
Pertempuran dahsyat terus terjadi, ketiga pemimpin pria bertopeng sangat kewalahan menghadapi ketiga saudara Ye tersebut.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Keluarkan serangan terkuat kita, alihkan perhatian mereka agar kita pergi dari sini!"
"Baik!"
"Whuss..." Tiga sosok tersebut mengeluarkan serangan terkuat mereka, membuat udara di sekitarnya berhembus kencang bersamaan dengan kemunculan tiga bola merah yang terus berputar-putar mengelilinginya.
Melihat itu, ketiga saudara Ye bukannya takut, malah tersenyum senang. "Akhirnya mereka mengeluarkan kartu trufnya." Ucap Ye Bao dengan santai.
"Benar. Kita harus cepat akhiri pertarungan ini, jangan membuat Tuan menunggu terlalu lama." Ye Long membalas.
"Baik."
"Whuss..." Ketiganya melesat menghampiri serangan yang di keluarkan oleh ketiga pemimpin bertopeng tersebut.
"Whuss..."
"Dhuarr..."
"Booms..." Ledakan yang sangat besar terjadi saat kedua kekuatan itu beradu. Ketiga sosok pria bertopeng di kirim terbang belasan meter dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
"Ugh..." Ketiga sosok itu terus memuntahkan darah dari dalam mulutnya.
Ye bersaudara seakan tidak puas, mereka mengeluarkan serangan terakhir untuk mengakhiri hidup mereka.
"Whung... Dhuarr... Booms.." Karena tidak mampu lagi untuk menghindar, serangan tersebut dengan telak menghancurkan ketiga sosok itu menjadi kabut darah.
Hening. Tempat itu mendadak sunyi setelah meledakan tubuh ketiga sosok tersebut.
"Whuss..." Ye bersaudara muncul di hadapan Yun Yunyue.
"Tuan."
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu meminta mereka untuk masuk ke dalam kalung dimensi memulihkan diri.
"Baik, Tuan."
"Whuss..." Ketiganya lenyap masuk ke dalam kalung dimensi.
Setelah memasukkan mereka ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue dan Long Zhou Yang kembali melanjutkan perjalanan.
Dua kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi dalam Kegelapan hutan kematian.
__ADS_1
Dua jam kembali berlalu, Yun Yunyue dan Long Zhou Yang akhirnya berhasil keluar dari hutan kematian.
"Tuan?" Long Zhou Yang menatap sang Tuan dengan kebingungan.
"Kita akan beristirahat menunggu pagi tiba, kita tidak tahu apa yang sedang menunggu kita di depan sana."
"Baik, Tuan." Long Zhou Yang akhirnya mengerti mengapa Yun Yunyue menghentikan gerakannya.
Yun Yunyue dan Long Zhou Yang mengambil sikap lotus menunggu pagi tiba.
Waktu terus berjalan, tidak terasa pagi pun datang menyapa kedua orang yang sedang berkultivasi tersebut.
Yun Yunyue dan Long Zhou Yang perlahan membuka kedua matanya, saat merasakan kehangatan menerpa wajah mereka.
"Tuan, Gunung Aniun tidak jauh dari tempat ini, apa kita akan pergi ke sana terlebih dulu atau kembali melanjutkan perjalanan?" Long Zhou Yang menatap serius ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue terdiam selama beberapa saat, ia juga merasa penasaran apa yang membuat sang Ibu menyuruhnya ke Gunung Aniun. "Kita akan pergi ke sana terlebih dulu baru melanjutkan perjalanan kita. Aku sangat penasaran apa yang ada di gunung tersebut."
"Baik, Tuan."
"Whuss..." Xiao Mei muncul di samping Yun Yunyue dengan tersenyum manis.
"Nona."
Yun Yunyue, Xiao Mei dan Long Zhou Yang melesat pergi meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan sedang. Sepuluh kilometer di depannya terlihat gunung yang sangat indah dengan berbagai jenis bunga yang tumbuh di tempat itu.
"Sangat tenang." Yun Yunyue memperhatikan tempat di sekitarnya dengan waspada.
"Tempat ini sangat indah Nona, cocok untuk membangun Sekte di gunung Aniun ini." Celoteh Xiao Mei dengan mata berbinar-binar.
"Mei, tetap waspada." Yun Yunyue memperingati.
Tempat yang tenang tidak mungkin tak ada badai di dalamnya. Yun Yunyue sangat yakin karena ia merasakan formasi transparan menyelimuti tempat tersebut.
Yun Yunyue menggerakkan tangan dengan kecepatan rendah untuk membuat formasi bayangan melindungi mereka bertiga.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Yun Yunyue dan rombongannya tiba di bibir gunung Aniun. Tempat itu memang sangat indah, ada dua air terjun yang mengelilingi tempat itu, beberapa binatang kecil seperti burung dan kelinci terbang dan berlari ke sana kemari menambahkan keindahan gunung tersebut.
"Tuan, apa yang di katakan Saudari Mei ada benarnya. Tempat ini memang cocok untuk untuk membangunkan sebuah Sekte atau semacamnya." Ucap Long Zhou Yang dengan takjub akan pemandangan yang ada di hadapannya.
"Tetap waspada, ada formasi transparan yang mengelilingi tempat ini!" Yun Yunyue kembali memperingati keduanya yang terus saja berceloteh.
"Baik, Tuan."
"Baik, Nona." Suara Yun Yunyue berhasil menyadarkan keduanya dari mimpi indahnya.
__ADS_1
Yun Yunyue kembali menggerakkan tangan dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian muncul bintang emas yang mengambang di udara.
"Pergi!"
"Whuss... Trak... Trak... Dhuarr..." Formasi transparan yang menyelimuti gunung itu hancur berkeping-keping, membuat beberapa binatang kecil yang ada di tempat itu berlari tunggang langgang menyelamatkan diri.
Setelah formasi transparan itu berhasil di hancurkan, energi yang sangat murni menerpa wajah mereka bertiga.
"Ini!" Yun Yunyue dan kedua orangnya cukup terkejut, saat merasakan energi itu langsung masuk ke dalam tubuhnya.
"Akhirnya kau datang juga gadis tengik!" Baru sadar dari keterkejutannya, Yun Yunyue dan rombongannya kembali di buat terkejut, dengan gelombang suara yang penuh energi itu keluar dari dalam perut gunung tersebut.
"Siapa kamu?" Yun Yunyue berusaha untuk bersikap tenang, meski tubuhnya sedikit bergetar karena aura yang di kirimkan oleh suara misterius itu sangat lah kuat.
"Hahaha.... Sungguh lemah dan bodoh.." Ucap suara itu dengan nada meremehkan.
Yun Yunyue masih bersikap tenang, dia tahu saat ini ia sedang di provokasi. Tapi beda halnya dengan Long Zhou Yang dan Xiao yang langsung bersiaga.
"Whuss... Dhuarr..." Serangan itu berhasil di hindari Yun Yunyue dan rombongan.
Terlihat di tempat mereka berdiri sebelumnya, sudah hancur lebur dengan jarak setengah kilometer jauhnya.
"Hahaha.... Masih belum pantas. Kembalilah!" Suara itu kembali terdengar, dengan tawa yang menggetarkan tempat tersebut.
"Kembali? Sungguh lucu. Kakek tua, kita belum memulainya!" Ucap Yun Yunyue dengan tenang dan berwibawa.
"Whuss...." Pedang Keabadian keluar dari dalam tubuhnya mengambang di udara, dengan mengeluarkan aura yang sangat tenang dan tajam.
"Kalian Mundurlah!"
"Tuan, aku akan memban-.."
"Long Zhou Yang!" Yun Yunyue menatapnya dengan serius, menandakan bahwa ia tidak main-main kali ini.
"Baik, Tuan." Patuh Long Zhou Yang, lalu membawa Xiao Mei untuk menjaga jarak.
Long Zhou Yang tahu, saat Tuannya sudah serius begitu berarti lawannya lebih kuat dari mereka. Ia hanya khawatir karena mungkin sosok itu di kirim dari alam atas, untuk menjaga sesuatu yang ada di dalam perut gunung tersebut. Jika begitu mungkin saja Yun Yunyue akan sangat kewalahan untuk menghadapinya.
"Menarik, hahaha..." Sosoknya tidak terlihat, tapi suaranya seakan berada di hadapannya saat ini, sungguh luar biasa.
"Bersiaplah kakek tua! Jangan salahkan aku jika membuatmu terluka!" Suara Yun Yunyue sangat berbeda dari sebelumnya.
****
Bersambung....
__ADS_1