
"Whuss..." Yun Yunyue terus melesat turun ke dasar lembah jurang, diikuti Yun Jung dan lainnya.
Semakin mereka dekat ke dasar jurang yang berada di lembah itu, maka tekanan dan aura kematian yang di rasakan semakin kuat.
"Kakak." Ucap Putri Qin Zhui Ying yang mulai merasa tidak nyaman.
Bahkan anggota Keluarga Mu sudah mulai berkeringat, dan menutup penciuman mereka dengan energi. Sementara Yun Jung dan lainnya masih bersikap tenang, karena memang mereka sering menjumpai hal yang seperti ini jika bersama Yun Yunyue.
Bukan hanya tekanan dan aura kematian yang mereka rasakan, bahkan bau busuk dan sangat menyengat benar-benar mengganggu.
"Ini!" Yun Yunyue terlihat terkejut, saat melihat banyak tulang-tulang manusia maupun tulang hewan di dasar hujan tersebut.
"Whuss..." Mereka semua akhirnya tiba di dasar jurang lembah, dengan tenang Yun Yunyue melepaskan Aura Dewi Keabadian untuk menghalau aura kematian di tempat itu.
"Tuan bisa mengambil tulang-tulang mereka untuk menguburkan di kalung dimensi, agar dunia kecil semakin luas dan meningkatkan energi spiritual."
"Benarkah?"
"Benar Tuan, kalau orang yang memiliki hati bersih akan sangat berguna di dalam kalung dimensi."
"Hmm begitu."
"Tuan, mereka sepertinya manusia dan hewan yang telah terbunuh di tempat ini." Suara Long Zhou Yang terus menggema di pikiran Yun Yunyue.
Yun Yunyue mengangguk kepala mengerti, ia merasa sedikit penasaran dengan sesuatu yang sejak awal dia memasuki lembah jurang, terus menarik dirinya untuk datang ke sudut tempat di dasar jurang.
Yun Yunyue perlahan berjalan menuju bagian kanan, dimana di sana terlihat tumpukan tulang yang paling tinggi di bandingkan tulang-tulang yang di sekitarnya.
Hingga perlahan muncul roh manusia, maupun hewan. Mereka semua menatap Yun Yunyue dan rombongannya penuh permohonan.
Yun Jung, Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying, Yan Lan, dan lainnya, membeku di tempat menatap beberapa roh di depannya.
"Nona, tolong bantu kami." Ucap salah satu roh yang mewujudkan pemuda seumuran Yun Jung.
Bahkan beberapa dari mereka ada seorang wanita dengan sebagian tubuhnya hancur.
Meski roh mereka dalam keadaan sempurna seperti saat mereka masih hidup, tapi Yun Yunyue dapat mengetahui bagaimana keadaan mereka saat kematian datang.
"Katakan padaku, aku akan berusaha untuk membantu kalian semua." Yun Yunyue menatap dengan serius.
Hatinya benar-benar hancur saat melihat bagaimana keadaan mereka yang sangat mengenaskan. Bahkan roh mereka masih terperangkap di tempat ini.
"Nona, balaskan dendam kami, agar kami semua dapat tenang. Aku juga akan memberikanmu ini sebagai perbekalan untuk menghadapi sosok itu."
"Whuss..." Pohon Kehidupan muncul dan langsung melesat menuju kening Yun Yunyue yang mengeluarkan sinar keemasan dari tadi.
Saat berada di depan Yun Yunyue, Pohon Kehidupan menjatuhkan beberapa buahnya dan melayang-layang di depan Yun Yunyue.
Yun Yunyue mengambil buah kehidupan tersebut dan memberikan kepada kakak dan lainnya.
"Makanlah, dan segera berkultivasi."
"Baik." Mereka dengan penuh semangat menerima buah itu di tangan Yun Yunyue dan langsung segera melahapnya.
Setelah menjatuhkan beberapa buah di depan Yun Yunyue, Pohon Kehidupan segera melesat masuk ke dalam kening Yun Yunyue.
"Arghhhh..." Suara Yun Yunyue menggema di dalam lembah jurang, setelah pohon itu masuk ke dalam keningnya.
"Aku harap Tuan bisa menahan sakit itu, kalau tidak tubuhnya akan meledak." Batin Long Zhou Yang di dalam kalung dimensi.
Boom
__ADS_1
Boom
Boom
Terdengar suara teredam dari dalam tubuh Yun Yunyue dan rombongannya secara berturut-turut selama beberapa menit, hingga tempat itu kembali hening.
"Whuss..." Aura Kaisar Dewa merembas keluar dari tubuh Yun Yunyue hingga membuat tempat di sekitarnya bergetar hebat.
Setengah jam kemudian, Yun Yunyue dan rombongannya perlahan-lahan membuka kedua mata mereka.
Yun Yunyue menatap mereka dengan tenang, hingga kemudian ia tersenyum, bahkan ini pertama kali Yun Yunyue menunjukkan senyumnya yang berbeda dari biasanya.
"Kalian tenang saja, aku akan membalaskan kematian kalian dengan balasan seribu kali lipat. Aku akan mendatangi dan menghukum mereka yang memiliki teknik yang sama seperti apa yang di gunakan untuk membunuh kalian." Yun Yunyue mengucap dengan bersungguh-sungguh.
Semua roh tersenyum, mereka dapat merasakan kesungguhan dari ucapan Yun Yunyue.
"Nona, kami akan mengingat kebaikan anda. Saat kami berinkarnasi kembali, izinkan kami untuk membalaskan kebaikan ini." Ucap salah satu pemuda.
Secara perlahan roh itu menghilang menjadi butiran cahaya, lalu lenyap dari kehampaan bersamaan dengan sebuah energi yang melesat menuju kening Yun Yunyue.
Yun Yunyue hanya diam membiarkan energi itu memasuki keningnya, hingga beberapa saat kemudian ledakan aura Kaisar Dewa Puncak merembas keluar dari tubuh Yun Yunyue.
"Setiap kelahiran pasti ada kematian, dan setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kematian bukalah bencana terbesar dalam hidup ini. Kematian adalah ujung dari perjuangan, akhir dari kemenangan, dan pintu dari kehidupan baru. Yang tumbuh akan hilang, yang hancur akan berdiri lagi. Aku mendoakan yang terbaik untuk kehidupan baru kalian semua. Dan kalian tidak perlu khawatir, aku pasti akan menuntaskan janji ini!" Batin Yun Yunyue menutup mata merasakan ledakan aura dan perasaan dari setiap roh yang telah memberikan dirinya energi kekuatan.
Hal yang sama juga terjadi pada Yun Jung, dan lainnya, mereka mendapatkan energi kekuatan dari roh yang berada di tempat itu, meski tidak sebanyak yang di peroleh Yun Yunyue.
Yun Jung kini naik tingkat menjadi ranah Dewa Langit awal, Xiao Mei dan lainnya ranah Kaisar awal dan menengah. Putra Mahkota Qin Zhuyao, Putri Qin Zhui Ying, Yan Lan dan Keluarga Mu ranah Raja Langit awal dan menengah.
Mereka benar-benar merasa sangat terkejut dengan kenaikan tingkat itu, hingga perlahan mereka mulai duduk berkultivasi memperbaiki fondasi.
Di Tempat Lain.
Di tempat itu juga terdapat beberapa pria dan wanita yang ternyata selamat dalam pertarungan dengan hewan buas.
"Karena mereka di anggap jenius di Benua Tengah, aku akan menjadikan kalian komandan pasukanku." Ucap sosok itu, menatap lima belas orang yang saat ini hanya diam tanpa ekspresi.
Mereka memang masih hidup, tapi akal pikiran dan jiwa mereka terkunci, sehingga mereka hanya seperti sebuah boneka hidup.
"Sebentar lagi waktunya akan tiba, kalian semua akan menjadi boneka iblis darahku! Hahaha..." Pria itu tertawa seperti orang gila.
Bahkan hewan buas bermata merah, dan beberapa sosok wujud manusia di sekitarnya bergedik ngeri melihat pria itu.
Di Dasar Lembah.
Yun Yunyue perlahan membuka mata, lalu menatap tempat di sekitarnya, dimana Yun Jung dan lainnya sudah terlebih dahulu menyelesaikan kultivasinya.
"Saudari Yue." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao berjalan mendekati Yun Yunyue.
"Bagaimana?" Tanya Yun Yunyue bangkit dari posisinya.
"Ini semua keberuntungan yang sangat luar biasa."
"Benar." Ucap Mu Ang yang juga berjalan mendekati Yun Yunyue bersama dengan yang lain.
Yun Yunyue tersenyum. " Sebaiknya setelah ini kalian keluar dari lembah kuno ini, termasuk kakak dan lainnya. Aku tidak mengetahui dengan pasti, bahaya apalagi yang akan kembali terjadi di tempat ini." Yun Yunyue mengucap dengan nada serius sambil menatap Yun Jung dan orang-orangnya satu persatu.
"Yue'er tap-....."
"Apa yang dikatakan kakak Yue benar. Aku rasa sebaiknya kita semua keluar dan membiarkan kakak Yue menjelajahi lembah kuno ini dengan bebas." Ucap Putri Qin Zhui Ying.
Yun Yunyue tersenyum menatap gadis kecil itu. Dia memang tidak banyak berbicara saat berada di lembah kuno, berbeda dengan sifat yang biasa dia tunjukkan saat berada di dunia luar.
__ADS_1
"Kakak, dan lainnya jika keluar dari sini kembalilah ke Penginapan Lotus, katakan pada mereka jika aku masih di lembah kuno."
"Setelah urusan di tempat ini selesai, aku janji akan mengunjungi kalian semua, sebelum aku dan orangku kembali melanjutkan perjalanan." Lanjut Yun Yunyue kepada Putra Mahkota Qin Zhuyao dan kelompoknya.
Mereka semua terdiam. Meski mereka tidak ingin keluar dan masih menjelajahi lembah kuno ini bersama Yun Yunyue, tapi mereka juga tidak boleh egois, hingga akhirnya mereka menyetujui untuk keluar dari lembah kuno.
"Saudari Yue, aku harap kamu menepati janji untuk mengunjungi kami setelah keluar dari lembah kuno ini." Ucap Putra Mahkota Qin Zhuyao, yang mendapatkan anggukkan kepala dari semua anggotanya.
"Pasti! Aku akan menepati janjiku."
"Yue'er ka-..."
"Kakak tenanglah, percayalah padaku aku akan baik-baik saja." Yun Yunyue meyakinkan kakaknya yang super duper bawel ini.
Yun Jung hanya mengangguk pasrah. " Baiklah, tapi Yue'er selalu berhati-hati."
Mereka semua satu persatu menghancurkan plakat token lencana masing-masing.
"Whuss..." saat token lencana itu hancur, perlahan tubuh mereka semua menghilang dari tempat itu.
Yun Yunyue menarik napasnya dalam-dalam, lalu menatap ke suatu tempat. " Long Zhou Yang, apa kita akan pergi ke sana sekarang?"
"Lebih cepat lebih baik Tuan." Jawab Long Zhou Yang, kemudian muncul di samping Yun Yunyue.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu meminta Long Zhou Yang menunjukkan tempat dimana sosok itu berada.
"Whuss..." Yun Yunyue dan Long Zhou Yang melesat ke arah bagian dalam.
Di Dunia Luar.
Semua orang masih menunggu di sekitar altar kuno, mereka dengan tenang duduk di tempat yang sudah di sediakan. Hari ini tepat dua hari lagi lembah kuno akan kembali tertutup, sehingga semua orang harus keluar sebelum terperangkap selama seratus tahun di dalam lembah kuno.
"Whuss..." Beberapa cahaya muncul dari balik gerbang dimensi.
Hingga tidak lama kemudian, memperlihatkan rombongan Yun Jung dan lainnya.
Sang Jenderal yang menjadi pengawal pribadi Putra Mahkota Qin Zhuyao langsung bergerak mendekati mereka, bersama dengan beberapa Jenderal dan Komandan Kekaisaran.
"Putra Mahkota, Tuan Putri.." Ucap mereka semua memberi hormat.
Sementara Yun Jung dan lainnya langsung menghilang dari pandangan sebelum semua orang melihat mereka keluar dari lembah kuno, menuju Penginapan Lotus.
Putra Mahkota Qin Zhuyao menganggukkan kepala, lalu melihat ke belakang untuk berpamitan kepada Yun Jung dan lainnya.
"Eh!" Putra Mahkota Qin Zhuyao dan lainnya terkejut saat tidak melihat Yun Jung dan lainnya.
"Mungkin mereka sudah pergi." Batin Putra Mahkota Qin Zhuyao.
Jenderal Tian lalu membawa mereka menuju tempat yang sudah di sediakan untuk orang-orang dari Kekaisaran.
Kemunculan mereka yang keluar lebih cepat, menjadi pusat perhatian semua orang, kecuali Yun Jung dan rombongannya.
"Mengapa Putra Mahkota dan kelompoknya sudah keluar?" Beberapa tetua memiliki pertanyaan yang sama.
Putra Mahkota Qin Zhuyao dan lainnya hanya diam, dengan terus berjalan menuju tempatnya.
"Putra Mahkota, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Jenderal Tian, yang sudah tidak mampu menahan rasa penasarannya.
*******
Bersambung.......
__ADS_1