Dewi Abadi

Dewi Abadi
Bab 106 - Keluarga Mo.


__ADS_3

"Krak... Krak..." Suara patah tulang sangat mengilukan, di iringi suara teriak kesakitan dari ketiga tetua Keluarga Mo.


"Bajingan! Kalian semua Iblis!" Teriak salah satu tetua dengan wajah memerah padam.


"Benarkah? Aku rasa ini belum seberapa.." Jenderal Zhiang menanggapi dengan senyum menakutkan, membuat ketiga tetua hanya mampu mengumpat di dalam hati.


"Plak... Plak..." Suara tamparan keras mengisi tempat itu.


"Aku akan-..."


"Plak... Plak..."


"Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara?!" Teriak Tetua Agung Xi Qiameng, yang langsung melepaskan tamparan keras ke wajah mereka.


Dalam waktu singkat, tamparan Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng mengubah bentuk wajah ketiga tetua hingga tidak di kenali. Setiap rintihan dan ingin berbicara, mereka akan langsung mendapatkan tamparan keras.


"Nona... Mohon ampuni kami.." Ucap salah satu tetua dengan menangis.


Yun Yunyue hanya diam, sedangkan Mo Tian sudah terduduk lemas menatap kejadian itu.


"Keluarga Mo, bukankah kalian ingin menghancurkan Keluarga Yun?" Yun Yunyue berjalan mendekati mereka.


Ketiga tetua menganggukkan kepala dengan cepat. "Nona, aku akan menghancurkan mereka. Apa Nona Muda juga memiliki niat yang sama seperti kita? Jika memang ia, kita akan menjadi teman.." Ucap tetua yang merasa ada angin segar untuk tetap hidup.


"Lihat saja, setelah aku pergi dari sini, kalian akan mendapatkan seratus kali lebih kejam dari apa yang kalian lakukan padaku!" Batin salah satu tetua yang sudah tidak dapat menahan diri untuk membunuh Yun Yunyue.


Yun Yunyue tersenyum, lalu menatap ke arah Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng.


"Hancurkan tingkat kultivasi mereka, lalu berikan seratus tamparan!"


"Apa!?" Ketiga tetua sangat terkejut mendengar ucapan Yun Yunyue.


"Nona Muda ini-..."


"Apa kalian bodoh! Nona Muda berasal dari Keluarga Yun, sedangkan kalian ingin menghancurkannya!" Ucap Jenderal Zhiang dengan menggelengkan kepala, menatap ketiga tetua bodoh itu.


"Ini..."


"Oh tidak... Nona Muda, aku mohon ampuni kami. Kami berjanji tidak akan menghancurkan Keluarga Yun."


"Tentu saja kalian tidak akan mampu menghancurkan Keluarga Yun. Karena aku sendiri yang akan menghancurkan Keluarga Mo kalian!" Balas Yun Yunyue dengan tatapan tajam.


"Dhuarr..." Ledakan kecil bergema dari tubuh ketiga tetua, bersamaan dengan lenyapnya kekuatan pendekar Dewa Langit tingkat awal.


Setelah melenyapkan tingkat kultivasi mereka, Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng kembali melakukan seratus kali tamparan.

__ADS_1


"Plak... Plak..."


Mendapatkan tamparan tanpa memiliki kekuatan, benar-benar membuat mereka merasakan rasa sakit yang sangat luar biasa. Terlebih lagi, Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng menamparnya dengan sungguh-sungguh.


Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba tempat itu menjadi hening saat tamparan terakhir telah berakhir, membuat Mo Tian dapat bernafas dengan lega.


"Nona Muda.." Ucap keduanya menatap Yun Yunyue dengan hormat.


"Baik, bawa mereka. Mo Tian, antarkan kami menuju Keluarga Mo." Yun Yunyue menatap Mo Tian yang ada di sampingnya.


"Baik, Nona!" Mo Tian kemudian segera membawa mereka semua menuju Keluarga Mo.


Yun Yunyue dengan tenang mengikuti Mo Tian bersama Jenderal Zhiang dan Tetua Agung Xi Qiameng membawa ketiga tetua.


"Whuss... Whuss..." Yun Yunyue dan rombongannya terus bergerak menuju Keluarga Mo.


"Nona, apa yang aku katakan kepada mereka?" Tanya Mo Tian dengan cemas.


Yun Yunyue menyadari kecemasan Mo Tian, apa lagi saat datang bersama orang asing, serta keadaan ketiga tetua Keluarga Mo yang menyedihkan.


"Kamu tenang saja, aku yang akan menghadapi mereka nanti. Tugasmu hanya mengantarkan kami ke sana."


Jawaban Yun Yunyue sama sekali tidak membuat Mo Tian merasa lebih baik, apa lagi dia juga tidak mengetahui dengan pasti keadaan kedua orang tuanya yang masih hidup atau sudah mati.


Yun Yunyue yang memahami apa yang sedang Mo Tian pikirkan, kemudian menghentikan pergerakannya.


"Kamu tidak perlu khawatir. Mungkin saat ini kamu tidak mempercayaiku yang mampu melindungimu, karena kepercayaan bukanlah sesuatu hal yang dapat kita janjikan, tapi sesuatu hal yang harus kita buktikan.


"Dan aku akan membuktikan kepadamu, jika aku bukanlah orang yang suka berbicara omong kosong.." Ucap Yun Yunyue dengan tenang, namun kata-katanya terdengar sangat serius.


Yun Yunyue memang kejam terhadap musuh, dan orang-orang yang berani mengusik ketenangan dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Begitu juga sebaliknya, dia akan bersikap ramah pada orang yang memang pantas untuk mendapatkan hal itu darinya.


Mo Tian menatap wajah topeng Yun Yunyue. Hal itu membuat Mo Tian akhirnya secara perlahan mempercayai setiap kata yang keluar dari mulut Yun Yunyue.


"Nona, terima kasih. Mohon maaf karena sebelumnya masih belum mempercayai Nona. Hal ini karena keadaan kedua orang tuaku." Ucap Mo Tian menatap Yun Yunyue.


"Tidak perlu terlalu sungkan denganku. Sikapmu menentukan bagaimana aku juga menentukan sikapku. Untuk masalah orang tuamu, kita akan mencari untuk mengetahui keadaan mereka."


"Nona Muda, apa anda sudah mengetahui keadaan Keluarga Mo saat ini?"


"Untuk hal itu aku belum mengetahui secara pasti, tapi aku mengetahui jika mereka telah berniat buruk terhadap Keluarga Yun, hingga membuat kekacauan di Gunakan Hanyang."


"Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan." Lanjut Yun Yunyue.


Mereka semua lalu kembali melanjutkan perjalanan menuju Keluarga Mo.

__ADS_1


Di Tempat Lain.


Keluarga Mo.


Di aula Keluarga Mo, kini terlihat Mo Kang yang sedang duduk di kursi Patrick Keluarga, dengan menatap semua orang yang hadir di dalam ruangan itu.


"Bagaimana? Apa kalian telah melakukan tugas yang aku berikan?" Ucap Mo Kang menatap tajam semua orang.


"Patrick tenang saja, mereka telah aku masukkan ke dalam penjara bawah tanah." Ucap salah satu tetua dengan tersenyum.


"Bagus. Lalu bagaimana dengan mereka yang aku perintahkan untuk membuat kekacauan di kota?"


Salah satu tetua kemudian menjelaskan, jika mereka sudah mulai bergerak untuk menculik orang-orang yang terlihat memiliki latar belakang cukup tinggi.


Hal itu mereka lakukan untuk menarik perhatian kekuatan di belakangnya, hingga pada saat itu tiba, mereka akan mulai membuat kekacauan dengan mengkambing hitamkan Keluarga Yun.


Dari informasi tetua dari Keluarga Yun yang berkhianat, mereka mengetahui kekuatan Keluarga Yun tidak dapat di remehkan, sehingga mereka memutuskan untuk menarik kekuatan lain untuk bersama-sama menghancurkan Keluarga Yun.


"Bagus! Dengan ini rencana kita untuk melenyapkan dan merebut sumber daya mereka akan semakin terbuka. Aku sudah tidak sabar menjadikan Keluarga Mo menjadi Keluarga terkuat di Benua Tengah. Apa lagi tetua Yun Nong ada bersama kita."


Tetua Yun Nong adalah salah satu tetua Keluarga Yun, yang sangat membenci sikap Patrick Yun Xian. Mereka memang sejak lama sudah memiliki masalah, karena Leluhur sebelumnya lebih memilih Yun Xian sebagai Patrick dibandingkan dirinya. Hal ini yang membuat dia memutuskan untuk berkhianat.


"Patrick, sepertinya kita harus waspada terhadap tetua Yun Nong, bagaimana juga dia adalah ular yang berbisa. Bahkan terhadap Keluarganya sendiri saja berkhianat." Ucap salah satu tetua dengan serius.


Patrick Mo Kang menganggukkan kepala setuju. Meski tetua Yun Nong telah membantu dia untuk mengalahkan Patrick Mo Bai, yang tidak lain ayah dari Mo Tian, tapi dia tidak ingin bertindak ceroboh menganggap remeh tetua Yun Nong.


"Setelah kita memiliki kemampuan, kita akan sama-sama membunuhnya!" Patrick Mo Kang mengatakan dengan serius.


Semua tetua menganggukkan kepala setuju, mereka juga mencemaskan hal ini.


Saat mereka semua sedang berbincang menyusun rencana, tiba-tiba terdengar suara Ledakan yang sangat keras.


"Dhuarr..."


"Dhuarr..."


"Apa yang terjadi?" Ucap Patrick Mo Kang menatap para tetua.


Semua tetua menggelengkan kepala, lalu mereka semua segera berjalan keluar meninggalkan Aula Keluarga.


*


*


Bersambung....

__ADS_1


~Bantu ulasan dan Vote yuk, biar tambah semangat~


__ADS_2