Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 147 - Benua Utara


__ADS_3

Yun Yunyue berjalan mendekati ke-tiga orang yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Tuan."


"Kakek tua, apa yang kamu lakukan setelah ini? Tapi menurutku kembalilah ke Alam Atas. Bantu Dewa Takdir menyelesaikan masalah di sana."


"Dewi, izin hamba untuk mengikuti anda." Ming An menatap Yun Yunyue penuh harap.


Yun Yunyue terdiam selama beberapa saat mendengar ucapan Ming An. "Kakek tua, masuklah."


"Baik, Dewi."


"Whuss..." Ming An lenyap dari pandangan mereka.


Setelah memasukkan Ming An ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue menatap Long Zhou Yang dan Xiao Mei secara bergantian.


"Kita lanjutkan perjalanan. Aku harap sebelum malam tiba kita sudah memasuki Benua Utara."


"Baik, Tuan."


"Whuss..." Yun Yunyue dan kedua orangnya melesat menuju arah barat dengan kecepatan tinggi, Yun Yunyue terbang sambil melihat tempat-tempat yang di lewati dengan tenang.


Sebelum meninggalkan Gunung Aniun, Yun Yunyue telah memasang formasi bayangan di tempat itu, ia sudah menemukan tempat yang cocok untuk membangun Sekte Lotus Putih di sana.


"Mei, udara di sini cukup dingin, jika kamu tidak dapat menahannya kembalilah ke dalam kalung dimensi." Ucap Yun Yunyue saat melihat tubuh Xiao Mei menggigil kedinginan.


"Aku bisa menahannya, Nona."


"Whuss..." Api Keabadian muncul di sekelilingi Xiao Mei yang membuatnya merasa sangat nyaman.


"Tuan, sekitar satu kilometer dari depan, kita akan menghadapi gelombang es yang ada di tempat itu." Long Zhou Yang menatap tajam ke arah depan, di mana gelombang es berada.


"Hancurkan apa pun yang menghalangi jalan kita!" Yun Yunyue berkata dengan dingin.


"Baik, Tuan."


Tidak lama kemudian, akhirnya mereka bertiga sampai di mana ada gelombang es yang menutup jalan mereka.


Udara di sekitar sangat dingin, Yun Yunyue dan Long Zhou Yang melindungi tubuh mereka dengan kekuatan yang ada di tubuhnya. Untuk Xiao Mei, ia sangat nyaman karena Api Keabadian yang terus memberikan kehangatan.


Yun Yunyue menatap ke arah gelombang es itu sejenak, lalu mengalihkan pandangan ke arah Long Zhou Yang.


"Jika bisa menyelesaikannya, lakukan dengan cepat!" Yun Yunyue memberi perintah.

__ADS_1


"Baik, Tuan." Long Zhou Yang langsung menghilang dari tempatnya berdiri.


"Whuss... Boom... Dhuarr..." Ledakan keras terjadi di tempat itu, gelombang es tersebut bukannya menghilang malah semakin besar dan ganas.


Long Zhou Yang kembali mengeluarkan kekuatan penuhnya, ia tidak mau membuat Tuannya menunggu.


"Sapuan Angin Tornado - Api Penghancur!"


"Whuss... Dhuarr... Dhuarr...." Ledakan beruntun terus terjadi, tapi tidak membuat gelombang es tersebut hancur, malah tetap kokoh di tempatnya.


Long Zhou Yang yang kesal bersiap untuk langsung menyerang, tapi suara Yun Yunyue berhasil menghentikan gerakannya.


"Kembalilah!"


"Tuan-...?"


Yun Yunyue mengangkat tangan, membuat Long Zhou Yang yang ingin berbicara menutup kembali mulutnya.


Yun Yunyue menggerakkan tangannya menuju Api Keabadian yang masih mengelilingi tubuh Xiao Mei.


"Pergi!"


"Whuss..." Seakan mengerti, api tersebut membagi dirinya menjadi dua bagian untuk tetap melindungi Xiao Mei, sementara satunya melesat dengan kecepatan tinggi menuju gelombang es tersebut.


Setelah menghancurkan gelombang es tersebut, Api Keabadian kembali ke tempat Xiao Mei untuk melindunginya dari kedinginan.


"Mungkin alasan inilah Benua Barat memutuskan hubungan dari Benua lain. Sekarang tiga masalah sudah teratasi, sehingga tidak perlu khawatir jika mereka melewati tempat ini." Yun Yunyue melihat sekitarnya dengan saksama.


"Kembali lanjutkan perjalanan. Long Zhou Yang ubahlah, agar kita cepat sampai di Benua Utara."


Long Zhou Yang menganggukkan kepala, lalu melesat menjauhi mereka dengan mengubah tampilan menjadi seekor naga Hitam besar.


"Silahkan Tuan."


Yun Yunyue menganggukkan kepala, ia lalu melesat menaiki punggung Long Zhou Yang dengan Xiao Mei di belakangnya.


Setelah semuanya naik, Long Zhou Yang membuat formasi transparan untuk melindungi mereka, lalu ia melesat dengan kecepatan tinggi di atas lautan yang luas.


Satu kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi, lima jam kembali berlalu hingga akhirnya mereka bisa melihat sebuah kota yang berdekatan dengan perbatasan.


"Tuan, ada sebuah kota di depan kita, apa kita akan singgah atau terus melanjutkan perjalanan?" Tanya Long Zhou Yang dengan semangat.


Yun Yunyue terdiam sejenak. "Kita istirahat malam ini di kota tersebut untuk melihat situasi yang ada di kota itu!"

__ADS_1


"Baik, Tuan!" Long Zhou Yang kembali mempercepat gerakannya.


Lima belas menit kemudian, Long Zhou Yang mendarat di hutan tidak jauh dari gerbang kota.


"Whuss... Whuss..." Yun Yunyue dan Xiao Mei langsung melompat turun dari punggung Long Zhou Yang.


"Cuaca di sini sangat dingin." Ucap Yun Yunyue memperhatikan sekitarnya.


"Benar Nona, di tempat ini sangat cocok untuk orang yang memiliki elemen es seperti Tuan Muda Yun Jung." Xiao Mei menimpali.


Yun Yunyue tersenyum mendengar ucapan pelayan setianya. "Mei, jika kakakku keluar dari kalung dimensi, berarti kamu harus masuk ke dalam untuk menjaga si kecil."


"Tidak apa-apa Nona, aku akan masuk ke Kalung Dimensi saja untuk menemani Nona kecil." Ucap Xiao Mei yang tidak mau untuk terus membebani Nonanya.


Yun Yunyue memahami apa yang Xiao Mei ucapkan, tapi ia juga tidak bisa memaksa sehingga memasukkan Xiao Mei ke dalam kalung dimensi.


Setelah memasukkan Xiao Mei ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue dan Long Zhou Yang berjalan keluar dari dalam hutan menuju gerbang kota.


Yun Yunyue dan Long Zhou Yang berjalan dengan tenang mengambil tempat barisan belakang. Banyak yang mengantri untuk memasuki kota Nun tersebut. Entah itu para kultivaltor, orang biasa dan para bangsawan.


Setelah cukup lama mengantri, kini giliran Yun Yunyue dan Long Zhou Yang yang di periksa.


"Mohon untuk tunjukkan identitasnya Tuan, Nona." Ucap prajurit itu dengan ramah.


Yun Yunyue menganggukkan kepala mengerti, lalu ia mengeluarkan lencana Kekaisaran Qin kepada penjaga itu.


Prajurit itu menerima dan memeriksanya dengan teliti. "Apa Tuan dan Nona tidak berasal dari Benua Barat ini?" Tanya prajurit itu dengan sedikit terkejut saat melihat lencana yang berada di tangannya.


"Kami berasal dari Benua Tengah, Kekaisaran Qin." Yun Yunyue membalas dengan tenang.


"Apa!" Prajurit dan rekannya terkejut mendengar ucapan Yun Yunyue.


"Bagaimana bisa ada orang yang bisa melewati gelombang es tersebut?" Batin mereka dengan menatap Yun Yunyue dan Long Zhou Yang penuh selidik.


"Saudara, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu dari mereka melalui telepati.


"Setelah mereka masuk ke dalam kota, awasi mereka berdua, aku akan memberitahukan hal ini pada komandan."


"Jangan gegabah! Jika mereka bisa melewati gelombang es itu, berarti keduanya bukan orang sembarangan!" Yang lain menimpali.


"Bagaimana? apa aku dan saudaraku bisa masuk ke dalam kota?" Tanya Yun Yunyue menyadarkan mereka.


****

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2