Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 136 - Kota Daling ²


__ADS_3

Di perjalanan, Yun Yunyue bergerak ke tempat sepi.


"Whuss..." Whuss..." Long Jiang dan Hu Bai muncul di hadapan Yun Yunyue.


"Tuan." Mereka berdua memberikan hormat.


"Long Jiang, Hu Bai, aku memiliki tugas untuk kalian." Yun Yunyue kemudian menceritakan tentang informasi yang baru saja dia dengar.


Setelah menjelaskan secara singkat pada mereka berdua, Yun Yunyue kemudian melanjutkan perjalanan mencari sebuah kedai.


Long Jiang dan Hu Bai dengan cepat bergerak mengerjakan tugas dari sang Tuan. Mereka berdua di minta untuk menyebarkan jika Penginapan Lotus tidak memiliki cabang seperti sekte di manapun.


Dengan bermodalkan lencana murid elit Penginapan Lotus, hal itu bukanlah masalah sulit untuk Long Jiang dan Hu Bai lakukan.


Yun Yunyue memang belum mengetahui dengan pasti tujuan kelompok itu, tapi bagaimana juga hal ini adalah sesuatu yang tidak baik. Apa lagi saat ini nama Penginapan Lotus sedang menjadi topik pembicaraan dimana-mana.


Setelah apa yang mereka lakukan dengan menghancurkan salah satu sekte besar aliran hitam, dan memicu orang-orang aliran putih untuk bergerak menghancurkan sekte-sekte aliran hitam lain.


Bisa di katakan, jika Penginapan Lotus telah menjadi Sekte terkuat, dan hal ini di akui oleh semua penduduk Benua Timur. Karena hal ini juga, pasti banyak pemuda-pemudi dari berbagai kota akan tertarik untuk bergabung bersama Penginapan Lotus.


Setelah berjalan selama hampir lima belas menit, Yun Yunyue akhirnya menemukan sebuah kedai kecil yang lumayan ramai.


Dengan tenang dia masuk ke dalam kedai tersebut.


"Nona Muda, selamat datang di kedai sederhana kami." Ucap seorang wanita muda menyambut kedatangan Yun Yunyue dengan ramah.


Yun Yunyue mengerutkan kening menatap wanita muda itu, begitu pun sebaliknya.


"Nona Muda, senang bertemu dengan anda di sini." Ucap wanita itu melalui telepati.


"Aku membutuhkan tempat duduk dan juga penjelasan darimu."


"Baik, Nona Muda."


Mereka berdua berjalan menuju meja di bagian pojok kedai kecil itu.


Setelah duduk, seorang wanita muda lain datang membawakan minuman.


"Nona Muda, silahkan.." Ucap wanita itu dengan hormat.


Yun Yunyue meneguk minuman itu dengan pandangan penuh tanda tanya. Beberapa saat kemudian, Yun Yunyue menatap wanita itu dengan penuh selidik.


"Nona Muda, kami juga baru mendapatkan informasi ini dari pusat. Dan kami memutuskan untuk langsung menyelidiki dan menyewa kedai kecil ini." Wanita muda itu membuka suara, setelah terdiam selama beberapa saat.


Yun Yunyue menganggukkan kepala. "Bagaimana hasil penyelidikan kalian? Apa Lu Wei dan Leluhur Han sudah melakukan pergerakan di kota-kota lain?"


"Nona Muda, untuk saat ini kami hanya memperoleh beberapa informasi. Mereka sangat berhati-hati dan hanya memperlihatkan diri saat menyebarkan pengumuman mengenai perekrutan murid saja, setelah itu mereka secara tiba-tiba menghilang tanpa jejak." Jelas wanita muda itu yang tidak lain anggota Fraksi Bunga.


Fraksi Bunga bertugas mencari informasi dan bekerja di balik layar, sedang Fraksi Naga Langit melindungi di balik kegelapan dan Fraksi Assassin, bertugas untuk terjun secara langsung.


Bisa di katakan, ketiga fraksi ini saling melengkapi satu sama lain, sehingga setiap fraksi Bunga memiliki informasi baru, maka separuh fraksi Naga, fraksi Naga Langit Assassin akan segera melakukan tindakan.


Dengan kemampuan dan sumber daya yang di miliki Goa JungYue, sebagai pusat dan Markas utama ketiga fraksi, mereka telah menyebarkan anggota hampir di seluruh kota.


"Terus selidiki masalah ini, dan segera kabari aku jika ada informasi lain."

__ADS_1


"Baik, Nona Muda." Wanita itu kemudian pergi meninggalkan Yun Yunyue.


Saat sedang duduk menikmati minuman, Yun Yunyue tiba-tiba merasakan aura pembunuhan yang samar-samar dia rasakan dari dua pemuda yang baru saja memasuki kedai itu.


"Aura ini.." Yun Yunyue membatin, menatap kedua pemuda yang berjalan menuju meja bagian sudut arah timur.


Dari tempat duduknya, Yun Yunyue dapat merasakan lingkaran kekuatan kedua pemuda itu ada di tingkat Pendekar Dewa Langit menengah.


"Meski mereka telah menyembunyikan aura pembunuhan itu dengan sangat baik, tapi semua itu hanya akan menjadi sia-sia di hadapanku." Yun Yunyue kemudian menajamkan pendengarannya untuk mendengar percakapan kedua pemuda tersebut.


"Mengapa tetua melakukan hal yang menyulitkan. Aku rasa akan jauh lebih baik jika kita langsung menangkap para pemuda bodoh itu tanpa melakukan hal seperti ini!"


"Jangan gegabah. Aku yakin tetua telah mempertimbangkan hal itu dengan matang. Dan asal kamu ingat, jika situasi di Benua Timur saat ini berbeda dari sebelumnya."


"Cih! Mengapa kita harus takut terhadap mereka."


"Pelankan suaramu itu, bodoh! Atau orang-orang akan mendengarnya!"


"Hmm... Jika mereka mendengar pembicaraan kita, aku akan langsung menghabisi mereka!" Dengus pemuda berpakaian merah itu menatap sekitarnya.


"Mengapa kita ke kedai kecil seperti ini?" Ucap pemuda pakaian merah melanjutkan.


"Aku tidak mengetahui mengapa tetua memberikan tugas seperti ini padamu. Coba perhatikan pelayan di kedai ini, mereka sangat cantik dan masih muda."


"Aku mengerti.."


Tidak lama kemudian, tiba-tiba seorang pemuda memasuki kedai itu dengan tergesa-gesa.


"Saudara, ada apa?"


"Saudara-suadara, aku baru saja dari alun-alun kota. Perwakilan Sekte telah tiba dan akan menjelaskan beberapa aturan untuk dapat mengikuti kompetisi perekrutan murid." Pemuda itu menjelaskan dengan penuh semangat.


"Benar! Ayo saudara, semua orang telah pergi ke sana." Ucap pemuda itu sambil berjalan keluar, meninggalkan kedai bersama pemuda yang lain.


Tanpa menunggu lama, para pemuda di dalam kedai itu segera bergegas pergi. Beberapa dari mereka bahkan baru saja menikmati pesanan mereka.


Yun Yunyue memperhatikan kepergian para pemuda itu dengan menggelengkan kepala.


Dalam waktu singkat, tempat itu menjadi sepi, dan hanya menyisakan dua pemuda dan Yun Yunyue yang tidak bergerak sedikit pun dari tempat duduknya.


Tidak lama kemudian, salah satu pemuda itu membuka suara menatap ke arah Yun Yunyue.


"Saudari, apa kamu tidak pergi ke alun-alun kota?" Tanya pemuda itu dengan ramah.


Sedangkan pemuda lain mendengus dingin menatap tajam ke arah Yun Yunyue.


Yun Yunyue menggelengkan kepala, lalu menikmati kembali minuman.


Merasa dirinya terus di perhatikan, Yun Yunyue mengangkat wajahnya menatap kedua pemuda itu.


"Aku peringatkan padamu! Singkirkan tatapanmu itu, atau aku akan membuatmu tidak dapat melihat lagi!" Yun Yunyue dengan suara dingin menatap pemuda pakaian merah.


"Cih! Berlutut dan hancurkan kedua tanganmu, maka aku akan membiarkanmu untuk hidup!" Pemuda pakaian merah membalas.


"Baik! Aku harap kau tidak menyesal!" Yun Yunyue kemudian membuat segel tangan.

__ADS_1


"Whuss..." Kedai kecil itu langsung di selimuti formasi tingkat tinggi.


"Kalian boleh melakukan apapun pada mereka, tapi jangan sampai membunuhnya!" Ucap Yun Yunyue dengan santai.


Setelah ucapan itu jatuh, kedai yang sebelumnya sepi menjadi ramai dengan kemunculan lima sosok berpakaian hitam dan tiga wanita muda yang sebelumnya menyamar menjadi seorang pelayan.


"Ini!?" Kedua pemuda itu menatap dengan terkejut.


"Aku akan mematahkan kedua tangan dan memberikan seratus tamparan kepada kalian berdua. Setelah itu, kalian dapat berlutut pada Nona Muda kami!" Ucap salah satu wanita muda yang sebelumnya menyambut kedatangan Yun Yunyue.


"Tidak!" Pria berpakaian merah dengan ketakutan.


"Whuss... Whuss..." Kedelapan orang itu langsung bergerak melumpuhkan kedua tersebut.


"Dhuarr... Booms..." Suara Ledakan mulai terdengar.


Kedua pemuda itu terus terlempar menghantam formasi membuat kedai itu menjadi hancur berantakan.


"Krak... Krak..." Kedua tangan pemuda tersebut hancur.


Jerit kesakitan dan tangisan mulai terdengar. Setelah menghancurkan kedua tangan mereka, satu persatu dari fraksi Bunga mulai menamparnya.


"Plak..."


"Plak..."


"Plak..."


Suara tamparan keras terus menggema, hingga dalam waktu singkat, tamparan itu mengubah bentuk wajah kedua pemuda itu hingga sulit untuk di kenali. Setiap rintihan, delapan anggota fraksi Naga dan Bunga akan menambahkan tamparan jauh lebih keras.


Di sisi lain, Yun Yunyue hanya duduk tanpa memperdulikan apa yang mereka semua lakukan.


"Mereka berdua sebelumnya menargetkan kalian bertiga. Aku rasa mereka memiliki niat buruk terhadap kalian." Yun Yunyue membuka suara, memberitahukan apa yang sebelumnya dia dengar dari pembicaraan kedua pemuda itu.


Mendengar ucapan sang Nona Muda, membuat wajah ketiga wanita menjadi sangat marah.


Yun Yunyue terkekeh pelan, lalu melemparkan pil emas.


"Kalian seharusnya tahu, apa yang harus kalian lakukan."


"Kami mengerti, Nona Muda." Salah satu sosok pria berpakaian hitam, langsung memasukkan pil emas ke dalam mulut kedua pemuda itu.


"Serap, dan pulihkan diri kalian!"


"Baik, Nona Muda." Kedua pemuda itu tanpa berani menolak.


Lima menit kemudian, keadaan kedua pemuda itu kembali seperti semula.


"Pertunjukan selanjutnya baru saja di mulai!" Salah satu dari ketiga wanita yang sudah tidak sabar. Dengan cepat, mereka melakukan tindakan yang sama pada kedua pemuda itu, dengan mematahkan kedua tangan dan memberikan tamparan.


"Plak..."


"Argh..."


"Mereka benar-benar Iblis!" Batin kedua pemuda dengan tidak berdaya, menyesali apa yang telah mereka lakukan.

__ADS_1


****


Bersambung.....


__ADS_2