
Di Atas Langit.
"Whuss... Whuss..." Dua kilatan cahaya melesat dengan kecepatan tinggi menuju Istana Kekaisaran Xe.
Setelah berada di salah satu bangunan megah Istana, secara perlahan keduanya turun.
Setelah saling berpandangan selama beberapa saat, mereka berdua lalu berjalan masuk ke dalam bangunan tersebut.
Di Dalam Bangunan.
Terlihat beberapa orang yang sedang duduk menatap kehadiran ketiganya dengan penasaran.
"Komandan Dong, ada apa?" Tanya salah satu dari mereka.
"Hormat pada Kaisar dan para Jenderal!" Mereka bertiga memberikan hormat.
"Kaisar, Jenderal Zhiang telah datang dan sedang dalam perjalanan menuju Istana Kekaisaran bersama seorang tetua." Ucap komandan Dong.
Kaisar Xe Luan dan beberapa Jenderal menganggukkan kepala dengan tersenyum.
"Baiklah, terima kasih atas laporan kalian. Kalian bisa kembali melakukan tugas."
"Baik Kaisar." Ketiga komandan itu lalu pergi keluar dari ruangan tersebut.
Setelah kepergian ketiga komandan, Kaisar Xe Luan kemudian meminta para Jenderal untuk mempersiapkan diri.
Setelah berjalan selama beberapa waktu, Yun Yunyue dan Jendral Zhiang akhirnya tiba di depan gerbang Istana.
"Jenderal .." Ucap prajurit menyambut kedatangan mereka dengan hormat.
Jendral Zhiang menganggukkan kepala, lalu meminta prajurit untuk membukakan gerbang.
"Baik." Prajurit kemudian segera membukakan gerbang.
"Jenderal, siapa tetua itu?" Tanya prajurit dengan penasaran.
"Dia tamu penting yang akan aku perkenalkan pada Kaisar." Jawab Jenderal Zhiang.
Beberapa prajurit di tempat itu terus menelisik Yun Yunyue.
Yun Yunyue sendiri hanya diam berdiri dengan tenang. Hingga beberapa saat kemudian mereka berdua mulai berjalan masuk ke dalam Istana.
Saat baru saja masuk ke dalam halaman Istana, tiba-tiba datang dua orang prajurit.
"Jenderal, tetua, kalian sudah di tunggu di dalam Istana."
Yun Yunyue dan Jendral Zhiang saling menatap, lalu menganggukkan kepala berjalan mengikuti prajurit tersebut.
Di Dalam Istana.
Kaisar Xe Luan duduk dengan santai di dampingi empat orang Jenderal.
Gelak tawa mereka berlima memenuhi ruangan, membuat kebingungan beberapa prajurit yang berjaga di pintu masuk.
Tidak lama kemudian, Yun Yunyue yang kini menggunakan tampilan Tetua Agung Xi Qiameng dan Jendral Zhiang memasuki ruangan.
"Hormat pada Kaisar Xe Luan.." Ucap Jenderal Zhiang dengan membungkukkan badan.
__ADS_1
Keempat Jenderal menatap Jenderal Zhiang dengan tajam.
"Jenderal Zhiang, kenapa anda tidak berlutut di hadapan Yang Mulia?" Tanya salah satu Jenderal.
Jenderal Zhiang hanya diam tanpa menjawab.
Melihat situasi yang mulai menegang, Yun Yunyue kemudian membuka suara.
"Hormat pada Kaisar Xe Luan, dan para Jenderal. Aku Xi Qiameng, Tetua Agung Sekte racun Neraka."
"Hahaha... Tetua Agung Xi Qiameng, suatu kehormatan untukku dapat bertemu dengan petinggi Sekte racun Neraka." Kaisar Xe Luan bangkit berdiri, lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada.
"Jenderal." Kaisar Xe Luan menatap keempat Jenderal dengan serius.
Keempat Jenderal itu menganggukkan kepala, lalu melakukan hal yang sama memberikan hormat untuk menyambut kedatangan Tetua Agung Xi Qiameng.
Setelah saling memperkenalkan diri. Kaisar Xe Luan kemudian mempersilahkan semua orang untuk kembali duduk.
Tidak lama kemudian, beberapa pelayan datang memasuki ruangan membawa makanan dan minuman.
"Tetua Agung Xi Qiameng, maaf atas sungguhan seadanya ini." Ucap Kaisar Xe Luan berbasa-basi.
"Kaisar, aku yang rendah ini merasa sangat tersanjung atas jamuan dan penyambutan Kaisar dan para Jenderal sekalian." Ucap Yun Yunyue dengan tenang.
"Nona, aku merasa ada yang aneh di dalam ruangan ini." Ucap Jenderal Zhiang melalui telepati.
"Jenderal tenang saja, aku mengetahui jika minuman ini telah di berikan racun. Minumlah, kamu sudah kebal terhadap racun." Jawab Yun Yunyue, lalu menyesap minuman tersebut.
Jenderal Zhiang menatap Yun Yunyue dengan tidak percaya.
Sedangkan Kaisar Xe Luan semakin melebarkan senyumnya.
"Aku bilang minum saja, kamu sudah kebal terhadap segala jenis racun." Ucap Yun Yunyue melalui telepati.
Jenderal Zhiang menganggukkan kepala, lalu mulai meminum minuman itu.
"Sangat di sayangkan, Jenderal Zhiang harus mendapatkan ini semua akibat sering menentang perintah Yang Mulia." Salah satu Jenderal menyayangkan apa yang di lakukan Jenderal Zhiang.
"Itu adalah hukuman yang pantas untuk orang sok suci seperti dia. Setelah memanfaatkan Jenderal Zhiang dalam rencananya, kini Kaisar sudah tidak memerlukan dia lagi, jadi sudah saatnya untuk di singkirkan."
Setelah melihat Jendral Zhiang meminum minumannya, Kaisar Xe Luan menganggukkan kepalanya dengan puas.
"Bersiaplah, untuk berpura-pura tidak sadarkan diri." Ucap Yun Yunyue melalui telepati.
Kaisar Xe Luan dan keempat Jenderalnya semakin tersenyum saat melihat Yun Yunyue dan Jendral Zhiang mulai menunjukkan reaksi berbeda.
Hingga satu menit kemudian, tiba-tiba tubuh keduanya terjatuh tidak sadarkan diri.
"Hahaha...." Kaisar Xe Luan bersama keempat Jenderal tertawa melihat mereka berdua yang telah mereka yakin terkena racun.
"Masukkan mereka ke dalam penjara. Kita akan segera pergi menuju perbatasan!" Kaisar Xe Luan memberikan perintah.
"Baik!" Salah satu Jenderal bersama dua orang prajurit yang sebelumnya berjaga di pintu masuk, segera membawa tubuh Yun Yunyue dan Jendral Zhiang pergi.
Kaisar Xe Luan menatap ketiga Jenderal, lalu menganggukkan kepala. Mereka berempat kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.
Di Tempat Lain.
__ADS_1
Lima puluh kilometer dari perbatasan kedua Benua, antara Kekaisaran Qin dan Kekaisaran Xe. Terlihat tiga ratus ribu pasukan yang mulai berdatangan dan membangun tenda-tenda besar maupun kecil.
Semua pasukan terlihat sangat sibuk membangunkan kemah, dan barak militer sebagai persiapan.
Di salah satu barak militer, terlihat beberapa Jenderal dan komandan sedang duduk menikmati arak.
"Apa sudah ada kabar dari Kaisar?"
"Belum Jenderal besar, aku rasa Yang Mulia masih memiliki urusan."
"Lalu bagaimana dengan pasukan tambahan dari pihak aliansi kekuatan di Benua Utara? Apa mereka sudah melakukan pergerakan menuju perbatasan?"
"Sudah Jenderal besar, kemungkinan mereka akan tiba malam ini atau besok pagi." Jawab salah satu komandan.
"Bagus! Dengan ini kemenangan sudah di pastikan milik Kekaisaran Xe. Aku sudah tidak sabar menantikan kejayaan kita semua." Ucap Jenderal besar Kekaisaran Benua Utara itu.
Tidak lama kemudian, datang seorang komandan memasuki ruangan.
Jenderal besar, saat ini perbatasan terlihat aman dan tenang. Bahkan kami telah melakukan pemeriksaan hingga hampir tiba di benteng perbatasan Kekaisaran Qin." Ucap komandan tersebut.
Di tempat itu sendiri, kini terlihat enam orang Jenderal dan dua puluh orang komandan. Pemimpin pasukan itu sendiri seorang Jenderal besar, yaitu Jenderal Jiu.
Ibu Kota Kekaisaran Benua Tengah.
Kaisar Qin Shan yang sedang duduk dengan tenang di dalam ruangan pribadi, tiba-tiba di datangi Jenderal Tian.
"Yang Mulia, semua sudah siap."
"Jenderal, terima kasih. Jika begitu kita akan segera berangkat." Kaisar Qin Shan lalu bangkit berdiri.
Mereka berdua dengan tenang berjalan keluar.
Di depan ruangan, terlihat Putra Mahkota Qin Zhuyao yang sedang berdiri menatap pintu.
Hingga beberapa saat kemudian Kaisar Qin Shan dan Jendral Tian muncul dari balik pintu tersebut.
"Zhuyao'er.." Kaisar Qin Shan menatap anaknya dengan senyum hangat.
"Ayahanda, izinkan aku untuk ikut menuju perbatasan." Ucap Qin Zhuyao yang langsung berlutut di hadapan sang Ayah.
"Tap-...."
"Aku yang menyetujui Zhuyao'er untuk ikut menuju perbatasan." Ucap sebuah suara yang tiba-tiba terdengar.
Kaisar Qin Shan dan Jendral Tian menatap kehadiran dua orang wanita berbeda usia itu dengan pandangan terkejut.
"Apa kamu yakin?"
"Tentu saja. Aku percaya dengan kemampuan anak-anakku." Ucap Permaisuri Yin Yiaran dengan tersenyum.
Qin Zhui Ying yang berada di sampingnya ikut menganggukkan kepala, membenarkan ucapan sang Ibu.
"Hmm... Baiklah."
*
*
__ADS_1
Bersambung......