Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 70 - Jenderal Zhiang.


__ADS_3

Saat Yun Yunyue sedang menunggu pelayan datang, dan mencoba memastikan siapa sosok yang berada di samping ruangannya, tiba-tiba ia merasakan sosok itu berjalan keluar.


"Hmm.." Yun Yunyue terlihat cukup terkejut, saat merasakan beberapa sosok itu tiba-tiba berjalan menuju ruangannya.


Beberapa saat kemudian, seorang pria dengan penutup wajah bersama dua orang pria paruh baya memasuki ruangan tempat Yun Yunyue berada.


Yun Yunyue tersenyum menatap kehadiran mereka.


Sosok yang menggunakan penutup wajah melepaskan penutup wajahnya, lalu duduk di hadapan Yun Yunyue sambil menatap tajam ke arahnya.


Di sisinya, kedua pria paruh baya itu langsung membuat gerakan tangan untuk menyegel ruangan itu.


"Bukankah ini terlalu lancang!" Ucap Yun Yunyue menatap mereka semua.


"Aku rasa, kamu yang memulainya terlebih dahulu." Ucap santai sosok yang kini telah membuka penutup wajahnya.


"Para tetua, apa kalian mengenal gadis kecil ini?"


Kedua tetua itu menganggukkan kepala, kemudian menjelaskan jika mereka pernah melihat sosok Yun Yunyue di gerbang reruntuhan kuno.


"Jelaskan padaku, apa kamu sengaja mengikuti kami?" Tanya sosok di depan Yun Yunyue.


"Apa itu penting?"


Sosok itu menganggukkan kepala, lalu menatap tajam Yun Yunyue.


"Nak! Siapa kamu sebenarnya?" Tanya salah satu tetua yang berdiri di belakang sosok yang menggunakan penutup wajah sebelumnya.


"Tuan, apakah kedatangan kalian yang seperti orang tidak memiliki sopan santun, hanya ingin menanyakan identitasku?"


"Nak, jangan lancang! Jawab saja pertanyaan Jenderal Zhiang!" Teriak salah satu tetua dengan menunjuk ke wajah Yun Yunyue.


Yun Yunyue menatap tajam tetua itu, dengan gerakan santai ia menurunkan telunjuk tersebut.


"Kali ini aku masih bisa memaklumi tindakanmu. Satu kali lagi kamu melakukannya, aku akan membunuh kalian semua di sini!" Ucap Yun Yunyue dengan tajam.


Jenderal Zhiang dan kedua tetua itu terdiam, wajah mereka kini memerah menahan kesal. Mereka benar-benar tidak menyangka, akan mendapatkan ancaman dari seorang gadis kecil.


"Dan untukmu. Sepertinya kamu tidak berasal dari Jenderal Kekaisaran Benua Tengah, bukan begitu?" Lanjut Yun Yunyue menatap sosok yang sebelumnya di panggil Jenderal Zhiang.


Jenderal Zhiang tertawa, begitu juga dengan dua orang tetua di belakangnya.


"Benar!" Jawab Jenderal Zhiang dengan santai.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian menggerakkan kedua tangannya.


"Krak..." Formasi yang sebelumnya di pasang oleh kedua tetua, tiba-tiba hancur.


"Whuss..." Ratusan bintang emas muncul membentuk formasi yang jauh lebih kuat dibandingkan formasi sebelumnya.


"Ini!" Mereka bertiga sangat terkejut, melihat hal tersebut.


Yun Yunyue bangkit berdiri, dengan gerakan tenang mengeluarkan pedang usang, lalu mengarahkan pada leher Jenderal Zhiang.


"Jelaskan padaku, tujuanmu datang ke tempat ini!"

__ADS_1


Kedua tetua yang ingin bergerak menolong Jenderal Zhiang, menghentikan gerakannya saat melihat tangan sang Jenderal terangkat.


"Jangan mendekat, pedang ini mengandung racun tingkat tinggi." Jenderal Zhiang mengucapkan melalui telepati.


Ia dapat merasakan hawa panas dan dingin dari pedang usang tersebut, meski pedang itu sendiri berjarak setengah jengkal jari dari kulitnya.


Kedua tetua saling menatap, mereka tidak menyangka situasi kini menjadi berbalik ke arah mereka.


"Katakan padaku siapa kalian?" Tanya Yun Yunyue menatap kedua tetua tersebut.


Mereka terdiam, hingga suara Jenderal Zhiang menyadarkan mereka.


"Nona, kami tetua dari sekte racun Neraka." Jawab salah satu dari mereka.


Yun Yunyue terkekeh pelan, dia tidak menyangka kedua tetua itu bahkan tidak dapat mengetahui racun yang ada pada pedang usang miliknya.


Untuk Jenderal Zhiang sendiri, Yun Yunyue memang sengaja memperlihatkan racun tersebut kepadanya.


Yun Yunyue kemudian menggoreskan ujung pedang pada bagian pundak Jenderal Zhiang. Kemudian ia kembali duduk di tempat duduknya.


"Argh..." Jenderal Zhiang mengerang kesakitan, saat hawa panas dan dingin menusuk tulangnya.


Keringat dingin terus keluar dari dalam tubuhnya, membuat ia tidak dapat menahan beban tubuh sendiri, lalu terjatuh berguling di atas lantai.


"Racun itu adalah racun tingkat tinggi yang aku dapatkan dari reruntuhan kuno. Seharusnya kalian sudah mengetahui bagaimana para jenius Benua Tengah terbunuh di sana. Dan kebanyakan dari mereka tewas karena terkena racun Iblis ular itu." Jelas Yun Yunyue dengan santai.


Tubuh kedua tetua dari sekte racun Neraka menegang, mereka dapat merasakan kekuatan racun yang bahkan lebih kuat dibandingkan racun milik Patrick mereka.


"Apa kalian berdua tidak ingin menjelaskan padaku?"


"Baiklah! Mungkin Sekte kalian akan segera hancur, saat mereka mengetahui salah satu Jenderal utusannya terbunuh."


"Nona, kami akan menjelaskan. Tapi kami mohon, Nona memberikan pengampunan pada Jenderal Zhiang." Ucap salah satu tetua dengan bersujud, diikuti tetua di sampingnya.


Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian dengan tenang melemparkan pedang usang untuk kembali menarik racun dari dalam tubuh Jenderal Zhiang.


"Whuss..." Pedang usang kembali ke tangan tuannya, kemudian ia masuk sendiri ke dalam cincin penyimpanan.


"Jelaskan padaku sekarang juga! Aku tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi sampah seperti kalian!"


"Baik Nona. Aku akan menjelaskan situasi yang sedang terjadi saat ini-..."


Tetua itu kemudian menjelaskan tentang situasi yang sedang terjadi saat ini di Benua Tengah, dimana Kekaisaran Benua Utara sedang melakukan pergerakan dengan pasukan besar untuk menghancurkan Kekaisaran Benua Tengah.


Kejadian di reruntuhan kuno, membuat sekte-sekte dan beberapa kekuatan yang ada di Benua Tengah merasa sangat marah. Apalagi setelah jenius mereka terbunuh, dan hanya menyisakan kelompok dari Putra Mahkota yang berhasil selamat.


Hal itu di manfaatkan oleh pihak Kekaisaran Benua Utara, untuk menghasut sekte-sekte tersebut, dan mengajaknya untuk bekerja sama dengan mereka menghancurkan Kekaisaran Benua Tengah.


Yun Yunyue dengan tenang terus mendengarkan penjelasan dari tetua itu.


Hingga beberapa saat kemudian, tetua Sekte racun Neraka telah menceritakan semua permasalahan dan situasi yang terjadi di Benua Tengah.


"Whuss..." Yun Yunyue mengibaskan tangannya, memasukkan mereka semua ke dalam kalung dimensi.


Setelah memasukkan mereka semua ke dalam kalung dimensi, Yun Yunyue kemudian menghilangkan formasi di ruangan itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dua orang pelayan datang bersama manager restoran ke dalam ruangan Yun Yunyue dengan wajah cemas.


"Nona.." Mereka semua terlihat khawatir.


Yun Yunyue tersenyum ramah menatap mereka, ia mengetahui penyebab mereka khawatir.


"Nona, apa telah terjadi sesuatu di dalam ruangan ini?" Tanya sang manager berjalan mendekati Yun Yunyue.


"Aku rasa semua baik-baik saja. Kalian semua juga dapat merasakan tidak ada keanehan di tempat ini."


Manager menatap pelayan yang sebelumnya melaporkan jika di ruangan Yun Yunyue tidak bisa terbuka.


"Baiklah, aku sudah sangat lapar." Yun Yunyue mencoba mencairkan suasana.


Manager dengan cepat menatap ke arah pelayan, meminta untuk segera menghidangkan kembali pesanan Yun Yunyue.


"Nona, mohon maaf telah mengganggu anda." Manager kemudian berpamitan pergi keluar dari ruangan itu.


Setelah pelayan selesai merapihkan makanan serta minuman di atas meja, Yun Yunyue kemudian memberikan mereka koin emas dan satu botol pil.


"Nona, ini-..."


"Maaf telah membuat kalian salah paham." Ucap Yun Yunyue, kemudian mulai menikmati pesanannya.


Kedua pelayan menatap dengan bingung, lalu menatap ke arah Yun Yunyue yang sedang melahap makanan pesanannya.


"Mungkin hanya perasaan kita saja.." Kedua pelayan itu kemudian pergi meninggalkan ruangan.


Yun Yunyue tersenyum melihat bagaimana reaksi wajah mereka.


"Sepertinya aku akan mencoba menggunakan identitas mereka untuk mencari beberapa informasi di sana." Batin Yun Yunyue, yang berencana menggunakan tampilan wajah Jenderal Zhiang menuju Benua Utara.


Di Tempat Lain.


Long Zhou Yang terus bergerak menuju Penginapan Lotus, untuk menyampaikan pesan dari Tuannya Yun Yunyue.


Hingga tidak lama kemudian, ia akhirnya tiba di depan Penginapan Lotus, lalu memperlihatkan lencana yang diberikan oleh Tuannya pada penjaga.


Tubuh penjaga itu membeku, mereka dapat mengenali lencana itu.


"Tuan, mari ikuti kami..." Penjaga dengan hormat membawa Long Zhou Yang memasuki Penginapan Lotus.


Di tempat tersembunyi, terlihat beberapa sosok yang melihat kejadian itu saling menatap satu sama lain.


"Siapa sebenarnya dia?" Ucap salah satu dari anggota Fraksi Naga, setelah melihat lencana yang di miliki oleh Long Zhou Yang.


Mereka memang belum mengetahui Long Zhou Yang yang menjadi salah satu orang yang melayani Nona mereka.


Lencana itu sendiri hanya ada dua, satu milik Lu Wei dan satu milik Yun Yunyue. Dan yang mereka melihat saat ini, adalah milik Nona mereka sebagai lencana tertinggi karena terdapat bagian tertentu yang di khususkan untuk pemimpin Penginapan Lotus.


********


Bersambung.....


Tinggalkan jejak Guys 🤗😘🤍

__ADS_1


__ADS_2