
Mereka kemudian segera membuat rencana pertama. Untuk rencana pertama, Yun Yunyue meminta pasukan Penginapan Lotus untuk bergerak menghancurkan salah satu sekte terkuat.
"Nona Muda, mengapa kita tidak melakukan serangan ke sekte kecil terlebih dulu?" Tanya Xi Qiameng dengan bingung.
Semua orang yang ada di dalam ruangan setuju dengan ucapan Xi Qiameng. Bagi mereka, akan lebih mudah menghancurkan sekte-sekte kecil aliran hitam, dibandingkan harus langsung menyerang sekte besar.
Yun Yunyue menggelengkan kepala. "Aku ingin bertanya kepada kalian, jika kalian sedang menghadapi enam orang pendekar, dan salah satu dari mereka memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan kelima pendekar yang lain, kemudian pendekar terkuat itu kalian kalahkan. Bagaimana perasaan kalian?" Tanya Yun Yunyue menatap semua orang.
"Kami akan merasa jika kemenangan sudah pasti kami dapatkan." Ucap Yuan Shou dengan cepat.
Yun Yunyue menganggukkan kepala dengan tersenyum. "Lalu bagaimana jika hal itu di balik, kalian yang berada di posisi tidak di untungkan karena pendekar terkuat di pihak kalian sudah di kalahkan?" Lanjut Yun Yunyue.
Mereka semua saling berpandangan dengan tersenyum cerah. Mereka akhirnya memahami rencana Yun Yunyue.
"Nona Muda benar. Saat salah satu Sekte terkuat aliran hitam hancur, maka akan membuat sekte-sekte lain, terutama Sekte tingkat kecil dan menengah akan semakin waspada.
"Dan bisa saja mereka menyerahkan diri, karena situasi sudah terdesak. Hal ini akan mempermudah kita untuk membersihkan orang-orang aliran hitam di Benua Timur." Ucap Yuan Shou dengan bersemangat.
Yun Yunyue tersenyum. "Itu yang aku maksudkan. Dan hal yang paling penting, saat kita menyerang Sekte tingkat kecil dan menengah, bisa saja mereka bergerak cepat membuat aliansi, dan bergabung bersama Sekte kuat lain. Semua ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.
"Aku lebih memilih untuk melakukan rencana untuk menghancurkan Sekte terkuat terlebih dulu, dan menyebarkan pasukan kita untuk mengawasi sekte-sekte kecil dan menengah yang memiliki resiko lebih kecil dibandingkan mengawasi Sekte besar." Ucap Yun Yunyue dengan santai.
"Kami mengerti. Lalu apa yang harus kami lakukan saat ini Nona Muda?" Tanya Ling Ling dengan semangat.
"Persiapkan pasukan, dua hari lagi kita akan segera bergerak menghancurkan Sekte Kegelapan. Dari informasi yang aku peroleh, Sekte Kegelapan telah membuat aliansi bersama sekte-sekte kecil dan menengah, hal ini bisa kita manfaatkan untuk membuat kepanikan pada mereka, karena pemimpin aliansi mereka telah hancur." Ucap Yun Yunyue dengan serius.
Semua orang menganggukkan kepala dengan semangat, bahkan Yun Jung yang berada di dalam kalung dimensi, meminta adiknya untuk ikut berpartisipasi dalam penyerangan kali ini, Yun Yunyue pun menyetujui permintaan sang kakak.
"Jika begitu, maka pertemuan kita kali ini cukup sampai disini. Kita akan berkumpul dua hari lagi, Yuan Shou kirimkan beberapa anggota kita untuk menuju Keluarga Xiao!"
"Baik Nona Muda!"
Semua orang satu persatu meninggalkan ruangan, menyisakan Yun Yunyue.
"Whuss..." Yun Yunyue muncul di depan Istana Bintang, lalu masuk ke dalam.
Yun Yunyue Berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuh indahnya.
Hingga beberapa saat kemudian, ia terlelap ke alam mimpi.
__ADS_1
Keesokan Paginya.
Yun Yunyue mengerjapkan mata, lalu mulai terbangun dari tidur nyenyaknya. Ia tidak beranjak dari tempat tidur, dengan masih bersantai-santai di atas tempat tidur.
Hingga beberapa saat kemudian terdengar ketukan pintu dari luar yang sangat membuat suasana pagi Yun Yunyue muram.
"Ini pasti kakak.." Ucapnya kesal dengan berjalan membuka pintu dengan muka bantalnya.
"Sudah pagi, jangan bermalas-malasan. Ayo kita makan, kakak sudah membuatkan makanan kesukaanmu." Ucap Yun Jung yang langsung membuat Yun Yunyue melompat ke pangkuan sang kakak.
"Isss... Kakak memang terbaik. Cup.." Yun Yunyue terkekeh geli melihat wajah kakaknya.
"Kakak, ayo Yue'er sudah lapar..." Lanjutnya.
"Ah, ya baiklah Yue'er."
satu menit kemudian mereka telah sampai di ruang makan yang sudah tertata rapi dengan berbagai jenis makanan serta buah-buahan Abadi.
"Silahkan Tuan Putri..." Ucap Yun Jung mempersilahkan adiknya ala kerajaan.
Yun Yunyue terkekeh pelan melihat tingkah kakaknya.
Saat sedang makan bersama kakaknya, tiba-tiba cincin penyimpanannya bergetar.
"Yue'er!" Tegas Yun Jung.
"Baik kakak..."
Yun Yunyue tersenyum, lalu segera memeriksakan cincin penyimpanan. Hingga beberapa saat kemudian, raut wajahnya berubah.
Yun Jung yang merasakan ada sesuatu yang telah terjadi segera bertanya.
"Ling Ling mengatakan jika telah terjadi pergerakan di kota bagian barat Ibu Kota." Yun Yunyue lalu menjelaskan tentang isi pesan tersebut secara mendetail.
Isi pesan itu sendiri mengatakan jika telah terjadi kekacauan di kota Wanyan, kota yang berada di bagian barat. Jika dari Ibu Kota, membutuhkan waktu hingga tujuh jam untuk tiba di sana.
Ling Ling menjelaskan jika ada salah satu sekte aliran hitam yang mencoba merebut kota tersebut. Dan menjadikan kota Wanyan menjadi salah satu wilayah di bawah kekuasaan Sekte tersebut. Hal ini membuat walikota dan pihak keamanan terdesak, apa lagi mereka tidak mampu melawan Sekte tingkat menengah yang sangat kejam.
Yun Jung yang mendengar itu langsung berdiri. Sedangkan Yun Yunyue mengerutkan kening menatap sang kakak dengan bingung.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya Yun Yunyue.
"Yue'er, kita harus segera membantu mereka, atau akan ada banyak penduduk kota Wanyan yang menderita." Ucap Yun Jung dengan serius.
Yun Yunyue menganggukkan kepala setuju, lalu meminta sang kakak untuk menunggunya sepuluh menit untuk membersihkan diri.
Tidak ingin menunda waktu terlalu lama, Yun Yunyue segera berlari ke arah kamar mandi.
Yun Yunyue menggelengkan kepala menatap adiknya yang menghilang dari balik pintu.
"Kita akan pergi ke sana, anggap saja ini menjadi hidangan pembuka." Yun Yunyue membalas pesan pada Ling Ling.
Setelah membersihkan diri, Yun Yunyue dan Yun Jung segera keluar dari dalam kalung dimensi.
"Whuss..." Yun Yunyue dan Yun Jung muncul di dalam Goa JungYue. Dengan langkah cepat, mereka berjalan keluar.
Yun Yunyue juga mengirimkan pesan pada Jenderal Zhiang untuk menemuinya dan bersama-sama menuju kota Wanyan.
Setelah bergerak selama sepuluh menit, Yun Yunyue dan Yun Jung akhirnya melihat Jendral Zhiang, Xi Qiameng, Yuan Shou dan Ling Ling yang sedang menunggu tidak jauh dari gerbang kota sebelah barat.
"Nona Muda, Tuan Muda." Ucap mereka serempak.
Yun Yunyue dan Yun Jung menganggukkan kepala.
"Nona Muda, apa kita akan pergi sekarang?" Tanya Jenderal Zhiang menatap Yun Yunyue.
"Tentu saja!"
Mereka semua lalu bergerak meninggalkan Ibu Kota.
Di perjalanan, Yun Yunyue terus memperhatikan suasana di tiap-tiap kota.
"Yuan Shou, Ling Ling lindungi kakakku!"
"Baik, Nona Muda.."
"Aku selalu berharap hal ini akan terus dapat mereka rasakan. Meski semua terlihat cukup sulit, maka biarkan aku yang menghancurkan penghalang itu!" Batin Yun Yunyue saat melihat raut wajah kebahagiaan dari para penduduk kota.
***
__ADS_1
Bersambung.....