
"Nona." Ucap sang Jenderal yang sebelumnya ikut dalam rombongan Putra Mahkota Qin Zhuyao menuju reruntuhan kuno.
"Jenderal, senang dapat berjumpa kembali." Yun Yunyue dengan menangkupkan kedua tangannya.
Beberapa prajurit dan komandan di tempat itu menatap dengan penasaran.
"Nona dapat memanggiku dengan Jenderal Zhu."
"Baik Jenderal Zhu, sebelumnya aku ingin meminta maaf telah mengganggu waktu Jenderal. Kedatanganku ke Istana ingin menemui Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Putri Qin Zhui Ying, apa bisa?"
"Tentu saja bisa Nona. Putra Mahkota dan Putri Qin Zhui Ying pasti akan sangat senang melihat kedatangan Nona." Jenderal Zhu kemudian membawa Yun Yunyue masuk ke dalam Istana.
"Jangan ada yang membicarakan hal ini, atau kalian akan mendapatkan hukuman!" Ucap Jenderal Zhu melalui telepati, memperingati mereka semua.
Mereka semua hanya diam menatap kepergian Jenderal Zhu dan Yun Yunyue. Mereka sangat bingung melihat reaksi sang Jenderal yang terlihat sangat bahagia.
Di perjalanan, Jenderal Zhu membicarakan banyak hal mengenai apa saja yang terjadi setelah reruntuhan kuno tertutup.
Yun Yunyue terus mendengarkan pembicaraan itu.
Hingga tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba di salah satu bangunan besar yang ada di Istana Kekaisaran Qin.
Di Sisi Lain.
Di dalam ruangan, terlihat Putri Qin Zhui Ying yang terus saja diam, sedangkan Putra Mahkota yang berada tidak jauh darinya terus menatap sang adik dengan sedih.
"Zhuyao'er, Ying'er..." Ucap seorang wanita dewasa memasuki ruangan.
Qin Zhuyao dan Qin Zhui Ying menatap ke arah wanita dewasa itu. "Ibu..." Ucap mereka dengan tersenyum.
Permaisuri Yin Yiaran berjalan mendekati mereka.
"Apa kalian akan terus seperti ini?" Tanya Permaisuri, setelah tiba di dekat Qin Zhui Ying.
Tangan lembut seorang Ibu membelai rambut sang putri dengan penuh kasih sayang.
"Ibu..." Qin Zhui Ying tidak mampu melanjutkan ucapannya, dia memeluk Permaisuri Yin Yiaran dengan erat.
Qin Zhuyao yang berdiri hanya mampu menundukkan kepala.
"Dengarkan Ibu, Ibu yakin dia masih hidup dan suatu saat nanti akan menemui kalian. Dan bukankah dia sudah berjanji akan mengunjungi kalian." Ucap Permaisuri Yin Yiaran dengan lembut.
Hingga beberapa saat kemudian, Jenderal Zhu datang memasuki ruangan itu.
"Hormat pada Permaisuri Yin Yiaran, Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Putri Qin Zhui Ying." Ucap Jenderal Zhu dengan membungkukkan badan.
Permaisuri mengalihkan pandangan ke arah Jenderal Zhu, begitu juga dengan Putra Mahkota dan Putri Qin Zhui Ying.
"Jenderal, apa Kaisar memanggil kami?" Tanya Permaisuri.
"Permaisuri Yin, kedatangan hamba bukan atas perintah Kaisar. Hamba datang membawa tamu penting untuk Putra Mahkota dan Tuan Putri." Jenderal Zhu menjelaskan.
__ADS_1
Mereka bertiga mengerutkan kening, menatap bingung Jenderal Zhu.
"Tamu Penting?" Permaisuri Yin Yiaran mencoba memastikan.
"Benar Permaisuri.." Jenderal Zhu kemudian pamit untuk memanggil tamu yang dia maksud.
"Hais..." Permaisuri Yin Yiaran yang masih ingin bertanya sedikit kesal melihat Jenderal Zhu yang telah pergi.
Qin Zhuyao dan Qin Zhui Ying saling menatap satu sama lain.
Hingga tidak lama kemudian, Jenderal Zhu kembali masuk ke dalam ruangan bersama seorang gadis yang cukup cantik karena menutupi wajah asli dengan topeng kulit.
Qin Zhuyao dan Qin Zhui Ying menatap dengan mata membulat sempurna.
Yun Yunyue tersenyum menatap mereka, lalu memberikan hormat.
"Yun Yunyue memberi hormat pada Permaisuri Yin Yiaran, Putra Mahkota Qin Zhuyao dan Putri Qin Zhui Ying." Ucap Yun Yunyue dengan menangkupkan tangan.
Permaisuri Yin Yiaran yang mendengar nama gadis di depannya, langsung mengalihkan pandangan ke arah putra dan putrinya.
Qin Zhui Ying dengan cepat berlari ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue sendiri merasa kurang nyaman saat melihat situasi canggung tersebut. Hingga ia kemudian di buat terkejut saat Qin Zhui Ying tiba-tiba memeluknya.
"Kakak Yue..." Ucap Putri Qin Zhui Ying dengan menangis, semakin memeluk Yun Yunyue dengan erat.
Yun Yunyue terlihat salah tingkah, namun saat merasakan tubuh Qin Zhui Ying bergetar, dengan cepat membalas pelukan itu untuk mencoba menenangkannya.
Qin Zhuyao dan Permaisuri berjalan mendekati mereka.
Yun Yunyue membalas senyuman Qin Zhuyao, lalu menatap ke arah Permaisuri dengan tatapan hormat.
Permaisuri Yin Yiaran tersenyum, lalu menganggukkan kepala. Ia mengetahui jika Yun Yunyue merasa tidak enak kepada dirinya.
Beberapa saat kemudian, Qin Zhui Ying melepaskan pelukan dengan menatap dalam wajah Yun Yunyue.
"Kakak Yue, apa yang sebenarnya terjadi."
Qin Zhuyao, Permaisuri, dan Jendral Zhu yang merasa penasaran, juga ikut menatap Yun Yunyue menunggu jawaban.
Yun Yunyue tersenyum, menatap mereka satu persatu. "Hmm... Sebenarnya aku sudah keluar saat reruntuhan kuno akan tertutup kembali-.." Yun Yunyue kemudian menjelaskan alasan mengapa ia keluar secara diam-diam.
Mereka semua dengan serius mendengarkan penjelasan Yun Yunyue.
Setelah beberapa saat, mereka semua akhirnya mengetahui alasan mengapa Yun Yunyue melakukan hal itu. Mereka juga sadar bagaimana reaksi para tetua jika saat itu melihat Yun Yunyue yang keluar seorang diri.
Melihat rombongan Putra Mahkota keluar saja membuat para tetua bertanya-tanya hingga menimbulkan kecurigaan.
"Nak! Terima kasih atas pertolonganmu pada putra dan putriku. Aku tidak dapat menyangka jika pada saat itu tidak ada kamu yang membantu kedua anakku.." Ucap Permaisuri Yin Yiaran dengan tulus.
"Permaisuri tidak perlu berterima kasih, bagaimana juga itu semua sudah menjadi kewajibanku untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Aku juga meminta maaf karena telah gagal menyelamatkan para jenius Benua Tengah."
__ADS_1
Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Kaisar Qin Shan memasuki ruangan bersama Jenderal Tian.
Mereka yang ada di dalam ruangan, dengan cepat memberikan hormat.
"Hormat pada Yang Mulia Kaisar."
Kaisar Qin Shan tersenyum kecut menatap mereka. Dia merasa tidak membutuhkan penghormatan seperti saat ini, apalagi dari keluarganya sendiri.
"Tidak perlu terlalu formal."
Permaisuri Yin Yiaran dan kedua anaknya terkekeh pelan melihat raut wajah suami dan sang Ayah.
"Nona.." Sapa Jenderal Tian dengan hormat menatap Yun Yunyue.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu menatap Kaisar Qin Shan.
"Nak! Aku Kaisar Qin Shan, ayah dari Qin Zhuyao dan Qin Zhui Ying mengucapkan terima kasih." Ucap Kaisar Qin Shan membungkukkan badan.
Yun Yunyue menggelengkan kepala, ia dengan cepat membantu Kaisar untuk bangkit.
"Tidak pantas seorang Kaisar membungkukkan badan pada gadis biasa sepertiku."
"Kamu benar, hanya saja aku melakukan ini semua dengan posisiku sebagai seorang ayah. Bagaimana juga pertolonganmu telah menyelamatkan kedua anakku." Ucap Kaisar Qin Shan dengan sangat tulus.
Yun Yunyue tersenyum. Ia menatap Kaisar Qin Shan dengan penuh hormat. Dia benar-benar menganggumi sosok Kaisar Qin Shan yang tidak malu melakukan hal seperti ini, dimana ia mampu bersikap bijak tanpa kehilangan kewibawaan sebagai seorang pemimpin sebuah Benua.
"Benua Tengah sangat beruntung mendapatkan sosok Kaisar seperti Kaisar Qin Shan." Yun Yunyue mengucapkan dengan sungguh-sungguh.
Qin Zhui Ying menatap sang Ayah dengan tatapan penuh arti. Kaisar Qin Shan yang melihat tatapan sang putri tersenyum kecil.
"Nak! Aku memiliki satu permintaan kepadamu." Ucap Kaisar Qin Shan dengan serius.
"Aku tidak berjanji mampu memenuhi permintaan Kaisar, namun selagi itu masih dalam batas kemampuanku, aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik."
Kaisar Qin Shan menganggukkan kepala, kemudian menatap ke arah Permaisuri Yin Yiaran.
Permaisuri menganggukkan kepala, begitu juga dengan Qin Zhuyao.
"Nak! Putriku menginginkan kamu menjadi Kakak angkatnya, apa kamu tidak keberatan?"
Yun Yunyue terdiam selama beberapa saat, lalu menatap Qin Zhui Ying yang terlihat sangat berharap Yun Yunyue mau menerima dia sebagai adik angkatnya.
Yun Yunyue kembali menatap Kaisar Qin Shan. "Tentu saja, aku merasa sangat terhormat memiliki seorang adik cantik seperti Tuan Putri Qin Zhui Ying."
"Hahaha.... Artinya, aku adalah kakakmu!" Qin Zhuyao tiba-tiba tertawa dengan bahagia.
Hal itu membuat gelak tawa dari semua orang, Yun Yunyue sendiri menatap dengan menggelengkan kepala. Ia tidak menyangka akan menjadi bagian dari Kekaisaran Benua Tengah.
"Sepertinya aku harus segera membicarakan mengenai pergerakan musuh, dan rencana yang akan aku lakukan di perbatasan pada mereka." Batin Yun Yunyue, karena bagaimana juga ia telah menjadi bagian dari Kekaisaran Qin.
*
__ADS_1
*
Bersambung.....