
Di tempat Lain.
Yun Yunyue dan Jendral Zhiang yang sedang di bawa menuju penjara, secara diam-diam melepaskan beberapa formasi di setiap tempat yang di lewati.
"Langkah pertama adalah menyingkirkan mereka, lalu menggunakan tampilannya untuk membuat kekacauan di barisan pasukan." Batin Yun Yunyue, dengan terus berpura-pura tidak sadarkan diri.
Mereka akhirnya tiba di depan penjara bawah tanah, Yun Yunyue dapat merasakan kehadiran beberapa sosok menggunakan kesadaran Dewi Keabadian miliknya.
Yun Yunyue merasa beberapa sosok kuat yang mulai melemah. Dan mungkin saja mereka telah cukup lama berada di dalam penjara bawah tanah.
Apalagi keadaan yang lembab dengan bau yang tidak dapat mengenakan dapat tercium dan di rasakan dengan jelas.
"Ini lebih terlihat seperti tempat pembantaian." Batin Yun Yunyue, merasa tidak nyaman berada di dalam lorong penjara bawah tanah.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di ruangan luas yang memiliki beberapa penjara dengan berbagai kurungan yang di selimuti api maupun petir di sekitar besinya.
Yun Yunyue tersenyum, lalu mulai membuka kedua mata. Dengan gerakan secepat kilat, Yun Yunyue melepaskan serangan ke bagian vital prajurit yang ingin memasukkan dia ke dalam penjara.
Jendral Zhiang juga melakukan hal yang sama, namun karena kecerobohannya ia dengan mudah di lumpuhkan.
"Hahaha... Dua ekor semut yang tidak menyadari batas kemampuan dirinya sendiri. Apa kau pikir aku ini lemah?" Ucap sang Jenderal dengan sangat bangga, setelah berhasil melemparkan Jenderal Zhiang hanya dengan sekali serangan.
"Plak..." Tamparan keras tiba-tiba mengenai wajah, membuat sang Jenderal berguling di tanah.
Dua prajurit yang ada di tempat itu terlihat sangat terkejut, melihat sang Jenderal di kalahkan hanya dengan sekali tamparan.
Sang Jenderal menatap Yun Yunyue dengan tajam, perlahan ia mencoba untuk bangkit berdiri. Sesaat kemudian ia tertawa dengan keras, sambil melepaskan kekuatan pendekar Dewa Langit tingkat menengah.
"Cih! Menyerang saat lawan sedang lengah." Ucap sang Jenderal kembali bangkit berdiri.
Yun Yunyue hanya diam, lalu mengalihkan pandangan ke arah Jenderal Zhiang.
"Pulihkan dirimu, selebihnya biar aku yang mengurus sampah ini!" Ucap Yun Yunyue sambil mengibaskan tangan memasukkan Jenderal Zhiang ke dalam kalung dimensi.
"Whuss..." Jenderal Zhiang lenyap dari pandangan mereka semua, membuat kedua prajurit semakin ketakutan.
Sang Jenderal sendiri juga merasa kaget, namun dia mencoba meyakinkan dirinya sendiri mampu untuk mengalahkan Yun Yunyue.
Yun Yunyue kemudian menatap sang Jenderal dengan tatapan tajam.
"Katakan padaku, hukuman apa yang pantas aku berikan padamu!"
"Cih! Bajingan tua, apa kau merasa besar kepala hanya karena berhasil menampar wajahku saat aku sedang lengah?"
__ADS_1
Yun Yunyue terkekeh pelan, lalu membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.
"Whuss..." Ribuan bintang emas muncul mengambang di udara, yang secara perlahan mulai menyegel tempat itu.
"Whuss... Whuss..." Tetua Agung Xi Qiameng, Long Jiang, Hu Bai dan Long Qian muncul di tempat itu.
"Kalian bebas melakukan apa pun terhadap mereka, tapi jangan sampai membunuhnya." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.
Sang Jenderal dan dua prajurit terdiam menatap Yun Yunyue dan Tetua Agung Xi Qiameng secara bergantian.
Yun Yunyue menggelengkan kepala dengan tersenyum tipis, lalu mengubah wujud aslinya.
"Dia seorang gadis kecil!" Batin Jenderal dan kedua prajurit tersebut.
"Baik Tuan." Mereka berempat dengan semangat cepat melesat melepaskan serangan ke arah sang Jenderal dan dua prajurit.
"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan keras terus terdengar memenuhi ruangan penjara bawah tanah, dengan terlemparnya sang Jenderal dan kedua prajurit.
"Kalian benar-benar telah salah mengusik orang yang seharusnya kalian hormati!" Ucap Tetua Agung Xi Qiameng, dengan terus melepaskan serangan tapak racun Neraka ke arah sang Jenderal.
Long Jiang, Hu Bai dan Long Qian terus melemparkan kedua prajurit ke berbagai arah.
"Plak... Plak..." Kedua prajurit terus mendapatkan tamparan dari ketiga bawahan Yun Yunyue, mengubah bentuk wajah mereka menjadi sangat sulit untuk di kenali.
"Sepertinya, mereka akan mulai terbiasa melakukan hal seperti ini." Ucap Yun Yunyue.
Hingga beberapa saat kemudian, Yun Yunyue segera meminta mereka untuk berhenti.
"Hentikan! Kalian dapat kembali." Ucap Yun Yunyue membuka gerbang kalung dimensi.
"Baik Tuan." Mereka berempat kembali memasuki kalung dimensi.
Yun Yunyue tersenyum berjalan ke arah mereka. Setelah tiba di hadapan sang Jenderal, Yun Yunyue dengan tenang mematahkan tangan kanan, lalu tangan kiri, dan berlanjut dengan menghancurkan kedua kaki sang Jenderal.
"Bagaimana? Apa kau merasa lelah hidup di dunia ini?" Tanya Yun Yunyue dengan santai.
"Bajingan! Bunuh saja aku!" Teriaknya dengan menahan rasa sakit, bahkan penglihatannya pun mulai menggelap.
Yun Yunyue kemudian memasukkan pil emas.
"Whuss..." Dengan cepat tubuh sang Jenderal kembali menjadi lebih sehat, serta tangan dan kakinya kembali muncul.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah!" Yun Yunyue kemudian mengambil kekuatan darah dan menyerap semua informasi milik sang Jenderal.
__ADS_1
"Arghhhh..." Sang Jenderal berteriak kesakitan, selama jiwanya di bakar di atas bara api.
Yun Yunyue kemudian menghentikan setelah berhasil menyerap semua ingatan dan informasi sang Jenderal.
"Benar-benar licik! Kalian semua kumpulan para bajingan yang pantas mendapatkan apa itu hidup dalam neraka dunia!" Ucap Yun Yunyue, kemudian kembali mematahkan kedua tangan dan kaki sang Jenderal.
"No-Nona Mu-muda... Siapa anda sebenarnya?" Ucap sang Jenderal dengan menahan rasa sakit yang begitu luar biasa.
"Akh.." Rintihnya dengan mulut terkatup, menahan rasa sakit yang benar-benar sangat menyiksa.
"Tidak penting kalian mengetahui siapa aku! Yang harus kalian pahami, aku adalah Dewi Kematian untuk orang-orang seperti kalian ini!"
Hal itu terus di lakukan hingga empat kali. Yun Yunyue merasa jijik saat mengetahui pihak petinggi Kekaisaran Benua Utara ini sering melakukan tindakan tidak manusiawi. Dimana mereka tega memperkosa wanita muda dan tua hanya untuk kepuasan diri mereka, membunuh seseorang, dan menaikkan uang pajak rakyat.
Dengan bibir dan tubuh bergetar, ketiganya menatap Yun Yunyue dengan ketakutan.
"Nona, ampuni kami.." Ucap mereka semua dengan menangis.
Yun Yunyue menggelengkan kepala menatap tajam mereka bertiga. "Kalian harus merasakan terlebih dahulu apa yang di rasakan oleh mereka. Setelah itu aku akan memberikan kematian yang mudah untuk kalian."
Setelah melakukan penyiksaan, Yun Yunyue memasukkan mereka bertiga ke dalam kalung dimensi, lalu meminta Long Jiang dan lainnya untuk meneruskan penyiksaan terhadap mereka.
Setelah memasukkan mereka ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue mengitari pandangannya ke tempat sekitar.
"Whuss..." Yun Yunyue mengubah tampilan menjadi sang Jenderal, lalu dengan tenang berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Saatnya beraksi!" Yun Yunyue dengan tersenyum, berjalan menelusuri lorong penjara bawah tanah.
Di Dalam Kalung Dimensi.
Kehadiran sang Jenderal dan dua prajurit mendapat tatapan penuh makna dari kelima bawahan Yun Yunyue.
Yun Jung hanya menggelengkan kepala, melihat bagaimana semua bawahan adiknya sangat suka menyiksa orang.
"Tenanglah, aku akan memberikan kesempatan kalian untuk mengambil nafas. Dan kalian juga dapat merasakan keindahan kalung dimensi Tuan Putri kami." Ucap Yun Jinling tertawa kecil.
Sang Jenderal dan dua prajurit menelan ludah dengan kasar, mereka juga merasa kagum dengan keadaan di dalam kalung dimensi.
"Apa ini Surga?" Batin mereka bertiga.
*****
Bersambung......
__ADS_1