Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 28 - Pertarungan Di Hutan Tanpa Nama.


__ADS_3

Setelah selesai berkata Yun Yunyue, Hu Bai, Long Jiang dan Long Qian langsung bergerak menghancurkan sosok hitam tersebut.


Yun Jung, Xiao Mei dan lainnya saling menatap satu sama lain, mereka akhirnya memahami maksud adik dan Nona mereka.


"Whuss... Whuss... Mereka semua langsung ikut bertarung menghadapi sosok hitam yang terus bertambah setelah sulur-sulur hitam di dalam tanah telah di hancurkan.


Ledakan keras terus terjadi di tempat itu, menghasilkan kilatan cahaya sebagai lampu penerangan dalam kegelapan hutan tanpa nama.


Yun Yunyue terlihat sangat bersemangat melihat boneka kayu tersebut, dia berencana untuk membuat boneka kayu sebagai pasukan.


"Aku mengetahui apa yang kalian pikirkan, dan mulai sekarang berlatihlah dengan keras." Ucap Yun Yunyue kepada Kakaknya dan ketiga belas bawahannya.


Selain Yun Jung, Xiao Mei dan lainnya mengangguk kepala mengerti. Mereka memang sedikit cemas akan di kalahkan oleh boneka itu, dan tidak di butuhkan lagi saat Yun Yunyue akan menghadapi musuh-musuh di masa depan.


Hu Bai, Long Jiang dan Long Qian tertawa keras menatap wajah pucat mereka semua.


"Kalian ini benar-benar tidak memiliki rasa persaudaraan sama sekali, bisa-bisanya kalian tertawa di atas penderitaan kami semua." Xiao Mei mendengus kesal saat di tertawakan oleh ketiga orang itu.


Pertarungan di tempat itu menjadi semakin besar, Xiao Mei dan lainnya kini menjadi lebih bersemangat.


Yun Yunyue terlihat senang melihat mereka mulai serius.


Dalam sebuah pertarungan akan sangat bermanfaat untuk perkembangan seorang kultivaltor. Tujuan Yun Yunyue sendiri agar mereka memiliki pondasi yang lebih kuat, dan dapat menerobos ke tingkat selanjutnya dalam waktu dekat ini.


Setelah berhasil menghabisi semua sosok hitam dan sulur-sulur di tempat itu, tiba-tiba udara di sekitarnya kembali berhembus kencang bersamaan dengan robekan celah dari udara menampilkan sosok hitam tinggi menggunakan jubah hitam.


Tempat yang sangat kacau itu menjadi hening, Yun Yunyue bersama rombongannya langsung mengalihkan perhatian pada sosok itu.


"Kalian telah membunuh semua pasukanku, maka kalian sendiri yang harus membayarnya menggunakan nyawa kalian!" Ucap sosok tinggi berjubah hitam.


"Whuss...." Sosok itu menghilang lalu kembali muncul di samping Xiao Mei yang langsung melepaskan serangan.


Long Jiang mengerutkan kening dengan kaget, secepat mungkin dia bergerak untuk membantu Xiao Mei


Dhuarr!


Dhuarr!


Kedua serangan saling bertabrakan, membuat mereka berdua terpukul mundur beberapa langkah. Raut wajah sosok tinggi berjubah hitam itu mendadak serius, saat serangannya dapat di tahan oleh Long Jiang.


"Kalian memang memiliki kemampuan, tidak mengherankan kalian berani memasuki hutan tanpa nama ini." Setelah mengucap, sosok tinggi berjubah hitam itu kembali bergerak ke arah Long Jiang.


Yun Yunyue terlihat masih sangat tenang, ia hanya diam menyaksikan pertarungan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah bertukar serangan selama belasan jurus, sosok hitam terlempar keras menghantam tanah.


"Ugh.." Beberapa teguk darah segar keluar dari mulutnya, jubah hitam yang di pakai sudah sangat berantakan.


Whuss....!


Long Jiang menghampiri sosok itu dan mencengkram lehernya dengan keras.


"Apa kamu pikir aku dan semua orang datang kesini tanpa persiapan? Saat Tuanku memutuskan untuk datang ke hutan tanpa nama ini, di saat itu juga kita semua sama sekali tidak takut dengan apapun yang berada di tempat ini." Long Jiang mengatakannya dengan tajam, lalu melemparkan tubuh itu sekali lagi hingga menghantam tanah dengan keras.


"Ugh.." Sekali lagi darah segar keluar dari mulutnya, matanya memerah dengan wajah pucat pasi.


Ia tidak pernah menyangka sama sekali ada yang berani memasuki hutan tanpa nama, orang itu adalah pendekar tingkat tinggi.


Selain Yun Yunyue, Yun Jung, Xiao Mei, Lu Zhan, Han Rou, Zhe Lan dan lainnya menelan ludah dengan susah payah, saat merasakan aura Long Jiang yang berbeda dari biasanya.


Saat semua orang sedang fokus kepada sosok tinggi berjubah hitam itu, tiba-tiba Yun Yunyue berkata dengan sangat serius.


"Mereka datang, persiapkan diri kalian."


Yun Yunyue lalu menutup mata merasakan hembusan angin di beberapa segel yang telah dia buat di sepanjang jalan.


Whuss..."


Yun Yunyue langsung menyelimuti Kakak dan lainnya lalu meminta mereka untuk kembali ke kalung dimensi


"Ini perintah! Atau kalian ingin terbunuh sia-sia di tempat ini." Ucap Yun Yunyue tegas.


Yun Jung, Xiao Mei dan lainnya menganggukkan kepala patuh, mereka merasakan firasat buruk setelah melihat raut wajah adik dan Nona mereka.


Setelah mereka masuk Yun Yunyue melihat ke arah ketiga bawahannya Long Jiang, Hu Bai dan Long Qian.


"Beberapa persen kekuatan yang dapat kalian gunakan?"


"Aku rasa untuk membunuh mereka semua sudah lebih dari cukup Tuan." Long Jiang dan keduanya menjawab dengan tegas.


"Baik, kita akan membunuh siapa saja yang berani mengusik kita." Yun Yunyue dan ketiga bawahannya segera melakukan persiapan.


Shut!


Shut!


Suara yang memekikkan telinga terdengar, dedaunan di sekitar mulai terbang dan hancur saat hembusan angin dingin menyelimuti tempat itu.

__ADS_1


Alasan Yun Yunyue memasukkan Yun Jung dan lainnya ke dalam kalung dimensi karena dia merasakan kekuatan lawan berada pada tingkat Pendekar Kaisar, bahkan Yun Yunyue sedikit merasakan aura seorang pendekar Dewa Langit.


Dalam waktu singkat tempat itu telah di penuhi oleh sosok berjubah hitam, mereka semua mengeluarkan aura dingin.


Tanah di sekitar bergetar saat ledakan aura pendekar tingkat tinggi bermunculan. Yun Yunyue dan ketiga bawahannya tersenyum dingin melihat menatap kehadiran mereka semua.


Whuss!


Whuss!


Dari berbagai arah muncul Siluet sinar keemasan berbentuk Bintang yang di buat oleh Yun Yunyue melesat ke arah pasukan berjubah hitam itu.


Pasukan berjubah hitam di buat kaget dengan kemunculan bintang-bintang keemasan itu, mereka dengan cepat bergerak menghindar.


Dhuarr!


Booms...!


Ketiga bawahan Yun Yunyue juga melepaskan berbagai serangan telak ke arah mereka.


"Whuss.....! Yun Yunyue juga ikut bergerak seperti hembusan angin mengayunkan Pedang Keabadiannya ke arah mereka.


"Argh..." Teriakkan kesakitan bersahut-sahutan dari mulut pasukan berjubah hitam, menambah kengerian di tempat itu.


Yun Yunyue dan ketiga bawahannya bergerak dengan liar membantai mereka semua.


Sejak awal Yun Yunyue dan ketiga bawahannya sudah menyadari sesuatu yang tidak beres dengan hutan tanpa nama, sehingga Yun Yunyue membuat banyak perangkap dengan melemparkan berbagai segel di beberapa tempat.


Segel itu sendiri adalah formasi serangan Bintang, salah satu teknik rahasia yang sangat cocok untuk menghadapi pertarungan di saat seperti ini.


Saat baru saja memasuki kawasan hutan tanpa nama, Yun Yunyue tiba-tiba merasakan perbedaan aura Spiritual, bahkan dia juga merasakan aura pendekar Dewa Langit merembas keluar dari dalam tubuh.


Setelah memikirkan hal ini, Yun Yunyue akhirnya menyadari jika hutan tanpa nama berbeda dengan tempat-tempat lain, dimana ia menggunakan kekuatan seorang Kaisar meski tidak sepenuhnya.


Tidak jauh dari tempat pertarungan itu, terlihat tiga sosok yang sedang mengawasi dengan tatapan penuh kebencian dan kemarahan.


"Mereka telah membunuh banyak pasukan kita."


"Biarkan saja, mereka terlalu menganggap tinggi kekuatan sendiri. Saat ini kita hanya dapat menunggu kesempatan untuk membunuh ketiga bajingan itu, sedangkan untuk wanitanya aku akan menikmati tubuh indahnya." Sosok lain menimpali saat melihat wajah cantik Yun Yunyue, meski menggunakan cadar tapi aura kecantikannya sangat terasah.


"Aku ingin melihat sejauh mana kekuatan mereka?" Ucap sosok lain yang ternyata adalah seorang wanita.


*************

__ADS_1


Bersambung.........


Semoga para pembacaku sehat selalu ya...😇🥰🤍


__ADS_2