Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 123 - Sosok Misterius.


__ADS_3

Kota Wanyan - Bagian Selatan.


"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan dahsyat menggetarkan tempat itu, membuat suasana malam yang tenang berubah menjadi sangat kacau.


"Whuss... Whuss..." Dua sosok terus melesat ke berbagai arah melepaskan serangan.


Kawanan serigala semakin bertambah setiap saatnya. Kini hampir mendekati lima ratus serigala yang terus melesat seperti gelombang air.


"Ini!" Xia Ni sangat terkejut, melihat kedatangan ratusan serigala yang terlihat semakin menggila.


"Whuss... Whuss..." Kilatan cahaya bergerak mendekati Xia Ni, membuat dia mengerutkan kening.


Hingga beberapa saat kemudian, terlihat ratusan prajurit kota Wanyan bersama beberapa tetua mendatangi tempat itu.


"Tetua, lihat mereka!" Salah satu prajurit berteriak dengan tubuh bergedik ngeri.


Tetua itu menatap ke arah pertarungan, di mana Yuan Shou dan Jia Li bertarung dengan ganas melepaskan berbagai serangan.


Di hadapan mereka, ratusan serigala yang merupakan hewan tingkat Raja hingga tingkat Dewa Langit awal terus menggila dengan mengaum keras. Bagi Yuan Shou dan Jia Li, ratusan serigala itu bukanlah masalah besar, hanya saja mereka terlihat terus bertambah, membuat ruang gerak Yuan Shou dan Jia Li menjadi sempit.


Prajurit-prajurit yang datang bersama tetua dari kota Wanyan terlihat mulai ragu. Mereka mulai takut saat melihat pasukan serigala perlahan mendekat dan ingin masuk ke dalam kota.


"Cih! Belum bertarung saja sudah ketakutan, bagaimana bisa kalian di anggap sebagai prajurit keamanan kota?" Ucap Xia Ni dengan kesal.


"Tapi Nona, tugas kita-..."


Xia Ni menggelengkan kepala dengan menggertak gigi.


"Jika kalian tidak ingin membantu, kembalilah jangan sampai mengganggu konsentrasi kami!" Xia Ni kemudian langsung melesat membantu Yuan Shou dan Jia Li yang kini mulai terdesak.


Mendengar ucapan Xia ni, membuat wajah tetua dan prajurit kota memerah. Mereka tidak menyangka akan mendengar perkataan yang sangat menusuk.


"Aku rasa apa yang di katakan olehnya benar. Kita sama sekali tidak pantas di anggap sebagai kultivaltor, jika menghadapi hal seperti ini saja sudah ketakutan." Ucap salah satu tetua.


Tidak ingin berdiam diri dan tidak melakukan apa pun. Tetua itu kemudian memerintahkan prajurit untuk membantu menghabisi serigala yang berada pada tingkat Pertapa dan Pertapa Suci.


Dengan bantuan mereka, maka pertarungan akan semakin cepat di selesaikan.


Setelah mendengar perintah tersebut, para prajurit mulai memberanikan diri untuk turun ke dalam medan pertarungan.


Xia Ni tersenyum tipis menatap itu. Dia sengaja berkata kasar untuk memberikan sedikit motivasi pada mereka.


"Roarghh..." Raungan serigala semakin menggila.


"Whuss... Dhuarr..." Yuan Shou bergerak melepaskan serangan yang langsung menewaskan salah satu dari mereka.


"Dhuarr... Dhuarr..." Ledakan keras terus terjadi. Kombinasi serangan prajurit membuat kawanan serigala mulai terdesak.


"Whuss..." Jia Li mengeluarkan tombak dari dalam cincin penyimpanan.


Desingan angin tertiup kencang saat tombak di di tangan di ayunkan, membuat beberapa pohon di sekitar tumbang.


"Whuss..." Xia Ni bergerak ke samping Jia Li untuk melindungi. Jia Li langsung bersiap menggunakan salah satu teknik tombak terkuat miliknya.

__ADS_1


Di sisi lain, bagian utara, barat, dan timur. Ledakan keras juga terdengar memecahkan keheningan malam.


Mereka saling bekerja sama untuk membunuh puluhan serigala di tempat itu.


"Nona Ling Ling, aku mendapatkan pesan jika di bagian selatan terdapat ratusan serigala yang terus bertambah jumlahnya." Ucap salah satu anggota pasukan Phoenix Emas.


Ling Ling mengerutkan kening mendengar ucapan tersebut. Hal yang sama juga terjadi di tempat Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng, karena mereka sendiri merasa jika kawanan serigala di tempat mereka hanya berjumlah puluhan, sedangkan di bagian selatan ada ratusan.


Perbedaan ini membuat mereka sadar jika di bagian selatan pasti lebih dekat dengan sarang atau markas dari serigala-serigala itu.


"Kita harus cepat selesaikan pertarungan di tempat ini, setelah itu kita akan pergi ke selatan." Ucap Ling Ling yang langsung meningkatkan serangan.


"Baik!"


Di Istana kota.


Di depan Istana, Walikota So Zhang bersama beberapa petinggi terlihat sangat tegang, sebelumnya mereka di minta Yun Yunyue untuk pergi meninggalkan Istana.


Belum hilang ketegangan di wajah mereka, tiba-tiba sapuan angin dengan sisa pertarungan tingkat tinggi menyapu tempat itu.


"Whuss..." Yun Yunyue muncul di hadapan mereka.


"Nona Muda." Walikota So Zhang dan beberapa petinggi menyapa dengan hormat.


"Keadaan di Istana kota sudah membaik. Kalian bantu mereka yang terluka, aku akan pergi menuju perbatasan kota bagian selatan untuk mencari tahu di mana markas mereka." Ucap Yun Yunyue.


Tanpa menunggu jawaban, Yun Yunyue langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju selatan.


Melihat Yun Yunyue telah pergi, Walikota So Zhang bersama para petinggi kota Wanyan langsung bergegas masuk ke dalam Istana.


Walikota So Zhang segera berjalan mendekat, lalu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Tuan Walikota, sebelumnya telah terjadi pertarungan pendekar Dewa Langit-..." Salah satu dari mereka kemudian menjelaskan secara detail.


Di mulai dari lima penyusup yang berpura-pura keracunan, lalu Yun Yunyue yang bertarung seorang diri melawan mereka, yang ternyata siluman serigala.


Mendengar cerita itu, membuat wajah Walikota So Zhang dan para petinggi berubah pucat. Jika tidak ada Yun Yunyue, maka sudah di pastikan kota Wanyan akan hancur.


Di Bagian Selatan.


Yuan Shou, Jia Li, dan Xia Ni terus menggempur serigala dengan bantuan prajurit kota Wanyan.


Hingga beberapa saat kemudian, Ling Ling, Jenderal Zhiang, dan Xi Qiameng datang bersama pasukan Phoenix Emas.


"Whuss..." Yun Yunyue tiba di tempat itu, menatap ratusan serigala yang terus bertambah dari dalam hutan.


"Buat formasi, kita akan melenyapkan mereka semua!" Perintah Yun Yunyue.


Mendengar suara itu, membuat pasukan Phoenix Emas langsung bergerak ke berbagai arah bersiap untuk membuat formasi.


Prajurit kota Wanyan kemudian bergerak mundur, saat Yun Yunyue meminta mereka kembali ke Istana.


Pasukan Phoenix Emas membuat formasi cincin Phoenix. Di sisi lain, Yun Yunyue bersama Yuan Shou dan lainnya langsung bergerak melepaskan serangan telak menghancurkan satu persatu tubuh ratusan serigala.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, barulah serigala tersebut mulai berkurang drastis.


"Yuan Shou, Ling Ling, Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng, terus serang dan habisi mereka. Aku akan mencoba pergi menyelidiki masalah ini!"


Setelah berhasil mengurangi serigala bermata merah itu, Yun Yunyue langsung pergi memasuki bagian dalam hutan untuk mencari asal kedatangan para serigala.


Sungguh pemandangan yang sangat mengerikan, dimana tumpukan dan darah mayat serigala berceceran di tanah dengan berbagai tubuh hancur berantakan.


"Kita segera selesaikan pertarungan ini!" Ucap Yuan Shou, saat melihat sang Nona telah pergi jauh meninggalkan mereka semua.


"Baik!"


Di Tempat Lain.


"Whuss... Whuss..." Kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi menjauh dari kota Wanyan.


Dari atas langit, Yun Yunyue dapat melihat beberapa serigala yang terus bergerak ke arah kota Wanyan.


"Berapa banyak jumlah mereka. Bahkan setelah ratusan terbunuh, kini datang gelombang baru." Batin Yun Yunyue yang terus bergerak lebih dalam masuk ke dalam hutan..


Setelah hampir setengah jam bergerak, Yun Yunyue mulai merasakan energi spiritual di tempat itu sedikit berbeda.


"Aku dapat merasakan kehadiran sosok kuat di depan sana." Yun Yunyue kemudian langsung menambah kecepatan.


Hingga beberapa saat kemudian, dari atas langit Yun Yunyue dapat melihat lingkaran hitam yang terus di lalui serigala.


"Apa itu gerbang teleportasi?" Batin Yun Yunyue dengan terkejut.


Jika apa yang di pikirkan olehnya benar, maka hal ini bukanlah masalah sepele. Apa lagi serigala-serigala itu muncul melalui lingkaran hitam.


"Mungkin aura kuat itu berasal dari lingkaran hitam tersebut. Mungkin Raja mereka ada di dalam sana." Yun Yunyue kemudian terdiam mencari cara untuk masuk ke dalam sana.


Di Sebuah Ruangan.


Terlihat beberapa sosok pria paruh baya yang sedang berdiri di hadapan sosok misterius memancarkan aura kematian.


Sosok misterius itu sedang duduk dengan menutup mata.


"Bagaimana kalian begitu bodoh! Menaklukkan kota lemah saja harus kehilangan lima komandan dan hampir ribuan pasukan tewas!" Ucap sosok misterius itu tanpa membuka mata.


"Raja, kami juga tidak mengetahui hal ini. Bahkan tidak ada informasi apa pun yang kami dapatkan mengenai hal ini." Ucap salah satu pria paruh baya.


"Dhuarr..." Pria paruh baya itu terlempar dengan keras.


"Itu karena kalian semua bodoh! Aku hanya meminta kalian untuk menguasai Istana itu!" Teriaknya dengan marah, melepaskan tekanan yang sangat kuat.


Beberapa sosok pria paruh baya itu hanya dapat berlutut meminta pengampunan. Mereka juga tidak mengetahui apa rencana sang Raja sehingga sangat menginginkan Istana kota Wanyan.


"Asal kalian tahu, aku hanya ingin mengambil sesuatu di bawah Istana kota Wanyan!" Ucap sosok misterius yang di panggil Raja.


"Kami mengerti. Kami akan pergi untuk mengambil Istana kota Wanyan." Tiga pria paruh baya itu kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Sosok misterius itu kemudian tersenyum tipis melihat kepergian mereka, hingga beberapa saat kemudian senyum itu berubah menjadi tatapan dingin.

__ADS_1


****


Bersambung.....


__ADS_2