Mereka mulai menikmati berbagai makanan lezat itu, Yun Yunyue dengan sabar dan telaten mengambil makanan yang di inginkan oleh Yun Yin.


"Mungkin aku tidak akan selamanya bisa menjaga dan melindungi kalian. Tetapi, selagi aku masih hidup, aku akan selalu berusaha untuk menjadi orang pertama yang berdiri di depan untuk melindungi kalian, memberikan sebuah kebahagiaan dan kehidupan yang sempurna." Batin Yun Yunyue menatap Yun Jung dan Yun Yin.


Pada hari ini, Yun Yunyue benar-benar meluangkan waktu untuk memberikan sebuah kebahagiaan pada anaknya.


Saat waktu sudah memasuki malam, Yun Yunyue mengajak Yun Jung, Yun Yin dan lainnya untuk kembali menuju Istana Kekaisaran.


Istana Kekaisaran.


Mereka berlima akhirnya tiba di depan gerbang. Para prajurit yang sedang berjaga dengan cepat berlari membuka gerbang.


"Tuan Putri, dan semuanya.." Seorang komandan mendatangi mereka memberikan hormat.


"Komandan, terima kasih.."


Yun Yunyue dan yang lain lalu berjalan memasuki Istana dengan menggendong Yun Yin yang telah tertidur lelap.


Saat baru saja memasuki Istana, Kaisar Qin Shan sedang duduk di sofa panjang langsung berdiri berjalan mendekati mereka.


"Akhirnya kalian pulang."


"Ayah, dimana Ibu?" Tanya Yun Yunyue dengan sedikit bingung dengan sikap sang ayah yang tidak seperti biasanya.


Kaisar Qin Shan terlihat sedikit canggung di hadapan mereka.


"Ibumu sudah masuk ke dalam kamar. Ayah sengaja menunggu kalian. Ada hal penting yang ingin Ayah sampaikan padamu Yue'er."


"Kakak..." Yun Yunyue memberikan Yun Yin pada Yun Jung.


Yun Jung menganggukkan kepala, lalu membawa Yun Yin pergi meninggalkan mereka berdua menuju kamarnya, begitu juga dengan Xiao Mei dan Qin Zhui Ying.


Yun Yunyue masih diam di tempat. Hingga beberapa saat kemudian, Kaisar Qin Shan mengajak Yun Yunyue menuju ruangan pribadi miliknya.


Di dalam ruangan pribadi Kaisar.


Yun Yunyue duduk di hadapan Kaisar Qin Shan dengan tenang, ia merasa sang ayah ingin mengatakan sesuatu hal penting.


Setelah ruangan itu hening selama beberapa saat, Kaisar Qin Shan mulai menarik napasnya dalam-dalam, lalu membuangnya secara perlahan.


"Nak, aku akan menceritakan sesuatu hal penting padamu. Ayah harap kamu tidak keberatan."


Yun Yunyue hanya diam tanpa menjawab, namun dari tatapan matanya menyiratkan jika dia sudah siap untuk mendengarkan.


"Ini adalah rahasia akan identitas Ibumu Yin Yiaran yang sebenarnya." Ucap Kaisar Qin Shan dengan sangat serius.

__ADS_1


****


Bersambung.....


__ADS_2