Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 62 - Masih Berada Di Keluarga Zhang.


__ADS_3

Di Tempat Lain.


"Whuss..." Beberapa kilatan cahaya terus melesat di atas langit kota dengan kecepatan tinggi.


Setelah mendapatkan pesan dari Nona mereka, anggota Fraksi Naga dan Bunga langsung bereaksi untuk pergi ke rumah lelang Mutiara Indah.


Di perjalanan tiba-tiba salah satu dari mereka menghentikan pergerakannya. Rekannya yang melihat hal itu ikut berhanti, dengan menatap ke arah rekan mereka dengan bingung.


Saudari Xixin ada apa?" Tanya salah satu di antara mereka.


Orang yang di panggil Xixin hanya diam, ia mencoba fokus mendengarkan pesan yang baru saja dia terima dari salah satu rekan mereka yang bertugas menyelidiki di rumah lelang Mutiara Indah.


Hingga beberapa saat kemudian, Hu Xixin menatap ke arah ketiga rekannya.


"Gawat! Nona Xue Naen telah di culik." Hu Xixin kemudian segera melaporkan masalah ini kepada Yuan Shao dan Ling Ling ketua Fraksi Naga dan Bunga.


Setelah melaporkan kabar tersebut, Hu Xixin kemudian meminta semuanya untuk kembali bergerak dengan meningkatkan kekuatan agar segera tiba di rumah lelang Mutiara Indah.


Di Penginapan Lotus Benua Tengah.


Yuan Shou dan Ling Ling yang sedang mengecek beberapa laporan tentang misi para anggotanya, menghentikan gerakan saat merasakan cincin penyimpanan miliknya bergetar.


Yuan Shou dan Ling Ling dengan tenang mendengarkan pesan dari Hu Xixin. Raut wajah mereka tampak berubah menjadi marah serta cemas, tapi dengan cepat mereka tenang kembali.


Pintu ruangan terbuka memperlihatkan tetua Han yang memasuki ruangan.


Yuan Shou dan Ling Ling mengalihkan pandangan ke arah tetua Han, kemudian melemparkan batu komunikasi ke arahnya.


Tetua Han yang baru saja tiba terlihat bingung, namun dengan cepat ia mencoba mendengarkan isi pesan di dalam batu komunikasi tersebut.


Reaksi yang di tunjukkan tetua Han sendiri, sama seperti saat Yuan Shou dan Ling Ling mendengarkan isi pesan itu.


"Tuan Shou apa yang harus kita lakukan?" Tetua Han menatap serius ke arah Yuan Shou dan Ling Ling bergantian.


"Siapkan pasukan, kita harus menyelamatkan Nona Xue Naen. Ling Ling siapkan pasukan anggota bungamu, kita harus cepat-cepat pergi ke Benua Timur."


"Baik" Ucap keduanya dengan semangat, lalu keluar meninggalkan ruangan.


Meski mereka mendengar Yun Yunyue tidak keluar dari gerbang dimensi lembah kuno, tetapi semua orangnya tetap meyakinkan diri bahwa Nona mereka keluar dan sedang berpetualang.


Setelah kepergian tetua Han dan Ling Ling, Yuan Shou dengan tenang mengeluarkan hadiah yang di berikan sang Nonanya waktu itu dari cincin penyimpanannya.


Sebuah cahaya yang menyilaukan muncul, memperlihatkan sebuah kotak usang sepanjang satu setengah meter dengan lebar setengah meter.


Yuan Shou menggerakkan tangan membuat segel tangan, hingga beberapa saat kemudian kotak usang itu terbuka. Bagian kotak juga kini telah berubah menjadi warna hitam bercorak emas.

__ADS_1


Yuan Shou kemudian mengambil tombak yang di dalam kotak.


"Tombak pemberian Nona sangat indah. Dengan tombak ini aku dan Ling Ling akan memperlihatkan kekuatan Fraksi Naga dan Bunga kepada seluruh Alam Rendah, kalau bisa di seluruh Alam Semesta." Ucapnya penuh semangat yang tinggi.


Yuan Shou kemudian kembali memasukkan tombak tersebut ke dalam cincin penyimpanannya, kemudian berjalan keluar untuk menemui Ling Ling dan lainnya.


Di Rumah Lelang Mutiara Indah.


Xue Huang dan Xue Ji terlihat sangat terpukul, setelah mendengar laporan jika Xue Naen di bawa pergi oleh salah satu tetua mereka sendiri yang telah berkhianat.


"Patrick, apa yang akan kita lakukan?" Tanya salah satu tetua Keluarga Xue.


Xue Huang menatap para tetua yang juga ada di tempat tersebut.


"Jangan sampai masalah ini terdengar oleh mereka. Atau mereka akan terus memaksaku untuk kembali ke Keluarga Utama!" Ucap Xue Huang dengan tegas.


"Tapi Patrick, perselisihan anda sudah sangat lama terjadi. Mereka juga sudah meminta maaf telah membuat Putri Xue Naen merasa tidak nyaman berada di Keluarga Utama." Ucap tetua yang lain memberikan pendapat.


Xue Huang menatap tajam ke arah tetua tersebut, "Jika kalian ingin kembali ke Keluarga Utama, aku persilahkan." Xue Huang kemudian pergi meninggalkan mereka.


Xue Ji yang melihat sang paman pergi, menatap ke arah tetua yang berada di tempat itu.


"Kalian seharusnya mengetahui bagaimana perasaan paman Xue Huang. Pikirkan jika kalian yang berada di posisinya pada saat itu." Ucap Xue Ji, kemudian ikut pergi menyusul Xue Huang.


Empat tetua yang berada di tempat itu saling berpandangan satu sama lain.


Ketiga tetua menganggukkan kepala. Mereka mengingat dengan jelas bagaimana Keluarga Utama memperlakukan Putri Xue Naen tidak adil.


Hanya karena kemampuan khusus pada mata langit Xue Naen, para petinggi Keluarga Utama menganggap hal itu akan menjadi kehancuran Keluarga. Dimana saat semua orang mengetahui, maka orang yang memiliki niat jahat akan mencoba untuk merampas mata langit itu.


Keistimewaan dan kekuatan pada mata langit sendiri belum di ketahui secara pasti. Tapi mereka menganggap jika mata langit tidak sesederhana yang terlihat.


Penilaian para petinggi itu sendiri yang membuat Xue Huang marah dan pergi meninggalkan Keluarga Utama.


Xue Huang terus berjalan dengan raut wajah sedih dan khawatir.


"Naen'er..." Batin Xue Huang mengingat putri yang sangat dia sayangi.


"Paman.." Xue Ji berjalan mendekati Xue Huang dari arah belakang.


Xue Huang membalikkan badan, lalu membuka kedua tangannya. Xue Ji dengan cepat masuk ke dalam pelukan hangat Xue Huang.


Xue Ji menangis, ia juga merasa sangat sedih mengenai hal yang terjadi saat ini. Ia sejak kecil tidak mengetahui dimana kedua orang tuanya, hanya paman Xue Huang dan Xue Naen yang selama ini selalu ada untuk dia.


"Paman, percayalah kakak Naen'er akan kembali berkumpul bersama kita.." Ucap Xue Ji melepaskan pelukan, menatap wajah Xue Huang.

__ADS_1


"Ji'er benar, Naen'er akan kembali berkumpul bersama kita.." Xue Huang kemudian mengajak Xue Ji untuk menyambut kedatangan Hu Xixin bersama anggota Fraksi Naga dan Bunga yang lain.


Dunia Keluarga Zhang.


Patrick Keluarga Zhang perlahan-lahan mulai membuka kedua matanya. Bersamaan dengan itu terlihat sapuan angin yang mengitari tubuhnya.


"Booms..." Suara ledakan menggema memenuhi goa tempat rahasia Keluarga Zhang.


Yun Yunyue bersama keempat Leluhur Keluarga Zhang segera bergerak menjauh.


"Whuss..." Keempat Leluhur menggerakkan tangan membuat formasi yang perlahan mengurung Patrick.


Di tempat Patrick, perlahan tubuhnya mengeluarkan aura yang sangat kuat membuat formasi yang di buat oleh keempat Leluhur retak.


Kempat Leluhur sendiri terus fokus mempertahankan formasi.


Yun Yunyue yang melihat formasi itu akan hancur, dengan cepat menggerakkan tangan membuat segel melepaskan ribuan bintang emas yang mengambang dan berdengung di udara.


"Whuss..." Perlahan ribuan bintang itu menyatu membentuk sebuah formasi perisai pertahanan.


Keempat Leluhur yang melihat formasi itu menatap tidak percaya.


"Ini!" Pekik mereka dengan tubuh bergetar.


Yun Yunyue sendiri sama sekali tidak memperdulikan keterkejutan mereka. Fokus utama dia hanya mempertahankan formasi serta membantu Patrick Keluarga Zhang yang akan segera naik tingkat.


"Whuss..." Darah emas muncul mengambang di udara, lalu dengan kecepatan tinggi darah Emas itu melesat ke dalam formasi.


"Darah Suci Keabadian!" Sekali lagi keempat Leluhur di buat terkejut, bahkan tubuh mereka perlahan jatuh bersujud di tanah.


"Hormat pada Yang Mulai Dewi Keabadian Yang Agung!" Ucap mereka berempat secara berangsur.


"Whuss..." Long Zhou Yang dan lainnya tiba-tiba masuk bersama dengan tetua Zhang Luxe, tetua Zhang Hu, tetua Zhang Loeng dan kelima Zhang Shan bersaudara.


Mereka semua menatap kejadian di dalam gua dengan mata lebar. Apa lagi saat melihat bagaimana keempat Leluhur bersujud di tanah.


"Tuan." Long Zhou Yang, Long Jiang dan Hu Bai menatap ke arah Yun Yunyue dengan serius.


Yun Yunyue yang sedang fokus hanya menganggukkan kepala, Long Zhou Yang yang memahami hal itu dengan cepat bergerak masuk ke dalam formasi.


"Whuss..."


*


*

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2