Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 94 - Perang ⁴ - Perubahan.


__ADS_3

Kaisar Xe Luan tertawa keras mendengar ucapan Yun Yunyue.


"Aku akui kau memang hebat, namun itu semua tidak akan membuat aku sedikit pun takut denganmu!" Ucap Kaisar Xe Luan, lalu membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi.


Yun Yunyue menatap serius ke arah Kaisar Xe Luan.


"Ini!" Ucap pelan Yun Yunyue dengan terkejut, saat sebuah energi yang sangat besar tiba-tiba terkumpul di sekitar tubuh Kaisar Xe Luan.


"Long Zhou Yang, Long Jiang dan kalian semua, bawa semua orang pergi dari tempat ini sekarang!" Teriak Yun Yunyue dengan sangat serius.


Keenam bawahannya yang juga merasakan gelagat aneh segera meminta semua orang untuk pergi menjauh.


"Whuss... Whuss..." Kaisar Qin Shan, Qin Zhuyao, Leluhur Han, para Jenderal dan semua pasukan Kekaisaran Qin dengan patuh pergi menjauh dari tempat itu.


Hal yang sama juga dilakukan oleh pasukan serta petinggi dari Kekaisaran Xe. Mereka semua mulai merasakan aura di sekitarnya tiba-tiba berubah dratis, menjadi aura kematian yang sangat pekat.


Yun Yunyue dengan serius berdiri di tempatnya menatap apa yang sedang di lakukan Kaisar Xe Luan.


"Ini! Ini bukan Kaisar Xe Luan!" Ucap salah satu Jenderal Kekaisaran Xe, saat melihat asam hitam pekat muncul.


"Jenderal, apa kau yakin?" Tanya Long Zhou Yang yang berada tidak jauh darinya.


"Benar, tuan. Aku memang sudah lama merasakan adanya perubahan sikap dan kebiasaan dari Kaisar Xe Luan..." Jelas sang Jenderal.


Mereka yang mendengar ucapan itu semakin di buat bingung dengan situasi yang sebenarnya terjadi. Jika yang di katakan sang Jenderal benar, lalu dimana Kaisar Xe Luan selama ini.


"Whuss..." Beberapa saat kemudian, Kaisar Xe Luan kini telah berubah menjadi sosok berbeda. Dimana sosok itu memiliki kepala tengkorak, bola mata merah, dan tubuh yang memiliki corak rumit berwarna hitam.


"Hahaha... Aku tidak menyangka akan memperlihatkan sosok asliku di hadapan kalian semua lebih cepat dari rencanaku. Dan itu semua karena dirimu Nak!" Ucap Kaisar Xe Luan menatap Yun Yunyue dengan tenang, namun terlihat aura membunuh yang sangat kuat di arahkan menuju Yun Yunyue.


Mendengar ucapan itu, Yun Yunyue masih berdiri dengan tenang mencoba menenangkan dirinya.


"Siapa sebenarnya dia?" Batin Yun Yunyue.


Sedangkan sosok itu sendiri hanya tersenyum remeh menatap semua orang. Dia hanya fokus pada sosok Yun Yunyue dan keenam bawahannya, yang dia rasa paling kuat di antara mereka semua.


"Baiklah, agar kau tidak mati dalam rasa penasaran. Aku akan memperkenalkan diri. Namaku Houe Song, pemimpin utama Sekte Iblis Tengkorak yang akan menjadi Sekte nomor satu serta mengembalikan kembali kejayaan Keluarga Houe sesuai dengan permintaan Leluhur Agungku." Ucap sosok itu yang bernama Houe Song.

__ADS_1


Semua orang menatap dengan tidak percaya, mereka selama ini mengetahui jika nama Patrick Sekte Iblis Tengkorak adalah Xian Guo.


Houe Song kemudian menatap semua Jenderal dan pasukan Kekaisaran Xe.


"Aku bisa saja mengampuni kalian. Tapi dengan satu syarat, bunuh mereka semua untukku!" Ucapnya dengan melepaskan aura penindasan ke arah para Jenderal Kekaisaran Xe.


Mendengar ucapan itu, membuat mereka semua dilema. Namun saat merasakan kekuatan yang luar biasa dari tubuh Houe Song membuat mereka merasa berada di pihaknya adalah keputusan yang sangat tepat.


"Jangan ceroboh! Apa kalian akan mempercayai sosok yang telah membunuh Kaisar kalian sendiri. Dia telah menyamar menjadi Xe Luan sejak lama, yang mana artinya selama ini kalian telah di bohongi. Aku yakin, meski kalian selamat hari ini, tapi tidak di masa depan!" Ucap Yun Yunyue kepada pasukan Kekaisaran Xe.


Mereka semua kembali terdiam, apa yang di katakan Yun Yunyue ada benarnya.


"Jangan sampai termakan oleh Ucapnya, jika kalian menyerah, artinya kalian telah menjadi bawahan dari Kekaisaran Xe.


Kata-kata Yun Yunyue dan Houe Song membuat semua orang di tempat itu terdiam.


"Cih! Kalian benar-benar bodoh! jika begitu perhatikan baik-baik bagaimana aku akan membunuh bajingan kecil ini!" Ucap Houe Song, lalu bersiap untuk menyerang Yun Yunyue.


"Whuss..." Aura kematian yang sangat kuat menyebar memenuhi tempat itu.


Semua orang terlihat sangat kesulitan untuk bernafas, mereka bahkan merasa beban yang sangat kuat berada di punggung mereka.


"Whuss..." Dua aura yang sama-sama kuat saling bertemu, membuat tempat itu semakin mencekam.


Semua orang akhirnya dapat bernapas dengan lega, meski mereka masih merasakan tekanan dari aura kematian yang di lepaskan Houe Song, namun tidak seperti sebelumnya.


Keenam bawahannya sendiri merasa sangat khawatir dengan keadaan Tuannya. Mereka dapat merasakan kekuatan Houe Song lebih kuat.


"Tuan, izinkan kami untuk ikut bertarung bersama Tuan." Ucap enam bawahannya dengan serempak.


Yun Yunyue tersenyum ke arah mereka. "Tugas kalian adalah menjaga mereka. Buat formasi di tempat ini, dan percayakan padaku sepenuhnya!" Ucap Yun Yunyue dengan suara tegas dan mendominasi.


Keenam bawahannya yang mendengar ucapan sang Tuan menganggukkan kepala patuh. Bahkan semua orang menatap Yun Yunyue penuh hormat setelah aura Dewi Keabadian di keluarkan sepenuhnya.


Sosok Yun Yunyue kali ini bahkan mengalahkan aura sang Kaisar. Dia terlihat sangat gagah, berwibawa, tegas, serta bijaksana.


"Whuss..." Bola mata Yun Yunyue berubah menjadi warna emas, dengan pupil mata keemasan, serta rambut panjang emas yang tergerai terlihat sangat indah.

__ADS_1


Armor emas muncul, bersama dengan Pedang Keabadian di tangan kanan, semua orang yang melihat Yun Yunyue seperti seorang Dewi Perang.


"Whuss..." Tiga kekuatan yang ada di dalam tubuh Yun Yunyue keluar dari dalam tubuhnya.


Semua orang yang melihat itu langsung bersujud di tanah dengan tubuh bergetar hebat.


Sosok Houe Song bahkan terkesima dengan perubahan yang terjadi pada Yun Yunyue.


"Hahaha... Ternyata kau memang bukan berasal dari Alam Rendah ini. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan sosok sepertimu!" Ucapnya mencoba menenangkan diri dari keterkejutan itu.


Di atas langit, Yun Yunyue dan Houe Song berdiri dengan jarak lima puluh meter. Walaupun demikian, tampak perbedaan kekuatan dari mereka yang sangat mencolok. Terlebih lagi Yun Yunyue yang saat ini masih berada di ranah Kaisar Dewa Puncak, sementara sosok Houe Song berada di ranah Mortal puncak.


"Berdirilah, dan kita harus bergerak lebih jauh lagi." Ucap Yun Jinling kepada semua orang yang masih berlutut.


"Baik."


Semua orang bergerak menjauh, mereka berhenti saat di rasa jarak sudah aman. Mereka menatap kedua orang yang sedang berdiri di atas langit dengan pandangan kagum, beberapa dari mereka terlihat sangat khawatir dengan Nona Muda dan Tuan mereka, tapi mereka juga tidak boleh melanggar perintah sang Tuan.


"Tuan Long Zhou Yang, apa Yue'er akan baik-baik saja?" Tanya Qin Zhuyao dengan wajah sedih.


Keenam bawahannya tersenyum, tanpa mengalihkan pandangan. "Putra Mahkota tenang saja. Tuan memiliki banyak rahasia yang belum kalian ketahui." Ucap Long Qian.


Mereka semua menganggukkan kepala, meski rasa khawatir dan cemas masih menyelimuti hati mereka masing-masing.


Di atas langit, Yun Yunyue dengan tenang menggoreskan jarinya ke Pedang Keabadian. Dia menutup mata dengan tangan yang terus bergerak membuat tulisan-tulisan Kuno di atas bilah pedang itu.


Houe Song juga melakukan hal yang sama, dia segera bersiap tidak ingin meremehkan sosok Yun Yunyue.


"Pada akhirnya, satu-satunya kekuatan yang harus di cita-citakan oleh manusia adalah yang dia lakukan terhadap dirinya sendiri. Dia yang tidak bisa menuruti dirinya sendiri, akan di perintah. Itulah sifat makhluk hidup, dia yang memerintah dalam dirinya sendiri dan mengatur nafsu, keinginan, dan ketakutan, lebih dari seorang penguasa.


"Di tengah gerakan dan kekacauan, pertahankan keheningan di dalam dirimu. Dalam sebuah kekuatan, terletak benih kebebasan Abadi. Demi langit dan bumi, demi semesta serta makhluk hidup yang ada di dalamnya. Aku Yun Yunyue, Dewi Keabadian Yang Agung meminta keadilan untuk ketentraman dan kejayaan!"


"Whuss..." Setelah Yun Yunyue mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba langit mulai menggelap dengan suara bergemuruh petir yang saling bersahutan di seluruh Alam Semesta.


Semua orang menatap Yun Yunyue dengan mata membulat sempurna. Pedang Keabadian yang berada di tangan Yun Yunyue melesat terbang lalu mengubah diri menjadi Sosok Phoenix emas dengan mahkota di atas kepala.


"Roarghh..."

__ADS_1


*******


Bersambung.....


__ADS_2