Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 90 - Persiapan Terakhir Untuk Beraksi.


__ADS_3

Di Dalam Kereta.


Kaisar Xe Luan yang sedang duduk bersama para Jenderal Kekaisaran, mendapatkan pesan dari salah satu komandan perbatasan.


"Yang Mulia, ada apa?" Tanya salah satu Jenderal.


"Pasukan bantuan dari Sekte Iblis Tengkorak telah tiba di benteng perbatasan. Mereka telah berkumpul bersama yang lain di barak pasukan Kekaisaran Xe." Jelas Kaisar Xe Luan.


Para Jenderal tersenyum senang mendengar berita tersebut.


"Whuss..." Tidak lama kemudian, Jenderal Bo tiba duduk di samping Jenderal yang sedang mengendarai kereta tersebut.


"Jenderal Bo, bagaimana?" Tanya Jenderal yang sedang fokus mengendarai kereta berisi Kaisar dan para Jenderal.


"Seperti perintah Yang Mulia, aku sudah memasukkan mereka ke dalam penjara bawah tanah." Jelas Jenderal Bo.


Yun Yunyue yang sedang menyamar menggunakan identitas Jenderal Bo, dengan tenang mendengarkan pembicaraan Kaisar Xe Luan dan para Jenderal.


Ia juga mengirimkan semua informasi yang ia dengar pada Long Zhou Yang, dan meminta mereka untuk mulai bersiap melakukan rencana selanjutnya.


Benua Tengah.


Tidak jauh dari benteng Kekaisaran Qin, terlihat ribuan pasukan dengan pakaian serba hitam berkumpul.


"Tuan kita telah memberikan perintah. Segera ke posisi kalian masing-masing!" Perintah Long Zhou Yang, pada pasukan Assassin Naga Langit.


Tanpa banyak bicara, ribuan Assassin itu mulai melemparkan senjata rahasia, lalu menghilang dari tempatnya.


"Whuss... Whuss..."


"Saudari Xiao Mei, Saudara Lu Zhan!" Long Zhou Yang menatap kedua saudara/rinya.


Xiao Mei dan Lu Zhan menganggukkan kepala, lalu bergerak untuk melindungi Putra Mahkota Qin Zhuyao. Sedangkan Leluhur Han sendiri akan bergerak dalam kegelapan mengawasi jalannya perang.


Setelah semua orang pergi, Long Zhou Yang kemudian bergerak menuju barak militer pasukan Kekaisaran Qin.


"Whuss..."


Di Tempat Lain.


Di dalam barak pasukan militer.


Kaisar Qin Shan, Qin Zhuyao, Jenderal Tian dan beberapa Patrick Sekte maupun Keluarga besar sedang berkumpul menunggu kabar dari pasukan pengawas.


Pada saat mereka sedang berbincang-bincang santai, tiba-tiba salah satu komandan memasuki barak tersebut.


"Komandan, ada apa?" Tanya Jenderal Tian.


Semua orang di dalam barak juga menatap penasaran ke arah komandan.


"Jenderal, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Kaisar. Dia mengatakan pelayan Nona Muda Yun Yunyue." Jelas sang komandan.

__ADS_1


"Persilahkan dia masuk!" Ucap Kaisar Qin Shan dengan cepat.


"Baik!" Sang komandan lalu segera keluar memanggil Long Zhou Yang.


Tidak lama kemudian, Long Zhou Yang masuk ke dalam barak menatap semua orang dengan senyum.


"Hormat pada Kaisar dan para saudara sekalian. Hamba Long Zhou Yang, salah satu bawahan Tuanku Yun Yunyue..." Ucap Long Zhou Yang dengan menangkupkan kedua tangan.


"Hahaha... Tuan Long Zhou Yang, mari masuk dan berkumpul bersama kami.." Ucap Kaisar Qin Shan dengan ramah.


Long Zhou Yang menganggukkan kepala, lalu bergabung bersama mereka semua.


"Terima kasih Kaisar. Jujur saja aku merasa tidak enak hati berkumpul bersama orang-orang hebat seperti kalian." Long Zhou Yang lalu mendudukkan tubuhnya tidak jauh dari Kaisar Qin Shan.


"Tuan Long Zhou Yang tidak perlu terlalu sungkan. Kami yakin, kedatangan tuan ke tempat ini karena ada hal penting yang ingin di bicarakan." Ucap Patrick Rou, yang mendapatkan anggukkan kepala dari semua orang.


Long Zhou Yang tersenyum membenarkan. Lalu mulai menjelaskan jika pasukan Kekaisaran Xe saat ini sudah mulai bergerak dan sedang bersiap untuk melakukan serangan.


Semua orang saling berpandangan, kini suasana di tempat barak tersebut mulai berubah menjadi serius.


"Tuan Long Zhou Yang, lalu apa yang harus kami lakukan?" Tanya Jenderal Tian.


"Seperti rencana yang sudah di jelaskan oleh Tuanku. Dalam pertempuran atau perang besar, kita tidak harus fokus untuk terus menyerang dengan kekuatan penuh. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah memecahkan kekuatan utama mereka. Kalian semua seharusnya mengingat apa yang sudah Tuanku katakan.


"Buat serangan pengalihan dengan membuat jebakan di tempat-tempat yang sulit di jangkau oleh musuh. Tempatkan pasukan kita di daerah tersembunyi agar mereka berfikiran jika kita fokus pada benteng pertahanan utama. Hal ini berguna untuk menyergap pasukan penyerang mereka yang di tugaskan untuk membuka jalan pasukan utama. Kalian tidak perlu khawatir, Tuanku sudah memikirkan dengan matang rencana ini."


"Kami mengerti. Namun, apakah rencana ini sudah di pastikan akan berjalan dengan lancar?"


"Apa kalian mengetahui apa itu strategi perang? Dan apa kalian mengetahui bagaimana seorang yang memiliki kejeniusan dalam strategi perang selalu memenangkan pertempuran?"


Mereka semua terdiam, mencoba memahami ucapan Long Zhou Yang.


"Aku akan memberitahukan kepada kalian sedikit arti dari kejeniusan seseorang. Yang pertama, Tuanku Yun Yunyue sebelumnya telah memberikan banyak informasi kepada kalian. Itu bagian dari strategi, yaitu memahami dan menganalisa kekuatan lawan.


"Dan kalian semua saat ini telah di berikan strategi untuk mengacaukan kekuatan musuh dengan membuat berbagai jebakan dan melakukan penyergapan. Ini adalah strategi untuk mengurangi kekuatan musuh, dan membuat musuh berpikir ulang untuk melakukan serangan secara langsung.


"Dan yang harus kalian ingat, Tuanku saat ini berada di dalam barisan musuh untuk memberikan kita semua kesempatan untuk merebut kemenangan jauh lebih besar. Aku harap kalian tidak selalu menggantungkan kemenangan dan Kehidupan kalian pada satu orang.


"Berjalan tidaknya sebuah strategi, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu orang saja. Tapi kalian semua berperan penting dalam setiap strategi ini!" Jelas Long Zhou Yang, karena merasa mereka menggantungkan kemenangan hanya pada Tuannya seorang.


"Kini aku mulai memahami maksud dan kenekatan dari Tuan Putri Yun Yunyue yang menyusup menuju Benua Utara. Kita semua sudah di bukakan jalan untuk meraih kemenangan. Jadi, kini saatnya kita bersatu untuk meraih kemenangan!" Ucap Patrick Keluarga Mu dengan bersemangat.


"Baik! Mari kita perlihatkan pada mereka!" Salah satu tetua sekte aliran putih menimpali.


Kaisar Qin Shan tersenyum, lalu meminta semua orang untuk mulai bersiap.


Long Zhou Yang yang melihat hal itu tersenyum senang, lalu berpamitan untuk berkumpul bersama pasukannya.


Di Tempat Lain.


Setelah melakukan pergerakan selama beberapa jam, ratusan ribu pasukan Kekaisaran Xe akhirnya tiba di benteng pertahanan.

__ADS_1


Kaisar Xe Luan dan para Jenderal segera menuju barak utama.


Di dalam rombongan itu, Yun Yunyue yang menggunakan identitas Jenderal Bo segera bergerak menuju pasukan yang sedang berbaris menuggu perintah.


"Jenderal." Para prajurit menyapa kedatangan Yun Yunyue.


"Bersiaplah, kita akan melakukan serangan pagi-pagi buta!" Ucap Yun Yunyue dengan santai, mengawasi semua pasukan.


Hingga tidak lama kemudian, Yun Yunyue bertemu dengan salah satu Jenderal lain.


"Jenderal, aku akan memeriksa pasukan musuh." Ucap Yun Yunyue, sambil bergerak pergi meninggalkan tempat itu.


"Jendral Bo.." Sang Jenderal memanggil Yun Yunyue, namun terlambat. Ia hanya menggelengkan kepala, lalu meminta semua pasukan untuk terus fokus.


Di Tempat Lain.


Yun Yunyue terus bergerak memperhatikan formasi serta kekuatan pasukan Kekaisaran Xe. Dia terus berkomunikasi dengan Long Zhou Yang menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan.


"Persiapan yang cukup baik. Aku akan sedikit memberikan kalian kejutan!" Yun Yunyue membatin dengan terus mengawasi situasi di tempat itu.


"Mari kita lihat lebih dekat, seberapa mengerikan strategi kalian." Ucap Yun Yunyue sambil melepaskan kesadaran Dewi Keabadian memeriksa bagian-bagian utama, yang akan di jadikan pergerakan pasukan dalam perang nanti.


Setelah melihat-lihat tempat itu, Yun Yunyue kemudian bergerak menuju barak utama untuk berkumpul bersama Kaisar, Jenderal, serta para petinggi Benua Utara yang lain.


"Aku akan meminta Kaisar untuk menggerakkan anggota Sekte Iblis Tengkorak menuju jebakan yang sudah di buat Long Zhou Yang." Yun Yunyue membatin dengan memasuki barak utama.


Menurut Yun Yunyue, tidak ada gunanya membunuh semua pasukan. Jadi dia akan memfokuskan jebakan pada anggota Sekte Iblis Tengkorak, yang tidak lain musuh utama Yun Yunyue saat ini.


"Jenderal, mari." Sambut beberapa komandan yang melihat kedatangan Yun Yunyue.


Yun Yunyue menangkupkan kedua tangan, memberikan hormat kepada semua orang yang ada di dalam barak utama.


"Jenderal, aku dengar anda baru saja memeriksa pasukan musuh?" Tanya Kaisar Xe Luan dengan serius.


"Benar, Yang Mulia. Sepertinya mereka masih terlihat tenang. Bahkan aku tidak merasakan adanya pergerakan yang mencurigakan dari mereka."


Kaisar Xe Luan dan yang lain tertawa keras mendengar ucapan Yun Yunyue.


"Aku rasa mereka hanya akan bertahan di dalam benteng seperti seekor kura-kura, hahaha...." Tetua dari Sekte Iblis Tengkorak tertawa keras.


"Baiklah... Sebaiknya kita beristirahat. Besok pagi kita akan mulai melakukan serangan secara besar-besaran..." Ucap Kaisar Xe Luan.


Semua orang menganggukkan kepala, begitu juga Yun Yunyue yang sedang mencari cara untuk berbicara pada Kaisar Xe Luan.


*****


Bersambung.....


~Bab selanjutnya bakalan perang besar. Saatnya Yun Yunyue memberikan kejutan pada Kekaisaran Xe~


~Jangan lupa tinggalkan jejak~✓

__ADS_1


__ADS_2