
Yun Yunyue terus bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kota Ming.
"Whuss..." Yun Yunyue mengeluarkan barang yang sebelumnya dia dapatkan dari seorang pemuda, saat pertama kali memasuki kota.
"Aku sangat penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan!" Batin Yun Yunyue dengan tersenyum.
Dia sudah mengetahui dengan jelas kegunaan barang itu.
Beberapa saat kemudian, Yun Yunyue akhirnya memasuki kota Ming. Dengan tenang dia melesat ke suatu tempat.
Di Tempat Lain.
Di suatu tempat yang berada di kota Ming, terlihat beberapa tetua dengan seorang pemuda.
"Tetua ketiga, sudah aku katakan jika apa yang dia katakan olehnya hanya omong kosong saja." Ucap salah satu tetua dari mereka dengan kesal.
"Tetua, aku berani bersumpah, jika apa yang aku katakan benar. Bahkan aku berani mempertaruhkan nyawaku sendiri jika aku berbohong." Ucap sang pemuda dengan wajah ketakutan.
"Cih! Bahkan sudah lama kita berada di tempat ini, tapi kita belum juga menemukan dia."
Saat mereka sedang berdebat, tiba-tiba terdengar suara dari arah belakang.
"Sepertinya kalian sudah lama menungguku!"
Para tetua yang mendengar suara itu cukup terkejut, sedangkan pemuda yang sebelumnya menabrak Yun Yunyue langsung merasa tubuhnya begitu berat dan sulit untuk di gerakan.
Bahkan hanya sekedar untuk bernafas saja begitu suli. Saat dia merasa begitu takut, tiba-tiba ada yang memegang pundaknya.
"Tenanglah, aku tidak akan melakukan sesuatu yang buruk denganmu!" Ucap sosok itu, yang tidak lain adalah Yun Yunyue.
Pemuda itu segera berbalik badan, Kemudian ingin berlutut. Namun sebelum dia melakukannya, tiba-tiba ada sebuah energi yang menahan tubuhnya agar tidak melakukan hal itu.
"Jika kamu bersujud di depanku, maka kedua tanganmu akan terlepas dari tubuhmu!"
Pemuda itu segera menegakkan badannya, dengan wajah pucat pasi.
"Nona, maafkan aku." Ucap pemuda itu dengan suara bergetar.
Sedangkan sang tetua hanya menatap bingung.
"Apa dia gadis yang di maksud si sampah ini!" Batin para tetua, menatap ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue menatap pemuda itu dengan tersenyum. "Kamu tidak bersalah, jadi tidak perlu meminta maaf dan melakukan hal yang tidak sepantasnya di lakukan. Aku juga tidak menyukai orang yang bersujud di hadapanku. Karena hanya kedua orang tuamu lah yang pantas mendapatkan hal itu."
Pemuda itu menatap wajah Yun Yunyue dengan mata berkaca-kaca, dia begitu kagum dengan gadis yang saat ini berada di hadapannya.
__ADS_1
Bagaimana gadis yang di anggapnya begitu menakutkan, ternyata memiliki hati yang begitu bersih dan pemikiran yang sangat luas.
"Jika Nona mengatakan hal itu, maka anggap saja Nona menjadi pengganti kedua orang tuaku yang entah masih hidup atau sudah di bunuh oleh mereka." Ucap pemuda itu yang langsung bersujud.
Yun Yunyue merasa begitu kaget, dia menatap punggung pemuda yang saat ini sedang bersujud dengan perasaan campur aduk.
Seakan ada beban yang begitu besar menghantam dirinya, apa lagi saat mendengar ucapan pemuda itu, hatinya merasa begitu sakit.
"Apa begitu banyak orang yang telah kehilangan Keluarganya? Di manapun aku melangkahkan kakiku, selalu saja menemukan hal seperti ini." Yun Yunyue membatin dengan sedih.
Yun Yunyue tidak mengetahui, mengapa begitu banyak anak-anak yang harus kehilangan kedua orang tuanya, saat mereka masih membutuhkan kasih sayang dari mereka.
Bahkan saat seseorang sudah beranjak dewasa pun, masih membutuhkan kasih sayang dari orang tua, entah mereka berumur ratusan tahun sekalipun.
Menjalani kehidupan tanpa mereka sama saja kita terbang tinggi, tapi tidak mengetahui apa yang harus kita tuju dan banggakan.
Menurut Yun Yunyue, segala sesuatu yang menjadi impian serta tujuan dirinya, akan terasa begitu indah jika dia mampu mencapai hal itu semua bersama dengan orang-orang tersayangnya. Terutama kedua orang tuanya.
"Bangunlah..." Ucap Yun Yunyue dengan ramah, lalu membantu pemuda itu untuk bangkit berdiri.
"Siapa namamu?" Tanya Yun Yunyue tanpa memperdulikan kehadiran para tetua yang menatap ke arahnya dengan bengis.
"Nona, nama hamba Mo Tian." Ucap pemuda itu dengan hormat.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menatap ketiga tetua. "Apa yang sebelumnya kalian yang memberikan perintah padanya untuk memasukkan ini?" Yun Yunyue memperlihatkan giok yang berguna untuk mendeteksi keberadaan seseorang.
"Giok itu masih berada di tangannya, tapi kenapa aku tidak dapat merasakan." Batin salah satu tetua yang kini mulai bersikap waspada.
"Nona, maafkan saya. Itu semua saya lakukan dengan terpaksa." Ucap Mo Tian yang langsung ketakutan.
Mo Tian sebelumnya telah mengawasi orang-orang yang memasuki kota Ming. Dia di berikan tugas untuk menandai orang-orang yang di anggap menarik perhatian.
"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan sebelumnya?"
"Hamba yakin Nona, hamba berjanji tidak akan menghianati Nona dan selalu mematuhi semua perintah Nona, sekalipun harus mengorbankan nyawaku sendiri!" Ucap Mo Tian dengan tegas.
"Bagus! Aku menyukai sifat dan kepribadian yang kamu miliki, tapi kita harus menunda obrolan kita terlebih dulu." Yun Yunyue kemudian mengarahkan pandangan ke arah ketiga tetua.
"Aku sudah berada di tempat ini. Katakan! Apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya Yun Yunyue yang masih bersikap ramah.
Ketiga tetua saling menatap, lalu beberapa saat kemudian menatap Yun Yunyue dengan tersenyum.
"Serahkan cincin penyimpananmu, lalu hancurkan tingkat kultivasimu." Ucap tetua ketiga dengan mengembangkan senyum.
Perlahan aura yang sangat kuat merembas dari dalam tubuh ketiga tetua itu.
__ADS_1
Mo Tian yang berada di tempat itu langsung berlutut dengan memuntahkan setuguk darah, tidak mampu menahan aura pendekar Dewa Langit tingkat awal.
Yun Yunyue mendengus pelan, secara perlahan muncul aura yang lebih kuat menekan ketiga tetua itu.
"Kalian memang menginginkan kematian, jadi aku tidak akan segan lagi!"
"Whuss..." Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng muncul di tempat itu.
"Nona Muda.." Ucap mereka dengan hormat.
"Lumpuhkan mereka, dan hancurkan tingkat kultivasinya. Setelah ini kita akan pergi menuju Keluarga Mo!" Perintah Yun Yunyue pada keduanya.
"Baik, Nona Muda." Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng segera melesat bergerak ke arah ketiga tetua itu.
Keduanya yang telah berlatih di dalam kalung dimensi memiliki peningkatan yang sangat cepat. Dimana mereka berdua saat ini berada pada tingkat Dewa Bumi awal.
Dengan bantuan sumber daya dan energi spiritual yang cukup berlimpah, membuat kekuatan mereka meningkat dengan cepat. Mereka juga telah menguasai beberapa teknik tingkat tinggi yang di peroleh dari ruang perpustakaan milik Yun Yunyue.
Ketiga tetua menatap kehadiran Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng dengan terkejut. Mereka juga dapat merasakan kekuatan keduanya jauh lebih kuat dibandingkan mereka.
"Whuss..." Tiba-tiba tubuh Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng lenyap dari pandangan mereka, lalu muncul kembali dengan masing-masing melepaskan serangan tapak.
"Dhuarr..." Ketiga tetua dengan mudah terlempar.
"B*jingan! Sampah itu benar-benar telah menjebak kita..." Ucap salah satu tetua dengan marah, menatap Mo Tian dengan penuh nafsu membunuh.
Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng muncul di dekat mereka, lalu mencengkram leher ketiga tetua itu dengan keras.
"Bhang..." Ketiga tubuh itu di lempar di hadapan Yun Yunyue.
Yun Yunyue masih berdiri dengan tenang, berbeda halnya dengan Mo Tian yang telah di penuhi keringat.
"Ini sangat mengerikan! Bahkan ketiga tetua Keluarga Mo hanya seperti seekor semut di hadapan mereka." Batinnya dengan nafas tidak beraturan.
"Patahkan tangan mereka, berikan seratus kali tamparan, setelah itu hancurkan tingkat kultivasinya. Kita akan kembali bersenang-senang setelah ini.."
"Baik, Nona Muda..." Jawab keduanya sangat bersemangat.
Mereka segera melakukan apa yang di perintahkan oleh Yun Yunyue.
"Krak..."
"Plak..."
***
__ADS_1
***
Bersambung.....