
Di Tempat Lain.
Di dalam hutan perbatasan, terlihat sepuluh siluman hewan buas yang sedang berkumpul menatap ke suatu tempat.
"Aku merasakan aura yang mendatangi tempat ini." Ucap sosok berkepala singa hitam.
"Aku juga merasakannya. Aura ini hampir sama dengan milik orang itu."
"Tidak! Meski aura ini hampir sama dengannya, namun aura ini jauh lebih kuat meski masih samar-samar."
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Kita akan mencari tahu siapa sebenarnya dia."
Mereka semua kemudian mulai bergerak menuju goa yang di tempati Yun Yunyue dan Jendral Zhiang.
Di Tempat Lain.
Yun Yunyue dan Jendral Zhiang masih dengan tenang memeriksa isi di dalam goa tersebut. Mereka tidak mengetahui jika ada sosok lain yang sedang menuju ke arahnya.
Hingga beberapa saat kemudian, Yun Yunyue tiba-tiba menatap serius ke arah salah satu bagian dinding.
"Nona..."
"Aku merasakan ada sesuatu di balik dinding ini." Ucap Yun Yunyue dengan tenang, lalu ia mulai membuat segel tangan.
"Whuss..." Ratusan bintang emas muncul mengambang di selimuti sajak-sajak kuno.
Hingga perlahan, ratusan bintang emas tersebut menyatukan dan melesat menuju dinding goa.
"Krak... Dhuarr..." Ledakan keras terjadi menggetarkan seisi goa tersebut.
Yun Yunyue dengan cepat mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya.
"Booms..." Ratusan kelelawar hitam muncul dari balik dinding goa yang memperlihatkan sebuah pintu.
Dengan cepat Yun Yunyue menghancurkan ratusan kelelawar yang diikuti oleh Jenderal Zhiang.
Mereka saling bekerja sama membunuh semua kelelawar hitam dengan mata merah itu.
Di Luar Goa.
Sepuluh siluman singa muncul di tempat tersebut. Mereka semua terlihat sangat marah saat menemukan goa yang di hadapannya telah di selimuti beberapa formasi tingkat tinggi.
"Keparat! Siapa yang telah melakukan ini semua!" Ucap salah satu siluman singa dengan tatapan marah. Dia kemudian meminta kesembilan siluman lain untuk bersama-sama menghancurkan formasi tersebut.
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Mereka terus melepaskan serangan terkuat untuk menghancurkan pintu masuk.
"Bagaimana bisa ada yang berani datang memasuki bagian terdalam hutan perbatasan. Apa kengerian tempat ini sudah tidak ada lagi artinya untuk mereka!" Ucap salah satu dari mereka dengan kesal.
"Ini semua karena kecerobohan kita semua. Segera kabari semua siluman yang ada, sebelum semuanya terlambat!"
__ADS_1
Lima menit kemudian, Yun Yunyue dan Jendral Zhiang berhasil menghancurkan semua kelelawar hitam bermata merah itu.
Yun Yunyue menatap sumber daya dan tanaman Spiritual selama beberapa saat, lalu mengibaskan tangan memindahkan semua itu ke dalam kalung dimensi.
"Kita akan masuk ke dalam." Ucap Yun Yunyue, kemudian memasuki pintu pada dinding tersebut.
Setelah berjalan selama dua ratus meter, Yun Yunyue dan Jendral Zhiang akhirnya tiba di dalam ruangan utama goa tersebut.
"Aku tidak menyangka jika di dalam goa ini masih ada goa utama yang lebih besar.."
Baru saja menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba mereka berdua di kejutkan dengan tatapan tajam ketiga sosok singa putih raksasa.
"Aku bahkan tidak dapat merasakan kehadiran mereka." Batin Yun Yunyue dengan waspada, menatap ketiga singa dengan tiga api berbeda mengambang di atas kepalanya.
Pada saat Jenderal Zhiang ingin bergerak, salah satu dari mereka melepaskan serangan ke arah mereka.
"Whuss..." Pedang usang mengambang di udara, bergerak menuju serangan itu.
"Dhuarr..."
Ketiga singa menatap dengan tidak percaya, namun mereka tidak tinggal diam dengan terus melepaskan serangan secara bergantian.
"Dhuarr... Dhuarr..." Serangan mereka terus beradu dengan pedang usang yang kini membesar.
"Whuss... Whuss..." Yun Yunyue tidak tinggal diam, dia bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan serangan bintang.
"Dhuarr..." Serangan Yun Yunyue berhasil memukul mundur salah satu dari mereka.
"Dhuarr..." Serangan Jenderal Zhiang mengenai salah satu dari mereka, namun serangan itu sama sekali tidak berefek.
Pedang usang seperti memiliki pikiran, dengan cepat menghadang dan menyerang balik melepaskan serangan.
"Terus serang!" Perintah Yun Yunyue kepada Jenderal Zhiang. Hal itu di lakukan untuk mengalihkan fokus ketiga singa.
Yun Yunyue sendiri kembali muncul di dekat salah satu dari mereka, lalu kembali melepaskan serangan bintang. Kali ini Yun Yunyue menggunakan serangan pedang Kesunyian.
"Whuss.. " Siluet keemasan berbentuk pedang muncul dan langsung menghantam telak tubuh salah satu dari mereka.
"Dhuarr..." Singa putih raksasa terlempar menghancurkan dinding formasi.
Yun Yunyue kembali terkejut saat melihat ada formasi lain di dalam ruangan goa itu.
Tubuh ketiga singa putih raksasa bergetar dengan hebat, saat merasakan kengerian serangan Pedang Kesunyian milik Yun Yunyue.
Yun Yunyue sendiri terus bergerak melepaskan serangan ke arah mereka satu persatu.
"Dhuarr..."
"Dhuarr..."
Ketiga singa putih raksasa hanya diam tanpa berniat melawan balik serangan Yun Yunyue.
Yun Yunyue menatap bingung hal itu, lalu ia segera menghentikan gerakan menatap mereka semua.
"Whuss..." Ketiga singa putih raksasa berubah wujud menjadi pria dewasa, dengan bagian kening muncul tanda wajik.
__ADS_1
"Nona, siapa anda sebenarnya?" Tanya salah satu dari mereka, menatap Yun Yunyue dengan serius.
Yun Yunyue hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari mereka.
"Nona, kami dapat merasakan serangan Pedang Kesunyian anda sebelumnya bukan teknik yang dapat di pelajari oleh sembarangan orang." Salah satu dari mereka kembali berbicara.
"Nona, kami mohon jawaban dari anda." Ucap yang lain menimpali, menatap Yun Yunyue dengan tatapan memohon.
Yun Yunyue menganggukkan kepala, kemudian mengubah tampilan menjadi Dewi Keabadian.
"Bugh.." Mereka bertiga dengan cepat berlutut di hadapan Yun Yunyue, dengan membenturkan kepala ke tanah.
"Hormat pada Yang Mulia Dewi Keabadian Yang Agung! Hamba siap mendapatkan hukuman!" Ucap mereka serempak, membuat wajah Jenderal Zhiang membeku menatap dengan tidak percaya.
"Jadi..." Jenderal Zhiang mengingat tulisan kuno yang pernah dia baca. Bagaimana sosok yang bertarung dulu adalah salah satu bawahan dari Yang Mulia Dewi Keabadian.
Sebelumnya Jenderal Zhiang dan kebanyakan orang tidak mempercayai cerita tersebut, namun berbeda dengan saat ini.
"Tidak perlu berlutut!" Ucap Yun Yunyue melalui telepati, saat melihat Jendral Zhiang akan berlutut.
Yun Yunyue menatap mereka bertiga selama beberapa saat, lalu memintanya untuk kembali bangkit.
"Bangunlah, dan jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?"
Mereka bertiga dengan cepat bangkit, lalu berdiri menatap hormat ke arah Yun Yunyue.
"Yang Mulia Dewi, kami adalah sosok yang mendiami wilayah perbatasan sebelum terjadi pertarungan besar antara bawahan Yang Mulia Dewi dengan sosok yang mengaku sebagai Dewa. Keserakahan dan haus pengakuan membuat sosok itu menggila dan berniat menjadi penguasa di Alam Rendah ini.
"Hal itu membuat bawahan Yang Mulia, yang entah datang darimana mendatangi dunia ini untuk membunuh sosok tersebut. Pertarungan besar mengubah hamparan lautan luas, pulau-pulau hancur dan menciptakan sebuah tanah gersang yang kini menjadi hutan perbatasan."
"Lalu bagaimana dengan sosok itu?"
"Yang Mulia Dewi, mereka telah tewas. Bawahan Yang Mulia mengorbankan diri untuk keseimbangan Alam Rendah. Hal itu yang membuat kami sangat menghormati Yang Mulia. Kami tahu kejadian di masa lalu atas perintah dari Yang Mulia Dewi Keabadian. Bawahan Yang Mulia mengatakan suatu saat nanti kami akan bertemu dengan Yang Mulia Dewi, dan hari ini semua itu benar-benar terjadi."
Yun Yunyue menganggukkan kepala mengerti. Dia tidak menyangka akan informasi yang baru saja dia dengar.
"Yang Mulia Dewi, formasi di tempat ini menyimpan sisa-sisa bekas pertarungan yang berhasil kami kumpulkan. Di dalam sana juga terdapat gerbang teleportasi yang menghubungkan kedua Benua antara Benua Tengah dan Benua Utara." Ucap salah satu dari mereka, dengan mengarahkan pandangan ke sudut ruangan yang sebelumnya tertutupi oleh tubuh raksasa mereka bertiga.
Yun Yunyue masih terdiam. Dia masih penasaran dengan sosok yang mengaku sebagai Dewa.
Ketiga singa putih raksasa yang kini telah mengubah tampilan menjadi pria dewasa, menatap Yun Yunyue dengan serius.
"Yang Mulia Dewi, apa Yang Mulia ingin mengetahui siapa sosok itu?"
Yun Yunyue dengan cepat menganggukkan kepala.
"Dia adalah salah satu Leluhur Alam Rendah ini. Dan sekarang, di Sekte Iblis Tengkorak terdapat salah satu keturunan dari sosok itu yang juga memiliki ambisi yang sama dengan Leluhurnya."
Yun Yunyue yang mendengar hal itu menatap mereka dengan serius.
"Yang Mulia Dewi, kami percaya Sekte Iblis Tengkorak juga akan di hancurkan oleh anda. Itu yang dulu di katakan bawahan Yang Mulia Dewi sebelum pecahan jiwanya menghilang.."
*
*
__ADS_1
Bersambung......