
Yun Yunyue terus berjalan dengan tenang sambil melepaskan kesadaran Dewi Keabadian.
Hingga tidak lama kemudian, dia menghentikan langkahnya saat merasakan sesuatu yang terus menatap ke arahnya.
"Hm.." Yun Yunyue menatap salah satu dinding lorong penjara tersebut.
"Whuss..." Dengan menggerakkan kedua tangan, Yun mulai menciptakan sebuah segel lalu menempatkan tapak tangan kanan terbuka pada bagian dinding.
"Krak..." Dinding terbuat dari lempengan batu itu hancur berkeping-keping, memperlihatkan sebuah ruangan dengan ukuran 3x4.
Terlihat seorang pria paruh baya yang sedang terikat rantai besi hitam. Pria paruh baya itu sendiri mulai membuka kedua mata, lalu menatap ke arah Yun Yunyue dengan berusaha menampilkan senyum.
"Nak, Siapa kamu sebenarnya?" Tanya sosok pria paruh baya dengan suara pelan.
"Senior?"
"Aku mengetahui jika kamu bukan Jenderal Kekaisaran ini." Ucap pria paruh baya itu.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, lalu mengubah tampilan wujud aslinya.
"Aku cukup terkesan dengan kemampuan Senior, namun sangat di sayangkan.." Yun Yunyue menggelengkan kepala melihat keadaan pria paruh baya itu, ia kemudian berjalan mendekati dengan memposisikan tubuh sejajar dengannya.
"Telanlah, setidaknya ini dapat membantu proses penyembuhan luka-luka ringan di tubuh senior." Yun Yunyue memberikan pil emas.
Pria paruh baya itu menatap mata indah Yun Yunyue, lalu segera menelan pil emas.
Yun Yunyue dengan tenang mengalirkan energi untuk membantu proses penyerapan.
"Beberapa titik meridiannya telah tersumbat hawa dingin." Batin Yun Yunyue saat memeriksa keadaan tubuh sang pria paruh baya itu.
"Whuss..." Jarum emas muncul di tangan Yun Yunyue, lalu dengan gerakan lihai ia menempatkan jarum emas pada titik meridian yang mengalami masalah.
"Senior, percayakan semua padaku. Meski aku bukan orang baik, setidaknya aku mengetahui mana yang pantas untuk mendapatkan pertolongan dariku." Ucap Yun Yunyue, saat merasakan adanya sedikit penolakan.
Pria paruh baya itu menganggukkan kepala dengan terus fokus menyerap khasiat pil emas.
Sedangkan Yun Yunyue sendiri, terus fokus menggerakkan tangan menempatkan puluhan jarum emas pada titik meridian.
Hingga lima belas menit kemudian.
"Whuss..." Aura yang cukup kuat menyebar keluar memenuhi ruangan itu.
Yun Yunyue tersenyum saat melihat keadaan semua meridian pada tubuh pria paruh baya itu telah kembali pulih.
Pria paruh baya itu perlahan membuka mata, lalu melepaskan serangan ke arah Yun Yunyue.
__ADS_1
Dengan gerakan santai, Yun Yunyue menahan pukulan sang pria paruh baya hanya dengan menggunakan Kekuatan fisik.
"Bugh..." Pria paruh baya itu segera bersujud di hadapan Yun Yunyue.
"Hamba Xe Feng memberikan hormat pada Nona.." Ucapnya dengan hormat.
Mulut Yun Yunyue terbuka menatap Pria paruh baya itu.
"Senior?"
"Nona, hamba adalah Kaisar Kekaisaran Xe sebelumnya. Hamba telah membuat kesalahan, mohon Nona mengampuni mereka yang tidak mengetahui apapun mengenai masalah ini."
"Senior, lalu siapa Xe Luan?"
"Xe Luan adalah putra kedua hamba-..." Xe Feng menghentikan ucapannya.
"Katakan..."
"Nona, hamba ingin menanyakan keadaan Xe Zhiang."
Yun Yunyue mengerutkan kening, lalu meminta Xe Feng untuk bangkit berdiri.
Xe Feng dengan patuh berdiri dengan tegak, menatap Yun Yunyue dengan penuh hormat.
"Aku tidak mengetahui bagaimana semua ini terjadi. Mohon penjelasan senior."
"Xe Luan bekerja sama dengan Sekte Iblis Tengkorak dengan bayaran setengah wilayah Benua Utara akan di berikan dan menjadi milik mereka. Masalah ini hanya para petinggi yang mengetahui, namun mereka yang menolak dan tetap setia terhadapku harus mendapatkan hukuman kematian.
"Rahasia mengenai identitas Xe Zhiang di sembunyikan dengan rapih oleh Xe Luan. Aku yakin ini alasan dia membawa Nona dan Xe Zhiang ke dalam penjara bawah tanah, karena ingin kalian berdua mengalami hal yang serupa dengan apa yang kami semua alami selama ini." Jelas Xe Feng dengan mengingat masa lalunya.
Yun Yunyue terdiam setelah mendengar cerita Xe Feng. Dia tidak menyangka masalah di Benua Utara ternyata sangat rumit. Bahkan demi kedudukan, Xe Luan dengan rela melakukan berbagai cara.
"Hamba sangat yakin, jika Nona Muda tidak berasal dari Alam Rendah ini. Di lihat dari kejeniusan serta kekuatan Nona, hamba meyakini jika Nona berasal dari Alam atas." Lanjut Xe Feng dengan serius.
Yun Yunyue tersenyum tipis mendengar ucapan tersebut.
"Aku tidak perduli senior ingin mengatakan aku bukan berasal dari dunia ini atau apapun itu. Yang terpenting saat ini, aku hanya ingin melakukan apa yang seharusnya aku lakukan."
Tubuh Xe Feng menegang, dia mulai berpikir yang tidak-tidak.
"Senior tenang saja. Aku memang bukan orang baik yang selalu membantu orang lain saat berada dalam kesusahan, aku juga bukan pahlawan yang rela berkorban untuk keberlangsungan hidup manusia, aku hanya seorang manusia yang memiliki perasaan untuk mencintai dan menghargai kehidupan semua makhluk hidup di dunia ini.
"Tujuan hidupku bukan menjadi orang paling baik di antara orang baik, tapi tujuanku saat ini menjadi lebih baik dibandingkan diriku yang sebelumnya." Yun Yunyue menghentikan ucapannya, lalu menatap Xe Feng dengan serius.
"Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Benua Utara dan Kekaisaran Xe tidak salah, tapi orang-orang yang berkuasa di dalamnya yang perlu di lenyapkan!" Lanjut Yun Yunyue dengan serius.
__ADS_1
Xe Feng terdiam, dia merasa telah gagal menjaga Kekaisaran Xe terutama putranya sendiri.
Yun Yunyue mengetahui apa yang sedang di pikirkan Xe Feng, ia lalu membalikkan badan. "Cobalah untuk tidak terlalu memikirkan orang-orang curang yang menghianatimu. Aku tahu ini menyakitkan, tetapi kenyataannya mereka selalu busuk. Mereka tidak akan pernah berubah, dan kamu sebenarnya jauh lebih baik sekarang karena setidaknya, kamu tahu siapa mereka sebenarnya." Ia lalu berjalan meninggalkan Xe Feng yang kini menatap punggungnya.
"Nona Muda-..."
"Tempat ini telah menjadi tempat terbaik yang menemanimu selama ini. Pikirkan baik-baik perkataanku, aku akan pergi ke medan perang untuk menyelesaikan rencanaku di sana. Aku harap saat itu tiba, kamu telah memutuskan masa depan dirimu sendiri!" Yun Yunyue terus berjalan, hingga beberapa saat kemudian menghilang.
Xe Feng terdiam, dia kembali duduk dengan memegangi kepala.
"Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus kembali, atau tetap diam di tempat ini." Xe Feng membatin dengan pikiran dan hati yang kacau.
Di depan lorong penjara bawah tanah.
"Whuss..." Tubuh Yun Yunyue muncul di hadapan beberapa prajurit di tempat itu.
"Jenderal..." Ucap mereka semua menyambut kedatangan Yun Yunyue dengan raut wajah bingung.
"Aku meminta mereka berdua untuk menjaga Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng. Aku akan segera pergi menuju perbatasan. Jangan perbolehkan siapa pun untuk masuk ke dalam!" Ucap Yun Yunyue tegas, yang kini telah kembali menggunakan wajah salah satu Jenderal Kekaisaran Xe.
"Baik Jenderal." Para prajurit menjawab dengan patuh.
Yun Yunyue kemudian segera melesat pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Yun Yunyue, mereka semua saling menatap, lalu melihat ke arah pintu masuk penjara bawah tanah.
"Aku yakin, Jenderal sedang melakukan tugas khusus dari Kaisar. Sebaiknya kita memperketat penjagaan!" Ucap salah satu prajurit.
"Baik!"
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue terus bergerak mengejar pasukan Kekaisaran Xe, yang di pimpin langsung oleh Kaisar Xe Luan.
Pasukan itu sendiri berjumlah dua ratus ribu prajurit bersama dengan para Jenderal dan komandan. Untuk tugas Kekaisaran, telah di ambil alih oleh Penasehat Kekaisaran dan para Menteri.
"Long Jiang, Hu Bai, ambil saku penyimpanan milik Jenderal bodoh itu!" Yun Yunyue berbicara dengan kedua bawahannya yang berada di dalam kalung dimensi.
"Whuss..." Saku penyimpanan milik sang Jenderal muncul di tangan Yun Yunyue. Ia dengan tenang melihat lencana Jenderal Kekaisaran itu.
"Jenderal Bo.." Ucap Yun Yunyue dengan pelan, lalu menambahkan kecepatannya saat merasakan pergerakan pasukan besar baru saja keluar dari Ibu Kota.
*
*
__ADS_1
Bersambung.....
Terima kasih atas Doa kalian semua. Doa terbaik juga buat semua reader Dewi Abadi.🙏😇🤍