
Jenderal Zhiang dan Xi Qiameng melihat itu sekali lagi di buat takjub.
Jia Li, Xia Ni, dan Lie Yue, anggota dari sepuluh pasukan Phoenix Emas, kini sudah berada pada posisinya masing-masing. Lalu secara bersamaan membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.
Yun Yunyue yang masih berdiam diri di tempatnya, langsung melesat untuk melengkapi formasi cincin Phoenix yang membutuhkan empat orang sebagai inti dari formasi itu.
"Sekarang!" Teriak Yun Yunyue memberikan perintah.
Yun Yunyue sengaja menggunakan formasi cincin Phoenix, sebagai bentuk pelatihan pasukan Phoenix Emas.
Anggota Sekte Kelabang beracun begitu kaget, saat merasakan seakan mereka berada di dalam sebuah penjara yang begitu sulit untuk di tembus.
"Tetua Mong!"
"Zhu Lon!" Teriak tetua Mong meminta Zhu Lon untuk segera bergabung bersama pasukan.
Zhu Lon segera melesat masuk ke dalam barisan.
Kemudian pasukan Sekte Kelabang beracun bekerja sama membuat formasi pertahanan dan penyerangan.
"Whuss..." Aura berwarna hijau muncul di tengah-tengah pasukan Sekte Kelabang beracun. Tidak hanya itu saja, secara bersamaan mereka mulai menggigit jempol masing-masing.
"Apa kita akan membantu Nona Muda dan yang lainnya?" Tanya Jenderal Zhiang menatap ke depan.
"Tidak perlu. Bagaimana juga kalian belum pernah ikut bergabung dalam pertarungan secara berkelompok. Apa lagi mereka saat ini sedang menggunakan formasi cincin Phoenix. Tetap diam dan menunggu perintah selanjutnya dari adikku." Ucap Yun Jung dengan tatapan setenang air.
Meski Yun Jung juga ingin ikut bergabung, tapi dia seberusaha mungkin untuk menahan diri, dan tidak ingin bertindak gegabah mengganggu konsentrasi sang adik dan pasukan Phoenix Emas.
Jenderal Zhiang dan yang lainnya menganggukkan kepala, kemudian kembali fokus pada pertempuran yang akan terjadi.
"Tuan Walikota." Sang Jenderal menatap ke arahnya.
"Jangan ada yang bergerak, tetap diam di tempat masing-masing. Tugas kita saat ini hanya memperkuat formasi pertahanan kota." Tuan Walikota memberikan perintah. Dia takut jika pertempuran itu akan mengakibatkan kerusakan yang cukup besar, serta merusak kota Wanyan hingga mengalami kerugian.
Xi Qiameng kemudian membalikkan badan menatap pihak kota yang sedang memperkuat formasi. Setelah memperhatikan selama beberapa saat, Xi Qiameng kemudian berjalan ke arah mereka berniat membantunya.
"Tuan." Seorang Jenderal begitu kaget saat melihat kedatangan Xi Qiameng.
"Tenanglah, aku hanya ingin membantu kalian untuk melindungi kota." Ucap Xi Qiameng dengan ramah. Kemudian segera membuat formasi untuk melindungi kota itu.
Tuan Walikota yang melihat hal itu, langsung berlari menghampiri Xi Qiameng.
"Tuan, saya So Zhang mengucapkan banyak terima kasih, atas bantuan tuan-tuan sekalian." Ucap Walikota So Zhang membungkuk badan memberikan hormat.
Xi Qiameng menggelengkan kepala. "Aku hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh Nona Muda. Di saat Nona Muda dan yang lain sedang bertarung untuk melindungi kota, maka sudah seharusnya aku juga melakukan hal yang sama."
"Tuan, jika saya boleh tahu, siapa yang Tuan panggil Nona Muda?"
__ADS_1
"Kamu akan mengetahuinya nanti." Xi Qiameng kemudian membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.
Di Medan Pertempuran.
Kabut asap mulai terlihat memenuhi tempat pasukan Sekte Kelabang beracun.
Yun Yunyue yang merasakan kabut itu memiliki racun yang cukup berbahaya, kembali membuat formasi agar kabut itu tidak menyebar keluar.
Di dalam kabut, terbang ribuan Kelabang bersayap hijau, dengan mata merah memiliki taring beracun. Kelabang ini hampir menyerupai tubuh fisik seekor nyamuk.
"Hentikan pergerakan kalian!" Perintah Yun Yunyue pada pasukan Phoenix Emas.
Pasukan Phoenix Emas yang akan bertindak, langsung berhenti di tempat.
"Tutup dan tahan pernapasan kalian semua, dan dengarkan perintah dariku selanjutnya!"
Mendengar perintah sang Nona, semua pasukan Phoenix Emas segera mematuhi.
Yun Yunyue sedikit menyadari jika setengah dari kelabang itu, hanyalah sebuah cairan racun yang membentuk tubuh fisik seekor Kelabang.
Pasukan Sekte Kelabang beracun tertawa mendengar ucapan Yun Yunyue.
"Gadis kecil, apa kau mulai takut?" Teriak Zhu Lon tertawa keras, menatap pasukan Phoenix Emas yang sudah menghentikan gerakan.
Mendengar ucapan itu, Yun Yunyue hanya menggelengkan kepala pelan sambil tersenyum.
"Aku sedang berbaik pada kalian, jadi gunakan kesempatan itu sebaik mungkin, sebelum aku mengirim kalian semua bertemu dengan Yama!" Ucap Yun Yunyue sambil melepaskan sedikit kekuatan dari dalam tubuh.
"Pernapasan Dewi Keabadian!" Yun Yunyue menggunakan salah satu teknik pernapasan terbaiknya.
Setiap hembusan nafas Yun Yunyue, akan terlihat samar-samar kabut berwarna emas.
Dengan mengeluarkan Pedang Keabadian, Yun Yunyue bergerak masuk ke dalam barisan pasukan Sekte Kelabang beracun.
Yun Yunyue bisa saja menggunakan pedang usang, namun dia tidak ingin pedang itu menyerap racun tingkat rendah seperti milik Sekte Kelabang beracun. Bisa saja malah mempengaruhi pedang miliknya.
"Whuss..." Yun Yunyue mengalirkan energi spiritual ke dalam pedangnya.
"Pedang Phoenix Emas Abadi!"
Pedang di tangan Yun Yunyue mendengung mengeluarkan suara, membuat angin di sekitarnya berhembus dengan kencang.
Tanah pasukan Sekte Kelabang beracun bergetar, hingga kemudian muncul ratusan bilah pedang terbuat dari Bintang melesat ke arah mereka.
Beberapa anggota Sekte kelabang beracun mulai menggerakkan kelabang beracun ke arah Yun Yunyue, namun serangan racun itu dapat di halau dengan pedang Phoenix, dan beberapa tanah retak yang membuat sebuah lempengan kemudian melayang di udara.
"Langkah Dewi Keabadian!"
__ADS_1
"Whuss..." Yun Yunyue tiba-tiba menghilang, kemudian muncul di tengah-tengah pasukan.
Dengan gerakan secepat kilat, Yun Yunyue langsung melepaskan ayunan pedang secara horizontal membentuk bulan sabit ke arah satu persatu anggota Sekte Kelabang.
"Dhuarr... Dhuarr..." Satu persatu dari mereka terlempar keras sejauh belasan meter, dan langsung terluka cukup parah.
"Bajingan kecil!" Teriak tetua Mong, langsung melesat ke arah Yun Yunyue.
Tetua Mong melesat ke arah Yun Yunyue dengan tangan yang telah di penuhi oleh Kelabang, hingga perlahan Kelabang itu mengigit bagian kulit luar.
"Whuss..." Kepalan tangan tetua Mong berubah menjadi warna hijau pekat. Dia terus menatap ke arah Yun Yunyue yang sedang membunuh pasukan Sekte Kelabang beracun dengan sangat liar.
Yun Yunyue yang mengetahui tetua Mong sedang bergerak ke arahnya masih bersikap tenang, namun sesekali dia akan memperhatikan tangan tetua Mong yang di selimuti racun cukup mematikan.
"Tidak heran mereka begitu arogan setelah merasa sedikit memiliki kemampuan!" Yun Yunyue mendengus dingin, Kemudian segera melesat ke arah langit untuk menghindari serangan tetua Mong.
Melihat Yun Yunyue terus bergerak menghindar, membuat tetua Mong sangat marah. "Apa kau hanya bisa menghindar? Dimana keberanian mu sebelumnya, hah!?" Teriak tetua Mong yang kini sudah di kuasai oleh amarah.
Tetua Mong biasanya terlihat tenang, namun kali ini dia terlihat sangat meledak-ledak ingin memakan Yun Yunyue hidup-hidup.
Yun Yunyue terkekeh pelan, dengan suara mengejek dia mulai memprovokasi tetua Mong.
"Apa kamu sudah tidak sabar bertemu Raja Yama?" Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum iblisnya.
"Baiklah, aku akan memberikan tiket masuk untuk menemui Raja Yama." Lanjut Yun Yunyue kemudian menghilang.
"Whuss..."
"Langkah Dewi Keabadian!"
Yun Yunyue muncul di dekat tetua Mong, dengan Pedang Keabadian yang telah di selimuti energi berwarna emas dengan ledakan Petir di sekitarnya.
Tetua Mong pun tidak tinggal diam, dengan menyilang kedua tangan di depan dada, tiba-tiba ribuan Kelabang muncul seperti air mengalir.
"Gelombang Racun - Kelabang Pemangsa!" Tetua Mong menggerakkan tangan.
Yun Yunyue yang sedang melesat ke arah tetua Mong menghentikan gerakan, dan langsung mengangkat pedang ke atas.
"Gelombang Petir Bintang!"
"Trak... Trak..." Langit bergemuruh menampilkan bintang-bintang petir hitam keemasan.
"Pergi!" Seperti air hujan, bintang-bintang Petir keemasan itu langsung turun menghancurkan kelabang-kelabang tersebut.
"Booms... Booms..." Kelabang tersebut hancur, tanah di sekitarnya tiba-tiba melepuh dan mengeluarkan bau tidak sedap.
*
__ADS_1
*
Bersambung.....