Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 134 - Rencana Aliran Hitam


__ADS_3

Matahari pagi terbit dari ufuk timur, memancarkan sinarnya yang menghangatkan semua kehidupan di Alam Semesta.


Setelah beberapa hari berlalu, hari baru pun akan segera di mulai. Terutama di Benua Timur, di mana semua orang telah mengetahui bahwa Benua Timur akan mengalami perubahan besar-besaran dengan mendominasinya orang-orang aliran putih di berbagai sudut tempat.


Sekte aliran hitam mulai menutup diri dengan perasaan ketakutan, atas apa yang di lakukan oleh orang-orang Sekte aliran putih, yang tidak berbelas kasihan membantai siapa saja yang memasuki kota.


Bahkan, beberapa Sekte tingkat menengah dan kecil telah di hancurkan oleh Sekte aliran putih, membuat beberapa dari mereka membubarkan diri dan pergi menjauh, jika tidak ingin berakhir dengan kematian.


Setelah kehancuran Sekte Kegelapan, Penginapan Lotus telah memimpin semua Sekte aliran putih, untuk ikut berpartisipasi menghancurkan Sekte aliran hitam.


Beberapa dari sekte tingkat menengah dan kecil, membentuk aliansi untuk menghancurkan sekte-sekte aliran hitam dan merebut semua sumber daya mereka.


Situasi ini membuat pihak Kekaisaran dan para penduduk Benua Timur sangat bahagia. Tapi, tidak dengan mereka orang-orang aliran hitam luar Benua.


Mereka mengutuk apa yang di lakukan orang-orang Benua Timur sebagai penghinaan terhadap Sekte aliran hitam.


Kota Wadan.


Yun Yunyue telah memberikan perintah Long Zhou Yang dan kelima Saudaranya untuk memimpin Jenderal Zhiang dan yang lain membantu perkembangan kota Wadan.


Mereka telah menunjuk siapa saja yang akan terlibat dalam pemerintahan, serta membentuk pihak keamanan kota.


Prajurit kota yang telah di pilih dan di latih di bawah arahan Long Zhou Yang dan lainnya kini mulai berbenah. Mereka juga mengurus segala kekacauan, dan membentuk ulang tatanan kota Wadan.


Setelah beberapa waktu lalu, semua penduduk kota Wadan merasakan kesedihan dan keputusasaan, mereka kini telah bangkit kembali dengan semangat baru untuk memulai hidup yang lebih baik lagi.


Semua ini bisa di katakan sebagai kemenangan dalam perang, hal ini membawa sebuah kebahagiaan tetapi akan tetap melahirkan masalah baru.


Maka dari itu Yun Yunyue mencoba untuk membentuk pondasi kota Wadan, agar dapat tetap bertahan menghadapi setiap masalah dan ancaman dari pihak luar.


Para penduduk sangat mengetahui hal itu. Hal ini membuat mereka akan berjuang dengan sekuat tenaga agar tidak jatuh pada lubang yang sama.


Istana Kota.


Setelah satu minggu berada di dalam kalung dimensi, untuk beristirahat dan membantu perkembangan sang kakak dalam kultivasi, Yun Yunyue lalu keluar dari kamarnya membawa Yun Jung dan seorang gadis kecil berjalan ke arah taman.

__ADS_1


Tampak wajah cerah menghiasi wajah mereka yang terlihat seperti keluarga kecil itu.


"Ibu, kota ini semakin indah." Ucap sang gadis kecil berada di tengah-tengah antara Yun Yunyue dan Yun Jung.


Semilir angin yang berhembus di taman Istana kota, membuat tempat itu menjadi sangat tenang, sehingga semakin mendamaikan perasaan.


Yun Yunyue dan Yun Jung tersenyum menatap gadis kecil itu yang terlihat sangat bahagia.


Yun Yunyue telah memutuskan untuk menjadikan Ibu bagi gadis kecil yang di beri nama Yun Yin.


"Yin'er, apa kamu betah tinggal di kota ini?" Tanya Yun Jung dengan mengelus rambutnya.


Yun Yin menganggukkan kepala dengan semangat. "Tentu saja, Paman. Kota ini sangat berbeda sekarang. Pasti semua orang akan bahagia tinggal di sini."


Yun Yunyue terkekeh pelan. "Lalu, apa Yin'er tidak ingin ikut bersama Ibu dan paman?"


Yun Yin menggelengkan kepala dengan cepat. "Tidak-tidak, meski kota ini sangat indah, tapi masih kalah jauh dengan dunia dimensi Ibu. Jadi Yin'er akan tinggal di dalam kalung dimensi saja." Ucapnya dengan mengerucut bibir.


"Baiklah. Yin'er harus tahu, besok pagi kita akan pergi dari kota ini untuk melanjutkan perjalanan. Yin'er akan melihat banyak kota-kota lain di luar sana bersama Ibu dan paman. Apa Yin'er mau?" Tanya Yun Jung.


"Baik. Yin'er akan selalu ikut bersama Ibu dan paman Kemana pun itu. Yin'er akan menjadi anak baik." Ucap Yun Yin dengan semangat.


Beberapa saat kemudian, enam bawahannya muncul di tempat itu.


"Tuan, Tuan Putri, Tuan Muda." Ucap Long Zhou Yang dan lainnya memberikan hormat.


"Bagaimana dengan tugas kalian!"


"Semua yang Tuan perintahkan telah selesai, Jenderal Zhiang dan lainnya juga telah membantu perkembangan para prajurit. Begitu juga dengan Xi Qiameng, dia telah memilih para petinggi dan menentukan Walikota baru sesuai keinginan Tuan." Jelas Hu Bai.


Yun Yunyue menganggukkan kepala puas. "Baik. Untuk selanjutnya biarkan pihak Kekaisaran yang melanjutkan. Besok pagi kita akan segera pergi menuju Penginapan Lotus sebelum melanjutkan perjalanan menuju Benua Barat."


"Baik, Tuan." Ucap mereka serempak kemudian terdiam.


"Katakanlah!" Ucap Yun Yunyue saat melihat Long Zhou Yang seperti ingin membicarakan sesuatu.

__ADS_1


"Tuan, bagaimana dengan mereka?"


"Aku rasa, beberapa hari lagi mereka akan selesai dalam Kultivasi." Jawab Yun Yunyue.


Setelah membicarakan beberapa hal lain, enam bawahannya pamit undur diri untuk kembali melanjutkan beberapa urusan sebelum pergi meninggalkan kota Wadan. Begitu juga dengan Yun Yunyue, Yun Jung dan Yun Yin yang kembali ke dalam Istana kota.


Di Tempat Lain.


Di sebuah aula besar, terlihat beberapa orang yang sedang berkumpul membicarakan situasi yang sedang terjadi di Benua Timur dengan serius. Mereka adalah para Patrick dari sekte aliansi aliran hitam. Sekte Gagak Hitam, Sekte Mawar Hitam, Sekte Pedang Hitam, dan beberapa Sekte yang lain.


"Aku tidak pernah menyangka akan mengalami situasi ini. Setelah kehancuran Sekte kegelapan, kita semua menjadi seorang pengecut yang bersembunyi tanpa melakukan apapun." Ucap Hiu Nan dari Sekte Gagak Hitam.


"Yang menjadi permasalahan kita saat ini adalah keberadaan orang-orang aliran putih. Mereka sama sekali tidak memperbolehkan kita untuk masuk ke dalam kota, bahkan mereka tidak akan segan untuk menghancurkan sekte-sekte aliran hitam lain." Patrick Niang Cong menimpali dengan marah.


"Saudara Sang Mong, apa pendapat Anda mengenai hal ini?" Tanya Hiu Nan sambil menatap Sang Mong yang sedari tadi terdiam.


"Aku rasa saat ini kita harus memikirkan bagaimana cara kita untuk menjadi kuat, serta dapat melindungi Sekte. Aku yakin mereka tidak akan membiarkan kita dengan bebas, setelah apa yang terjadi saat ini." Ucap Sang Mong.


Semua orang yang berada di dalam ruangan itu terdiam. Pikiran mereka lalu kembali pada kejadian-kejadian sebelumnya, di mana beberapa Sekte telah di hancurkan. Mereka semua menyadari bahwa orang-orang aliran putih tidak dapat di ajak berdamai.


"Jika demikian, kita hanya dapat menunggu dengan sabar. Aku mungkin akan menutup Sekte Gagak Hitam dari dunia luar sampai beberapa tahun ke depan. Fokus kita saat ini adalah meningkatkan kekuatan sebelum kita membalas apa yang telah mereka lakukan." Ucap Hiu Nan.


"Jika demikian, aku juga akan melakukan hal yang sama. Lagi pula kita bergerak juga percuma, jadi ini adalah keputusan yang tepat." Ucap Niang Cong.


Pembicaraan itu akhirnya di putuskan bahwa, mereka semua tidak akan melakukan pergerakan selama beberapa tahun ke depan demi keberlangsungan Sekte. Fokus mereka saat ini untuk meningkatkan kekuatan.


Setelah itu, mereka semua membubarkan diri untuk kembali ke Sekte masing-masing. Mereka memiliki misi untuk pembalasan dendam saat mereka telah menjadi kuat. Bagaimana juga, semua ini adalah penghinaan besar untuk mereka.


Tidak jauh dari tempat pertemuan Patrick Sekte aliran hitam itu, terlihat sosok hitam yang terus mengawasi orang-orang dari aliran hitam membubarkan diri.


"Aku bisa memanfaatkan kalian untuk rencana besarku di masa depan." Ucap sosok itu dengan senyum menyeramkan di balik cadar hitam, lalu bergerak masuk ke dalam Sekte Gagak Hitam.


"Whuss..."


****

__ADS_1


Bersambung.....


~By! Sampai ketemu besok..❣️🤍😘


__ADS_2