
Satu persatu serigala iblis terlempar dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian.
Ketiga serigala iblis yang melihat bagaimana Yun Yunyue membantai pasukan miliknya dengan mudah, hanya mampu menatap dengan terkejut.
Tidak ingin pasukan miliknya terbunuh, ketiganya segera melesatkan serangan ke arah Yun Yunyue.
Yun Yunyue yang melihat serangan datang ke arahnya hanya tersenyum dingin, dengan menggunakan teknik Pedang Kesunyian Yun Yunyue menghancurkan serangan ketiga serigala iblis itu dengan mudah.
"Segera panggil komandan, sepertinya gadis itu cocok untuk di gunakan pengorbanan darah pemimpin." Ucap salah satu dari serigala iblis berbicara menggunakan bahasanya.
Yun Yunyue yang melihat tingkah mencurigakan dari mereka, segera bergerak kembali dengan melepaskan energi pedang keemasan yang berbentuk bintang.
"Dhuarr..." Serangan energi pedang Yun Yunyue melemparkan ketiga serigala iblis yang tidak mampu menghindar.
Yun Yunyue kembali bergerak dengan mengayunkan pedang ke arah serigala iblis yang masih hidup.
Hingga saat tiba di dekat ketiganya, Yun Yunyue melepaskan seberkas sinar keemasan dari keningnya lalu mengkombinasikan dengan serangan teknik Pedang Kesunyian.
"Whuss..."
"Dhuarr..."
Ledakan keras kembali terjadi membuat pohon-pohon di sekitarnya hancur.
Terlihat ketiga serigala iblis yang kini mengeluarkan darah di sekujur tubuhnya.
Yun Yunyue mengeluarkan Api Keabadian, lalu melemparkan ke arah mereka.
"Whuss..."
"Dhuarr..." Ledakan keras membuat kawah besar dengan ketiga serigala iblis yang terbakar. Tidak lama kemudian, semua serigala iblis dan ketiga pemimpin mereka terbunuh.
Yun Yunyue dan kelima bawahannya membersihkan jejak pertempuran, lalu pergi dari tempat itu sebelum serigala iblis yang memiliki kekuatan lebih tinggi datang.
"Ini bukan sebuah kebetulan, sepertinya memang akan ada bahaya yang datang. Setelah sampai di Benua Tengah, aku harus meningkatkan kekuatan ku terlebih dahulu baru memasuki reruntuhan kuno." Batin Yun Yunyue.
Yun Yunyue dan kelima bawahannya terus bergerak dengan kecepatan tinggi melewati perbatasan, hingga lima jam kemudian, Yun Yunyue dan kelima bawahannya akhirnya keluar dari hutan perbatasan setelah melewati hutan dan lautan luas yang memisahkan antar kedua Benua tersebut.
"Aku tidak menyangka, berada di atas langit lautan luas ternyata memiliki tekanan yang cukup kuat. Mungkin hanya pendekar tingkat tinggi atau mereka yang memiliki sebuah artefak yang mampu melewati tekanan tersebut." Ucap Yun Yunyue kepada bawahannya dengan menghentikan gerakannya, menatap hamparan lautan yang baru saja mereka seberangi.
"Benar Tuan."
Beberapa saat kemudian Yun Yunyue dan kelima bawahannya kembali bergerak untuk menuju kota pertama di Benua Tengah.
Yun Yunyue lalu mengeluarkan lencana emas untuk menghubungi anggota Fraksi Naga dan Bunga, ia ingin menanyakan informasi mengenai Benua Tengah, terutama letak reruntuhan kuno.
__ADS_1
Setelah selesai menghubungi orang-orangnya, waktu juga sudah memasuki waktu malam langit mulai menggelap. Tidak jauh dari tempat Yun Yunyue dan kelompoknya berdiri, terlihat sebuah benteng kota yang memiliki tinggi sekitar dua puluh meter.
"Whuss...." Yun Yunyue dan kelompoknya bergerak mendekati benteng kota, lalu segera turun setelah berada sekitar tiga puluh meter dari benteng kota tersebut.
Dengan langkah tenang, Yun Yunyue dan kelompoknya berjalan ke arah gerbang yang di jaga oleh beberapa prajurit.
Penjaga gerbang yang sedang mengawasi para pengunjung maupun pendatang yang akan memasuki kota, segera mengalihkan pandangan saat melihat kedatangan Yun Yunyue dan kelompoknya, begitu juga dengan semua orang yang sedang mengantri.
Beberapa prajurit terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Yun Yunyue dan kelompoknya, mereka dapat melihat jika Yun Yunyue dan kelompoknya baru saja melewati hutan perbatasan.
Yun Yunyue dan kelompoknya terus berjalan tanpa menghiraukan pandangan orang-orang tersebut. Hingga akhirnya mereka tiba di depan prajurit penjaga gerbang..
"Ah, Nona tunjukkan tanda pengenal anda." Ucap prajurit itu setelah tersadar jika Yun Yunyue dan kelompoknya sudah berdiri di depannya.
Yun Yunyue dengan tenang mengeluarkan Lencana emas yang di berikan oleh Kaisar Benua Tengah Qin Shan.
Prajurit yang memeriksa lencana Yun Yunyue sangat terkejut begitu juga dengan yang lainnya, saat melihat lencana emas yang ada di tangannya.
"Hormat kami Tuan Putri, maafkan hamba yang rendahan ini yang tidak mengenali Tuan Putri." Ucap mereka serempak.
Yun Yunyue terlonjak kaget ke belakang, melihat para prajurit itu yang tiba-tiba memberi hormat padanya. " Hei, hei! Apa-apaan kalian ini ha, siapa yang Tuan Putri disini!"
"Tuan Putri, Lencana ini hanya di miliki oleh Keluarga Kekaisaran. Ham-...."
"Bangun cepat bangun..!" Yun Yunyue memotong perkataan prajurit itu.
"Berapa koin emas yang harus aku bayar untuk masuk ke kota Hanzi ini?" Tanya Yun Yunyue yang sudah muak dengan para prajurit itu.
"Silahkan mas-..."
"Baiklah terima kasih, ini untuk kalian bagi rata." Ucap Yun Yunyue melemparkan beberapa koin emas ke arah para prajurit menyebalkan itu, lalu berlalu pergi bersama kelima bawahannya.
"Terima kasih banyak Tuan Putri." Ucap mereka serempak dengan membungkuk hormat 90⁰ hampir menyentuh tanah.
Di Dalam Kota Hanzi.
Setelah berada di kota Hanzi, Yun Yunyue dan kelima bawahannya terus berjalan dengan menatap tempat di sekitarnya.
Tujuan pertama Yun Yunyue dan kelompoknya mencari penginapan, untuk beristirahat setelah melakukan perjalanan yang cukup melelahkan.
Setelah berjalan selama lima belas menit, Yun Yunyue dan kelompoknya akhirnya melihat sebuah penginapan yang cukup mewah berada sekitar tiga puluh meter dari tempat mereka.
Dengan cepat Yun Yunyue dan kelompoknya berjalan menuju bangunan tersebut.
"Nona, selamat datang di penginapan Bunga Perak" Sapa seorang pelayan wanita menyambut kedatangan Yun Yunyue dan kelompoknya dengan tersenyum ramah.
__ADS_1
"Pelayan, aku ingin memesan makanan dan beberapa kamar khusus." Ucap Long Jiang dengan cepat, karena ia tahu Tuannya begitu kelelahan.
"Baik Tuan, mari ikuti saya." Pelayan itu mengajak Long Jiang dan lainnya menuju meja kosong. Lalu segera pergi menyiapkan pesanan Yun Yunyue dan kelompoknya.
"Nona, mohon untuk menunggu." Pelayan itu kemudian pergi meninggalkan kelompok para Dewa dan Dewi itu dengan muka memerah.
Yun Yunyue dan orangnya duduk dengan tenang di tempatnya, sesekali mereka akan mencoba mendengarkan pembicaraan dari para pengunjung lainnya.
"Kebetulan sekali banyak pengunjung di tempat ini." Ucap Yun Yunyue dengan pelan, tapi masih di dengar oleh kelima bawahannya.
Saat ini, Yun Yunyue berniat mencari beberapa informasi di kota Hanzi. Dari pengalaman sebelumnya, Yun Yunyue tidak ingin kota-kota yang dia lewati juga mengalami hal yang serupa dengan apa yang terjadi di kota Dalian.
Setelah menunggu selama beberapa saat, akhirnya pesanan mereka tiba.
Para pelayan segera menghidangkan makanan dan minuman di atas meja, setelah itu kembali pamit undur diri.
"Ayo mari kita makan."
"Baik Tuan." Jawab kelima bawahannya.
Mereka yang merasa sudah sangat lapar, segera menyantap makanan tersebut.
Hal itu sendiri menarik perhatian para pengunjung di tempat lain.
"Lihatlah, mereka yang sangat menyedihkan." Ucap salah satu pengunjung.
"Benar, miskin dengan berpura-pura kaya dengan menggunakan pakaian mewah." Rekannya menimpali.
Yun Yunyue dan rombongannya sendiri tidak memperdulikan obrolan mereka, mereka terus menyantap hidangan yang di pesan.
Yun Yunyue dan kelompoknya memang menggunakan pakaian yang cukup mewah setiap harinya.
Pandangan para pengunjung sendiri menatap dengan jijik, kagum serta penasaran akan identitas Yun Yunyue dan kelompoknya.
Para pengunjung yang datang di tempat itu, kebanyakan penduduk kota Hanzi sendiri. Namun ada beberapa pengunjung yang berasal dari kota lain, sekedar untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan seperti halnya Yun Yunyue dan rombongannya.
Yun Jinling.
Yun Xia Lin.
*********
__ADS_1
Bersambung.....