Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 120 - Akhir Pertempuran.


__ADS_3

Yun Yunyue memberikan perintah untuk melepaskan kekuatan api semua pasukan, hingga beberapa saat kemudian racun mulai mengganas. Yun Yunyue lalu meminta pasukan Phoenix Emas untuk keluar dari dalam formasi.


"Baik, Nona Muda." Jawab mereka secara serempak, kemudian bergerak keluar dari formasi.


Tetua Mong yang melihat hal itu pun tidak tinggal diam, dia dan beberapa tetua segera melepaskan serangan ke arah pasukan Phoenix Emas.


"Whuss..." Yun Yunyue langsung bergerak dengan melepaskan serangan dari keningnya.


"Dhuarr... Dhuarr..." Tetua yang berniat menyerang pasukan Phoenix Emas terlempar.


"Argh... Bajingan kecil!" Teriak tetua Mong dengan marah.


Yun Yunyue tidak memperdulikan teriakan tetua Mong. "Terus bergerak keluar!" Perintahnya pada pasukan Phoenix Emas.


"Whuss... Whuss..." Satu persatu dari mereka akhirnya keluar dari dalam formasi.


Melihat pasukan Phoenix Emas telah keluar semua, Yun Yunyue segera melesat ke atas langit dengan melewati formasi cincin Phoenix yang mulai menghilang.


Hingga beberapa saat kemudian, dia berdiri di atas langit dengan menggerakkan tangan.


"Whuss..." Ratusan bintang emas muncul mengambang di udara dan berdengung.


"Formasi Sangkar Keabadian!"


"Whuss..." Ratusan bintang emas melesat dengan kecepatan angin, membentuk sebuah kubah yang menutupi pasukan Sekte Kelabang beracun.


Pasukan Phoenix Emas yang melihat hal itu akhirnya mengerti, bukan hanya bergerak dengan memberikan energi kepada mereka saja, Nona Muda mereka juga ternyata sedang mempersiapkan diri membuat formasi selanjutnya, sehingga dia tidak khawatir saat pasukan Phoenix Emas meninggalkan titik pusat formasi cincin Phoenix sebelumnya.


Pasukan Sekte Kelabang beracun yang melihat hal itu pun mulai putus asa, bukan hanya berada di dalam formasi saja, bahkan saat ini mereka telah mengeluarkan racun terkuat milik mereka semua.


Dengan kekuatan Yun Yunyue, tidak sulit untuk mengalahkan mereka semua. Yun Yunyue memiliki niat dan maksud lain, di samping sebagai latihan pasukan Phoenix Emas, ini semua juga dia lakukan untuk memberikan musuh hukuman menggunakan racun milik mereka sendiri. Ini bisa di namakan sebagai senjata makan tuan.


Di tambah dengan api yang sebelumnya di lemparkan oleh pasukan Phoenix Emas, maka dengan ini racun milik mereka menjadi lebih ganas lagi.


"Oh tidak! Ini jebakan." Tetua Mong menggelengkan kepala dengan pasrah.


Zhu Lon dan beberapa tetua yang lain pun hanya dapat menyesali apa yang mereka lakukan sebelumnya.


Hingga satu persatu anggota Sekte Kelabang beracun yang sudah putus asa terduduk di atas tanah. Mereka sudah tidak mampu melakukan apapun lagi.


Andai saja mereka lebih tenang, mungkin mereka tidak akan berada dalam posisi saat ini.

__ADS_1


"Siapa sebenarnya gadis kecil itu!?" Batin tetua Mong menatap ke atas langit, dimana tempat Yun Yunyue berdiri.


Yun Yunyue yang berada di atas langit, segera bergerak ke tempat pasukan Phoenix Emas.


"Whuss..."


"Nona Muda!" Ucap pasukan Phoenix Emas, saat Yun Yunyue tiba di tempat mereka.


Yun menganggukkan kepala dengan ramah. "Pulihkan diri kalian." Yun Yunyue memberikan pil emas dan pil penambahan energi.


"Baik, Nona Muda." Kemudian segera mencari tempat untuk memulihkan diri.


Di Tempat Lain.


Jenderal Zhiang, Xi Qiameng dan kedua ketua Fraksi Naga dan Bunga yang telah melihat pertempuran itu hanya dapat menggelengkan kepala.


"Sepertinya aku belum dapat mengenali Nona Muda secara baik." Ucap Yuan Shou dan Ling Ling dengan tersenyum kecut.


"Bukan hanya kalian saja, bahkan aku yang memiliki pengalaman lebih banyak tidak dapat menebak apa yang ada di dalam pikiran Nona Muda." Xi Qiameng menimpali dengan tersenyum canggung.


"Hahaha..." Jenderal Zhiang tertawa lepas mendengar ucapan mereka berdua.


Awalnya mereka berempat mengira Yun Yunyue akan membunuh mereka dengan pertempuran yang luar biasa, namun setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya, mereka bahkan tidak dapat berkata-kata lagi dengan rencana yang di buat oleh Nona Muda mereka.


Bukan pertempuran yang luar biasa dengan teknik-teknik tingkat tinggi, tetapi bagaimana kecerdikan seseorang begitu berperan di dalam pertempuran hingga membuat mereka, tidak dapat menebak satu pun pertempuran itu sejak awal.


Hal itu juga di rasakan oleh Tuan Walikota bersama orang-orangnya. Melihat pertempuran Yun Yunyue dan pasukan Phoenix Emas, membuat mereka hanya dapat menahan nafas dengan susah payah. Apalagi saat melihat seorang gadis bertopeng yang sejak tadi terlihat sangat tenang seperti air.


Bagaimana tidak, Yun Yunyue bukan hanya menyusun rencana dengan sangat baik. Bahkan dia juga masih memikirkan nyawa orang lain dalam pertempuran itu.


Yang membuat mereka semakin kagum, bagaimana Yun Yunyue melakukan hal yang luar biasa dengan menempa kekuatan tempur pasukannya dengan memposisikan mereka dalam keadaan bahaya, kemudian tiba-tiba pasukannya menjadi begitu bersemangat dengan api yang berkobar di mata mereka tanpa rasa takut sedikit pun.


"Tuan Walikota." Sang Jenderal menyadarkan Tuan Walikota.


"Jenderal, ada apa?" Ucapnya dengan menatap ke arah Jenderal.


"Bukankah sebaiknya kita menemui Nona Muda itu dan berterima kasih padanya?"


"Kamu benar." Kemudian segera meminta orang-orangnya untuk ikut bersamanya menuju tempat Yun Yunyue.


Yun Jung dan lainnya sudah terlebih dahulu berkumpul bersama Yun Yunyue.

__ADS_1


Di Dalam Formasi.


Di dalam formasi, kini pasukan Sekte Kelabang beracun satu persatu mulai kehilangan nyawanya.


Terlihat dengan bagian tubuh mereka yang menghitam, dan sebagian lagi memuntahkan darah segar dari mulut, mata, dan hidung serta kuping secara terus menerus.


Hingga beberapa menit kemudian, kobaran api itu mulai menghilang. Bersamaan dengan pasukan Sekte Kelabang beracun yang menghilang menjadi abu tanpa sisa.


Di Tempat Lain.


Yun Yunyue yang menatap ke arah formasi, mengalihkan pandangan saat sang kakak dan lainnya datang.


"Nona Muda."


"Yue'er..."


Yun Yunyue menganggukkan kepala. "Kita akan mengurus beberapa hal di kota Wanyan terlebih dahulu, aku akan mengirimkan pesan kepada Xian Feng untuk tetap bergerak dan menunggu kita tiba."


"Baik, Nona Muda." Jawab mereka semua.


Hingga tidak lama kemudian, Tuan Walikota datang menghampiri mereka.


"Nona, tuan.." Tuan Walikota memimpin rombongan memberikan hormat.


Yun Yunyue dan rombongan menganggukkan kepala.


"Nona, saya So Zhang mewakili kota Wanyan ingin mengucapkan terima kasih pada Nona dan tuan-tuan sekalian yang telah menolong kami semua." Ucap Walikota So Zhang dengan tulus, di ikuti para petinggi dan orang penting di kota Wanyan.


"Ini semua sudah menjadi kewajiban bagi kami, untuk memberikan rasa nyaman dan menjaga keamanan Benua Timur." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.


"Baiklah, lupa hal ini. Untuk saat ini ada yang lebih penting, bukan begitu Tuan Walikota So Zhang?" Lanjut Yun Yunyue.


Walikota So Zhang menganggukkan kepala.


"Bawah aku ke tempat mereka yang telah terkena racun. Aku akan berusaha untuk membantu." Ucap Yun Yunyue.


****


Bersambung....


~Jangan lupa tinggalkan jejak ya Guys, kasihanilah dengan Author ini yang tangannya sudah gemetaran ngetik~❣️🤍

__ADS_1


__ADS_2