
"Nona Muda, lalu strategi apa yang akan kita gunakan?" Tanya Patrick Keluarga Rou yang semakin penasaran dengan sosok Yun Yunyue.
Yun Yunyue menatap Kaisar Qin Shan. "Aku percaya padamu, Nak." Ucapnya menatap Yun Yunyue dengan hangat.
"Menunggu mereka menyerang. Kita tempatkan pasukan kita ke dalam benteng perbatasan. Biarkan mereka bergerak menyerang kita terlebih dahulu. Buat jebakan di segala sisi agar mereka kesulitan dalam menembus pertahanan kita, terutama memasuki wilayah Benua Tengah." Ucap Yun Yunyue dengan santai.
"Bukankah strategi ini sama saja memperlihatkan jika kita takut berhadapan langsung dengan pasukan Kekaisaran Xe?"
Yun Yunyue tertawa kecil mendengar ucapan tetua dari sekte aliran putih.
"Bukankah memang kalian takut adanya pertumpahan darah dan kehilangan anggota kalian? Lantas untuk apa kalian mempertanyakan kembali tentang apa itu keberanian?"
Semua orang terdiam mendengar ucapan Yun Yunyue. Beberapa dari mereka merasa tertampar mendengar hal itu.
"Tenang saja aku hanya bercanda. Aku yakin kalian hanya belum terbiasa menghadapi perang besar. Apa yang aku katakan tentang strategi ini hanya ingin melihat sekuat apa pasukan Kekaisaran Xe, karena bagaimana juga kita belum mengetahui kekuatan mereka. Melakukan perang tanpa mengetahui kekuatan musuh sama saja mengantarkan nyawa.
"Dengan strategi bertahan dan menggunakan berbagai jenis jebakan akan membuat kekacauan di barisan kekuatan musuh, pada saat itu kita akan mulai bergerak untuk memukul mundur mereka dan meraih kemenangan. Aku telah memiliki rencana untuk pergi mencoba menyelinap menuju Benua Utara." Jelas Yun Yunyue.
Mereka menatap Yun Yunyue dengan serius.
"Nak..." Permaisuri Yin Yiaran yang sejak tadi terdiam mulai membuka suara saat mendengar Yun Yunyue akan pergi Menuju Benua Utara.
"Ibu tenang saja, aku telah memiliki rencana." Ucap Yun Yunyue tersenyum lembut ke arah Permaisuri Yin Yiaran.
"Tap-..."
"Ibu, aku percaya dengan Yue'er." Qin Zhuyao menimpali.
"Aku juga percaya pada kakak Yue." Qin Zhui Ying ikut membuka suara.
Permaisuri Yin Yiaran menggelengkan kepala pelan melihat kekompakan mereka bertiga.
"Baiklah, tapi Yue'er harus berhati-hati."
"Baik, Bu."
Semua orang hanya menatap dengan mulut terbuka mendengar obrolan mereka.
"Siapa sebenarnya Yun Yunyue ini?" Batin mereka semua. Mereka yakin jika Kaisar Qin Shan dan Permaisuri Yin Yiaran hanya memiliki dua orang anak.
Jenderal Tian hanya menahan senyum melihat raut wajah mereka semua.
"Baiklah, karena semua telah kita bahas. Maka pertemuan kali ini aku tutup. Untuk kalian semua, segera persiapkan pasukan, dua hari lagi kita akan sama-sama berangkat menuju perbatasan." Ucap Kaisar Qin Shan menatap mereka semua.
Semua orang menganggukkan kepala, lalu mulai membubarkan diri untuk kembali ke Keluarga maupun Sekte mereka masing-masing.
Beberapa saat kemudian, ruangan yang sebelumnya ramai kini hanya tersisa Kaisar Qin Shan, Permaisuri Yin Yiaran, Qin Zhuyao, Qin Zhui Ying, Yun Yunyue dan Jendral Tian.
__ADS_1
"Nak," Kaisar Qin Shan menatap serius Yun Yunyue.
Yun Yunyue bangkit berdiri, lalu menghampiri Kaisar Qin Shan.
"Mungkin hal ini akan sedikit memberikan mereka semangat dalam perang nanti." Yun Yunyue memberikan cincin penyimpanan.
Kaisar Qin Shan dan yang lain mengerutkan kening dengan bingung. Kaisar Qin Shan kemudian memeriksa cincin penyimpanan tersebut.
"Ini!" Kaisar Qin Shan menghentikan ucapannya, menatap Yun Yunyue dengan tidak percaya.
"Kaisar dapat memberikannya pada mereka, aku yakin dengan ini mampu memotivasi mereka semua." Yun Yunyue kemudian menatap ke arah Permaisuri Yin Yiaran.
"Ibu Yiaran, aku pamit untuk pergi menuju Benua Utara." Yun Yunyue kemudian bersujud.
Permaisuri Yin Yiaran dengan cepat membantu Yun Yunyue untuk bangkit berdiri, lalu memeluknya. "Jaga diri baik-baik. Jangan terlalu memaksakan diri, bagaimana juga ini semua sudah menjadi tugas kita bersama. Kamu adalah orang asing yang kini telah menjadi bagian Keluarga kami, aku sangat berterima kasih atas semua yang telah Yue'er lakukan..."
Yun Yunyue tersenyum, menghapus air mata yang mulai membasahi wajah cantik Permaisuri Yin Yiaran.
"Dalam sebuah keluarga, tidak mengenal apa itu kata terima kasih. Aku melakukan ini semua karena keinginanku sendiri. Melindungi orang-orang yang tidak bersalah, terutama orang-orang penting dalam hidupku adalah tujuan utama untuk terus terbang menuju puncak demi kebahagiaan mereka semua, terutama keluargaku." Ucap Yun Yunyue dengan tersenyum.
"Kami sangat beruntung menjadi orang-orang yang berharga di kehidupanmu. Yue'er juga harus tahu, jika saat ini Yue'er juga menjadi orang yang sangat berharga untuk kita semua..." Permaisuri Yin Yiaran menatap kedua anaknya, lalu sang suami.
Mereka semua menganggukkan kepala, lalu saling memeluk satu sama lain.
Yun Yunyue merasa bahagia mendapatkan ini semua. Dia kembali teringat dengan sang Ibu.
Yun Yunyue berjanji, setelah urusan ini selesai dia akan kembali melanjutkan perjalanan untuk membalaskan dendam pada Sekte Iblis Tengkorak.
Setelah berpamitan kepada mereka semua, Yun Yunyue kemudian berjalan keluar meninggalkan aula pertemuan.
Semua orang menatap kepergian Yun Yunyue dengan tersenyum, meski di dalam hati mereka tersirat rasa khawatir dengan aksi nekad yang akan Yun Yunyue lakukan.
"Sebaiknya kita beristirahat." Ucap Kaisar Qin Shan, lalu mereka semua segera kembali ke tempat masing-masing.
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue yang baru saja keluar dari Istana Kekaisaran, melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah Utara.
"Whuss..." kilatan cahaya keemasan bergerak membelah awan.
Lima belas menit kemudian, Yun Yunyue turun menuju bangunan bertingkat tiga.
"Nona, selamat datang." Ucap pelayan dengan hormat.
Yun Yunyue tersenyum, lalu mengikuti pelayan menuju lantai tiga.
Di lantai tiga, terlihat Leluhur Han, Xiao Mei dan Lu Zhan sedang duduk menunggu kehadiran Yun Yunyue.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Yun Yunyue memasuki ruangan bersama seorang pelayan.
"Nona.."Pekik Xiao Mei langsung berlari memeluk Yun Yunyue dengan erat.
Yun Yunyue yang mendapatkan pelukan tiba-tiba sangat terkejut, tapi saat merasakan tubuh Xiao Mei bergetar, segera membalas pelukan tersebut untuk menenangkannya.
"Nona Muda.." Ucap mereka berdua bangkit berdiri memberikan hormat.
"Duduklah.." Perintah Yun Yunyue yang masih menenangkan Xiao Mei.
"Jangan seperti anak kecil, lihatlah mereka semua melihat ke arahmu dengan senyum meremehkan."
"Nona..." Rengek Xiao Mei dengan manja sambil melepaskan pelukannya.
"Hahaha..." Mereka semua tertawa melihat tingkah menggemaskan Xiao Mei.
"Whuss..." Long Zhou Yang muncul di dalam ruangan itu.
"Nona Muda." Ucap mereka bertiga dengan kaget. Meski mereka telah mengetahui siapa Long Zhou Yang, namun mereka merasa terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba.
"Leluhur tenang saja, informasi di tempat ini masih baik-baik saja." Ucap Yun Yunyue, membuat Long Zhou Yang tertawa dengan cukup keras.
"Long Zhou Yang!" Yun Yunyue menatap kesal ke arahnya.
"Tuan, maaf, aku tidak kuat menahan tawa melihat ekspresi wajah Leluhur Han." Ucap Long Zhou Yang mencoba untuk menahan tawanya.
Leluhur Han menggaruk kepala belakang dengan malu.
"Aku tidak menyangka kalian semua akan mengalami perkembangan dengan sangat cepat." Ucap Yun Yunyue membuka suara.
"Ini semua berkat Nona Muda."
Yun Yunyue menggelengkan kepala. "Baiklah, aku akan segera pergi menuju Benua Utara. Untuk kalian tetap berada di sini, dan Long Zhou Yang akan membantu kalian semua. Kalian akan mulai bergerak saat aku memberikan perintah, apa kalian mengerti!"
"Mengerti Tuan."
"Mengerti Nona Muda."
"Jika begitu, aku pergi..."
"Whuss..." Yun Yunyue menghilang dari pandangan mereka.
*
*
Bersambung.....
__ADS_1