
Tingkat kekuatan Yun Yunyue terus meningkat setelah Mutiara Keabadian memasuki tubuhnya.
Boom
Boom,-
Beberapa menit kemudian, kekuatan ranah Dewa Surga merembas keluar dari dalam tubuh Yun Yunyue bersamaan dengan suara teriakan.
"Arghhhh..." Yun Yunyue terus berteriak saat kekuatan misterius itu melawan, saat Mutiara Keabadian masuk ke dalam tubuh Yun Yunyue.
"Whuss.... Whuss...." Api Keabadian dan Pedang Keabadian juga ikut masuk ke dalam tubuh Yun Yunyue untuk membantu menekan kekuatan tersebut.
"Whuss...." Tanda di keningnya menyelimuti seluruh tubuh Yun Yunyue dengan sinar keemasan, membantu mengurangi Yun Yunyue dari kesakitan akibat ulah kekuatan misterius itu yang masih belum tunduk.
"Arghhhh..." Teriakan Yun Yunyue terus berlanjut hingga satu jam kemudian, suara Yun Yunyue perlahan-lahan meredah.
"Whuss...." Aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Yun Yunyue saat kekuatan misterius itu berhasil di taklukkan.
Boom
Boom
Boom,-
Suara teredam kembali terdengar dari tubuh Yun Yunyue hingga berhenti di ranah Raja Dewa Puncak. Melampaui batas Alam Rendah.
"Whuss... Whuss..." sinar keemasan kembali keluar dari keningnya menyelimuti seluruh tubuh Yun Yunyue, sehingga genaplah sudah lima kekuatan dalam satu wadah.
Api Keabadian, Pedang Keabadian, Tanda Suci Keabadian, Mutiara Keabadian, dan kekuatan Dewi Abadi yang baru saja di taklukkan.
Setengah jam kembali berlalu, Yun Yunyue perlahan-lahan membuka kedua matanya. Mata yang tenang tapi sangat mendominasi.
"Whuss...." Sang Naga Hitam mengubah tampilannya menjadi manusia, lalu berjalan mendekati Yun Yunyue, dengan menahan tekanan yang semakin besar saat jaraknya dengan Yun Yunyue semakin dekat.
"Nona Muda, siapa anda sebenarnya?"
Yun Yunyue mengerutkan kening, menatap bingung Naga di depannya yang telah berubah menjadi pria dewasa.
"Aku dapat merasakan penindasan yang sangat kuat dari darah Nona Muda. Ras Naga adalah ras tertinggi, dan hanya mereka keturunan dari Dewi Abadi yang mampu menekan kekuatan darah kami."
__ADS_1
Yun Yunyue terdiam selama beberapa saat, setelah mendengar ucapan Naga tersebut.
"Aku juga tidak mengetahui akan identitasku yang sebenarnya." Ucap Yun Yunyue tersenyum kecut.
Meski Yun Yunyue telah membaca surat dari peninggalan Ibunya, tapi ia masih merasa informasi itu masih sangat sulit untuk di mengerti.
Apalagi saat pertemuan singkat waktu itu, dimana jiwa ibunya muncul di dalam surat tersebut. Yun Yunyue larut dalam kegembiraan dan kesedihan, hingga ia tidak terlalu memperdulikan akan identitas sang Ibu.
Yun Yunyue hanya mengingat bagaimana ia bisa berpisah dengan sang Ibu, dan berada di Alam Rendah ini. Serta marga sang Ibu dari Keluarga Yun.
Dan apa Ayah kandung mereka adalah Xiao Lan atau bukan, semuanya masih misteri yang akan Yun Yunyue mengetahuinya perlahan-lahan.
Sang Naga yang masih merasa penasaran, terus melemparkan pertanyaan kepada Yun Yunyue.
"Sebelumnya Nona Muda menggunakan teknik yang sangat aku kenali. Bolehkah aku meng-..."
"Tanda Keabadian." Yun Yunyue mengucap dengan tenang.
Sang Naga yang mendengar ucapan Yun Yunyue, merasa seperti tersambar petir. Dengan cepat ia berjalan mendekati Yun Yunyue, lalu bersujud memberi hormat.
"Long Zhuo Yang, memberi hormat pada Sang Dewi Keabadian, hamba siap menerima hukuman dari Dewi..." Long Zhou Yang terus bersujud, tanpa berani mengangkat wajahnya.
"Bangunlah, dan jangan pernah berlutut di depanku lagi mulai sekarang!" Ucap Yun Yunyue tegas.
"Baik Dewi." Long Zhou Yang kembali berdiri dengan tegak, dengan kepala tertunduk.
"Aku masih ingin menanyakan banyak hal padamu."
"Silahkan Dewi, hamba akan menjelaskan yang hamba ketahui."
Yun Yunyue menggelengkan kepala, meminta Long Zhou Yang untuk tidak memanggilnya dengan sebutan Dewi.
"Tap-..."
"Tidak ada penolakan, aku tidak ingin orang lain menanyakan banyak hal setelah mendengar panggilanmu itu kepadaku."
"Lagian bukan cuma kamu saja yang melayaniku." Lanjut Yun Yunyue.
Long Zhou Yang menganggukkan kepala dengan cepat. " Jika begitu, izinkan hamba untuk memanggil Dewi dengan sebutan Tuan."
__ADS_1
Yun Yunyue menganggukkan kepala setuju, lalu mulai menanyakan infeksi tentang tempat keberadaan mereka saat ini.
"Tuan, tempat ini adalah dunia kecil yang dulu di tinggali oleh ras Naga pada saat menjalankan misi. Kami yang pada saat itu ingin kembali menuju gerbang naga, harus kecewa setelah portal dimensi yang menghubungkan Alam Rendah dan Alam Surga mengalami kerusakan. Hal itu membuat kami akhirnya memutuskan untuk membangun dunia kecil untuk tempat tinggal."
"Bukankah Leluhur kota Bulan yang tinggal disini telah naik ke Alam Dewa?"
"Benar Tuan, Portal dimensi menuju Alam Dewa dan Alam Surga tempat dimana Gerbang Naga berada, memiliki jalur yang berbeda. Bisa saja pada saat itu kami pergi menuju Alam Dewa terlebih dahulu, kemudian pergi ke Alam Surga. Tapi kami khawatir akan membuat masalah nantinya, karena pada saat itu di Alam Dewa sendiri sedang mengalami konflik serta kekacauan dimana-mana."
Yun Yunyue masih bingung dengan penjelasan Long Zhou Yang.
"Lalu dimana yang lain?" Tanya Yun Yunyue, karena dari penjelasan Long Zhou Yang sebelumnya, jika ia tidak hanya seorang diri saat datang ke Alam Rendah.
Long Zhou Yang tersenyum kecut. " Tuan, kelima saudaraku telah terbunuh di dunia yang kami buat sendiri."
"Bagaimana bisa?" Tanya Yun Yunyue dengan cepat, ia dapat melihat kesedihan yang mendalam dari raut wajah Long Zhou Yang.
Long Zhou Yang menarik napasnya dalam-dalam, lalu menatap Yun Yunyue dengan serius.
"Aku tidak mengetahui pertemuan ini memang sudah di takdirkan, atau sudah di rencanakan. Tapi aku rasa ini semua memang sebuah takdir yang sudah di gariskan..." Long Zhou Yang menghentikan ucapannya.
"Bruk.." Long Zhou Yang kembali berlutut di depan Yun Yunyue.
"Hamba Long Zhou Yang. Ras Naga generasi ke delapan belas, meminta keadilan untuk kelima saudara hamba yang tewas dalam menjalankan misi, kepada Yang Mulia Dewi Keabadian sebelumnya." Long Zhou Yang mengatakan dengan tubuh bergetar serta mengeluarkan air mata.
Yun Yunyue membeku di tempatnya, ia dapat merasakan kemarahan yang sangat luar biasa merembas keluar dari dalam tubuh Long Zhou Yang.
"Bangunlah, sudah aku katakan untuk tidak berlutut di depanku! dan jelaskan padaku, keadilan apa yang ingin kamu minta kepadaku."
"Whuss...." Tanpa sadar Yun Yunyue mengucapkan kata-kata yang sama sekali tidak pernah ingin dia katakan.
Bersamaan dengan itu, Aura Dewi Abadi dan tubuh Dewi Abadi muncul.
Long Zhou Yang yang bangkit mendadak berlutut kembali, saat merasakan jika sosok di hadapannya benar-benar sangat mengerikan. Dimata Long Zhou Yang, Yun Yunyue benar-benar keturunan dari Dewi Abadi sebelumnya, meski Long Zhou Yang sendiri Hanya pernah melihatnya beberapa kali bahkan itu sudah ratusan ribu tahun yang lalu.
Bola matanya memancarkan cahaya keemasan seperti tanda di keningnya. Aura Agung dan berwibawa, gagah berani dan sangat cantik, benar-benar menggambarkan sosok Yun Yunyue saat ini. Bahkan seorang Kaisar Benua saja hanya debu di hadapan Yun Yunyue saat ini.
**********
Bersambung......
__ADS_1
Hy Guys! Author akan rajin up setiap hari kalau para pembaca Author tinggalkan jejak sang Ibu jari..😆🤭